Adakah Korelasi Tingkat Pendidikan dengan Keberhasilan Karir?

Sebagai seorang education motivator dan pendiri milis beasiswa (jumlah member hanya 40 ribu orang lebih), saya selalu tertarik untuk membicarakan tentang pendidikan. Jadi waktu di salah satu milis ada pembicaraan tentang topik ini, saya jadi gatal rasanya untuk ikut menanggapi.

Kalau ditanyakan bagaimana proyeksi karir dengan pendidikan, jawaban saya: sekitar 20% saja. Lho kok sedikit sekali. Ya, karena pada kenyataannya, tingkat karir sering kali tidak berkorelasi linier dengan tingkat pendidikan. Seorang dengan pendidikan S2 atau S3 tidak selalu akan mendapatkan karir yang baik. Anda mungkin tahu orang-orang dengan tingkat pendidikan tinggi yang ternyata karirnya biasa-biasa saja. Saya tahu seseorang yang lulus dengan gelar Master dari salah satu universitas terkenal di dunia ternyata tidak pernah mendapatkan promosi. Bahkan, perusahaan melihat kinerjanya rendah dan sedang memikirkan cara yang terbaik untuk me-utilisasinya. Read the rest of this entry »

Advertisements

Mari Beramai Ramai Bekerja di Jerman!

Kalau saya menulis judul yang provokatif seperti di atas, bukan maksud saya supaya kita semua meninggalkan negara tercinta Indonesia dan lalu beramai ramai pindah ke Jerman. Sayangnya, tidak semudah itu. Perlu saya informasikan dari awal bahwa peraturan imigrasi Jerman ternyata lebih susah dibandingkan dengan negara – negara Amerika Serikat, Kanada, atau bahkan Inggris!

Tapi ada kemungkinan peraturan imigrasi di negara industri ini akan diperlunak. Ada apa gerangan? Ternyata saat ini Jerman sedang kesulitan untuk mendapatkan pekerja terampil (skilled worker) di bidang teknik. Sebenarnya di negara Amerika Serikat pun hal ini sudah terjadi. Bahkan telah cukup lama Amerika Serikat membuka gerbang negaranya lebar-lebar untuk mendapatkan tenaga-tenaga asing dengan keterampilan teknik. Karena itu, kita ketahui banyak pekerja terampil dari negara India, Cina, dan tak kurang juga dari Indonesia mencari nafkah di negara itu. Saya sendiri mengenal seorang teman warga negara Indonesia yang menjadi konsultan di salah satu perusahaan konsultan energi ternama di AS. Penghasilannya tentu saja wow! buat kaca mata Indonesia. Read the rest of this entry »

BzzAgent: A New Way of Marketing?

Berbagai cara pemasaran yang muncul di jaman ini membuktikan bidang pemasaran masih belum jenuh. Tetapi di sisi lain, ini mengingatkan bahwa cara lama mungkin sudah mulai ketinggalan jaman.

Lihat apa yang dibuat oleh Dave Walter, pendiri dan presiden dari BzzAgent (www.BzzAgent.com), sebuah perusahaan jasa konsultan pemasaran yang memfokuskan pada teknik pemasaran word-of-mouth. (Saya belum menemukan kata-kata yang cocok dalam bahasa Indonesia). Kegiatan word-of-mouth sendiri sudah lama dilakukan. Mungkin sejak manusia mulai bisa bergosip, manusia sudah mulai membicarakan berbagai produk mereka gunakan atau lihat.

Dave sendiri mengakui bahwa teknik word-of-mouth ini sudah menjadi suatu yang biasa dalam dunia pemasaran. Banyak pemasar yang berusaha untuk menciptakan suatu buzz, atau cerita yang menarik untuk dibicarakan oleh masyarakat dalam menjual produknya. Read the rest of this entry »

Blink : The Power of Thinking without Thinking

Melihat kandidat tersebut masuk ke ruangan, segera saya berpikir, “Hm, dia bukan kandidat yang cocok untuk pekerjaan ini”. Secara logika, saya bisa menjelaskan pikiran saya. Kandidat tersebut, seorang fresh graduate dari sebuah sekolah teknik ternama di Indonesia, berjalan masuk dengan kepala sedikit menunduk dan bahu sedikit membungkuk. Di momen itu saya langsung memberi penilaian kepadanya.

Interview dilanjutkan. Saya didampingi seorang staff senior dari departemen saya dan dua orang staff dari human resources department. Hanya sebentar saja interview dilakukan. Setelah kandidat tersebut keluar dari ruangan interview, kami saling membandingkan catatan kami. Walau ada beberapa kelebihan kandidat tersebut, tetapi kami memutuskan untuk memilih kandidat lain. Read the rest of this entry »

How to Get Rich – Donald Trump

Donald Trump. Mendengar nama ini, umumnya orang teringat pada sosok dengan rambut yang aneh dan tampang yang serius. Selain itu, dia juga mengingatkan pada sosok pengusaha konstruksi yang sangat sukses. Ditambah lagi dengan keterlibatannya sebagai juri pada acara TV “The Apprentice” yang selalu memecat salah satu peserta di akhir setiap seri. Sukses. Menarik. Dan tentunya sangat kaya.

Tapi ternyata Donald Trump pernah merasa menjadi orang yang jauh lebih miskin dari seorang gembel di pinggiran jalan di Manhattan. Ini yang dirasakannya saat hutangnya yang sekitar $90 milyar telah jatuh tempo dan gagal dibayar. Donald melihat seorang pengemis dan berpikir,”Dia lebih kaya $90 milyar dibanding diriku”. Tapi kemudian, dengan kepiawaiannya bernegosiasi dan kehandalannya dalam membina hubungan interpersonal, Donald berhasil membayar hutang-hutangnya. Bukan hanya itu, Donald bahkan menjadi lebih kaya lagi dengan aset properti yang tersebar dari New York di ujung timur ke California di ujung barat. Read the rest of this entry »

Leadership Mafia Style

Tony Soprano, bos keluarga mafia Soprano dalam miniseri The Sopranos, sangat menyayangi sepupunya Tony Blundetto, alias Tony B. Saat remaja mereka bersama-sama mengalami berbagai ujian untuk mengasah kemampuan mereka dalam “bisnis keluarga” tersebut. Sayangnya, Tony B. suatu waktu tertangkap saat beroperasi. Soprano selamat karena tidak ikut serta dalam operasi tersebut. Ia merasa bersalah dan menyesal bahwa sepupu dan teman dekatnya itu harus mendekam di penjara selama 15 tahun. Perasaan – perasaan ini membuatnya mempunyai bias dan tidak bisa bertindak tegas terhadap Tony B.

Sekeluarnya dari penjara, Tony B. kembali menjalani hidupnya sebagai kriminal. Dalam sebuah aksinya, Tony B. membunuh seorang kerabat keluarga mafia lain. Timbullah perselisihan antara keluarga Soprano dan keluarga mafia pesaingnya tersebut. Read the rest of this entry »

Menulis Surat Lamaran di Email

Makin banyak perusahaan yang membolehkan para calon karyawan untuk mengirimkan lamarannya lewat email. Hal ini tentunya menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pelamar. Bagi perusahaan, ini akan mengurangi jumlah surat lamaran dalam bentuk kertas yang harus mereka terima dan arsipkan. Selain itu, lebih mudah bagi perusahaan untuk mem-forward surat lamaran berbentuk email ke para usernya. Bagi calon karyawan, ini akan menolong mereka untuk mengirimkan lamaran secara cepat. Jika Anda mengirimkan lamaran ke banyak perusahaan, dengan mudah Anda dapat mengkopi email lamaran Anda sebelumnya dan menyesuaikannya. Read the rest of this entry »