Menghitung Kesempatan Mendapatkan Beasiswa

There are three kinds of lies: lies, damned lies, and statistics. (Benjamin Disraeli)

Mendapatkan beasiswa memang bukan sesuatu yang mudah. Diperlukan banyak pengorbanan, cucuran keringat, dan mungkin, darah dan air mata. Karena itu tidak semua orang berhasil mendapatkan beasiswa. Memang ada saja yang beruntung mendapatkan beasiswa dengan mencoba satu kali. Ini kasus yang spesial. Tapi yang lebih sering terjadi adalah seseorang harus mencoba berkali-kali sebelum akhirnya menerima surat dari yayasan pemberi beasiswa yang diawali dengan kata “Congratulations!“. Berbagai testimoni di milis beasiswa menceritakan perjuangan orang-orang yang tidak mau kalah ini dalam mencoba beasiswa. Bahkan ada yang pernah mencoba tujuh kali sebelum akhirnya berhasil. Sayangnya, ada juga yang sudah mencoba sepuluh kali dan tetap belum berhasil. Read the rest of this entry »

Semut dan Lalat

Dikutip dari email

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta diatas sebuah tong sampah didepan sebuah rumah. Suatu ketika anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. “Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar” katanya. Setelah kenyang si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka. Read the rest of this entry »

Lakukan “Segala Cara” untuk Dapat Beasiswa

Ketika saya menulis “segala cara”, benar-benar saya maksudkan semua cara yang mungkin kamu lakukan untuk mendapatkan beasiswa. Yang halal tentunya. Saya tertarik menulis tentang hal ini karena pengalaman beberapa orang dan saya sendiri ketika sedang berjuang untuk mengejar beasiswa. Beasiswanya sebenarnya tidak lari kemana mana, hanya memang rada susah ngedapetinnya. Jadi dikejarlah dengan cara-cara yang tidak biasa. Read the rest of this entry »

Menangis Sepanjang Jalan Medan – Pekan Baru

Catatan: Di bawah ini adalah respon dari Wilson Lalengke (Shony) di Utrecht atas tulisan saya berjudul “Pentingnya Mindset dalam Mengejar Beasiswa“. Tulisan ini saya kopi dari milis dikmenjur. Semoga memberikan inspirasi!

Saya merekomendasi teman semua untuk membaca dan mempedomani uraian Mas Togap tentang mindset. 99,9 persen saya setuju dengan penjelasan ini dan layak untuk dijadikan referensi bagi mencapai keberhasilan oleh semua di semua bidang.

Saya masih menyimpan surat balasan Megawati saat menjadi presiden RI ketika saya minta fasilitas biaya one-way-ticket ke Universitas Exeter, di Inggris, tahun 2002, setelah menerima undangan mereka untuk kuliah disana. Read the rest of this entry »

Mengubah Kegagalan Menjadi Keberhasilan

Catatan: Tulisan ini adalah tanggapan atas komentar dan pertanyaan yang ditinggalkan Rastri dalam posting saya sebelumnya “IPK Rendah dapat Beasiswa – Mitos atau Fakta“.

Dear Rastri,

Ada yang pernah mengatakan: “if you keep on doing what you’ve always done, then you”ll keep on getting what you’ve always got“. Jadi kira-kira artinya, kalau kamu selalu melakukan hal yang sama, maka kamu akan selalu mendapatkan hal yang sama. Saya pikir ini suatu “hukum” yang cukup benar. Artinya, untuk mendapatkan sesuatu yang berbeda, kamu harus melakukan hal tersebut dengan cara yang lain.

Untuk kasus kamu, dari 10 kali kamu mengirim aplikasi, kamu harus sudah belajar dari hal tersebut. Kebanyakan orang yang sukses, bukanlah orang yang tidak pernah gagal. Melainkan orang yang pernah gagal, dan kemudian belajar dari kegagalan tersebut. Bagi mereka, seperti pernah saya tuliskan, kegagalan adalah umpan balik. There is no failure, only feedback. Read the rest of this entry »

IPK Rendah Dapat Beasiswa – Mitos atau Fakta?

Catatan: Tentu saja saya tidak bermaksud mendorong mahasiswa yang sedang kuliah S1 sekarang untuk jadi santai dan tidak berusaha mendapatkan IPK setinggi-tingginya. Kesempatan mendapatkan beasiswa akan jauh lebih besar dengan IPK yang lebih dari rata-rata. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberi wawasan bagi rekan-rekan yang keburu sudah lulus S1 dengan IPK yang tidak terlalu tinggi tapi mempunyai keinginan kuat untuk mendapatkan beasiswa di luar negeri.

Sebuah email dikirim ke saya dari seorang member di milis beasiswa. Isi emailnya cukup panjang, walaupun inti pertanyaannya sederhana: “IPK di bawah 3.0 beneran bisa dapat beasiswa???”.

Hm… tentang IPK ini memang sering mengundang kontroversi. Di milis beasiswa sudah berulang kali member menanyakannya. Bahkan, karena sudah pernah ditanyakan dan didiskusikan sebelumnya, banyak email dengan pertanyaan sejenis terpaksa ditolak masuk ke milis beasiswa (maaf ya). Tapi bukan berarti pertanyaan tersebut berhenti. Malah akhirnya, pertanyaannya dilayangkan langsung ke email moderator. Dan mungkin sudah saatnya memang pertanyaan ini dijawab. Read the rest of this entry »

The Pursuit of Happyness

Book Cover - The Pursuit of Happyness by Chris Gardner

Yes, this is the title of the movie where Will Smith starred as Chris Gardner, a single father for a toddler who wanted to change his life. Using the words of ciedo (a blogger I found from bloghopping), Chris rolled back and forth on the earth just to pursue happyness (hence the title of his book).

I found the book in Aksara, during one of my drunk-on-books time at Citos. (I can spend hours in that bookstore just strolling from one book to another).

Chris wrote these interesting words (on page 6 of the book), which have been said many times by many different people, but still ring very true in essence:

“As long as I kept my mental focus on destinations that were ahead, destinations that I had the audacity to dream might hold a red Ferrari of my own, I protected myself from despair. The future was uncertain, absolutely, and there were many hurdles, twists, and turns to come, but as long as I kept moving forward, one foot in front of the other, the voices of fear and shame, the messages from those who wanted me to believe that I wasn’t good enough, would be stilled.

Go forward. That became my mantra.”

Sekali Lagi tentang Mindset

Tulisan saya bertajuk “Pentingnya Mindset dalam Mengejar Beasiswa” mendapatkan banyak tanggapan positif dari banyak orang. Salah satunya adalah tulisan Bapak Rahardjo Mustadjab di milis apakabar. Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua.

Bung Togap,

Di tengah sepinya tulisan positif bermanfaat, tulisan Anda benar baik dan otentik berangkat dari pengalaman dan pengamatan sendiri. Sebenarnya mindset positif sangat menentukan kemajuan hidup tiap orang. Untuk segala tujuan positif yang mau orang raih. Jadi istilah ‘beasiswa’ dapat diganti dengan ‘karir’, ’skala penjualan’, ‘panen raya’, ‘dagangan laris’, etc. bahkan ‘Indonesian Idol’. Read the rest of this entry »

Pentingnya Mindset Dalam Mengejar Beasiswa

Mindset: A fixed mental attitude or disposition that predetermines a person’s responses to and interpretations of situations. Answers.com

Perburuan saya mencari beasiswa dimulai setelah saya bekerja di sebuah perusahaan tambang asing di timur Indonesia. Saya ingat beasiswa pertama yang saya coba adalah beasiswa dari Australia, yaitu The Australian Development Program. Hanya bermodal keinginan kuat dan kepercayaan diri yang terlalu tinggi, saya mengirimkan lamaran saya tanpa dilengkapi beberapa dokumen yang diperlukan. Itu pengalaman pertama saya, dan hasilnya bisa diramalkan: gagal.

Percobaan kedua, beasiswa Chevening Award dari negara Inggris yang menjadi sasaran saya. Seingat saya, salah satu persyaratan beasiswa ini adalah menulis esai. Dokumen dokumen yang diperlukan sudah saya peroleh. Tetapi untuk urusan esai, wah, saya benar-benar cuek. Esainya saya tulis seadanya tanpa memperdulikan isi tulisan, struktur, dan lain-lain. Hasilnya lagi-lagi bisa diramalkan: gagal deuy! Read the rest of this entry »