Kiat Membuat Surat Lamaran Pekerjaan

OK, kamu baru lulus kuliah dan pengen segera kerja. Memang membosankan kalau harus menunggu berbulan-bulan di rumah tanpa kesibukan yang berarti.

Jadi, kamu mulai menyiapkan surat lamaran kamu. Tapi tunggu dulu.. Bagaimana ya caranya??? Wah bingung deh. Menulis surat lamaran kan nggak mudah. Banyak banget kayaknya yang harus dipersiapkan. Belum lagi formatnya yang harus diperhatikan dengan benar. Kalau formatnya nggak menarik, gimana bisa nanti menarik perhatian perusahaan yang dilamar? Wah gimana nih?

Buat saya, menulis surat lamaran termasuk satu hal yang cukup sering saya lakukan. Terus terang saja, hingga tahun lalu, mungkin sudah ratusan surat lamaran yang saya kirimkan. Panggilan wawancara pun entah sudah berapa puluh yang saya terima. Jadi mungkin saya bisa share beberapa kiat saya dalam menulis surat lamaran.

OK, let’s start. Jadi inilah kiat-kiat menulis surat lamaran pekerjaan ala Togap Siagian:

1. Tiap Lowongan Pekerjaan Berbeda

Yang perlu diingat pertama tama, tentunya setiap lowongan pekerjaan berbeda satu sama lain dan karena itu perlu surat lamaran yang berbeda. Jadi jangan hanya meng – copy paste surat lamaran yang ada. Pastikan isi surat lamaran kamu sesuai dengan pekerjaan yang ditawarkan. Caranya mudah kok. Lihat saja iklan lowongan pekerjaan tersebut. Lalu sesuaikan isi surat lamaran kamu dengan syarat-syarat yang tertulis di iklan tersebut. Tentunya tulis yang benar saja. Jangan sekali-sekali menulis yang tidak benar.

2. Jangan Terlambat

Perhatikan tanggal penutupan iklan tersebut. Saya belum pernah mendengar ada lamaran yang diterima setelah tanggal deadline terlewati. Jadi supaya aman, pastikan surat kamu sudah terkirim dan sampai sebelum tanggal deadline-nya.

3. Format Penulisan

Saya asumsikan semua surat lamaran diketik dengan komputer. Hari gini masa sih masih ada yang pakai mesin ketik buat mengirim surat lamaran? Nah, walaupun kemampuan kamu menggunakan word processor sudah canggih, nggak perlu terlalu fancy waktu menulis surat lamaran. Surat lamaran kamu nggak perlu dikasih warna – warni. Cukup gunakan warna hitam buat tulisannya dan kertas putih.

4. Bagian Introduction

OK, masuk ke penulisan suratnya. Bagian pertama adalah introduction. Di sini kamu memperkenalkan nama dan mungkin juga umur (kalau salah satu persyaratan yang diminta adalah umur tertentu). Juga di bagian ini, kamu terangkan dimana kamu mengetahui tentang adanya lowongan pekerjaan tersebut. Oh ya, di sini kamu tuliskan dengan jelas pekerjaan yang kamu lamar di perusahaan tersebut.

Contoh: I have always been interested in working in your company, and when I read on milisbeasiswa.com about the opening for an internal auditor position, I was very excited. My name is Luna Maya and I am 24 years old.

5. Pengalaman Kerja dan Pendidikan

Bagian berikutnya berisi penjelasan singkat tentang latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja kamu. Nah, di sini harus diperhatikan hal berikut ini. Ingat, kalau kamu sudah pernah bekerja sebelumnya, dan pengalaman kerja kamu relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar, di bagian ini kamu perlu menuliskan pengalaman kerja kamu. Jadi misalnya, kamu sudah pernah bekerja selama 2 tahun di bidang audit. Jadi ya di sini kamu tuliskan pengalaman kerja kamu. Latar belakang pendidikan kamu tuliskan di bagian berikutnya. Cukup singkat saja. Detailnya bisa dilihat di resume kamu.

Kalau kamu belum pernah bekerja sebelumnya, misalnya kamu fresh graduate, maka kamu perlu menuliskan latar belakang pendidikan kamu. Karena itu yang perlu kamu tunjukkan pada si rekruter.

6. Tunjukkan Pencapaian

Dalam menuliskan pengalaman kerja, tunjukan maksimum dua hal yang berbeda yang pernah kamu capai dalam pekerjaan kamu. Jadi kamu mungkin bisa menuliskannya seperti contoh di bawah. Bagian yang saya tebalkan menunjukkan pencapaian yang dibuat penulisnya.

Currently, I work for PT ABCD Tbk as a senior auditor. I joined this company in 2005 as a management trainee program where I passed as the best trainee and promoted to be a junior auditor. Last year, during a critical audit from the headquarter, I helped the company to collect all the necessary data which previously was not easily found.”

7. Bagian Penutup

Bagian terakhir adalah bagian penutup. Di sini bukan hanya kamu memberikan penegasan bahwa kamulah calon yang paling cocok untuk pekerjaan yang ditawarkan, tapi juga di bagian ini kamu meminta kesediaan mereka untuk melakukan wawancara dengan kamu. Kira-kira kamu bisa menuliskan begini:

I fulfill most the requirements you have for this job. I do believe my experience and education background will be an important asset for your company. I can discuss in detail my qualification in an interview.

OK, segitu dulu kiat-kiat dari saya buat menulis surat lamaran pekerjaan. Semoga membantu.

Kamu punya pertanyaan, atau mau share pengalaman menulis surat lamaran pekerjaan? Tuliskan di bagian comment di bawah.

33 Responses to “Kiat Membuat Surat Lamaran Pekerjaan”

  1. putut Says:

    wah bisa buat masukkan nih…thanks bgt yakh

  2. medi Says:

    wah masukannya banyak membantu,,
    tp kira2 surat lamaran itu berapa kata ya? kan klo panjang2 recruiter jd males baca
    😉 thx

  3. Togap Says:

    Wah kalau ditanya berapa kata binun juga ya. Basically maksimum 1 halaman, itu pun nggak penuh. Biasanya saya buat terdiri dari 4 paragraf saja. Dengan total line sekitar 18 baris.

  4. Heskel Tampubolon Says:

    Seneng Buannget bisa tahu tips2 yang sebelumnya belum diketahui..thNKS Ya……ntar dibuat lagi donk kiat2 jitu melamar pekerjaan…
    klo ada job ksh tau gw y,… oke..
    ntr kirim misej ke email gw aj okke,..
    God Blees u.

  5. erwin Says:

    bagus juga tipsnya, apalagi di bagian ke-2.pengalaman yang sangat tidak bs dilupakan.Barusan aku gagal krn waktu!

  6. suparno Says:

    Bang Agian………ada nggak contoh CV…yang berbaha Insgris…kirim lah ke aku.
    Oh ya………..templet abang ni kecil-kecil kali tulisannya…payah dibaca…gantilah bang

    Suparno/mandor ketel dari medan

  7. bynnu wijaya Says:

    Bang … format contoh lamaran nya sangat bagus .. tapi apa boleh saya diberi contoh konkrit yang ber bahasa indonesia .. syukur-syukur dengan cv nya sekaligus, trims Bang.

    Bynnu/tukang audit dan hitung uang

  8. isti Says:

    thnx ya, ni bguna bgt palagi gw fresh graduate
    msh btuh msukan lbih

  9. maria Says:

    yupp…kiat dari mas togap tadi sangat ngebantu bgt tapi misalkan background penglmn kerja yang kita punya tdk relates to ama pekerjaan yang dilamar, apakah perlu diceritakan ato nggak??? thnks bgt

  10. zrie Says:

    Thanks Bang togap ats tips nya, saat ini saya sudah bekerja tapi saya lagi berusaha nyari kerjaan yang baru neh, nd belum dapet2 juga, cm saya mau bagi pengalaman yang bisa di bilang pelajaran buat saya, bahwa saat melamar ataupun saat interview harus jujur, ceritanya gini waktu itu saya dapat panggilan di perusahaan pelayaran Joint-venture indo amerika, waktu interview saya yakin 80%klo saya di terima, yang interview orang jepang dan kesannya bagus, tapi memang ada satu yang mengganjal saat saya pulang yaitu saya bilang bahwa saya belum kerja (dengan harapan lebih besar peluang) padahal saat itu saya sudah kerja, ternyata ini kebodohan saya, beberapa hari kemudian ada panggilan ke kost saya dari perusahaan tersebut dan yang terima telp teman saya danbilang klo saya lagi kerja, dari situ dia (rekruiter) tampak kecewa dengan menanyakan apakah saya sudah lama bekerja juga bilang akan menghubungi ke hp saya, tapi ternyata sampai detik ini saya tidak di hubungi.
    terus terang saya nyesel banget, karena perusahaan itu punya reputasi cukup baik, tapi ya..ini pelajaran untuk saya khususnya bahwa kejujuran mang harus di utamakan

    Thanks
    Zrie

  11. Tessa Says:

    Ola semua…

    Kalo saya,
    yang penting ga berlembar-lembar, bikin bosan atau males bacanya, cukup 1 halaman dan singkat2 saja.

    Trus, bener tuh masukin achievement, kalo bisa yang ga standar.
    Kalo belum pernah kerja, kasih tau aja karakter juara yang dimiliki. Saya masukin model2 “fast-learner”, “best 10% student”, bahkan pernah juga masukin “during my last year, which is much considered to be the toughest, i managed to juggle between heavy-loading school projects and university’s marching band practices, and succeeded in both…” untuk nambahin pertimbangan kalo perlu nunjukin kemampuan manajemen waktu misalnya.
    Nah kalo dipanggil wawancara, cerita detailnya bisa dijadikan bahan tanya jawab.

    Intinya jual diri, sesuai kemampuan dan kebutuhan.
    Kalo untuk saya sih lumayan berhasil.

    Oya, untuk amannya cek typo (salah ketik, salah ejaan). Kecil tapi lumayan ganggu.

    Ok, mudah2an bermanfaat. Amin. G’luck All!

  12. toto Says:

    makasih ya……bantuin gw donk kalo dah lowongan kerja apa aja… semoga Tuhan membalas kebaikan Anda

  13. helman Sahadat Says:

    bisakah saya meminta format pengalaman kerja.
    pengalaman kerja saya dibidang kontraktor

  14. vennae Says:

    contoh CV nya juga dunk,,,,,,,,,

  15. mella Says:

    nice report…
    tapi mas, hari geneee
    si recruiter nerima ribuan aplikasi, so dia cari poin pentingnya aja: universitas, IP, umur…
    so, secantik apapun lamaran kamu, setinggi apapun IPmu, kalo dari universitas ecek ecek pasti ga di tanggepin.
    life is tough

    -peace,no anarkis-

  16. Rekson Says:

    PAHLAWAN KEMERDEKAAN ASAL SIBOLGA
    Kesadisan Belanda Terhadap Komandan Batalyon Harimau Mengganas

    ADIK DIPENGGAL, ABANG DITEMBAK

    Oleh : Cucunya, Rekson Hermanto Pasaribu

    Pasangan suami – istri Raja Pandapotan Pasaribu dan Barita Mopul br. L mempunyai dua anak laki laki yakni Raja Johannes Pasaribu (Kepala Desa Suga – Suga Hutagodang, Sibolga) dan Bongsu Pasaribu (Berpangkat Kapten – Komandan Batalyon Harimau Menggganas Tapanuli). Keduanya gugur dimedan perang untuk mempertahankan Kemerdekaan dibunuh secara sadis oleh tentara kolonial belanda. Setelah Indonesia merdeka, oleh negara keduanya diabaikan begitu saja tanpa ada tanda saja.

    Anak, Cucu dan para Veteran Indonesia yang ditinggal, terus
    berharap agar ada perhatian dari Pemerintah Pusat dan
    Daerah untuk memberikan bantuan berupa ‘Tugu
    Perjuangan’ ditempat kelahiranya. Sebagai tanda jasa
    atas kepahlawanan Pejuang Nasional Kemerdekaan
    Indonesia. Kalau tidak, Komandan Kesatuan ‘Harimau
    Mengganas’ atau Komandan Raund 1 / Sektor IV
    Tapanuli sebagai Pejuang Nasional Sibolga, dipastikan akan terus terlupakan.

    Inilah riwayat beliau, kalau mengenal Maraden Panggabean (Purn. Jenderal,
    yang juga mantan Pangab di orde baru) beliau adalah
    juga mantan seperjuangan Kapten Bongsu Pasaribu pada
    zaman itu yaitu satu kesatuan di Kesatuan ‘Harimau
    Mengganas’ yaitu sebagai Komandan Sektor IV.
    Sementara dr. Ferdinand Lumban Tobing ( Pahlawan
    Kemerdekaan Nasional) zaman itu menjabat sebagai
    Gubernur Militer Tapanuli.

    Kalau belum tahu sejarahnya siapa Kapten Bongsu
    Pasaribu seorang Pejuang Nasional dalam mempertahankan
    Kemerdekaan Indonesia. Beliaulah orangnya yang
    lehernya dipenggal (digorok) secara sangat sadis dan
    tidak manusiawi oleh tentara Kolonial Belanda di
    Harakka, Barus pada tanggal 3 Maret 1947 yaitu pada
    saat pecah angresi Militer Belanda ke II.

    Jabatan Kapten Bongsu Pasaribu lainnya sebelum agresi
    Belanda, yaitu pada zaman penjajahan Jepang. Beliau
    telah membentuk ‘Angkatan Pemuda’ dan beliau
    menjabat sebagai Komandan Kompani yang namanya saat
    itu adalah T.K.R (Tentara Keamanan Rakyat). Sekitar
    waktu satu tahun berjalan yaitu pada Tahun 1946, T.K.R
    berubah nama (dilebur) menjadi namanya adalah T.R.I
    (Tentara Republik Indonesia) hingga akhirnya
    TNI.(Tentara Nasional Indonesia)

    Riwayat Kapten Bongsu Pasaribu

    KAPTEN Bongsu Pasaribu lahir diperkampungan yang
    bernama Hutagodang yang jaraknya 25 kilometer dari
    pusat Kota Sibolga (Tapanuli Tengah), anak dari
    perkawinan pasangan Raja Pandapotan Pasaribu dengan
    Ibunya bernama Barita Mopul br. L pada tanggal 15 Juni
    1923. Pada zaman penjajahan Kolonial Belanda, sangat
    jarang ada penduduk pribumi yang dapat duduk dibangku
    sekolah. Bisa dikatakan hanya orang-orang tertentu
    saja atau anak Kapala Nagari dan para pedagang
    rempah-rempah.

    Apalagi untuk bisa mengenyam kejenjang sekolah H.I.S
    (Hindia Indhise School) kota Sibolga. Rasanya tidak
    mungkin. Tetapi beruntunglah Kapten Bongsu pada zaman
    itu karena memiliki kakak yang bernama Raja Johannes
    Pasaribu yang baik hati dan tidak mengenal menyerah
    dalam memperjuangkan adiknya kandungnya itu agar
    menjadi manusia yang terpandang di masyarakat karena
    masuk sekolah H.I.S. Jika hanya berharap dari
    pekerjaan orangtua yang sebagai petani rasanya tidak
    tercapai.

    Selain fisik. Beliau didukung pula dari materiil yang
    mana kedudukan Raja Johannes Pasaribu pada zaman itu
    (tanggal 3 Maret Tahun 1932), telah dipilih rakyat
    Hutagodang sampai kepengangkatan diangkat menjadi
    pejabat Kepala Kampung Hutagodang. Sehingga Kapten
    Bongsu yang dikenal sangat pintar, berkepribadian
    pemimpin dan memiliki bakat, membuat di sekolahnya
    selalu terdepan. Kepintarannya Kapten Bongsu juga
    telah dibuktikan dengan tamat sekolah dari H.I.S
    Sibolga untuk melanjutkan.

    Selanjutnya dari H.I.S. Kapten Bongsu masuk sekolah ke
    jenjang lebih tinggi lagi adalah pada Quick Shcool di
    Tarutung (Tapanuli Utara) dan dari Quick Shcool beliau
    juga tamat sekolah. Setelah mendapat persetujuan
    kakaknya Raja Johannes, beliau merantau ke kota
    kembang Bandung (Jawa Barat) untuk sekolah tentara
    disana. Di Bandung beliau ternyata juga mampu masuk ke
    Kadester Shcool, hingga bisa tamat. Selanjutnya,
    setelah penjajah tentara Jepang masuk ke tanah air
    Indonesia. Oleh sang kakak, Kapten Bongsu disuruh
    untuk pulang kekampung halaman di Hutagodang
    (Sibolga). Di Sibolga, tentara Jepang sangat
    memerlukan tenaga prajurit yang berpengalaman tentara
    untuk membantu. Maka saat itu Kapten Bongsu terpilih
    dan oleh tentara Jepang dia dilatih menjadi tentara
    Gygun dan hingga mulai menyandang pangkat sebagai
    Gyiusoi (Opsir). Singkat cerita berakhir penjajahan
    Jepang di negara Indonesia. Pemerintah Republik
    Indonesia di Jakarta melalui Presiden Soekarno Hatta
    menyatakan kemerdekanya yang jatuh pada Tanggal 17
    Agustus Tahun 1945.

    Kapten Bongsu kembali aktif lagi berjuang yaitu pada
    bulan Nopember Tahun 1945, beliau membentuk Angkatan
    Pemuda se-kota Sibolga dan dibawah kepemimpinanya.
    Saat itu Kapten Bongsu terpilih menjadi pejabat
    Komandan Kompani 1 (satu) yang namanya saat itu adalah
    T.K.R (Tentara Keamanan Rakyat). Sekitar waktu satu
    tahun berjalan yaitu pada Tahun 1946, T.K.R berubah
    nama (dilebur) menjadi namanya adalah T.R.I (Tentara
    Republik Indonesia) dan Kapten Bongsu dipercaya
    menjadi menjabat sebagai Komandan Batalyon II (dua).
    Hingga akhirnya jabatan Komandan Batalyon II itu
    diserahterima kepada bernama Marhasam Hutagalung.
    Sementara itu Kapten Bongsu dipercayakan menjabat
    sebagai pejabat Staf Resimen III dengan Komandan
    Pandapotan Sitompul.

    Pada zaman itu. Di daerah seluruh Tapanuli telah
    dijadikan menjadi satu Gubernur yang dipimpin oleh
    Gubernur Militer bernama Dr. Ferdinan Lumban Tobing.
    Sementara untuk pengamanan daerah – daerah keseluruhan
    Tapanuli, itu dibagi atas berbagai Sektor pertahanan.
    Puncuk pimpinan atau Komandan Sektor I itu dipegang
    oleh bernama Bejo, meliputi kekuasaan didaerah Padang
    Sidempuan (Tapanuli Selatan) wilayah di Muara Sipongi.

    Sementara, Komandan Sektor II dipegang bernama
    Belprit Malau meliputi kekuasaan didaerah Tarutung
    (Tapanuli Utara), Komandan Sektor III dipegang bernama
    Slamat Ginting meliputi kekuasaan didaerah
    Sidingkalang (Tanah Karo), Komanda Sektor IV dipegang
    bernama Maraden Panggabean meliputi kekuasaan di
    daerah Sibolga /Aek Raisan, ( Purn. Jenderal masa orde
    baru), Komandan Sektor S dipegang bernama Simanjuntak
    dan MA Aritonang meliputi kekuasaan didaerah Sibolga,
    dan – Mobil Brigade bernama Sabar Gultom meliputi
    daerah Poriaha.

    Angresi Ke – II Belanda

    Pada tahun 1947, Negara Belanda kembali melancarkan
    Agresi yang ke II di tanah air diseluruh pelosok
    Indonesia. Untuk masuk ke daerah daerah termasuk
    menjajah Kota Sibolga. Pejabat tertinggi di Tapanuli
    waktu itu adalah Gubernur Militer Tapanuli bernama Dr.
    Ferdinan Lumbang Tobing. Dr. Ferdinan Lumbang Tobing
    bersama Komandan Sektor IV bernama Maraden Panggabean
    (yang sekarang Purn. Jenderal di orde baru) langsung
    mengistruksikan kepada semua Komandan Raund untuk
    mengatur pengamanan didaerahnya masing masing.

    Komandan Sektor IV Maraden Panggabean telah membagi
    Sektor IV Tapanuli yang dipimpinnya. Maka Kapten
    Bongsu Pasaribu yang menjadi satu satunya seorang
    kepercayaan terpanggil dan menjadi Komandan Raund I
    (kesatuan Harimau Mengganas) untuk daerah kekuasaan di
    Sorkam dan Barus (Sibolga). Sementara Sinta Pohan
    ditunjuk sebagai Komandan Raund II untuk wilayah
    kekuasaan diderah Bonandolok, Komandan Raund III
    bernama Bangun Siregar untuk kekuasaan diwilayah
    daerah Sibolga beserta S.M Simarangkir.

    Komandan Raund IV bernama Parlindungan Hutagalung
    ditunjuk didaerah Jalan Tarutung, Komandan Raund V
    bernama Agus Marpaung untuk kekuasaan diwilayah daerah
    Poriaha, Komandan Raund VI bernama Henneri Siregar
    untuk wilayah daerah Jalan Tarutung, Komandan Raund
    VII bernama Paul Lumban Tobing untuk wilayah daerah
    Sibolga, Komandan Raund A sebagai pengawal Sektor IV
    oleh P. Hasibuan, dan Komandan Sektor S, Majit
    Simanjuntak dan M.A Aritonang untuk wilayah daerah
    Sibolga dan Barus

    Keberadaan tentara Belanda pada zaman angresi ke –
    II di kota Sibolga, itu bermula ketika mereka terlebih
    dahulu melakukan penembakan – penembakan dari jarak
    jauh melalui pantai lautan Sibolga dengan Kapal Y.T.I
    Belanda. Perlawanan sengitpun pecah dengan pasukan
    tentara pejuang Indonesia hingga berminggu-minggu
    lamanya. Namun karena alat persenjataan pasukan yang
    pimpinan Maraden Panggabean terbatas. Pasukan itu
    terpaksa bersembunyi di hutan untuk menyelamatkan
    nyawa masing-masing.

    Akhirnya tentara Kolonial Belanda dapat memenangkan
    peperangan di Kota Sibolga dan memasuki sudut-sudut
    kota melalui laut yaitu pada tanggal 24 Desember 1948,
    itu setelah mereka memukul mundur para pasukan pejuang
    kemerdekaan Indonesia. Kapten Bongsu Pasaribu dengan
    pasukannya langsung ditugaskan oleh Komandan
    tertingginya Maraden Panggabean zaman itu untuk
    bergerak menjaga wilayah Barus dan Sorkam sekitarnya.
    Beliau beserta pasukan berangkatlah menuju daerah
    Sorkam melalui bukit-bukit hutan hingga meneruskan
    perjalannya sampai ke Kampung Hutagodang di Kecamatan
    Sorkam.

    Kedatangan Komandan Kapten Bongsu dan pasukanya
    disambut gembira oleh rakyat Hutagodang. Beliau juga
    menyempatkan diri mengunjungi rumah orangtuanya untuk
    meminta doa restu dari ibunya. Selesainya dari
    Hutagodang, pasukan itu kembali langsung pergi ke
    perkampungan di Pisang Masak (Perbatasan
    Hutagodang).Disana pasukan beliau membuat satu markas
    pertahanan yang bernama Hubangan.

    Dari tempat pertahanan Hubangan, oleh Komandan Kapten
    Bongsu kembali mengatur semua pasukannya yang mana
    nama pasukannya itu adalah Kesatuan “Harimau
    Mengganas” atau disebut Raund I, Sektor IV.
    Selanjutnya mereka menuju daerah Sorkam (kecamatan).
    Karena disana beliau sudah mengetahui bahwa ada
    keberadaan tentara Belanda. Adapun diantara
    anggota-anggota kesatuan Hariamau Mengganas adalah
    bernama, Majit Simanjuntak sebagai wakil, Humehe Rambe
    (Pengatur Pertahanan).

    Bernama Gontar Lubis sebagai ajudan dan Staff, Kanor
    Samosir, Hombar Tambunan, Padet, Jaimi, Tanjung, Mian
    Tambunan, Mauli Panggabean, Bili Matondang, Ayat
    Tarihoran, Panemet Pasaribu, Masin Panggabean, Fliang,
    Kadi HT, Uruk, Mancur, Mancit, Krisman Marbun, Mahasan
    Aritonang, Usia Pane, Salmon Nainggolan dan Kartolo
    Pasaribu. Sementara untuk Seksi Perbekalan diantaranya
    bernama, Dior Nainggolan, Raja Johanis Pasaribu,
    Freodolin Purba dan Amit Simatupang yang ada di pasar
    Sorkam.

    Sementara pasukan tentara Belanda yang dipimpin
    Komandan Van Hali datang dengan membawa tentara Nepis
    termasuk Simurai dari Kota Sibolga dengan konvoi besar
    yang hendak mau ke Sorkam untuk bermarkas. Itu setelah
    mereka berhasil menguasai Sibolga. Sesampainya tentara
    Belanda dikampung Gontingmahe atau sampai ditengah
    pertengahan jalan.

    Pasukan Komandan Kapten Bongsu menghadang atau
    menghadapi perang dan terjadilah pertempuran I (satu)
    yang sengit berbuntut menyebar sampai ke perkampungan
    Parlimatohan. Tetapi disebabkan oleh kurangnya alat
    persenjataan dan sebaliknya tentara Belanda memiliki
    senjata yang serba lengkap. Maka, Komandan Kapten
    Bongsu memutuskan atau menginstruksikan pasukannya
    untuk mundur dari peperangan. Karena kalau dipaksakan
    akan banyak merenggut korban jiwa, hingga beliau
    memutuskan untuk pulang ke markas pertahanan Hubangan.

    Tekad Komandan Kapten Bongsu yang bulat dan hati
    berkobar-kobar yang tidak merasa senang atas masuknya
    penjajah ke daerah Sorkam. Apalagi pasukanya telah
    banyak yang gugur akibat kalah dipukul mundur. Maka
    Kapten Bongsu kali ini merubah strategi baru perang
    dengan memperkuat mata mata. Beliau memerintahkan
    seorang prajuritnya bernama Panemet untuk melakukan
    tugas memata-matai ke Sorkam Kiri. Yang mana saat itu
    Tentara Belanda telah membuat markas pertahanan
    disana. Atas perintah tersebut, maka Panemet
    berangkatlah sana ke Sorkam Kiri dengan berkedok
    (menyamar) sebagai penjual ikan.

    Prajurit Panemet (mata mata) berhasil memasuki markas
    rahasia pertahanan Belanda tersebut. Dari hasil usaha
    itu, dia mengetahui jumlah pertahanan yang sebenarnya
    disana di markas Belanda Sorkam Kiri. Dari hal
    tersebut, oleh prajurit Panemet kembali pulang ke
    markas mereka memberikan laporannya kepada Komandan
    Kapten Bongsu. Komandan Kapten Bongsu yang mendapat
    laporan anak buahnya itu, mengetahui ada kelemahan
    musuh. Beliau langsung mengatur seluruh kekuatan
    pasukannya serta membagi tugas-tugas pasukan yang
    maksudnya untuk menyerbu markas dari berbagai penjuru.
    Ada yang dari bukit-bukit perkampungan.

    Pasukan Komandan Kapten Bongsu bergerak dimana waktu
    itu sudah malam hari yaitu hari Senin sekira jam dua
    belas menuju ke Sorkam Kiri untuk merebut markas itu.
    Mereka untuk sampai ke markas di Sorkam Kiri, pasukan
    Komandan Kapten Bongsu terlebih dahulu melalui
    perbukitan kampung Sihunik, Sihapas dan Pananggahan.
    Sesampainya di markas Belanda sudah menunjukan sekira
    jam 4 pagi atau saat itulah markas terkepung.
    Terjadilah pertempuran hebat di Sorkam Kiri
    mengakibatkan pasukan tentara Belanda banyak gugur,
    yang kontan mereka terpukul mundur dari markasnya.

    Peperangan itu tidak berlangsung lama, menyusul bala
    bantuan tentara Belanda datang membantu pasukan Van
    Hali dari markas besar di Kota Sibolga dan Pasar Barus
    hingga kembali menduduki markas Sorkam Kiri. Sementara
    pasukan Komandan Kapten Bongsu menarik pasuka kembali
    ke pertahanan Hubangan. Selanjutnya oleh Van Hali dan
    pasukannya balik mau menyerang markas pertahanan
    Kapten Bongsu di Hubangan. Itu setelah mendegar
    serangan facar yang banyak membunuh tentara Belanda.

    Namun, kedatangan pasukan Van Hali lagi lagi gagal
    menyergab pasukan Komandan Kapten Bongsu di markas
    Hubangan. Karena rencana musuh sudah keburu tercium
    oleh prajurit mata matanya. Begitu tentara Belanda
    sampai di markas Hubangan, dan tidak menemukan
    seorangpun disana, dimana pasukan Komandan Kapten
    Bongsu sudah tidak ada lagi. Oleh Komandan Kapten
    Bongsu pada saat itu juga sudah memerintahkan
    pasukannya pindah markas baru yaitu di Holbung Bagas
    (daerah Sipea Pea).

    Dari markas Holbung Bagas, Komandan Kapten Bongsu
    kembali mengatur pertahannya. Atas kesetiaan dan
    kesepakatan masyarakat sekitar Sorkam yang turut serta
    mendukung perjuangan. Seorang penduduk Sorkam Kanan
    bernama Amiludin memberitahukan kepada Komandan Kapten
    Bongsu bahwa ada markas Belanda di sekitar Sorkam
    Kanan. Mendegar itu beliau mengumpulkan pasukanya dan
    langsung mengerahkan kesana karena mereka tahu bahwa
    Pasukan Van Hali masih berada di bekas markas Hubangan
    sebelumnya. Sesampainya, oleh Komandan Bongsu kembali
    menyerang markas musuh di Sorkam Kanan dan berhasil
    menyita atau merampas berbagai macam puncuk senjata
    api dari tangan musuh yang saat itu jumlah musuh tidak
    seberapah jumlahnya yang lagi menjaga markas.

    Ratusan senjata api yang berhasil dilucuti tersebut,
    oleh pasukan Komandan Kapten Bongsu membawanya ke
    markas mereka di Holbung Bagas. Sementara komandan Van
    Hali sepeninggalan mengerebek markas Holbung mendegar
    kabar itu, mereka sangat marah dan ketika itu juga
    mereka melakukan operasi ke kampung kampung penduduk.
    Sejak itulah Komandan Van Hali mengetahu nama dan
    sepakterjang Komandan Kapten Bongsu Atau Komandan
    ‘Harimau Mengganas’. Sehingga kalau ketemu dengan
    penduduk, mereka selalu menanyakan dimana keberadaan
    markas Kapten Bongsu.

    Hingga suatu hari pasukan tentara Belanda berangkat
    beroperasi ke kampung halaman atau kelahiran Komandan
    Kapten Bongsu dikampung Hutagodang. Mereka mencari
    para keluarganya yang diantaranya kakaknya bernama
    Raja Johannes Pasaribu (Kepala Kampung), orangtua dan
    family dekat lainnya. Namun karena para kelurganya
    sudah mengungsi terlebih dahulu setelah mengetahui
    akan kedatangan musuh. Selanjutnya oleh pasukan
    tentara Belanda disana melihat rumah rumah penduduk
    kosong, mereka geram dan marah. Akibatnya mengadakan
    pembakaran pembakaran rumah rumah. Salah satunya rumah
    penduduk yang menjadi korban hagus terbakar adalah
    rumah milik bernama Muda Pasaribu.

    Dari markas Holbung Bagas, pasukan Komandan Bongsu
    Pasaribu kembali memperkuat siasatnya dan kali ini
    bergerak ke Simpang Tiga (nama pertigaan antara Pasar
    Sorkam dengan Pahieme) karena disana mereka sudah
    mengetahui bahwa musuh mau bergerak menuju arah Barus
    (kecamatan) dalam konvoi besar dengan kendaraan Tank.
    Maka sesampainya di simpang tiga pasukan Bongsu
    Pasaribu terus berusaha menghadangnya hingga kembali
    terjadilah pertempuran sengit selama beberapa jam.

    Posisi tempur pasukan Komandan Kapten Bongsu yang
    berada diatas bukit bukit, sementara pasukan tentara
    Belanda berada dijalan besar. Membuat pertempuran itu
    menguntungkan. Oleh pasukan Komandan Kapten Bongsu
    terus menghujani pelurunya dari bukit hingga musuh
    terpecah belah dari pasukan karena tidak dapat lolos
    untuk menerobos pergi ke arah Barus dan akhirnya
    terjebak dijalan raya. Saat itulah pasukan Komandan
    Kapten Bongsu terus terusan menghujani peluru dari
    atas perbukitan.

    Pertempuran kali ini yang terjadi disimpang tiga itu
    termasuk yang terbesar karena telah ratusan pasukan
    tentara Belanda, termasuk seorang Komandan operasinya
    meninggal ditempat. Mayat tentara tentara yang tewas
    dari pihak pasukan musuh diangkut pulang kembali ke
    markas di Sorkam Kiri mereka oleh teman teman musuh
    yang masih bertahan hidup dengan memakai alat angkutan
    pedati. Hasil dari peperangan disimpang tiga telah
    membuktikan akan kehebatan taktik perang yang dimilki
    oleh pasukan Komandan Kapten Bongsu.

    Selanjutnya pasukan Komandan Kapten Bongsu juga
    kembali ke markas di Pahieme dengan membawa
    kemenangan. Disana beliau kembali menyusun stategis
    dan para pasukannya sempat mengadakan acara pesta
    kemenangan yang mendapat sambutan meriah dari penduduk
    Pahieme. Setelah tentara Belanda kembali mendapat bala
    bantuan tentara lagi dari markas pusat di Kota
    Sibolga. Musuh berencana lagi meneruskan untuk
    bergerak menuju arah Barus.

    Tapi rencana itu lagi lagi diketahui oleh pasukan
    Komandan Kapten Bongsu yang segaja menyuruh seorang
    disana untuk memata matai dari jalan daratan atau
    perbukitan. Setelah mendapat pengaduan bahwa pasukan
    Tentara Belanda yang sudah mendekat yang datang dari
    jalan raya. Pasukan Komandan Kapten Bongsu dibantu
    oleh rakyat dari Pahieme juga mengerahkan semua
    pasukannya untuk mencegatnya. Maka, saat itu pasukan
    beliau ramai ramai datang ke jembatan penyemberangan
    yang bernama Jembatan sungai Mudo dan menghancurkanya
    sampai terputus agar tentara musuh tidak bisa melintas
    ke arah Barus.

    Konvoi pasukan tentara Belanda yang datang dengan
    mengenderai kendaraan Tank, dicengat pas sampai di
    Jembatan sungai Mudo. Hadangan terus dilakukan dengan
    melancarkan tembakan tembakan. Maka terjadilah
    pertempuran hebat pada malam hari itu. Dari kedua
    belah pihak kembali banyak yang gugur. Namun, pada
    akhirnya tentara Belanda dengan perlengkapan senjata
    yang modern itu tidak bisa lolos. Mereka berhasil
    kabur menyeberangi daratan dan perjalanan konvoi
    diteruskan lagi kearah tujuannya di markas Pasar
    Barus.

    Sesampainya pasukan tentara Belanda di Pasar Barus,
    disana mereka membentuk Tangsi dan markas
    Pertahanannya yang besar. Sementara pasukan Komandan
    Kapten Bongsu juga kembali memindahkan markasnya dari
    Holbung Bagas ke kampung di Aek Raso (daerah dekat
    Barus). Disana beliau mengatur pasukan dan selanjutnya
    pasukan itu bergerak menuju daerah Barus karena di
    Barus saat itu sangat kekurangan tenaga pasukan dalam
    menghadapi tentara Belanda.

    Mendapat panggilan tugas kesana, berangkatlah pasukan
    Komandan Kapten Bongsu kesana yang dimulai dari
    perkampungan bernama Siharbo. Tetapi belum sampai ke
    Barus, diperkampungan Barung Barung (Pasaribu Dolok)
    yang mau menuju markas Belanda di Pasar Barus. Mereka
    disambut hangat oleh masyarakat dan Kepala Nagari yang
    bernama Alimusa Matondang dan dia diminta agar
    menyempatkan waktunya untuk menginap atau bermalam
    dirumahnya.

    Disana rakyat beserta pasukan Komandan Kapten Bongsu
    mengadakan pesta adat. Selama acara pesta berlangsung,
    tentara Belanda yang ada di Barus keburu mengetahui
    keberadaan beliau dan rencana tujuannya yang hendak
    menyerbu markas Belanda di Barus. Maka oleh tentara
    Belanda keburu mendahului bergerak dengan operasinya
    mulai dari Sihorbo hingga ke Purbatua dan Batu Landit.
    Musuh yang berada diperkampungan Batu Landit sudah
    keburu mengadakan siksaan terhadap rakyat dan membunuh
    lebih sepuluh orang warga Batulandit.

    Setelah Komandan Kapten Bongsu mengetahui banyak warga
    penduduk yang gugur ditangan musuh. Beliau
    memerintahkan pasukanya bergerak kesana dan
    meninggalkan pesta yang di Barung Barung menuju
    Purbatua dan Batulandit. Sesampainya di Batulandit.
    Pasukan Tentara Belanda sudah keburu pergi dari situ.
    Akhirnya Komandan Kapten Bongsu memutuskan untuk
    mengadakan pengawalan (penjagaan) acara penguburan
    mayat tersebut agar berlangsung aman. Beliau yang
    memimpinnya yaitu mulai dari mengali tanah hingga
    mengangkat para mayat.

    Setelah selesai melakukan acara penguburan warga.
    Komandan Kapten Bongsu memerintahkan pasukanya untuk
    melanjutkan perjalanan gerilya ke Penanggahan dan
    dirumah yang bernama Ompu Pentas Simatupang, mereka
    disediakan tempat untuk markasnya. Dari tempat
    tersebutlah, beliau bergabung dengan pasukan Sektor S
    yang Komandanya Simanjutak dan Komandan Raund III
    Bangun Siregar untuk menyusun penyerangan gabungan ke
    markas besar tentara Belanda di Pasar Barus.

    Pasukan gabungan itupun berangkat ke Kota Barus.
    Singkat cerita sesampainya disana. Maka terjadilah
    pertempuran yang sengit. Pasar Barus menjadi lautan
    darah karena telah banyak tentara gugur dikedua belah
    pihak. Tetapi gabungan pasukan itu sempat menduduki
    sampai merebut sebagian persenjataan di markas Pasar
    Barus, itu setelah tentara musuh meninggalkan tangsi
    akibat terpukul.

    Namun, pasukan gabungan itu bersembunyi dihutan hutan,
    menyusul pasukan tentara Belanda yang dipimpin Van
    Hall kembali menyusun serangan dari lautan yaitu dari
    kapal Y.T.I Belanda. Dari kapal laut mereka terus
    menembaki tanpa melihat sasaran tembaknya. Serangannya
    yang tidak berprikemanusian itu telah mengenai banyak
    penduduk sipil yang gugur. Selain dari laut, musuh
    juga bantuan tentara dari pesawat tempur yang terus
    menjatuhkan rudalnya. Pasukan Komandan Kapten Bongsu
    yang mendapat serangan udara, dia memerintahkan
    pasukanya mundur ke markasnya di Penanggahan.

    Selanjutnya pasukan tentara Belanda akhirnya dapat
    menduduki dan menguasai Pasar Barus kembali. Bahkan
    musuh semaki gencar mengadakan operasi-operasi ke
    kampung-kampung penduduk. Namun, ketika Pasukan
    tentara Belanda kembali mau datang menuju arah
    Sihorbo. Ditegah jalan yaitu dikampung Batumarinding,
    pasukan dari Komandan Bongsu kembali melakukan
    pencegatan dan terjadilah perlawanan. Perlawanan itu
    membuat para tentara Belanda terpaksa mundur lagi
    kembali ke markasnya di Pasar Barus.

    Karena selama operasi – operasi ke kampung kampung
    yang gencarkan dilakukan pasukan tentara
    BelandaTentara Belanda sering dipatahkan oleh pasukan
    Komandan Kapten Bongsu. Maka oleh Belanda memperkuat
    banyak mata mata ( kaki tangan) yang tersebar di
    Tapanuli. Untuk didaerah Barus dan Sorkam, mata
    matanya bernama Tajim Sitanggang yang berasal dari
    Polisi Belanda.

    Namun beliau juga mengetahui bahwa Tajim Tanggang
    terlibat jadi mata mata. Maka oleh Komandan Kapten
    Bongsu memerintahkan beberapa pasukanya untuk memburu
    Tajim. Hingga suatu hari Tajim berhasil disergap
    dirumah penduduk. Tajimpun dibawa ke markas untuk
    mengadakan pemeriksaan. Disana Tajim diancam yaitu
    diberikan keputusan hukuman yang isinya kalau ketahuan
    berbuat lagi, saya akan melakukan hukuman “nyawa
    harus dibalas dan diganti nyawa,” kata Komandan
    Kapten Bongsu.

    Tetapi dimarkas tidak diberikan hukuman melainkan
    hanya janji saja kepada Tajim. Yang maksudnya agar
    Tajim mau bertobat dan ikut bergabung berjuang
    membantu perjuangan mengusir musuh. Rupanya peringatan
    itu tidak digubrisnya atau tidak diperdulikan. Bahkan
    Tajim malahan melarikan diri dan ikut bergabung lagi
    dengan pasukan tentara Belanda di Pasar Barus.
    Ironisnya semakin rajin ikut dalam setiap operasi
    Tentara Belanda sebagai petunjuk jalan.

    Pada saat pasukan tentara Belanda melakukan operasi ke
    Bukit Hasang (kecamatan Barus) bersama sama dengan
    Tajim sebagai penunjuk jalan. Para Komandan beserta
    pasukanya yang diantaranya Komandan Sektor S yang
    bernama Majit Simanjutak dan P Hasibuan dibantu oleh
    Komandan Raund III bernama Bagun Siregar dan pasukan
    Komandan Kapten Bongsu mengetahui itu. Pasukan
    gabungan itu kembali berangkat kesana mereka melakukan
    pencegatan di tegah jalan hingga kembali pecah
    peperangan besar.

    Pertempuran atau peperangan selama satu hari satu
    malam membuat para tentara Belanda sempat kocar kacir
    terpisah dari pasukanya dan sebagian tidak tentu arah
    pelarianya. Waktu peperangan yang terjadi pada malah
    hari itu sangat menguntungkan pasukan gabungan hingga
    membuat sebagian lagi musuh terpaksa kabur dari
    peperangan dan lari menaiki pegunungan menuju ke
    kampung Purbatua dan banyak juga yang lari ke didaerah
    perkampungan Harakka (Panguhalan Rihit).

    Di kampung Harakka oleh pasukan Komandan Kapten Bongsu
    terus melakukan pengejaran hingga terjadilah
    pertempuran yang dimulai sejak pagi hari sekira Jam 9
    sampai siang jam 12. dari ke dua kubu yang sedang
    bertempur, dapat dikatakan pasukan musuh banyak sekali
    yang tewas. Bahkan musuh tidak berkutik sama sekali
    yang akhirnya sebagian terus melarikan diri
    menyelamatkan nyawa masing masing karena tidak
    mempunyai daya lagi disebabkan kekurangan perbekalan
    maupun peluru senjata.

    Peperangan itu sudah selesai dan tidak ada lagi suara
    tembakan baik dari Komandan Bongsu, maupun Belanda.
    Oleh Komanda Kapten Bongsu mengirah semua tentara
    musuh sudah gugur dan tidak ada lagi yang hidup
    kecuali yang melarikan diri. Maka Komandan Kapten
    Bongsu beserta dua orang prajuritnya memutuskan untuk
    melihat para mayat yang bergelimpangan. Beliau turun
    mengadakan operasi pembersihan yaitu memeriksa satu
    persatu mayat tentara musuh akibat dari pertempuran
    yang hebat itu.

    Rupanya terkaan Komandan Kapten Bongsu ternyata
    meleset. Setibanya mereka disana, masih ada dua orang
    lagi dari tentara Belanda yang masih hidup yang segaja
    bersembunyi disatu kubangan bekas Kerbau. Dari
    kubangan kedua tentara Belanda itu masih ditemani
    Tajim Sitanggang (mata mata) Belanda. Melihat posisi
    Komandan Kapten Bongsu yang sedang berjalan kaki dan
    sudah sangat dekat dengan mayat. Saat itulah
    kesempatan dimanfatkan oleh tentara musuh. Musuh yang
    sembunyi di kubangan langsung melepaskan tembakan
    kearah Komandan Kapten Bongsu.

    Peluru senjata api yang dimuntahkan, dengan tembakan
    bertubi tubi tersebut. Satu peluruh akhirnya mengenai
    kaki Komandan Kapten Bongsu. Baliau langsung
    tersungkur ke tanah bersimbah darah. Tak puas dengan
    sampai disitu, kedua tentara musuh kembali memuntahkan
    peluruh dari senjatanya tepat mengenai kakinya lagi.
    Tapi, Komandan Kapten Bongsu masih sempat mengadakan
    perlawanan dengan membalas menembak dari senjatanya
    tetapi tidak mengenai sasaran karena posisi kedua
    tentara Belanda itu masih di Kubangan Kerbau.

    Tidak berapa lama kemudia, menyusul satu tembakan lagi
    mengenai badanya Komandan Kapten Bongsu, akhirnya
    tidak bisa berkutik lagi. Melihat itu, salah seorang
    Tentara Belanda berteriak menyuruh supaya Komandan
    Kapten Bongsu menyerah serta mengangkat kedua
    tangannya. Namun beliau tidak mau. Bahkan beliau
    berkata, ‘Sekali Merdeka Tetap Merdeka’.

    Pada saat itu. Tajim (mata mata) merasa senang dan dia
    kembali memberitahukan kepada kedua tentara Belanda
    itu, bahwa yang tertembak itu tidak lain adalah
    Komandan Round I dari Kesatuan “Harimau
    Mengganas”, Kapten Bongsu Pasaribu. Selanjutnya
    tidak berapa lama tentara Belanda menghampirinya.
    Tangan Beliau ditendang serta merampas senjatanya.

    Tak puas dengan penyiksaan kedua tentara beserta
    Tajim. Mereka akhirnya mengakhiri hidup Komandan
    Kapten Bongsu dengan cara yang sadis dan tidak
    manusiawi yaitu dengan memenggal lehernya sampai putus
    dimana waktu itu pada tanggal 3 Maret 1947. Kepala
    beliau terpisah dengan badan, lalu diangkat dibawa
    pergi ke Pasar Barus oleh musuh untuk dipertontonkan
    kepada rakyat Indonesia. Badannya yang masih
    tergeletak ditanah sengaja ditinggal tergeletak begitu
    saja tempat asal dibunuh.

    Melihat kepala Komandan Kapten Bongsu sudah dipegang
    tentara musuh. Musuh yang lainnya yang berada dimarkas
    Barus dan Sorkam sangat gembira mendegar kabar itu.
    Dimana Komandan Kapten Bongsu yang selama ini sangat
    ditakuti dan dikagumi oleh tentara Belanda. Singkat
    cerita, setelah Belanda pergi ke Barus, potongan badan
    yang lainya yaitu potongan mulai dari leher ke kaki
    yang masih tergeletak dihutan dijemput oleh pasukan
    beliau dan dibawah ke kampung Sijungkang, disana
    potongan badan itu dikuburkan.

    Sementara tentara Belanda yang bermarkas di Barus
    masih terus mempertontonkan potongan kepala Komandan
    Kapten Bongsu kapada para rakyat dan kepada para
    tahanan. Yang maksud untuk melemahkan perjuangan
    pasukan Indonesia di Pasar Barus agar girilyanya
    melemah. Potongan kepala ditenteng dalam karung itu
    dimulai markas di Harakka sampai ke Kota Barus. Pada
    hari yang ketiga, potongan beliau dikuburkanlah di
    Komplek penjara Barus.

    Setelah Bongsu Pasaribu gugur pada tanggal 3 Maret
    1949. Maka puncuk pimpinan sebagai Komandan Round I
    akhirnya dipegang sementara oleh Humahe Rambe dan
    kemudian diganti kepada Muliater Simatupang. Walaupun
    Komandan Kapten Bongsu telah gugur di tangan tentara
    Belanda. Namun tentara belanda masih terus melakukan
    penyelidikan dan pencarian para keluarganya termasuk
    kakak kandungnya yang bernama Raja Johannes Pasaribu.

    Raja Johannes Pasaribu yang ditargetkan sebagai
    sasaran kedua sudah diketahui keberadaanya yaitu
    selaku kepala Kampung di Hutagodang yang juga
    jabatannya merangkap pada seksi perbekalan. Maka
    pasukan tentara Belanda yang berada di markas Sorkam,
    langsung mengadakan operasi ke kampung Hutagodang dan
    sekitarnya. Adapun Raja Johanes Pasaribu turut
    mengembangkan perjuangan tentara dan beliau dipilih
    menjadi kepala Kampung Hutagodang yang pelaksanaan
    pengangkatannya yauitu pada tanggal 21 Mei 1932. Dia
    orang yang pertama membuka Kampung Hutagodang serta
    membuat namanya.

    Pada hari Senin Tanggal 11 Maret 1949, disaat Raja
    Johanes sedang melihat ternaknya di Hutagodang.
    Sementara penduduk lain sudah mengungsi ke hutan. Dia
    akhirnya tertangkap juga dan dibawa ke markas Belanda
    di Sorkam Kiri. Bahkan pada hari penangkapan. Seorang
    adik kandung isterinya bernama Pongsiu Pohan turun
    menjadi korban dan ditembak saat itu.

    Sementara di markas Belanda, Raja Johannes diperiksa.
    Beliau diketahui oleh Belanda dia adalah kakaknya
    kandung dari Komandan Kapten Bongsu yang ikut
    berjuang. Maka tentara Belanda menginterogasi dengan
    cara menganiaya selama dua hari dua malam di Sorkam
    Kiri. Kemudian pada hari Kamis Tanggal 14 Maret 1949,
    tentara Belanda membawa Raja Johanes dengan
    mengendarai mobil pergi ke simpang tiga jalan Pasar
    Sorkam hingga sampai ke Pahieme.

    Sesampainya di Pahieme Johanes dia diturunkan dari
    dalam mobil. Mengingat atas pertempuran pertempuran
    yang sangat sengit ditempat tersebut yaitu simpang
    tiga. Yang telah banyak tentara Belanda yang gugur
    akibat pertempuran yang dilakukan oleh adiknya,
    Komandan Kapten Bongsu. Raja Johanes akhirnya ditembak
    tepat dikepalanya dan gugur pada tanggal 14 Maret
    1949.

    Melihat mayat Raja Johannes tersungkur ditanah tidak
    bernyawa. Rakyat kampung Pahieme ramai ramai menculik
    mayatnya dan membawanya ke Kampung Pahieme, diteruskan
    ke Kampung Sipea Pea. Dari Sipea Pea dengan melintasi
    jalan hutan dia dibawah ke tempat pengungsian
    keluarganya dikampung Sibira.

    Pada hari Minggu tanggal 17 Maret 1949, jenazah
    almarhum Johanes Pasaribu dimakamkan didaerah Lobu
    Hutagodang. Pada acara pemakaman yang berlangsung
    tersebut, masyarakat beserta istri dan sanak familinya
    dapat menyaksikan. Bahkan para pejuang dari Sibolga
    turut mengadakan pengawalan disana agar pelaksanaan
    penguburan tersebut dapat berjalan secara adat.
    Setelah Raja Johanes Pasaribu gugur. Beliau
    meninggalkan isteri yang bernama Emper br Manalu
    beserta lima orang anaknya yang bernama, Naimin br
    Bondar, Ropina br Bondar, Bonar Pasaribu, Mutiara br
    Pasaribu dan Saut Pasaribu.

    Setelah penyerahan kedaulatan Indonesia dari Belanda
    tanggal 27 Desember 1949. Maka, keluarga dari Komandan
    Kapten Bongsu dan Johannes Pasaribu kembalilah dari
    tempat pengungsian yaitu pada tahun 1951. Sedangkan
    Jenazah (kerangka) dari Komandan Kapten Bongsu
    dipindahkan oleh Pemerintah. Badannya yang terpisah
    yaitu, potongan badan dijemput dari Kampung
    Sijungkang. Hingga akhirnya disatukan dengan kepala
    yang telah dikuburkan Belanda di komplek Penjara
    Barus. Setelah menyatu, Beliau dimakamkan di Taman
    Pahlawan di Sibolga sampai sekarang.

    Sementara itu Raja Johannes Pasaribu dan atas bantuan
    dari para sanak pamily dan Pemerintah Kecamatan
    Sorkam. Maka kerangka jenazah almarhum dapat
    dipindahkan secara pesta Adat pada tanggal 10 Maret
    1977. Pengankatannya turut hadir Camat Kecamatan
    Sorkam bernama Syaim Panggabean BA, Koramil 135
    Kecamatan Sorkam bernama F. Larosa dan juga utusan
    dari Bupati KDH Kabupaten Tapanuli Tengah.

    Demikian sejarah perjuangan Nasional Indonesia yang
    gugur sebagai pahlawan bunga Bangsa dalam merebut
    Kemerdekaan Bangsa Indonesia dari tangan penjajah
    Kolonial Belanda. Sejarah ini langsung diberikan oleh
    anggota pasukannya dan para kelurganya untuk dikenang.

  17. Dedy fernando Says:

    kirim ya satu sample surat lamaran kerja ke email saya.smoga ga ngerepotin km brow……..!!!!

  18. AGUS Says:

    .BAGUS BANG MOGA BENTAR AQ DAPET KERJAAN DOAIN YAUW BANG.GBU

  19. rizaL Says:

    mas..
    mau donks kirimin contoh CV nya,
    saya lagi cari kerjaan nih,
    thx.

  20. heru Says:

    tolong dong bang kirim 1 contoh surat lamaran pekerjaan ke email saya,butuh banget.please bantu saya bang ya…?

  21. Fardison Nadeak Says:

    Salam Kenal :

    Nama : Fardison Nadeak
    Asal : Jl. Pakkat Barus No. 12 Desa Sihorbo-Hutaginjang Barus
    Alamat Sekarang : Bandung

    Mauliate
    Horas

  22. balis Says:

    Boleh minta contoh surat lamaran kerja di perusahaan yang bergerak di bidang otomotif ,gak pak.Dan bagaimana kriteria dalam menulis surat lamaran kerja melalui E-mail?????

  23. wYta Says:

    cArA buaT sUrAt lamaRan ke BANK
    cEmana biaR bagUs

  24. irma Says:

    bang tolong lah krm kan contoh surat lamaran kerjaan perawat yang ditujukan ke dinas kesehatan. penting bgt nich bang.saya lulusan D3 KEPERAWATAN,oke bang…..!!!!

    thanks sebelumnya….!!!!!
    (^_^)

  25. Anie arek jowo Says:

    wah.. wah.. wah.. bole bnget nich tipsnya! ane bole minta sekalian d krimin exsamplenya ya?ane tunggu d email ja ya?sangat senang sekali jika anda mo mengirimnya.🙂

  26. ubaidillah Says:

    hii there.. how are you……exchange link

  27. fadli Says:

    senang skali saya mendapatkan mgnai tips mbuat surat lamaran yg beda dr lainny. jdny ilmu sy bs nambah. apalagi tips ny oks bgt. pnglaman sy klo search d gugel sring bgt dpt info tips nglamar yg rata sm smua. thx Bang Togap.

  28. herly Says:

    Minta sample srat lamaran krja yg baik n bnar dumz. . .

    kirim k eMaiL saya y
    hehe

    thankz atas informasinya

  29. robert Says:

    mau nanya nich….
    surat lamaran tu penulisanya rata kiri atau yang laen???
    mohon bantuanya ya???
    thank’s

  30. robert Says:

    mau nanya nich….
    surat lamaran tu penulisanya rata kiri atau yang laen???
    mohon bantuanya ya???
    thank’s

  31. herry rustandi Says:

    saya minta di buat kan contoh surat lamaran kerja(CV)

  32. Roosevelt Kaz Says:

    Appreciate that your headline produced me click the link within the google search. Great content material. Thanks for sharing! http://i.sohu.com/p/=v2=dQ9tdmY5G2lvGYbt9WlsLmNvbQ==/blog/view/196072491.htm

  33. bernadeth aryani bynnu wijaya Says:

    Adakah yg lebih simple dlm bentuk cv ..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: