Bill Gates pun Ingin Jadi Sarjana!

Dengan jumlah kekayaan sekitar $56 milyar, Bill Gates adalah orang terkaya di dunia sekaligus mahasiswa drop-out paling berhasil saat ini. Meskipun demikian,  Gates ternyata menyimpan keinginan untuk memperoleh gelar sarjana. Lebih dari tiga puluh tahun setelah meninggalkan Harvard untuk mengembangkan Microsoft, Bill Gates akhirnya memperoleh gelar sarjana.

Dalam commencement speech yang diberikannya di Harvard pada tanggal 7 Juni lalu, Gates berkata:

“I’ve been waiting for more than 30 years to say this: “Dad, I’d always told you I’d come back and get my degree.“”

Wah, seorang Bill Gates pun ternyata masih pengen jadi sarjana!

16 Responses to “Bill Gates pun Ingin Jadi Sarjana!”

  1. Jennie Says:

    A degree gives a lot of satisfaction.🙂

  2. nie Says:

    Waahh, Bill Gates pun pengen jadi sarjana…
    hyuuuu… kerjakan TA… hehehehe..🙂

  3. ARIES Says:

    Niali sebuah IPKbukannya tergantung PT nya.masalahnay bobot IPK 3 d PTn dengan PTS beda sekali.contohnyad UI dngn pancasila IPK 3 d UI kalo di Pancasila mungkin 2.atu beda 0,5 point. maka itu saya kadang2 sk proteskenapa lowongan kerja d koran2 menyamaratakan nilai IPK tanpa melihat latar belakang PT nya.maa, kalo ada yang g setuju.

  4. Traveller Says:

    menanggapi aries,

    jangan stres yak…kalo contoh kasus anda UI, maka pengalaman saya di ITB ada banyak sekali yang memiliki IPK dibawah 3, tapi anda bisa liat alumni ITB ada dimana2.

    jadi menurut saya, IPK cuma kulit, otak dan kegigihan yang dilatih di ITB lah yang pada akhirnya membawa alumninya (baik ber IPK tinggi maupun rendah) kemana2…

    gak semua universitas melatih otak dan kegigihan (ospek, susahnya ujian semester, pelitnya dosen ngasih nilai, gakda semester pendek buat yang mau ngulang jadi harus nunggu tahun depan)

    kesimpulannya, belajarlah yang rajin untuk ilmunya bukan untuk dapat pekerjaan!!!
    lagipula, jangan lupa, perusahaan tidak buta kok ama kualitas masing2 universitas khususnya kualitas individu

  5. alumni pts cemen Says:

    Hmm…masih menganut paham eksklusifitas almamater yah…yahh ga salah sih.

    Emang UI ama ITB paling juara (setidaknya di indonesia :p…piss yo,cuma becanda). Kalo merasa almamaternya eksklusif masa iya masih level sih ikut2an apply ke lowongan2 cemen yang biasa di apply juga sama alumni pts2 cemen seperti gw🙂.

    Gw cuma kasih sedikit saran, kalo mo apply yah ke lowongan2 bergengsi2 ajah yang biasanya di persyaratannya cuma nerima lulusan2 dari almamater elo ajah😀, dan andaikan lo ga lolos disana karena kalah dengan rekan se-almamater, yah lo buat dong usaha keren dan bergensi gitu…kan lo lulusan bergengsi tuh..dan ajak alumni2 pts2 cemen sebangsa gw buat jadi staff lo, yah sapa tau bisa ketularan brilian kaya elo🙂

  6. Robin Malau Says:

    Lae Siagian, artikel Bill Gates baru saja saya bahas di milis saya di Google. Makanya dia jadi orang paling kaya di dunia karena dia punya mindset begitu, ngga seperti pengusaha sableng yang ngga percaya proses belajar.

    Hidup pelajar…!

  7. kary Says:

    kalo gue pikir sih pola pikir dia si bill gate yang membedakan dengan kebanyakan orang di dunia terutama kita so perbedaan itu yang mesti kita sejajarin

  8. xxxx Says:

    klo menurut aq emang bobot ipk di ptn atau d pts beda !!! tapi pada dasarnya yang namanya nilai tergantung dari seberapa keras usaha kita dalam belajar,kadang kadang nilai itu untung2an juga bisa aja kan kita begitu mahir dalam salah satu matkul eh..tiba2 pas uas atau uts kita grogi jadi kita ga maksimal !! apalah arti sebuah nilai pembelajaran klo kita hanya mengejar nilai semata tanpa memeknai dan memahami..bisa aja kan kita belajar mati-matian semaleman demi sebuah nilai tapi ketika nilai keluar dan bagus ! yang ada hanya rasa hampa dan mungkin juga ilmu itu akan lenyap seketika pas ujian selesai klo toh kita hanya menharap nilai
    jadi jangan khawatir deh yang pumya ipk std yang dinilai bukan ipk doank tapi potensi diri kita juga
    jadikan kampus dan masa kuliah sebagai tempat untuk menempa diri bukan hanya tempat cari ilmu aja ok!!

  9. Pecundang Sejati Says:

    Wah…minder deh klo dah saingan ama para alumni kampus ngetop, gw cuma lulusan PTS terpencil, di kota terpencil, IPK pun kecil, jadi mohon bimbingannya dari para alumni kampus ngetop supaya saya juga bisa sukses. Terima kasih.

  10. PTS or PTN? Says:

    terbukti bukan, kampus membentuk attitude maupun cara berpikir bagi setiap mahasiswanya..

  11. sultan Says:

    iya deh yang lulusan kampus gede prestasinya, salam aja dari saya anak kampus kecil yang gak dikenal tapi mahasiswanya rata-rata dah pada kerja. dan jadi tulang punggung perusahaan

  12. wong ndeso Says:

    weleh2, kok pada ribut soal sekolahan, yak :O
    *garuk2 kepala*
    saya pikir, kita sekolah buat cari ilmu, bukan adu kepala model beginian. kuno ah…

  13. wilson Says:

    saya rasa memang pembobotab dan standar nilai tiap PT beda-beda! Tapi saya setuju banget tuh kalau IPK bukan sekedar angka yang tertera tapi usaha kita dalam mengikuti proses perkuliahan yang membuat mental dan attitude kita ok kalau sudah lulus! Kebetulan saja kebanyakan alumni PTN seperti UI/ITB! Tapi gak usah minder dan kecil hati hari esok siapa yang tahu?
    Tetap positif thinking saja!

  14. Lian Says:

    Temans,
    Sebaiknya menyimak artikel yang berjudul “What The Hell Am I Doing Here?????” di situ banyak kepribadian mahasiswa dan alumni Pt indosia yang perlu diubah alis ditinggalkan. Seringkali kita terlalu percaya diri atau minder dengan latarbelakang kita yang sebenarnya tidak perlu.

  15. hani Says:

    masuk universitas ngetop nggak salah, masuk universitas swasta juga bukan dosa. ipk kecil or gede yang penting punya keperayaan diri.

    nggak usah kecil hati and nggak perlu mencari pembenaran kemana-mana klo ipk nggak ngaruh. Pasti semuanya ada konsekwensi masing2.

    klo ipknya kecil berarti kita harus mempush diri qta(termasuk saya) berkesadaran lebih and berusaha lebih dari mereka yg ipknya gede supaya bisa sama dan unggul di satu hal. Kita nggak bisa terus2an bertendensi, stuck di masalah itu aja kan? masih banyak power lain yg bisa kita bangun. So be positively

  16. Toko Buku Import Says:

    Wah baru tau nih kalo akhirnya bill gates jadi sarjana.

    Sebenernya pola pikir pengusaha itu bukan mengecilkan pendidikan justru mereka menjunjung tinggi pendidikan, hanya saja sistem pendidikan formal lah yang mereka tidak sukai.

    Karena sistem pendidikan formal membentuk orang menjadi terlalu teoritis dan akhirnya tidak berani action. yah bisa dibilang sistem pendidikan itu terlalu lambat dan statis.

    Itulah kenapa bill gates sendiri lebih mementingkan bisnisnya dulu dari pada gelar. Dan bukan berarti para pengusaha itu tidak belajar justru mereka adalah tipe pembelajar sejati. bedanya yang mereka pelajari adalah selalu hal baru. dibandingkan yang diajarkan oleh sistem pendidikan saat ini.

    Sebagai contoh saja pada saat di IPB baru mengenal apa itu hidroponik dan apa itu ternak ayam broiler. Salah satu pengusaha indonesia sudah lebih dulu menguasai ilmunya sejak beberapa tahun sebelumnya.

    Dan Apa yang terjadi?? Beliau diundang ke IPB untuk memberikan Kuliah didepan para Dosen dan Doctor di IPB.
    Ya pengusaha itu adalah Bob Sadino. dan kita tau dia hanya lulusan SMK dan dalam forum terbuka seolah olah di benci dengan dunia pendidikan.

    Tapi sebetulnya adalah dengan sistemnya. Karena buktinya dia juga belajar hingga akhitnya mendapat kehormatan mengajar para dosen IPB.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: