Sekali Lagi tentang Mindset

Tulisan saya bertajuk “Pentingnya Mindset dalam Mengejar Beasiswa” mendapatkan banyak tanggapan positif dari banyak orang. Salah satunya adalah tulisan Bapak Rahardjo Mustadjab di milis apakabar. Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua.

Bung Togap,

Di tengah sepinya tulisan positif bermanfaat, tulisan Anda benar baik dan otentik berangkat dari pengalaman dan pengamatan sendiri. Sebenarnya mindset positif sangat menentukan kemajuan hidup tiap orang. Untuk segala tujuan positif yang mau orang raih. Jadi istilah ‘beasiswa’ dapat diganti dengan ‘karir’, ‘skala penjualan’, ‘panen raya’, ‘dagangan laris’, etc. bahkan ‘Indonesian Idol’.

Manusia dengan mindset positif tidak menyia-nyiakan waktu yang hanya beberapa belas jam sehari untuk dengan sengaja mendengarkan berita negatif, dan karenanya berpikir negatif dan berbicara serta berbuat negatif. Kalau bukan dengan maksud positif, dia juga tidak mau mencampuri urusan orang lain.

Dalam artikel di majalah MDI News berjudul ‘Berpikir positif adalah Mindset Bisnis’, saya menampilkan contoh nyata dari Tirto Utomo (Aqua), Widjojo (Gudang Garam), dan banyak lagi. Maksud saya mengatakan mereka berhasil mulanya bukan karena punya modal, tapi punya idea bagus yang dijalankan dengan pikiran bagus dan positif.

Sesungguhnya, apapun yang terjadi pada diri kita di akhir perjalanan adalah hasil dari pilihan kita sendiri. Semua ditentukan oleh mindset yang kita tanamkan dari rumah. Kalau kita tidak punya mindset yang baik, nasib kita hanya semata-mata ditentukan oleh keadaan sekitar. Karena itu, jangan sampai kita dan terutama anak kita menderita ‘kemiskinan mindset’ kebalikan dari ‘mindset positif’.

Seringkali berbekal mindset yang baik, kita jadi punya will-power yang mengagumkan. Kata orang karena will-power yang kuat saya cepat pulih (meskipun saya yakin berkat pertolongan Allah) setelah bulan Maret 2002 saya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kepala saya cidera di sebuah pabrik yang saya kunjungi di Aurangabad India. Bahkan staff saya tercengang saya menyupir sendiri berangkat kekantor jam 06:15 tiap hari di Jakarta sekarang. Subhan Allah.

Salam,
RM

11 Responses to “Sekali Lagi tentang Mindset”

  1. veni Says:

    subhanallah….saya suka tulisannya..intinya adalah…when there is a will there is a way……mindset…paradigma…value…kemanakah kau berada…?…hampiri aku sekarang juga…agar aku tidak menjadi seorang pecundang

  2. Angel Says:

    Alhamdulilah, dengan membaca tulisan ini saya sedikitnya terbuka pemahaman saya, terus terang dalam waktu dekat ini ada 2 beasiswa yang saya incar, hanya saja saya agak sedikit pesimis dengan persyaratan yang diajukan. Kalo tidak salah ada beasiswa Sampoerna yang sedang dibuka, disitu persyaratannya adalah pengalaman bekerja 2 tahun (apakah itu faktor yang menentukan??). Kemudian teman saya kakak kelas, mengatakan bahwa surat rekomendasi dari dosen atau Prof sangat berpengaruh terhadap penilaian beasiswa, (bagaimana cara membuatnya??) Karena menurut teman saya itu, surat rekomendasi memliki faktor yang cukup besar dalam mendapatkan beasiswa.
    Saya sangat semangat untuk mengejar beasiswa, tetapi saya kurang mengetahui tentang seluk – beluk mendapatkan beasiswa, i really anxious 2 get d schlrshp, could somebody help me 2 explain tentang sebenarnya perjuangan untuk mendapatkan beasiswa itu???

  3. milisbeasiswa Says:

    Dear Angel,

    1. Tentang pengalaman bekerja, yah ada yang bilang itu wajib dan ada yang bilang nggak. Saya pikir sih, kalau nggak ada ruginya, ya dicoba aja kirim. Paling jelek kan mereka tolak. Tapi kalau nggak pernah dicoba ya nggak tau kan?

    2. Tentang membuat surat rekomendasi, dapat dibaca di posting saya beberapa waktu lalu.

    3. Untuk mengetahui cara mendapatkan beasiswa, rajin-rajin saja mengikuti milis beasiswa. Sudah banyak kok yang berhasil. Juga baca buku tulisan saya dan Ibu Pangesti “Kiat Memenangkan Beasiswa“. Bagus juga kalau kamu baca testimoni para pemenang beasiswa yang juga member milis beasiswa.

  4. mahda Says:

    Tahun ini kali ketiga saya melamar beasiswa di Fulbright, bahkan saya pernah coba beasiswa sekolah di Australia jauh sebelumnya.
    Saat ini saya hanya seorang ibu rumah tangga yang berusia 29 tahun, tetapi impian saya untuk bersekolah lagi tidak pernah padam. Sepertinya memang terlihat agak tidak tau diri ya..humm..terserah..
    Saya bertekad untuk tetap mengejar mimpi ini, sebentar lagi kedua anak saya bersekolah dan ini akan memberikan saya waktu luang lebih banyak untuk diri saya termasuk mimpi2 saya.
    Doakan saya kuat dan berhasil.

