Mewawancara Lagi..

Hari ini saya kembali dapat kesempatan untuk mewawancara beberapa kandidat penerima beasiswa. Berbeda dengan wawancara sebelumnya, kali ini program beasiswa yang diberikan sifatnya non-degree. Artinya penerima beasiswa itu tidak akan mendapatkan gelar apa-apa setelah selesai mengikuti kuliah di negara tujuan beasiswa.

Tentunya tidak etis kalau saya bicara secara detail tentang program beasiswa itu dan penilaian saya terhadap para kandidatnya. Tapi saya ingin membagikan observasi saya terhadap proses wawancara tadi. Moga-moga bisa memberikan masukan bagi rekan-rekan yang ingin mendapatkan beasiswa.

  1. Senyum itu penting. Walaupun tegang, usahakan tersenyum. Bukan hanya Anda akan merasa lebih rileks, pewawancarapun juga merasa lebih konek dengan Anda. Ini tentunya bagus, karena suasana wawancara bisa lebih baik. Senyumnya tentunya jangan berlebihan, nggak perlu dipaksakan. Wajar-wajar saja. Pokoknya keep smiling dan show your best.
  2. Be confident. Ini membangun impresi yang baek buat Anda. Kalau ada percaya diri, pewawancarapun akan mempunyai kesan Anda orang yang matang dan bisa menangani masalah. Salah satu concern pewawancara beasiswa adalah apakah Anda bisa meng-adjust diri Anda dengan kehidupan yang berbeda di luar negeri. Being confident memberikan kesan Anda akan dapat mengatasi masalah-masalah tersebut. Gimana caranya bisa confident? Satu hal yang penting: percayalah kalau Anda sudah diundang untuk wawancara, berarti yayasan pemberi beasiswa sudah melihat ada sesuatu dalam diri Anda yang mereka cari. Anda tinggal memberikan penjelasan yang lebih dalam tentang hal tersebut lewat proses wawancara.
  3. Be specific on your study objective. Kalau misalnya Anda pengen belajar art atau seni, Anda harus lebih spesifik lagi menunjukkan pada pewawancara art apa yang Anda pengen pelajari. Bahkan sebaiknya Anda bisa menunjukkan subject atau ilmu tertentu yang pengen Anda cari di negara tujuan Anda. Jangan waktu ditanya Anda megap-megap gak keruan karena Anda masih belum tau mau belajar apa. Ayo dong, tunjukin ke pewawancara itu kalau Anda memang sudah punya tujuan yang jelas buat belajar di sana.
  4. Planning planning planning!!! Banyak sudah website yang membahas tentang beasiswa. Demikian pula sudah banyak website yang membahas tentang wawancara. Website tentang pendidikan pun gak kalah banyaknya. Jadi seharusnya Anda gak bisa bilang Anda gak punya informasi tentang beasiswa, negara, ataupun program yang ingin Anda ikuti. Pokoke, persiapkan diri Anda sebaik mungkin dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya.  Buat saya pribadi, saya akan kasih nilai lebih buat kandidat yang terlihat lebih siap dibanding yang tidak.

Begitu dulu buat hari ini deh. Anak saya udah mulai ngajak main dan sibuk gangguin saya.. hehe.. All the best untuk Anda pencari beasiswa!

Advertisements

[Q&A] Kalau Tidak Bisa Menjawab Wawancara Dalam Bahasa Inggris?

Tanya (Upi): Saat wawancara beasiswa yang menggunakan bahasa Inggris, apa yang sebaiknya dilakukan jika tidak bisa menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris?

Jawab (Togap): Dear Upi, terima kasih buat emailnya (pertanyaan ini dikirim ke email saya). Tentu saja sebaiknya semua pertanyaan kamu jawab dalam bahasa Inggris. Apalagi kalau nantinya studi tersebut akan dilakukan dalam bahasa Inggris. Dengan menjawab setiap pertanyaan dalam bahasa Inggris, para pewawancara dapat mengukur (dan tentunya meyakini) kemampuan kamu dalam berbahasa Inggris. Apalagi dari awal sudah diwajibkan untuk mengirimkan nilai TOEFL atau IELTS kamu. Sekarang kan TOEFL (mungkin juga IELTS) ada bagian speaking test nya. Read the rest of this entry »

Mewawancara Kandidat Penerima Beasiswa

200428081-001.jpgBeberapa waktu lalu saya mendapat undangan untuk membantu proses wawancara beberapa kandidat untuk beasiswa tertentu. Jumlah kandidat yang akan diwawancarai tidak banyak, hanya tujuh orang. Mereka dipilih berdasarkan formulir aplikasi yang telah mereka kirim sebelumnya. Tentu saja, yang hadir untuk wawancara ini adalah orang-orang yang dianggap paling memiliki potensi untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

Dari ketujuh orang yang hadir, satu orang bekerja di sektor swasta. Satu orang bekerja sebagai volunteer di salah satu LSM. Sedangkan lima orang yang lain bekerja sebagai dosen. Apakah ini berarti bahwa dosen mempunyai kesempatan yang lebih tinggi untuk menerima beasiswa? Saya tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. Saya yakin setiap kali ada kesempatan beasiswa yang dibuka, pemberi beasiswa akan menerima beberapa orang dari sektor swasta, pegawai negeri, LSM, maupun dosen. Saya tidak punya data jumlah surat lamaran yang masuk dari setiap kategori jadi saya tidak bisa menghitung persentase kemungkinan masuk per kategori. Read the rest of this entry »

Lakukan “Segala Cara” untuk Dapat Beasiswa

Ketika saya menulis “segala cara”, benar-benar saya maksudkan semua cara yang mungkin kamu lakukan untuk mendapatkan beasiswa. Yang halal tentunya. Saya tertarik menulis tentang hal ini karena pengalaman beberapa orang dan saya sendiri ketika sedang berjuang untuk mengejar beasiswa. Beasiswanya sebenarnya tidak lari kemana mana, hanya memang rada susah ngedapetinnya. Jadi dikejarlah dengan cara-cara yang tidak biasa. Read the rest of this entry »

Pengalaman Wawancara Beasiswa Chevening (Inggris)

Seperti janji saya sebelumnya, saya akan menampilkan pengalaman beberapa orang tentang wawancara beasiswa (lihat beberapa posting sebelumnya). Kali ini saya tampilkan pengalaman Erny Murniasih, seorang pemenang beasiswa Chevening, dalam menghadapi wawancara. Semoga menjadi masukan yang berguna buat yang sedang mengejar beasiswa ini.

Kebetulan saat ini saya dapat beasiswa Chevening dan sekarang sedang studi di Birmingham. Kebetulan sekali baru pertama kali apply chevening dan langsung lolos. Berdasarkan pengalaman saya waktu apply Chevening, pada waktu wawancara kita harus bisa ‘menjual’ diri. Kita harus bisa meyakinkan para pemberi beasiswa kalo kita memang benar2 berkompeten dan mereka akan rugi kalo ngga memilih kita. Intinya, saya mah sangat confident dan benar2 meyakinkan mereka untuk memilih saya.

Tips yang mungkin bisa diterapkan: Read the rest of this entry »

Pengalaman Wawancara Beasiswa ADS (Australia)

Pengalaman yang dituliskan di bawah diceritakan oleh Sony, salah seorang member milis beasiswa, dalam menghadapi wawancara beasiswa ADS.

Mengenai wawancara ADS, biasanya akan diwawancarai oleh 2 orang, 1 dari Australia dan 1 dari Indonesia. Wawancaranya nggak terlalu lama antara 10-20 menitan, tergantung kondisi saat wawancara. Isi wawancara yang pertama adalah verifikasi form yang sudah dikirim, kemudian yang paling penting akan ditanya mengenai motivasi dan kontribusi jika kamu dapat beasiswa dan lulus dari Uni di Ausi untuk Institusi dan Indonesia.

Lalu yang juga harus dipersiapkan adalah program studi yang kamu pilih. Saran saya mulai menetapkan pilihan dan browsing di internet untuk mengetahui isi dari program studi ini. Kalau bisa di print dan dibawa pada saat wawancara untuk meyakinkan pewawancara bahwa kamu serius. Karena juga yang akan dilihat oleh si pewawancara adalah keseriusan. Kamu harus meyakinkan pewawancara bahwa kamu siap dan akan bisa menyelesaikan program beasiswanya.

Pengalaman Wawancara Beasiswa Stuned (Belanda)

Wawancara beasiswa Stuned dapat dilakukan via telepon ataupun langsung bertatap muka. Kedua pengalaman yang berbeda ini diceritakan di bawah oleh Maria T. Ping dan Lia. Keduanya pemenang beasiswa Stuned tahun 2006 dan kebetulan sama-sama studi Groningen. Read the rest of this entry »