BzzAgent: A New Way of Marketing?

Berbagai cara pemasaran yang muncul di jaman ini membuktikan bidang pemasaran masih belum jenuh. Tetapi di sisi lain, ini mengingatkan bahwa cara lama mungkin sudah mulai ketinggalan jaman.

Lihat apa yang dibuat oleh Dave Walter, pendiri dan presiden dari BzzAgent (www.BzzAgent.com), sebuah perusahaan jasa konsultan pemasaran yang memfokuskan pada teknik pemasaran word-of-mouth. (Saya belum menemukan kata-kata yang cocok dalam bahasa Indonesia). Kegiatan word-of-mouth sendiri sudah lama dilakukan. Mungkin sejak manusia mulai bisa bergosip, manusia sudah mulai membicarakan berbagai produk mereka gunakan atau lihat.

Dave sendiri mengakui bahwa teknik word-of-mouth ini sudah menjadi suatu yang biasa dalam dunia pemasaran. Banyak pemasar yang berusaha untuk menciptakan suatu buzz, atau cerita yang menarik untuk dibicarakan oleh masyarakat dalam menjual produknya. Saya ingat suatu waktu saat saya melewati Jalan Sudirman di Jakarta. Di taman di tengah-tengahnya telah dipancangkan satu spanduk besar. Anehnya, isinya cuma sebuah tanda tanya besar. Spanduk ini diikuti pula dengan iklan di koran-koran dan televisi yang isinya kira-kira sama. Cukup aneh dan menimbulkan rasa ingin tahu. Tapi saya tidak yakin ini akan menjadi sesuatu yang saya bicarakan dengan teman saat menghirup kopi di cafe.

Dave membawa hal ini satu langkah lebih maju. Sebelumnya para pemasar berusaha menimbulkan buzz tanpa tahu apakah buzz yang ditimbulkan berhasil. Mereka tidak tahu apakah pada akhirnya orang membicarakan produk yang mereka ingin tampilkan. Yang ada hanya harapan bahwa pada akhirnya orang akan membicarakan produk tersebut dan awareness terhadap produk tersebut meningkat. Dave kemudian mengorganisasikan ide ini. Dia memberinya bentuk dan organisasi. Dave bahkan memberikan prosedur untuk menciptakan buzz tersebut.

Dengan berbekal pengalaman bertahun-tahun dalam bidang pemasaran, Dave mendirikan BzzAgent. Dia mendapatkan inspirasinya setelah membaca buku “Tipping Point”. Dalam buku itu diceritakan bagaimana berbagai produk yang penjualannya biasa-biasa saja, bahkan hampir mati, mendapatkan nyawa baru setelah timbul buzz tentang produk tersebut. Dari hasil diskusinya dengan seorang teman, Dave kemudian berinisiatif membuat organisasi yang memberi bentuk jelas pada buzz ini.

Menariknya, bisnis Dave bergantung pada volunteer. Para lebah pekerjanya, atau agen, sama sekali tidak dibayar. Tidak ada insentif berbentuk uang yang diberikan Dave dengan menjadi agen. Jadi apa yang menarik minat para agen tersebut? Benefit pertama yang mereka dapatkan adalah kesempatan untuk mencoba item yang akan dijual. Sebagai contoh, untuk promosi sebuah buku, penerbit mengirimkan ribuan buku kepada para agen BzzAgent. Mereka mendapatkan kesempatan pertama untuk menjadi pembaca buku tersebut. Cukup menyenangkan tentunya mendapatkan sebuah buku gratis. Apalagi kalau buku tersebut cukup menarik untuk dibaca. Contoh lain, untuk menciptakan buzz tentang produk baru VW, beberapa ribu orang agen mendapatkan kesempatan untuk melakukan test-drive menggunakan mobil VW.

Tapi menurut Dave, hal utama yang menarik para agen bukanlah kesempatan menggunakan atau mendapatkan produk baru secara gratis. Lebih dari itu, para agen merasa bangga dan senang karena merasa menjadi bagian dari suatu proses. Mereka juga karena mereka menjadi orang pertama yang mengetahui sesuatu. Kesan positif timbul dari para agen karena mereka merasa mereka terlibat dengan merek yang mereka coba.

Secara singkat, setelah mendapatkan atau menggunakan suatu item, paraagen diharapkan untuk menceritakan pengalamannya dengan orang lain. Tidak ada narasi khusus yang diberikan BzzAgent pada para agennya. Artinya para agen diharapkan dapat menceritakan pengalaman pribadinya (yang baik) tentunya dalam suasana informal dengan teman-temannya. Mereka bahkan diminta untuk mengidentifikasikan diri mereka sebagai bagian dari campain marketing tersebut. Tidak ada yang ditutup-tutupi dalam arti para agen dapat secara terus terang mengatakan,”Hey, sudah tahu tentang produk X? Gue terlibat lho dalam aktivitas pemasaran mereka. Gue udah coba dan gue merasa xxxx…”.

Setelah aktivitas komunikasi dengan pihak lain ini dilakukan, mereka perlu membuat laporan. Laporan yang dikirimkan lewat program khusus BzzAgent akan dibaca oleh Communication Developer. Semua laporan yang masuk dipastikan akan dibaca. Para communication developer kemudian bertanggung jawab untuk memberikan feedback pada setiap laporan yang masuk. Selain itu mereka juga akan memberikan masukan untuk cara komunikasi yang mungkin lebih baik serta dorongan semangat bagi para agen dalam melakukan tugasnya.

Hingga saat ini BzzAgent mempunyai sekitar 120 ribu agen di seluruh Amerika Serikat. Sekitar 1000 hingga 2000 orang bergabung menjadi agen baru setiap minggunya. Setiap agen rata-rata mendapatkan tiga jenis produk.

Pertanyaan yang penting adalah apakah BzzAgent berhasil memberikan nilai tambah untuk sebuah produk? Di tengah-tengah begitu banyak iklan dan produk yang ditawarkan para pemasar, hal ini mungkin masih susah untuk dijawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: