BzzAgent: A New Way of Marketing?

Berbagai cara pemasaran yang muncul di jaman ini membuktikan bidang pemasaran masih belum jenuh. Tetapi di sisi lain, ini mengingatkan bahwa cara lama mungkin sudah mulai ketinggalan jaman.

Lihat apa yang dibuat oleh Dave Walter, pendiri dan presiden dari BzzAgent (www.BzzAgent.com), sebuah perusahaan jasa konsultan pemasaran yang memfokuskan pada teknik pemasaran word-of-mouth. (Saya belum menemukan kata-kata yang cocok dalam bahasa Indonesia). Kegiatan word-of-mouth sendiri sudah lama dilakukan. Mungkin sejak manusia mulai bisa bergosip, manusia sudah mulai membicarakan berbagai produk mereka gunakan atau lihat.

Dave sendiri mengakui bahwa teknik word-of-mouth ini sudah menjadi suatu yang biasa dalam dunia pemasaran. Banyak pemasar yang berusaha untuk menciptakan suatu buzz, atau cerita yang menarik untuk dibicarakan oleh masyarakat dalam menjual produknya. Read the rest of this entry »

Advertisements

Tips Menuliskan Surat Rekomendasi untuk Aplikasi Beasiswa

Baru-baru ini seorang teman datang menemui saya. Dia minta dibuatkan surat rekomendasi. Rupanya dia mau melamar salah satu program beasiswa yang cukup kompetitif. Dan tentunya, salah satu persyaratan yang disebutkan adalah surat rekomendasi dari tempat kuliah sebelumnya dan dari tempat kerja sekarang.

Dengan senang hati saya bersedia membantunya. Tapi berhubung saya rada sibuk, jadi saya minta dia membuatkan draftnya untuk saya. Nantinya saya yang tanda tangan. Lho, kok begitu? Kan surat rekomendasinya harusnya ditulis oleh pemberi rekomendasi? Kalau yang nulis yang melamar beasiswa, wah dia bisa nulis semaunya dong? Read the rest of this entry »

Blink : The Power of Thinking without Thinking

Melihat kandidat tersebut masuk ke ruangan, segera saya berpikir, “Hm, dia bukan kandidat yang cocok untuk pekerjaan ini”. Secara logika, saya bisa menjelaskan pikiran saya. Kandidat tersebut, seorang fresh graduate dari sebuah sekolah teknik ternama di Indonesia, berjalan masuk dengan kepala sedikit menunduk dan bahu sedikit membungkuk. Di momen itu saya langsung memberi penilaian kepadanya.

Interview dilanjutkan. Saya didampingi seorang staff senior dari departemen saya dan dua orang staff dari human resources department. Hanya sebentar saja interview dilakukan. Setelah kandidat tersebut keluar dari ruangan interview, kami saling membandingkan catatan kami. Walau ada beberapa kelebihan kandidat tersebut, tetapi kami memutuskan untuk memilih kandidat lain. Read the rest of this entry »

How to Get Rich – Donald Trump

Donald Trump. Mendengar nama ini, umumnya orang teringat pada sosok dengan rambut yang aneh dan tampang yang serius. Selain itu, dia juga mengingatkan pada sosok pengusaha konstruksi yang sangat sukses. Ditambah lagi dengan keterlibatannya sebagai juri pada acara TV “The Apprentice” yang selalu memecat salah satu peserta di akhir setiap seri. Sukses. Menarik. Dan tentunya sangat kaya.

Tapi ternyata Donald Trump pernah merasa menjadi orang yang jauh lebih miskin dari seorang gembel di pinggiran jalan di Manhattan. Ini yang dirasakannya saat hutangnya yang sekitar $90 milyar telah jatuh tempo dan gagal dibayar. Donald melihat seorang pengemis dan berpikir,”Dia lebih kaya $90 milyar dibanding diriku”. Tapi kemudian, dengan kepiawaiannya bernegosiasi dan kehandalannya dalam membina hubungan interpersonal, Donald berhasil membayar hutang-hutangnya. Bukan hanya itu, Donald bahkan menjadi lebih kaya lagi dengan aset properti yang tersebar dari New York di ujung timur ke California di ujung barat. Read the rest of this entry »

Mempersiapkan Diri untuk Beasiswa Mulai dari Bangku S1

Hingga hari ini, lebih dari 40 ribu orang telah bergabung dengan milis beasiswa. Website MilisBeasiswa.com dikunjungi lebih dari 500 orang setiap harinya. Banyak anggota milis yang ternyata masih belajar di bangku S1. Mereka sering menanyakan apa yang harus dipersiapkan untuk mencari beasiswa di luar negeri. Untuk yang ingin mendapatkan beasiswa Master, saya bagikan kiat-kiatnya. Moga-moga membantu. Read the rest of this entry »

Kerja Dulu atau Langsung Cari Beasiswa?

Pertanyaan lain yang sering ditanyakan adalah pengaruh pengalaman kerja terhadap kemungkinan mendapatkan beasiswa. Contohnya pertanyaannya di bawah dari P. Yuriske: “Saya mau tanya jika saya lulus S1 dan belum pernah bekerja full time di perusahaan (tapi sewaktu kuliah saya pernah bekerja part-time sebagai asisten lab selama 2 semester), apakah saya bisa mendapatkan beasiswa untuk S2? Karena kebanyakan salah satu syarat mendapat beasiswa adalah mempunyai pengalaman kerja minimal 2 tahun.”

Terus terang saja, saya tidak tahu jawaban yang pasti untuk ini. Dan saya yakin memang tidak ada jawaban yang pasti.

Kebanyakan beasiswa, seperti beasiswa Fulbright, ADS, atau Stuned mensyaratkan pengalaman kerja ini. Bahkan terkadang salah satu persyaratannya adalah menuliskan esai. Dalam esai itu kamu diminta untuk menjelaskan hubungan antara kuliah S1 kamu dengan pekerjaan kamu sekarang dan rencana kuliah S2 kamu. Nah, kalau tidak pernah kerja, lalu apa berarti kamu sudah tidak mungkin mendapatkan beasiswa? Read the rest of this entry »

Leadership Mafia Style

Tony Soprano, bos keluarga mafia Soprano dalam miniseri The Sopranos, sangat menyayangi sepupunya Tony Blundetto, alias Tony B. Saat remaja mereka bersama-sama mengalami berbagai ujian untuk mengasah kemampuan mereka dalam “bisnis keluarga” tersebut. Sayangnya, Tony B. suatu waktu tertangkap saat beroperasi. Soprano selamat karena tidak ikut serta dalam operasi tersebut. Ia merasa bersalah dan menyesal bahwa sepupu dan teman dekatnya itu harus mendekam di penjara selama 15 tahun. Perasaan – perasaan ini membuatnya mempunyai bias dan tidak bisa bertindak tegas terhadap Tony B.

Sekeluarnya dari penjara, Tony B. kembali menjalani hidupnya sebagai kriminal. Dalam sebuah aksinya, Tony B. membunuh seorang kerabat keluarga mafia lain. Timbullah perselisihan antara keluarga Soprano dan keluarga mafia pesaingnya tersebut. Read the rest of this entry »