  5. b-bright Says:

    Dear Bang Togap,
    Masalah saya jg hampir sama dengan sodara Angel. Pada awalnya saya semangat sekali utk mencari beasiswa, tp saat ini saya sering jatuh bangun dengan kepesimisan saya utk mendapatkannya krn spt yg Angel blg bahwa kita kurang tahu dan paham ttg cara meraih beasiswa tsb atau bahkan yg paling parah, kita tidak tahu step by step nya, shg kita sering bertanya pada diri sendiri, what should i do now and further?. Dan selain itu terkadang saya kurang yakin dgn kemampuan saya apalagi setelah membaca sharing sodara2 yg dengan segudang ilmu dan pengalaman yg dimiliki, bisa mendapatkan beasiswa. Saya sering membaca sharing dari teman2 yg mencari beasiswa, dan kebanyakan dari mereka semasa kuliahnya sudah menjadi asdos dan bahkan karir mereka jg terbilang bagus ;p. Olehkarena itu saya ingin bertanya pada Bang Togap, apakah kemungkinan utk mendapatkan beasiswa lebih gampang (lbh besar kesempatannya) bagi mereka yg sudah pengalaman dan memiliki segudang prestasi, baik dlm keorganisasian, pekerjaan, maupun perkuliahan (asdos)? Sepertinya mindset saya harus direset ulang nih agar tidak pesimis terus-terusan dan saya juga sangat membutuhkan dukungan serta bimbingan.

  6. Miamiaw Says:

    Benar. Saya sendiri adalah orang yang sangat bahagia kalo ada titik terang dan sangat hancur kalo ternyata titik terang itu hanya tembok jalan buntu. Tapi saya meyakinkan diri sendiri, ‘kalo kamu mau, harus maju terus walaupun harus sampai di tempat tujuan dengan penuh luka… kalo ada tembok, mungkin bisa dipanjat😉’. Tulisan pak Togap tentang mindset & tulisan pak RM semakin memperkuat keyakinan itu. Membuat saya yakin, bahwa yang saya yakini adalah sesuatu yang memang harus diperjuangkan. Trima kasih🙂

  7. ardana Says:

    yup, saya sangat setuju sekali dengan artikel yang ditulis oleh Bang Togap, mindset memang sangat berperan penting dalam kehidupan kita, dan ini saya rasakan juga dalam kehidupan saya.

    What we are today comes from our thoughts of yesterday, and our present toughts build our life of tomorrow : Our life is the creation of our mind. (anonymous)

    apa yang kita raih saat ini, baik itu karir, pendidikan tentunya tak lepas dari mindset yang pernah kita tanamkan dalam diri kita di masa lalu.

    Sy juga lagi berburu beasiswa LN saat ini, tanamkan mindset yang positif dalam diri kita bahwa kita mampu meraihnya.

    Selamat berburu beasiswa..

  8. Danny Says:

    Tulisan anda mengenai mindset menarik perhatian saya. Saya sepaham dengan anda bahwa seseorang hendaknya mempunyai mindset berkembang. Bakat sifatnya hanya membantu, sedangkan yang utama adalah kemauan dan usaha kita. Alangkah baiknya bila mindset berkembang ini juga dilengkapi dengan sifat terbuka terhadap perubahan. Seperti kata Soe Hok Gie, “Cepat atau lambat, perubahan itu cuma soal waktu.”

    O iya, saya juga pengen apply beasiswa ADS nih. Wish me luck!

  9. Togap Says:

    Yes, Danny.. tentu saja orang-orang dengan mindset berkembang sangat terbuka dengan perubahan. Karena dasar berpikir mereka adalah segala sesuatunya dapat diubah. Yang tadinya tidak bisa berubah jadi bisa. Yang tadinya biasa biasa saja, berubah menjadi luar biasa. Yang tadinya tidak mungkin, berubah menjadi mungkin.

    All the best with your ADS application. (I don’t like to say “Good luck” as for me luck is only the result of your efforts.)

  10. karyono Says:

    saya mempunyai problem yang muncul diawal umur 21 sebelumnya saya selalu dapat bea siswa namun 3 tahun terakhir saya jenuh dengan status itu sehingga timbul kemauan untuk menjadi mahasiswa yang semaunya sendiri dan kuliah asal-asalan ya karena sekolah udah biaya sendiri dan mandiri tapi itu terbawa sampai sekarang padahal saya baru saja berkeluarga namun sifat akademis saya tetap tinggi untuk selalu sekolah lagi. gimana kiat untuk kempali ke jalan awal rasanya kok susah soalnya otak terlanjur jongkok

  11. ade febri Says:

    saya sekarang sedang bingung…tampaknya sebentar lagi perkuliahan saya akan berhenti ditengah jalan..karena orang tua saya sudah tidak sanggup lagi membiayai.saya kuliah di politeknik negeri padang.baru semester dua dan alhamdulillah IPK saya 3.25. saya mohon sekali bantuannya karena saya tidak ingin berhenti. saya adalah anak pertama dari enam bersaudara. sayalah satu-satunya harapan orang tua…saya mohon…jika ada informasi mengenai beasiswa kasih tau saya ya…terimakasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: