<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Scholarship and Career Tips &#187; tanya jawab</title>
	<atom:link href="http://milisbeasiswa.wordpress.com/category/tanya-jawab/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com</link>
	<description>About scholarship, career and work life..</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Dec 2009 16:05:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='milisbeasiswa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d59965f55ab676d2d6028c2a25b345be?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Scholarship and Career Tips &#187; tanya jawab</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://milisbeasiswa.wordpress.com/osd.xml" title="Scholarship and Career Tips" />
		<item>
		<title>[Q&amp;A] Kalau Tidak Bisa Menjawab Wawancara Dalam Bahasa Inggris?</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/08/20/qa-wawancara-harus-bahasa-inggris/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/08/20/qa-wawancara-harus-bahasa-inggris/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Aug 2007 10:36:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/08/20/qa-wawancara-harus-bahasa-inggris/</guid>
		<description><![CDATA[Tanya (Upi): Saat wawancara beasiswa yang menggunakan bahasa Inggris, apa yang sebaiknya dilakukan jika tidak bisa menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris?
Jawab (Togap): Dear Upi, terima kasih buat emailnya (pertanyaan ini dikirim ke email saya). Tentu saja sebaiknya semua pertanyaan kamu jawab dalam bahasa Inggris. Apalagi kalau nantinya studi tersebut akan dilakukan dalam bahasa Inggris. Dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=48&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Tanya (Upi):</strong> Saat wawancara beasiswa yang menggunakan bahasa Inggris, apa yang sebaiknya dilakukan jika tidak bisa menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris?</p>
<p><strong>Jawab (Togap): </strong>Dear Upi, terima kasih buat emailnya (pertanyaan ini dikirim ke email saya). Tentu saja sebaiknya semua pertanyaan kamu jawab dalam bahasa Inggris. Apalagi kalau nantinya studi tersebut akan dilakukan dalam bahasa Inggris. Dengan menjawab setiap pertanyaan dalam bahasa Inggris, para pewawancara dapat mengukur (dan tentunya meyakini) kemampuan kamu dalam berbahasa Inggris. Apalagi dari awal sudah diwajibkan untuk mengirimkan nilai TOEFL atau IELTS kamu. Sekarang kan TOEFL (mungkin juga IELTS) ada bagian <em>speaking test </em>nya.<span id="more-48"></span></p>
<p><em>For your info</em>, saat saya diwawancara untuk beasiswa yang saya akhirnya terima, kebanyakan peserta wawancara adalah orang-orang dari Indonesia Timur. Dan mereka menggunakan bahasa Inggris dengan cukup baik. Bahkan salah satu pewawancara memberikan pujian buat satu orang kandidat yang <em>pronounciation</em>-nya sangat bagus. <em>So</em>, usahakan sedapat mungkin pakai bahasa Inggris.</p>
<p>Nah, memang ada satu saat kamu mungkin <em>stuck</em> dan nggak bisa menjawab dalam bahasa Inggris. Walaupun kasusnya agak berbeda, saya pernah akhirnya diminta untuk memberikan jawaban dalam bahasa Inggris. Saat itu saya ditanya,&#8221;Berapa nilai TOEFL kamu?&#8221; dan saya jawab dalam bahasa Inggris, &#8220;<em>Six hundred fifty</em>&#8220;. Si pewawancara, nggak tahu kurang jelas atau <em>pronounciation </em>saya jelek, mengulangi pertanyaannya dua kali sebelum akhirnya meminta saya menjawab pertanyaan tersebut dalam bahasa Indonesia.</p>
<p>Kembali ke kasus yang kamu tanyakan, saya rasa sih nggak masalah juga. Asal nggak semuanya kamu jawab dalam bahasa Indonesia. Kamu bisa bilang,&#8221;<em>Would you mind if I answer this in Indonesian</em>?&#8221;. Moga-moga mereka menjawab &#8220;ya&#8221;, dan kamu bisa menjawab dalam bahasa Indonesia. Jadi yang penting kamu tanyakan dulu ke mereka apa boleh, nggak langsung kamu jawab dalam bahasa Inggris. Mungkin bisa juga kamu tambahkan alasan kenapa kamu mau menjawab dalam bahasa Inggris. Kalau mereka mengerti alasan kamu, mereka akan lebih bisa menerimanya.</p>
<p>Ingat, seperti yang saya tulis di <a target="_blank" href="http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/08/18/mewawancara-kandidat-penerima-beasiswa/">tulisan sebelumnya</a>, para pewawancara ingin kamu berhasil. Karena itu mereka ingin kamu bisa mengikuti proses wawancara dengan tenang tanpa terlalu merasa tertekan.</p>
<p>Sukses selalu!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=48&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/08/20/qa-wawancara-harus-bahasa-inggris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Q&amp;A] Surat Rekomendasi Dari Dosen dan Atasan</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/30/qa-surat-rekomendasi-dari-dosen-dan-atasan/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/30/qa-surat-rekomendasi-dari-dosen-dan-atasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jun 2007 15:51:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>
		<category><![CDATA[recommendation letter]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/30/qa-surat-rekomendasi-dari-dosen-dan-atasan/</guid>
		<description><![CDATA[Di posting saya tentang menuliskan surat rekomendasi, Yenni memberikan pertanyaan berikut:
Dear Bang Togap,
Kalo waktu kuliah dulu, dosen2 ga begitu dekat dengan saya gimana? Jadi bagaimana saya bisa mendapatkan surat rekomendasinya? Apakah setiap atasan bisa memberikan surat rekomendasi yg baik (dlm hal bentuk dan struktur kata)?
Yenni punya dua pertanyaan. Saya akan jawab satu per satu:
1. Tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=38&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di posting saya tentang <a href="http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/23/tips-menuliskan-surat-rekomendasi-untuk-aplikasi-beasiswa/">menuliskan surat rekomendasi</a>, Yenni memberikan pertanyaan berikut:</p>
<p><em>Dear Bang Togap,<br />
Kalo waktu kuliah dulu, dosen2 ga begitu dekat dengan saya gimana? Jadi bagaimana saya bisa mendapatkan surat rekomendasinya? Apakah setiap atasan bisa memberikan surat rekomendasi yg baik (dlm hal bentuk dan struktur kata)?</em></p>
<p>Yenni punya dua pertanyaan. Saya akan jawab satu per satu:</p>
<p><strong>1. Tidak ada dosen yang dekat.</strong> Agak pelik juga permasalahan ini. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Pertama tama, coba cek benar-benar. Apakah memang benar tidak ada dosen yang dekat? OK, kalau jawabannya ya, coba pikirkan lagi. Apakah dosen wali atau dosen pembimbing TA kamu mungkin untuk dimintai surat rekomendasi? <span id="more-38"></span></p>
<p>Pengalaman saya sendiri, saya tidak punya dosen yang benar-benar dekat dengan saya. Lagipula, saya datang ke kampus sekitar tiga tahun setelah saya lulus. Hampir tidak ada dosen yang masih mengingat saya. Meskipun demikian, ada dua orang dosen yang saya mintai surat rekomendasi. Yang pertama adalah dosen yang menjadi pengasuh Studio Manajemen dimana saya menjadi asistennya. Tentu saja beliau masih ingat dengan saya dan bersedia memberikan surat rekomendasi yang saya perlukan.</p>
<p>Dosen kedua yang saya minta adalah seorang dosen yang hanya pernah mengajar saya sebentar, yaitu di semester pertama kuliah saya. Itu terjadinya sekitar 8 tahun sebelum saya meminta surat rekomendasi tersebut. Tentu saja, beliau tidak mengingat saya. Tapi saya nekad menemui beliau. Saya terangkan kenapa saya memilih beliau (karena Bapak tersebut meraih gelar doktornya dari Amerika Serikat, yaitu asal beasiswa Fulbright, yang mau saya ikuti.). Saya juga jelaskan bahwa surat rekomendasi ini sangat diperlukan bagi beasiswa yang mau saya ikuti. Dan, <em>fortunately</em>, beliau bersedia. Jadilah saya mendapatkan surat rekomendasi dari dua orang dosen, meskipun keduanya tidak punya hubungan dekat dengan saya.</p>
<p><strong>2. Apakah setiap atasan dapat memberi rekomendasi yang baik? </strong>Tentu saja tidak. Karena itu, saya sarankan, usahakan agar surat rekomendasi tersebut kamu yang tuliskan. Atasan yang kamu minta tinggal memberikan poin-poin yang ingin ditunjukkannya dalam surat rekomendasi dan kamulah yang bertanggung jawab untuk menuliskannya dengan baik. Tentu saja, di akhirnya, atasan kamu harus melihat tulisan tersebut dan menyetujuinya sebelum menandatanganinya.</p>
<p>Nah, dengan kedua saran di atas, semoga kamu bisa mendapatkan surat rekomendasi yang dapat membantu kamu mendapatkan beasiswa.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=38&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/30/qa-surat-rekomendasi-dari-dosen-dan-atasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Recommendation Letter</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/30/recommendation-letter/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/30/recommendation-letter/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jun 2007 15:27:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[recommendation letter]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/30/recommendation-letter/</guid>
		<description><![CDATA[Catatan: Berikut adalah sharing seorang anggota milis beasiswa tentang recommendation letter. Pengalaman saya sendiri menuliskan recommendation letter untuk seorang teman kerja juga pernah saya posting di blog ini. Klik di sini untuk membacanya.
afifif@ indosat.net.id:
Recommendation letter atau juga disebut referrence adalah surat yang menerangkan mengenai kondisi anda. Surat tersebut adalah bukti formal mengenai kemampuan anda baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=37&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Catatan:</strong> Berikut adalah sharing seorang anggota <a target="_blank" href="http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/message/22331">milis beasiswa</a> tentang <em>recommendation letter</em>. Pengalaman saya sendiri menuliskan <em>recommendation letter</em> untuk seorang teman kerja juga pernah saya posting di blog ini. <a href="http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/23/tips-menuliskan-surat-rekomendasi-untuk-aplikasi-beasiswa/">Klik di sini</a> untuk membacanya.</p>
<blockquote><p><strong>afifif@ indosat.net.id:</strong></p>
<p><em>Recommendation letter </em>atau juga disebut <em>referrence </em>adalah surat yang menerangkan mengenai kondisi anda. Surat tersebut adalah bukti formal mengenai kemampuan anda baik dibidang akademik dan kompetensi anda untuk bidang tertentu. Dalam kasus anda yang akan melanjutkan pendidikan, surat tersebut adalah bukti formal atau bukti tertulis mengenai kondisi kemampuan akademik dan intelegensi anda untuk melanjutkan pendidikan di tempat lain. <span id="more-37"></span>Mengingat bahwa pihak universitas yang anda tuju ingin mengetahui apakah saudara cukup mampu untuk melanjutkan pendidikan di universitas tersebut, ada hal-hal yang bersifat non akademis yang akan menjadi pertimbangan mereka untuk menerima anda sebagai student dan biasanya hal-hal tersebut ditemukan dalam <em>recommendation letter</em>.</p>
<p>Dalam <em>recommendation letter</em> yang pernah saya dapat, pihak pemberi rekomendasi akan memberikan penilaian atas prestasi kita yang tidak ter-<em>cover</em> oleh nilai dalam <em>transcript</em>. Sebagai contoh anda punya pengalaman dalam menangani proyek tertentu dan berhasil atau juga kemampuan bahasa anda, atau kekuatan <em>personality </em>anda. Hal-hal tersebut tidak ada dalam nilai di ijazah atau transkrip, akan dituangkan dalam surat rekomendasi.</p>
<p>jadi pendapat saya, apa pun bidang yang anda tuju baik <em>sciences or non sciences</em>, mereka akan meminta surat tersebut.</p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=37&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/30/recommendation-letter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengubah Kegagalan Menjadi Keberhasilan</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/16/mengubah-kegagalan-menjadi-keberhasilan/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/16/mengubah-kegagalan-menjadi-keberhasilan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jun 2007 13:30:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/16/mengubah-kegagalan-menjadi-keberhasilan/</guid>
		<description><![CDATA[Catatan: Tulisan ini adalah tanggapan atas komentar dan pertanyaan yang ditinggalkan Rastri dalam posting saya sebelumnya &#8220;IPK Rendah dapat Beasiswa &#8211; Mitos atau Fakta&#8220;.
Dear Rastri,
Ada yang pernah mengatakan: &#8220;if you keep on doing what you&#8217;ve always done, then you&#8221;ll keep on getting what you&#8217;ve always got&#8220;. Jadi kira-kira artinya, kalau kamu selalu melakukan hal yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=31&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Catatan: </strong><em>Tulisan ini adalah tanggapan atas komentar dan pertanyaan yang ditinggalkan Rastri dalam posting saya sebelumnya &#8220;<a href="http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/15/ipk-rendah-dapat-beasiswa-mitos-atau-fakta/" target="_blank">IPK Rendah dapat Beasiswa &#8211; Mitos atau Fakta</a>&#8220;.</em></p>
<p><strong>Dear Rastri,</strong></p>
<p>Ada yang pernah mengatakan: &#8220;<em>if you keep on doing what you&#8217;ve always done, then you&#8221;ll keep on getting what you&#8217;ve always got</em>&#8220;. Jadi kira-kira artinya, kalau kamu selalu melakukan hal yang sama, maka kamu akan selalu mendapatkan hal yang sama. Saya pikir ini suatu &#8220;hukum&#8221; yang cukup benar. Artinya, untuk mendapatkan sesuatu yang berbeda, kamu harus melakukan hal tersebut dengan cara yang lain.</p>
<p>Untuk kasus kamu, dari 10 kali kamu mengirim aplikasi, kamu harus sudah belajar dari hal tersebut. Kebanyakan orang yang sukses, bukanlah orang yang tidak pernah gagal. Melainkan orang yang pernah gagal, dan kemudian belajar dari kegagalan tersebut. Bagi mereka, seperti pernah saya tuliskan, kegagalan adalah umpan balik. <em>There is no failure, only feedback</em>.<span id="more-31"></span></p>
<p>Pertanyaannya, bagaimana belajar dari pengalaman kamu tersebut. Cara yang paling mudah, tanyakan pada diri kamu sendiri: sudahkah kamu memenuhi semua persyaratan yang diminta? Kalau kamu membaca tulisan saya tentang <em><a href="http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/07/pentingnya-mindset-dalam-mengejar-beasiswa/" target="_blank">mindset</a></em>, kamu bisa melihat bahwa saya belajar  dari dua kali kegagalan saya. Saya mengubah sesuatu.</p>
<p>Cara kedua untuk belajar, adalah dengan menghubungi profesor di sekolah yang kamu tuju. Ini adalah strategi dari para mahasiswa India. Saya suka salut dengan semangat mereka untuk mendapatkan sesuatu. Saya kira kita harus banyak belajar dari mereka. Di salah satu situs tempat calon mahasiswa India berkumpul, saya membaca pengalaman seseorang yang setelah menerima penolakan, menghubungi profesor di jurusan yang dituju untuk mengetahui penyebab kegagalannya. Jadi dia tidak bermaksud untuk meminta belas kasihan dari profesor tersebut, tetapi untuk memperoleh <em>feedback</em>. Tapi <em>somehow</em>, profesor tersebut tersentuh, dan saat ada calon mahasiswa yang mengundurkan diri, si orang India mendapatkan kesempatan tersebut.</p>
<p>Nah selain itu, dari tulisan kamu, kamu juga terlihat sudah mengetahui kekurangan kamu, seperti IPK, TOEFL, kemampuan cas cis cus dalam bahasa Inggris, pengalaman kerja, etc. Hal yang kamu perlu lakukan selanjutnya adalah memisahkan antara kekurangan yang bisa diubah dan tidak bisa diubah.</p>
<p>IPK jelas-jelas sesuatu hal yang kamu nggak bisa ubah. <em>Let&#8217;s not talk about it</em>. Tapi TOEFL, seharusnya bisa diubah. Demikian pula kemampuan cas cis cus. Kamu bisa belajar untuk meningkatkannya. Ada bermacam cara tentunya.</p>
<p>Pengalaman kerja pun bisa diperbaiki. Seorang <em>member </em>milis beasiswa bercerita lewat <em>yahoo messenger</em> kalau dia memenangkan beasiswa setelah lima kali gagal mencoba. Apa yang berbeda yang dilakukannya? Dia pindah kerja dari perusahaan swasta ke LSM. Dia mengubah pengalaman kerjanya.</p>
<p>Memang ada pengorbanan. Dan memang begitulah seharusnya. Semangat besar saja tidak bisa membawa saya atau kamu ke keadaan yang ingin kita capai. Harus ada strategi. Juga harus ada pengorbanan dan usaha. Dan tak lupa, minta dukungan dari Yang Di Atas. Seperti yang telah ditulis oleh seseorang dalam komentarnya, usaha yang keras akan mendapat bantuan dari Yang Di Atas.</p>
<p>Sukses buat Anda.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=31&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/16/mengubah-kegagalan-menjadi-keberhasilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IPK Rendah Dapat Beasiswa &#8211; Mitos atau Fakta?</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/15/ipk-rendah-dapat-beasiswa-mitos-atau-fakta/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/15/ipk-rendah-dapat-beasiswa-mitos-atau-fakta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jun 2007 18:32:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/15/ipk-rendah-dapat-beasiswa-mitos-atau-fakta/</guid>
		<description><![CDATA[Catatan: Tentu saja saya tidak bermaksud mendorong mahasiswa yang sedang kuliah S1 sekarang untuk jadi santai dan tidak berusaha mendapatkan IPK setinggi-tingginya. Kesempatan mendapatkan beasiswa akan jauh lebih besar dengan IPK yang lebih dari rata-rata. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberi wawasan bagi rekan-rekan yang keburu sudah lulus S1 dengan IPK yang tidak terlalu tinggi tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=30&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Catatan: </strong><em>Tentu saja saya tidak bermaksud mendorong mahasiswa yang sedang kuliah S1 sekarang untuk jadi santai dan tidak berusaha mendapatkan IPK setinggi-tingginya. Kesempatan mendapatkan beasiswa akan jauh lebih besar dengan IPK yang lebih dari rata-rata. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberi wawasan bagi rekan-rekan yang keburu sudah lulus S1 dengan IPK yang tidak terlalu tinggi tapi mempunyai keinginan kuat untuk mendapatkan beasiswa di luar negeri.</em></p>
<p>Sebuah email dikirim ke saya dari seorang member di milis beasiswa. Isi emailnya cukup panjang, walaupun inti pertanyaannya sederhana: &#8220;IPK di bawah 3.0 beneran bisa dapat beasiswa???&#8221;.</p>
<p>Hm&#8230; tentang IPK ini memang sering mengundang kontroversi. Di milis beasiswa sudah berulang kali member menanyakannya. Bahkan, karena sudah pernah ditanyakan dan didiskusikan sebelumnya, banyak email dengan pertanyaan sejenis terpaksa ditolak masuk ke milis beasiswa (maaf ya). Tapi bukan berarti pertanyaan tersebut berhenti. Malah akhirnya, pertanyaannya dilayangkan langsung ke email moderator. Dan mungkin sudah saatnya memang pertanyaan ini dijawab.<span id="more-30"></span></p>
<p>Baiklah.. Kalau ditanyakan apakah saya sudah pernah secara persis mengenal seseorang yang mendapatkan beasiswa walaupun IPK nya kecil (di bawah 3.00), jawab saya: tidak pernah. Tapi, kalau ditanyakan, apakah IPK kecil bisa dapat beasiswa, jawabannya: ya, bisa.</p>
<p>Wah, yang bener aja??&#8230; Mungkin begitu pikiran yang muncul di benak pembaca.. <em>Come on </em>men&#8230; Mana mungkin ini terjadi?</p>
<p>Tapi begitulah kenyataannya. Berbagai email di milis beasiswa sudah  menunjukkan hal itu. Coba dengar apa kata Nurul Widyaningrum:</p>
<blockquote><p>&#8220;Pengalaman saya (dan juga kakak saya sendiri), IPK kami di bawah persyaratan adminsitrasi tapi kami masih bisa dapat beasiswa keluar&#8221;.</p></blockquote>
<p>Sekali lagi: &#8220;IPK <strong>Nurul dan kakaknya </strong>di bawah persyaratan tapi dapat beasiswa&#8221;&#8230; Bukan hanya Nurul, bahkan kakaknya, bisa dapat beasiswa dengan IPK rendah. Baca tulisan Nurul selengkapnya <a href="http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/message/18704" title="Pengalaman Nurul Widianingrum mendapat beasiswa dengan IPK rendah" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p>Yang juga menarik adalah cerita dari Susi:</p>
<blockquote><p>&#8220;Kegagalan demi kegagalan mewarnai kehidupan saya. Jangankan untuk sekolah ke luar negeri, untuk bisa diterima di universitas terbaik di pulau Jawa saja, saya kurang berhasil. Dulu untuk masuk perguruan tinggi negeri, kami diwajibkan mengikuti UMPTN. Orang tua saya bilang jika tidak diterima di negeri tidak ada biaya, dari 3 kesempatan mengikuti UMPTN, semuanya berakhir diterima di perguruan tinggi negeri di provinsi tempat saya tinggal.</p>
<p>Akhirnya saya mencoba menekuni bidang yang saya sendiri saat itu tidak jelas. Sangat berat mengikuti perkuliahan dengan sistem pendidikan di Indonesia yang saya rasa sebagian kurang kondusif. Dengan alasan ekonomi dan nilai IPK yang rendah (cuma 2 koma), saya hanya bisa menamatkan Diploma 3 di Fakultas Teknik. &#8220;</p></blockquote>
<p>Apa yang terjadi dengan Susi sekarang?</p>
<blockquote><p>Agustus 2004, saya berangkat sekolah di AS dan tahun lalu menyelesaikan master saya dengan GPA yang hampir 4.0. Bahkan awal tahun ini saya bisa melanjutkan S3 dengan tuition dibiayai oleh doctoral fund dan research di universitas yang sama di AS.</p></blockquote>
<p>Saya sungguh-sungguh terharu membaca kisah Susi. Susi punya segala alasan untuk menyerah dan mengatakan: &#8220;Yah, memang wajar saya nggak bisa dapat beasiswa&#8221;. Sekolah di universitas biasa, D3 lagi, bahkan jurusan Teknik (yang menurut sebagian orang susah dapat beasiswa) ditambah IPK yang pas &#8211; pasan. Tapi kenyataannya, Susi tidak mau menyerah atas realita yang dirasakannya saat itu. Baca selanjutnya <a href="http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2007/06/susi-be-passion-patient-and-persistent.html">pengalaman Susi di sini</a>.</p>
<p>Buat saya, ini menunjukkan jalan menuju beasiswa untuk rekan-rekan yang mempunyai IPK rendah masih terbuka. Mungkin tidak selebar jalan bagi mereka yang memiliki IPK tinggi, tapi tetap saja jalan tersebut ada.</p>
<p>Jadi, OK, moga-moga  Anda sekarang sepakat dengan saya bahwa dengan IPK di bawah 3,00, Anda masih bisa dapat beasiswa. Kalau begitu, kalau kita sudah sepakat, sekarang tentunya perlu dipikirkan strateginya untuk memenangkan beasiswa buat Anda pemilik IPK rendah.</p>
<p>Begini menurut saya (kalau kamu ada tambahan, silahkan tambahkan di bagian komentar di bawah):</p>
<ol>
<li>Percayalah bahwa kalau sesuatu dapat dilakukan oleh orang lain, sebagai manusia yang juga sempurna dan tidak kekurangan sesuatu apapun, kamu juga dapat melakukan hal tersebut. Jadi, kalau ada orang lain yang bisa mendapatkan beasiswa dengan IPK kurang dari persyaratan, kamu pun bisa melakukannya.</li>
<li>Ingat selalu, kesempatan buat beasiswa<em> bukan hanya </em>datang dari lembaga-lembaga seperti AMINEF (Fulbright), ADS, NESO (Stuned), dll. Ada berbagai cara lain untuk mendapatkan beasiswa. Susi tidak mendapatkan beasiswa dari salah satu lembaga yang saya sebutkan sebelumnya. Jadi <em>keep your mind and heart open</em>.</li>
<li>Kalau IPK kamu rendah, kamu perlu menunjukkan kelebihan di bidang lain. Mendapatkan hasil tes TOEFL, GMAT, atau GRE yang jauh lebih tinggi dari rata-rata bisa menolong. Menunjukkan prestasi lain, seperti tulisan, hasil karya, etc., di tingkat nasional maupun internasional juga pasti membantu. Saya jadi ingat, seorang teman menulis begini di esainya:<br />
<blockquote><p>&#8220;Ya memang benar IPK S1 saya tidak terlalu bagus. Ini terjadi karena saat kuliah S1 saya tidak terlalu serius. Tapi setelah bekerja, saya memfokuskan diri saya untuk mempelajari tentang satu kontrak penting. Saya menjadi ahli terbaik di bidang tersebut, dan akhirnya karir saya berkembang.&#8221;</p></blockquote>
<p>Teman saya itu berhasil menyelesaikan S2 nya di salah satu universitas di Belanda dengan beasiswa!</li>
<li>Cari kenalan profesor di universitas yang dituju yang bisa membantu kamu. Saya akan menuliskan tentang cara berkenalan dengan profesor di universitas di luar negeri di lain kesempatan. Tapi cara yang paling mudah tentunya lewat Internet. Gunakan sebanyak mungkin Internet untuk mencari profesor yang mungkin bisa membantu kamu.</li>
<li>Di <em>motivation statement </em>berikan alasan yang kuat yang membuat kamu tidak berhasil mendapatkan IPK tinggi. Ini adalah saran yang diberikan Roby J. (salah seorang moderator milis beasiswa, kuliah di US). Nyatakan dengan baik alasan tersebut. Tentunya alasan-alasan <em>katro </em>seperti: dosen saya parah, kampus saya memang begitu, dan segudang alasan lemah lainnya tidak bisa diterima. Alasan yang kuat seperti: saya kehilangan salah satu orang tua saya atau saya harus membantu orang tua mencari nafkah, tentunya akan memberi nilai lebih.</li>
</ol>
<p>So, kesimpulannya, dengan berbagai strategi, seseorang dapat memenangkan beasiswa walaupun memiliki IPK yang rendah. Sekarang tergantung Anda, mau atau tidak?</p>
<p><em>Saya ingin mendengar pendapat kamu tentang ini, terutama jika kamu pernah memenangkan beasiswa walapun IPK S1 rendah. Tuliskan komentar kamu di bawah.</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=30&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/15/ipk-rendah-dapat-beasiswa-mitos-atau-fakta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara Melamar ke Sekolah di Luar Negeri?</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/07/bagaimana-cara-melamar-ke-sekolah-di-luar-negeri/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/07/bagaimana-cara-melamar-ke-sekolah-di-luar-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jun 2007 07:04:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/07/bagaimana-cara-melamar-ke-sekolah-di-luar-negeri/</guid>
		<description><![CDATA[Sedang mempertimbangkan untuk kuliah Master di luar negeri? Caranya sebenarnya mudah, kalau anda tahu beberapa hal berikut. Pertanyaan berikut datang dari seorang member milis beasiswa.
Dear Milis Beasiswa: 
Saya butuh info tentang cara melakukan aplikasi untuk melanjutkan sekolah master di luar negeri. Dari info yang pernah saya dengar, untuk mendapatkan beasiswa master di luar negeri, maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=18&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font size="2"><em>Sedang mempertimbangkan untuk kuliah Master di luar negeri? Caranya sebenarnya mudah, kalau anda tahu beberapa hal berikut. Pertanyaan berikut datang dari seorang member <a target="_blank" href="http://www.milisbeasiswa.com">milis beasiswa</a>.</em></font></p>
<p><font size="2">Dear Milis Beasiswa: </font></p>
<p><font size="2">Saya butuh info tentang cara melakukan aplikasi untuk melanjutkan sekolah master di luar negeri. Dari info yang pernah saya dengar, untuk mendapatkan beasiswa master di luar negeri, maka pertama-tama kita harus aplikasi dulu ke dosen yang </font><font size="2">ada di univ yang kita tuju</font><font size="2">. Tapi yang saya takutkan ialah, jika ternyata kita diterima dan tidak ada beasiswa, berarti kita tidak bisa sekolah di sanakan? </font><font size="2">Jadi yg ingin saya tanyakan:</font><font size="2">1. Cara aplikasi</font><font size="2">2. Apakah jika kita sudah diterima dan kita meminta beasiswa, kita sudah pasti mendapatkan beasiswa tersebut?</font><font size="2">Kayaknya segitu dulu. Terima makasih!</font><font size="2"> </font><font size="2">Ria<span id="more-18"></span></p>
<p>Dear Ria:</p>
<p>Info yang kamu dengar itu bisa dibilang 50% benar. Untuk mendaftar kuliah master umumnya tidak perlu menghubungi dosen yang ada di universitas yang dituju. Tapi dalam keadaan tertentu, hal ini bisa juga terjadi. Misalnya universitas itu menawarkan beasiswa tingkat Master yang berhubungan dengan riset. Karena riset biasanya sifatnya spesifik dan perisetnya dibayar (atau mendapat beasiswa), maka calon mahasiswa harus menghubungi dosen yang bersangkutan terlebih dahulu. Melalui proses ini, dosen itu bisa melihat apakah mahasiswa tersebut mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang sesuai dengan riset yang dijalankannya.</p>
<p>Untuk program lain, umumnya kamu tidak perlu menghubungi dosen ybs. Cukup mengirim lamaran biasa. Sekarang dengan adanya Internet, umumnya universitas universitas tersebut sudah memasukkan file form aplikasi di website mereka. Kamu bisa download lalu kirim via pos biasa atau fax.</p>
<p>Aplikasi kuliah Master biasanya membutuhkan surat referensi. Surat referensi ini bisa dari dosen (kalau masih kuliah) atau atasan anda (kalau sudah bekerja). Yang lebih sering adalah diminta surat referensi dari mantan dosen dan atasan kamu. Biasanya minimum dua dari dosen dan dua dari atasan. Karena tiap tiap universitas punya peraturan yang berbeda, perhatikan baik baik apa yang dimintanya.</p>
<p>Surat referensi itu sudah ada form nya di form aplikasi kuliah. Apa yang ditulis oleh pemberi referensi seharusnya bersifat rahasia, kamu tidak boleh membacanya. Surat ini dimasukkan dalam amplop tertutup kemudian dikirim.</p>
<p>Selain surat referensi yang juga penting adalah hasil tes tes standar, seperti TOEFL, GMAT, GRE. Jauh jauh hari sebelum melamar di sekolah tertentu, lakukan riset untuk melihat berapa nilai TOEFL atau GRE atau GMAT minimum dan rata rata yang diterima di sekolah tersebut. Biasanya ini bisa jadi acuan yang bagus.</p>
<p>Setelah diterima oleh universitas tersebut, bisa jadi mereka meminta anda untuk diwawancara. Sewaktu di Indonesia, saya diwawancara oleh salah satu sekolah di Texas lewat telepon. Waktu itu di Indonesia jam 11 malam. Bayangkan pusingnya wawancara jam segitu pakai bahasa Inggris lagi.</p>
<p><font size="2">Mengenai beasiswa, pada saat kamu dinyatakan diterima mereka akan memberitahukan apakah kamu mendapatkannya atau tidak. Biasanya ada surat khusus yang menyatakan bahwa kamu menerima beasiswa dalam jumlah berapa dan pada waktu kapan diberikan. Sebagai contoh, saya mendapatkan tuition waiver sebesar $10.000 yang dibagi dalam tiga quarter (fall, summer dan spring) ditambah Graduate Scholarship sebesar $3.750 untuk summer quarter. Kebetulan sekolah saya memakai sistem quarter. Dana itu tentu saja tidak pernah saya lihat, karena langsung dibayarkan oleh jurusan saya ke universitas.</font><font size="2">Kalau berani sih, walau tidak dapat beasiswa, datang saja. Biasanya di sekolah kamu, kamu bisa bekerja. Pilihannya bermacam macam. Atau siapa tahu ada beasiswa lain yang belum diinformasikan.</font><font size="2"> </font></p>
<p><font size="2"><font size="2">Semoga berhasil! </font></font></p>
<p></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=18&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/07/bagaimana-cara-melamar-ke-sekolah-di-luar-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerja Dulu atau Langsung Cari Beasiswa?</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/kerja-dulu-atau-langsung-cari-beasiswa/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/kerja-dulu-atau-langsung-cari-beasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2007 15:58:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/kerja-dulu-atau-langsung-cari-beasiswa/</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan lain yang sering ditanyakan adalah pengaruh pengalaman kerja terhadap kemungkinan mendapatkan beasiswa. Contohnya pertanyaannya di bawah dari P. Yuriske: &#8220;Saya mau tanya jika saya lulus S1 dan belum pernah bekerja full time di perusahaan (tapi sewaktu kuliah saya pernah bekerja part-time sebagai asisten lab selama 2 semester), apakah saya bisa mendapatkan beasiswa untuk S2? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=8&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pertanyaan lain yang sering ditanyakan adalah pengaruh pengalaman kerja terhadap kemungkinan mendapatkan beasiswa. Contohnya pertanyaannya di bawah dari P. Yuriske: &#8220;Saya mau tanya jika saya lulus S1 dan belum pernah bekerja full time di perusahaan (tapi sewaktu kuliah saya pernah bekerja part-time sebagai asisten lab selama 2 semester), apakah saya bisa mendapatkan beasiswa untuk S2? Karena kebanyakan salah satu syarat mendapat beasiswa adalah mempunyai pengalaman kerja minimal 2 tahun.&#8221;</p>
<p>Terus terang saja, saya tidak tahu jawaban yang pasti untuk ini. Dan saya yakin memang tidak ada jawaban yang pasti.</p>
<p>Kebanyakan beasiswa, seperti beasiswa Fulbright, ADS, atau Stuned mensyaratkan pengalaman kerja ini. Bahkan terkadang salah satu persyaratannya adalah menuliskan esai. Dalam esai itu kamu diminta untuk menjelaskan hubungan antara kuliah S1 kamu dengan pekerjaan kamu sekarang dan rencana kuliah S2 kamu. Nah, kalau tidak pernah kerja, lalu apa berarti kamu sudah tidak mungkin mendapatkan beasiswa?<span id="more-8"></span></p>
<p>Nah di situlah misterinya. Kenyataannya, ada beberapa orang yang beruntung sehingga walaupun belum pernah bekerja bisa mendapatkan beasiswa Master ke luar negeri. Ada yang pengalaman kerjanya belum sampai dua tahun tapi toh sukses juga dalam pencarian beasiswa Master.</p>
<p>Kalau begitu bagaimana dong? Yang begini biasanya saya kembalikan ke penanyanya,&#8221;Kira-kira apa kerugian kamu kalau kamu mencoba mengirimkan aplikasi kamu untuk beasiswa tersebut?&#8221;. Nah, kalau toh memang tidak ada ruginya, kenapa tidak dicoba saja? Biasanya beasiswa seperti Fulbright, ADS atau Stuned tidak meminta kamu untuk membayar apa-apa kan? Paling yang perlu dibayar adalah biaya test institusional. Beberapa beasiswa malah membolehkan penggunaan prediction test yang biayanya jauh lebih murah.</p>
<p>Jadi ya.. coba aja! Seperti kata iklan Nike: &#8220;Just do it!&#8221;.</p>
<p>Di bawah ini saya kutipkan jawaban dari teman-teman lain di milis beasiswa tentang topik ini. Moga &#8211; moga jawaban &#8211; jawaban ini bisa memberikan semangat. (Dan itu salah satu tujuan milis beasiswa: memotivasi para pencari beasiswa).</p>
<p>Jawaban dari Ruly:</p>
<p>Untuk pengalaman kerja tidak selalu butuh tetapi ada beberapa yang butuh dan itu harus diperhatikan. Kalau boleh saran ada baiknya sebelum mendaftar tanya dulu semua persyaratan secara lengkap dan spesifik. Kalau perlu, sama yang telah anda lakukan, kirimkan semua dokumen tentang anda (nilai, rekomendasi dll) ke kepala jurusan yang ingin anda masuki.</p>
<p>Jawaban dari Andian:</p>
<p>Tergantung requirement beasiswanya. Ada beasiswa yg memberi lebih banyak chance buat yg dah kerja. In this case, kamu tetap masih punya peluang meski kecil. Ada juga beasiswa yang gak butuh pengalaman kerja sama sekali.</p>
<p>Jawaban dari Victor:</p>
<p>Saya sendiri melamar ADS saat sedang unemployed, tapi berhasil dapat tahun ini.</p>
<p>(Togap: see? Dapat ADS walaupun nggak kerja. Bisa kan?)</p>
<p>Penutup:<br />
- Sekali lagi: Coba aja!</p>
<p>- Banyak berdoa. Kalau memang itu buat kamu, Tuhan akan membantu.</p>
<p>- Nggak semua orang perlu dapat beasiswa. Beasiswa bukan satu-satunya cara untuk sukses. Kalau memang kamu nggak merasa bahwa kamu perlu beasiswa, pasti ada jalan lain buat kamu.</p>
<p>Salam,<br />
Togap</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=8&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/kerja-dulu-atau-langsung-cari-beasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerja di Multinational Company Nggak Bisa Dapat Beasiswa?</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/kerja-di-multinational-company-nggak-bisa-dapat-beasiswa/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/kerja-di-multinational-company-nggak-bisa-dapat-beasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2007 15:49:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/kerja-di-multinational-company-nggak-bisa-dapat-beasiswa/</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan berikut datang dari seorang member milis beasiswa juga. &#8220;Apa bener informasi yang saya dapat, kalo mau apply beasiswa itu pengalaman kerja seseorang itu jangan sampai pernah bekerja di multinational company?
Soalnya pengalaman beberapa teman saya, yg kebetulan kerja di multinational company setiap kali apply beasiswa selalu ditolak padahal dari kualifikasi pendidikan dan hasil toefl sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=5&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pertanyaan berikut datang dari seorang member milis beasiswa juga. &#8220;Apa bener informasi yang saya dapat, kalo mau apply beasiswa itu pengalaman kerja seseorang itu jangan sampai pernah bekerja di multinational company?</p>
<p>Soalnya pengalaman beberapa teman saya, yg kebetulan kerja di multinational company setiap kali apply beasiswa selalu ditolak padahal dari kualifikasi pendidikan dan hasil toefl sangat memuaskan.&#8221;</p>
<p>Well, informasi ini susah banget dikonfirmasi kebenarannya. Saya bekerja di sebuah perusahaan multinasional yang termasuk dalam 10 pembayar pajak terbesar di Indonesia. Tapi saya sendiri pernah mendapatkan beasiswa Fulbright. Selain itu teman-teman saya yang bekerja di sini ada yang pernah mendapatkan beasiswa ADS, Stuned, beasiswa NUS dan NTU di Singapore, dan beasiswa Chevening di Inggris. <span id="more-5"></span>Semuanya setelah bekerja di perusahaan ini. Oh ya, tahun ini juga ada teman kerja yang berangkat ke Amerika Serikat dengan beasiswa Fulbright. Selain itu, seorang teman lain dari Accenture, perusahaan konsultan kelas dunia, juga mendapatkan Fulbright dan berangkat tahun ini juga.</p>
<p>Jadi saya bisa bilang alasan teman-teman kamu tidak diterima bukanlah hal tersebut.</p>
<p>Bagaimana menurut kamu?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=5&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/kerja-di-multinational-company-nggak-bisa-dapat-beasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>