Senangnya Menulis Buku

Pengalaman menulis buku buat saya seperti suatu tantangan tersendiri. Ternyata menulis buku itu tidak mudah! Makanya saya salut sekali pada banyak orang Indonesia yang telah menulis buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Bahkan, saya pernah membaca ada seorang anak yang duduk di bangku SD yang telah menerbitkan bukunya. Hebat!

Tapi terus terang, segala perasaan lelah, mati ide, atau penat mata memandangi komputer hilang saat menerima komentar-komentar positif dari pembaca buku saya tersebut. Contohnya yang baru saya terima di bawah ini dari Adhy Ganjar di Bandung.

Thanks Adhy buat komentarnya. Semangat saya bertambah lagi untuk menyelesaikan buku berikutnya.

Pak Togap, terima kasih bukunya sudah sampai.

Isinya sangat berguna untuk perkembangan karir saya. Saya kira isinya lebih banyak kalimat-kalimat motivasi umum yang sudah saya ketahui. Ternyata saya salah, bukunya bagus bahkan memberikan penjelasan detail.

Terus berkarya Pak!

Advertisements
Posted in buku. 8 Comments »

The Pursuit of Happyness

Book Cover - The Pursuit of Happyness by Chris Gardner

Yes, this is the title of the movie where Will Smith starred as Chris Gardner, a single father for a toddler who wanted to change his life. Using the words of ciedo (a blogger I found from bloghopping), Chris rolled back and forth on the earth just to pursue happyness (hence the title of his book).

I found the book in Aksara, during one of my drunk-on-books time at Citos. (I can spend hours in that bookstore just strolling from one book to another).

Chris wrote these interesting words (on page 6 of the book), which have been said many times by many different people, but still ring very true in essence:

“As long as I kept my mental focus on destinations that were ahead, destinations that I had the audacity to dream might hold a red Ferrari of my own, I protected myself from despair. The future was uncertain, absolutely, and there were many hurdles, twists, and turns to come, but as long as I kept moving forward, one foot in front of the other, the voices of fear and shame, the messages from those who wanted me to believe that I wasn’t good enough, would be stilled.

Go forward. That became my mantra.”

BzzAgent: A New Way of Marketing?

Berbagai cara pemasaran yang muncul di jaman ini membuktikan bidang pemasaran masih belum jenuh. Tetapi di sisi lain, ini mengingatkan bahwa cara lama mungkin sudah mulai ketinggalan jaman.

Lihat apa yang dibuat oleh Dave Walter, pendiri dan presiden dari BzzAgent (www.BzzAgent.com), sebuah perusahaan jasa konsultan pemasaran yang memfokuskan pada teknik pemasaran word-of-mouth. (Saya belum menemukan kata-kata yang cocok dalam bahasa Indonesia). Kegiatan word-of-mouth sendiri sudah lama dilakukan. Mungkin sejak manusia mulai bisa bergosip, manusia sudah mulai membicarakan berbagai produk mereka gunakan atau lihat.

Dave sendiri mengakui bahwa teknik word-of-mouth ini sudah menjadi suatu yang biasa dalam dunia pemasaran. Banyak pemasar yang berusaha untuk menciptakan suatu buzz, atau cerita yang menarik untuk dibicarakan oleh masyarakat dalam menjual produknya. Read the rest of this entry »

Blink : The Power of Thinking without Thinking

Melihat kandidat tersebut masuk ke ruangan, segera saya berpikir, “Hm, dia bukan kandidat yang cocok untuk pekerjaan ini”. Secara logika, saya bisa menjelaskan pikiran saya. Kandidat tersebut, seorang fresh graduate dari sebuah sekolah teknik ternama di Indonesia, berjalan masuk dengan kepala sedikit menunduk dan bahu sedikit membungkuk. Di momen itu saya langsung memberi penilaian kepadanya.

Interview dilanjutkan. Saya didampingi seorang staff senior dari departemen saya dan dua orang staff dari human resources department. Hanya sebentar saja interview dilakukan. Setelah kandidat tersebut keluar dari ruangan interview, kami saling membandingkan catatan kami. Walau ada beberapa kelebihan kandidat tersebut, tetapi kami memutuskan untuk memilih kandidat lain. Read the rest of this entry »

How to Get Rich – Donald Trump

Donald Trump. Mendengar nama ini, umumnya orang teringat pada sosok dengan rambut yang aneh dan tampang yang serius. Selain itu, dia juga mengingatkan pada sosok pengusaha konstruksi yang sangat sukses. Ditambah lagi dengan keterlibatannya sebagai juri pada acara TV “The Apprentice” yang selalu memecat salah satu peserta di akhir setiap seri. Sukses. Menarik. Dan tentunya sangat kaya.

Tapi ternyata Donald Trump pernah merasa menjadi orang yang jauh lebih miskin dari seorang gembel di pinggiran jalan di Manhattan. Ini yang dirasakannya saat hutangnya yang sekitar $90 milyar telah jatuh tempo dan gagal dibayar. Donald melihat seorang pengemis dan berpikir,”Dia lebih kaya $90 milyar dibanding diriku”. Tapi kemudian, dengan kepiawaiannya bernegosiasi dan kehandalannya dalam membina hubungan interpersonal, Donald berhasil membayar hutang-hutangnya. Bukan hanya itu, Donald bahkan menjadi lebih kaya lagi dengan aset properti yang tersebar dari New York di ujung timur ke California di ujung barat. Read the rest of this entry »