<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Scholarship and Career Tips &#187; kiat</title>
	<atom:link href="http://milisbeasiswa.wordpress.com/category/kiat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com</link>
	<description>About scholarship, career and work life..</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Dec 2009 16:05:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='milisbeasiswa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d59965f55ab676d2d6028c2a25b345be?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Scholarship and Career Tips &#187; kiat</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://milisbeasiswa.wordpress.com/osd.xml" title="Scholarship and Career Tips" />
		<item>
		<title>Mewawancara Lagi..</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2009/12/15/mewawancara-lagi/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2009/12/15/mewawancara-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 13:28:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya kembali dapat kesempatan untuk mewawancara beberapa kandidat penerima beasiswa. Berbeda dengan wawancara sebelumnya, kali ini program beasiswa yang diberikan sifatnya non-degree. Artinya penerima beasiswa itu tidak akan mendapatkan gelar apa-apa setelah selesai mengikuti kuliah di negara tujuan beasiswa.
Tentunya tidak etis kalau saya bicara secara detail tentang program beasiswa itu dan penilaian saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=85&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari ini saya kembali dapat kesempatan untuk mewawancara beberapa kandidat penerima beasiswa. Berbeda dengan <a href="http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/08/18/mewawancara-kandidat-penerima-beasiswa/" target="_blank">wawancara sebelumnya</a>, kali ini program beasiswa yang diberikan sifatnya <em>non-degree</em>. Artinya penerima beasiswa itu tidak akan mendapatkan gelar apa-apa setelah selesai mengikuti kuliah di negara tujuan beasiswa.</p>
<p>Tentunya tidak etis kalau saya bicara secara detail tentang program beasiswa itu dan penilaian saya terhadap para kandidatnya. Tapi saya ingin membagikan observasi saya terhadap proses wawancara tadi. Moga-moga bisa memberikan masukan bagi rekan-rekan yang ingin mendapatkan beasiswa.</p>
<ol>
<li><strong>Senyum itu penting</strong>. Walaupun tegang, usahakan tersenyum. Bukan hanya Anda akan merasa lebih rileks, pewawancarapun juga merasa lebih <em>konek </em>dengan Anda. Ini tentunya bagus, karena suasana wawancara bisa lebih baik. Senyumnya tentunya jangan berlebihan, nggak perlu dipaksakan. Wajar-wajar saja. Pokoknya <em>keep smiling </em>dan <em>show your best</em>.</li>
<li><strong>Be confident</strong>. Ini membangun impresi yang baek buat Anda. Kalau ada percaya diri, pewawancarapun akan mempunyai kesan Anda orang yang matang dan bisa menangani masalah. Salah satu <em>concern</em> pewawancara beasiswa adalah apakah Anda bisa meng-<em>adjust </em>diri Anda dengan kehidupan yang berbeda di luar negeri. <em>Being</em><em> confident </em>memberikan kesan Anda akan dapat mengatasi masalah-masalah tersebut. Gimana caranya bisa <em>confident</em>? Satu hal yang penting: percayalah kalau Anda sudah diundang untuk wawancara, berarti yayasan pemberi beasiswa sudah melihat ada sesuatu dalam diri Anda yang mereka cari. Anda tinggal memberikan penjelasan yang lebih dalam tentang hal tersebut lewat proses wawancara.</li>
<li><strong>Be specific on your study objective</strong>. Kalau misalnya Anda pengen belajar <em>art </em>atau seni, Anda harus lebih spesifik lagi menunjukkan pada pewawancara <em>art </em>apa yang Anda pengen pelajari. Bahkan sebaiknya Anda bisa menunjukkan <em>subject</em> atau ilmu tertentu yang pengen Anda cari di negara tujuan Anda. Jangan waktu ditanya Anda megap-megap gak keruan karena Anda masih belum tau mau belajar apa. Ayo dong, tunjukin ke pewawancara itu kalau Anda memang sudah punya tujuan yang jelas buat belajar di sana.</li>
<li><strong>Planning planning planning!!!</strong> Banyak sudah website yang membahas tentang beasiswa. Demikian pula sudah banyak website yang membahas tentang wawancara. Website tentang pendidikan pun gak kalah banyaknya. Jadi seharusnya Anda gak bisa bilang Anda gak punya informasi tentang beasiswa, negara, ataupun program yang ingin Anda ikuti. Pokoke, persiapkan diri Anda sebaik mungkin dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya.  Buat saya pribadi, saya akan kasih nilai lebih buat kandidat yang terlihat lebih siap dibanding yang tidak.</li>
</ol>
<p>Begitu dulu buat hari ini deh. Anak saya udah mulai ngajak main dan sibuk gangguin saya.. hehe.. All the best untuk Anda pencari beasiswa!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=85&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2009/12/15/mewawancara-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Q&amp;A] Surat Rekomendasi Dari Dosen dan Atasan</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/30/qa-surat-rekomendasi-dari-dosen-dan-atasan/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/30/qa-surat-rekomendasi-dari-dosen-dan-atasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jun 2007 15:51:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>
		<category><![CDATA[recommendation letter]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/30/qa-surat-rekomendasi-dari-dosen-dan-atasan/</guid>
		<description><![CDATA[Di posting saya tentang menuliskan surat rekomendasi, Yenni memberikan pertanyaan berikut:
Dear Bang Togap,
Kalo waktu kuliah dulu, dosen2 ga begitu dekat dengan saya gimana? Jadi bagaimana saya bisa mendapatkan surat rekomendasinya? Apakah setiap atasan bisa memberikan surat rekomendasi yg baik (dlm hal bentuk dan struktur kata)?
Yenni punya dua pertanyaan. Saya akan jawab satu per satu:
1. Tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=38&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di posting saya tentang <a href="http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/23/tips-menuliskan-surat-rekomendasi-untuk-aplikasi-beasiswa/">menuliskan surat rekomendasi</a>, Yenni memberikan pertanyaan berikut:</p>
<p><em>Dear Bang Togap,<br />
Kalo waktu kuliah dulu, dosen2 ga begitu dekat dengan saya gimana? Jadi bagaimana saya bisa mendapatkan surat rekomendasinya? Apakah setiap atasan bisa memberikan surat rekomendasi yg baik (dlm hal bentuk dan struktur kata)?</em></p>
<p>Yenni punya dua pertanyaan. Saya akan jawab satu per satu:</p>
<p><strong>1. Tidak ada dosen yang dekat.</strong> Agak pelik juga permasalahan ini. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Pertama tama, coba cek benar-benar. Apakah memang benar tidak ada dosen yang dekat? OK, kalau jawabannya ya, coba pikirkan lagi. Apakah dosen wali atau dosen pembimbing TA kamu mungkin untuk dimintai surat rekomendasi? <span id="more-38"></span></p>
<p>Pengalaman saya sendiri, saya tidak punya dosen yang benar-benar dekat dengan saya. Lagipula, saya datang ke kampus sekitar tiga tahun setelah saya lulus. Hampir tidak ada dosen yang masih mengingat saya. Meskipun demikian, ada dua orang dosen yang saya mintai surat rekomendasi. Yang pertama adalah dosen yang menjadi pengasuh Studio Manajemen dimana saya menjadi asistennya. Tentu saja beliau masih ingat dengan saya dan bersedia memberikan surat rekomendasi yang saya perlukan.</p>
<p>Dosen kedua yang saya minta adalah seorang dosen yang hanya pernah mengajar saya sebentar, yaitu di semester pertama kuliah saya. Itu terjadinya sekitar 8 tahun sebelum saya meminta surat rekomendasi tersebut. Tentu saja, beliau tidak mengingat saya. Tapi saya nekad menemui beliau. Saya terangkan kenapa saya memilih beliau (karena Bapak tersebut meraih gelar doktornya dari Amerika Serikat, yaitu asal beasiswa Fulbright, yang mau saya ikuti.). Saya juga jelaskan bahwa surat rekomendasi ini sangat diperlukan bagi beasiswa yang mau saya ikuti. Dan, <em>fortunately</em>, beliau bersedia. Jadilah saya mendapatkan surat rekomendasi dari dua orang dosen, meskipun keduanya tidak punya hubungan dekat dengan saya.</p>
<p><strong>2. Apakah setiap atasan dapat memberi rekomendasi yang baik? </strong>Tentu saja tidak. Karena itu, saya sarankan, usahakan agar surat rekomendasi tersebut kamu yang tuliskan. Atasan yang kamu minta tinggal memberikan poin-poin yang ingin ditunjukkannya dalam surat rekomendasi dan kamulah yang bertanggung jawab untuk menuliskannya dengan baik. Tentu saja, di akhirnya, atasan kamu harus melihat tulisan tersebut dan menyetujuinya sebelum menandatanganinya.</p>
<p>Nah, dengan kedua saran di atas, semoga kamu bisa mendapatkan surat rekomendasi yang dapat membantu kamu mendapatkan beasiswa.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=38&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/30/qa-surat-rekomendasi-dari-dosen-dan-atasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Pentingnya Persiapan</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/28/tentang-pentingnya-persiapan/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/28/tentang-pentingnya-persiapan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 09:43:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/28/tentang-pentingnya-persiapan/</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman nyata para pemenang beasiswa yang ditulis di bagian komentar blog ini adalah informasi yang sangat-sangat berharga. Salah satunya yang sangat memberi inspirasi adalah komentar yang ditulis Meutia pada posting saya &#8220;Lakukan Segala Cara&#8230;&#8220;. Walaupun IPK pas-pasan, tapi dengan semangat, fokus dan berbagai persiapan yang dilakukannya, Meutia berhasil mendapatkan beasiswa ADS untuk studi S3 di Australia.  Baca tulisan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=35&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pengalaman nyata para pemenang beasiswa yang ditulis di bagian komentar blog ini adalah informasi yang sangat-sangat berharga. Salah satunya yang sangat memberi inspirasi adalah komentar yang ditulis Meutia pada posting saya &#8220;<a href="http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/26/lakukan-segala-cara-untuk-dapat-beasiswa/">Lakukan Segala Cara&#8230;</a>&#8220;. Walaupun IPK pas-pasan, tapi dengan semangat, fokus dan berbagai persiapan yang dilakukannya, Meutia berhasil mendapatkan beasiswa ADS untuk studi S3 di Australia.  Baca tulisan Meutia <a href="http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/26/lakukan-segala-cara-untuk-dapat-beasiswa/#comment-227">di sini</a>.</p>
<p>Meutia, Anda benar-benar layak mendapatkan beasiswa tersebut!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=35&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/28/tentang-pentingnya-persiapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lakukan &#8220;Segala Cara&#8221; untuk Dapat Beasiswa</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/26/lakukan-segala-cara-untuk-dapat-beasiswa/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/26/lakukan-segala-cara-untuk-dapat-beasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jun 2007 16:55:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/26/lakukan-segala-cara-untuk-dapat-beasiswa/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya menulis &#8220;segala cara&#8221;, benar-benar saya maksudkan semua cara yang mungkin kamu lakukan untuk mendapatkan beasiswa. Yang halal tentunya. Saya tertarik menulis tentang hal ini karena pengalaman beberapa orang dan saya sendiri ketika sedang berjuang untuk mengejar beasiswa. Beasiswanya sebenarnya tidak lari kemana mana, hanya memang rada susah ngedapetinnya. Jadi dikejarlah dengan cara-cara yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=34&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ketika saya menulis &#8220;segala cara&#8221;, benar-benar saya maksudkan semua cara yang mungkin kamu lakukan untuk mendapatkan beasiswa. Yang halal tentunya. Saya tertarik menulis tentang hal ini karena pengalaman beberapa orang dan saya sendiri ketika sedang berjuang untuk mengejar beasiswa. Beasiswanya sebenarnya tidak lari kemana mana, hanya memang rada susah ngedapetinnya. Jadi dikejarlah dengan cara-cara yang tidak biasa.<span id="more-34"></span></p>
<p><strong>Segala Cara #1: Pindah Kerja ke LSM</strong></p>
<p>Ekstrim juga memang. Tapi kisah <em>member</em> milis beasiswa ini cukup menarik buat disimak. Nita, sebut saja begitu namanya, sudah keempat kalinya mencoba mendapatkan beasiswa. Rasanya tidak ada yang kurang. Esai sudah dikerjakan dengan baik. IPK lumayan OK. Karirnya pun nggak jelek sebagai akuntan di sebuah <em>multinational company </em>yang cukup terkenal. Ini semuakan<em> something </em>yang bisa menolong memuluskan aplikasi beasiswa? Kok nggak dapat-dapat ya?</p>
<p>Tanya sana tanya sini, akhirnya Nita sampai pada satu kesimpulan: tempat kerjanyalah yang menjadi masalah. Dari hitung-hitungan Nita, dia melihat bahwa peluang menjadi beasiswa-wati bisa lebih besar kalau Nita bekerja di LSM. (Saya sih nggak setuju).</p>
<p>Jadi pindahlah Nita meninggalkan pekerjaan bagusnya di MNC untuk bekerja di LSM. Dia tetap bekerja sebagai akuntan. Tapi intinya, Nita bekerja di LSM buat mendapatkan beasiswa yang dia inginkan.</p>
<p>Dan jadilah. Nita mendapatkan beasiswa tersebut tahun ini. Sukses buat &#8220;Nita&#8221; dan <em>thanks </em>buat <em>sharing</em>-nya lewat <em>yahoo messenger </em>ke saya. (Kalau pengen kenalan dan memberi sumbangan, nick YM saya: togap_siagian).</p>
<p><strong>Segala Cara #2: Pindah ke Daerah yang Terkena Bencana<br />
</strong></p>
<p>Seorang teman yang saya kenal sewaktu bekerja di perusahaan tambang &#8220;kecil&#8221; yang terkenal di dunia pindah kerja ke Aceh untuk mendapatkan beasiswa. Terus terang saya kurang tahu hasilnya karena setelah kepindahannya kami tidak pernah berhubungan lagi.</p>
<p>Catatan: Saya rasa peluang mendapatkan beasiswa menjadi lebih besar kalau Anda menjadi relawan di daerah itu. Tapi jangan salahkan saya kalau Anda tetap tidak dapat beasiswa setelah pindah ke daerah bencana. Mungkin Anda perlu membaca buku tulisan saya dan Ibu Pangesti Wiedarti berjudul &#8220;<a href="http://www.milisbeasiswa.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=116&amp;Itemid=8" title="Beli buku " target="_blank">Kiat Memenangkan Beasiswa</a>&#8220;. (Benar, ini memang promosi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .. )</p>
<p><em>For you my friend, all the best!</em></p>
<p><strong>Segala Cara #3: Tinggal di Indonesia Timur</strong></p>
<p>Kalau ini adalah pengalaman saya pribadi. Saat mendapatkan beasiswa Fulbright di tahun 2000, status saya adalah karyawan di salah satu perusahaan di Indonesia Timur. Tentu saja saya memanfaatkan kondisi saya sebagai &#8220;tinggal di Indonesia Timur&#8221;. Secara <em>de facto</em> dan <em>de jure</em>, memang begitulah kondisi saya saat itu. <em>De facto </em>saya hanya tinggal di pulau Jawa selama sekitar 40 hari dari 365 hari dalam setahun. Secara <em>de jure</em>, KTP dan alamat yang saya gunakan adalah dari Indonesia bagian timur. Walau ada resiko terlambat, saya bahkan menggunakan alamat di Indonesia Timur untuk keperluan surat menyurat. Persaingan yang saya hadapi pun jadinya adalah di kategori Indonesia Timur. Salah atau tidak? <em>I don&#8217;t know</em>. Yang pasti, ada beberapa orang yang saya kenal sukses menggaet beasiswa dengan cara ini.</p>
<p>Buat Anda yang saat ini tinggal di Indonesia bagian timur, pergunakanlah kondisi ini dengan semaksimal mungkin. Tinggal di Indonesia bagian timur memang punya tantangan tersendiri. Tapi akan terasa indahnya saat beasiswa Anda raih.</p>
<p><strong>Segala Cara #4: Berinovasi Saat Wawancara</strong></p>
<p>Seorang teman yang sudah lulus S2 di Indonesia ingin mendapatkan beasiswa ADS. Tentu saja, beasiswa yang diincarnya adalah beasiswa untuk kuliah S2 lagi. Anda tidak salah baca: <u>beasiswa S2 lagi</u>. (Banyak yang bilang ini tidak mungkin, tapi kenyataannya terjadi. <em>That&#8217;s why </em>saya suka bilang: coba aja, siapa tahu berhasil).</p>
<p>Nah, yang menarik adalah saat teman saya ini, sebut saja Andi, diwawancara. Terus terang saja, saat wawancara biasanya saya tidak membawa bahan apa-apa. Saya muncul dengan diri saya sendiri tanpa &#8220;merasa&#8221; perlu membawa sesuatu yang bisa menguatkan argumentasi saya. Tapi Andi berbeda. Dia kreatif sekali.</p>
<p>Saat Andi ditanya alasannya memilih jurusan yang akan dijalaninya, untuk menguatkan maksudnya, dia menunjukkan foto yang sudah disiapkannya. Tentu saja, pertanyaan seperti itu sudah diantisipasi. Tapi biasanya, orang hanya menjawab tanpa menggunakan alat lain. Sedangkan teman saya ini telah menyiapkan foto tersebut buat jadi alat untuk membantunya. Fotonya sederhana saja. Cuma menunjukkan dia dan beberapa orang lain berpose bersama seorang menteri dalam seminar yang berhubungan dengan jurusan yang diincarnya.</p>
<p>Teman saya berhasil. Saya yakin itu bukan karena foto yang ditunjukkannya. Tapi tentu saja foto tersebut dan kesiapannya memberikan kesan yang baik bagi para pewawancara.</p>
<p>Saya jadi ingat ketika suatu waktu saya mewawancarai seorang kandidat untuk satu posisi di kantor saya. Kandidat ini datang membawa sebuah map plastik yang berisi berbagai dokumen. Pertanyaan-pertanyaan saya kelihatannya sudah diantisipasi dengan baik dan dia mendukung jawaban-jawabannya dengan berbagai dokumen yang disiapkannya. Wah, kagum juga saya dengan usaha dan persiapannya. <em>Needless to say, that guy got the job</em>.</p>
<p>Apakah bisa Anda aplikasikan? Seperti iklan di tivi: <em>maybe yes, maybe no</em>.</p>
<p><strong>Segala Cara #5: Berbuat Baik pada Semua Orang</strong></p>
<p>Di sini saya kutip satu cerita yang cukup berharga tentang bagaimana seseorang memperbesar kemungkinan dirinya mendapatkan beasiswa tanpa disengaja. Cerita ini berhubungan dengan beasiswa, jadi saya rasa cukup relevan buat saya tampilkan di sini. Sengaja saya kopi dalam bahasa aslinya.</p>
<blockquote><p>The sweet lesson learned by a former student of mine, Canadian Rhodes Scholar Charles Galunic, is a case in point. Charlie is now a management professor at INSEAD business school in France and is one of the most thoughtful people I&#8217;ve ever met. Charlie told me a lovely story about something that happened at a cold and crowded train station in Kingston, Ontario, when he was traveling to Toronto for his Rhodes Scholarship interviews. He was sitting and waiting for the train when he noticed an older couple who were standing and waiting. Charlie being Charlie, he immediately offered the two his seat, which they were happy to take. The next day, Charlie met the couple at a reception in Toronto for the scholarship finalists, and it turned out that the husband was a member of the selection committee. Charlie isn&#8217;t sure if this small decency helped him win the prestigious scholarship- but I like to think that it did.</p></blockquote>
<p>Dikutip dari <a href="http://www.hachettebookgroupusa.com/books/92/0446526568/chapter_excerpt24203.html" target="_blank">link ini</a>.</p>
<p>Buat saya, mendapatkan beasiswa adalah suatu perjuangan. Artinya ada pengorbanan yang harus dilakukan. Pengorbanan dalam hal waktu, uang, tenaga, harga diri, dan lain-lain. Tapi semuanya akan terasa indah buat dikenang saat apa yang kita perjuangkan berhasil. <em>Keep the spirit alive</em>!</p>
<p><em>Seperti biasa, saya mengundang rekan-rekan yang punya pengalaman menarik tentang mendapatkan beasiswa dengan cara yang tidak biasa untuk menuliskannya di bagian komentar di bawah. Pengalaman Anda pasti akan menjadi masukan berharga buat pembaca blog ini. </em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=34&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/26/lakukan-segala-cara-untuk-dapat-beasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IPK Rendah Dapat Beasiswa &#8211; Mitos atau Fakta?</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/15/ipk-rendah-dapat-beasiswa-mitos-atau-fakta/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/15/ipk-rendah-dapat-beasiswa-mitos-atau-fakta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jun 2007 18:32:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/15/ipk-rendah-dapat-beasiswa-mitos-atau-fakta/</guid>
		<description><![CDATA[Catatan: Tentu saja saya tidak bermaksud mendorong mahasiswa yang sedang kuliah S1 sekarang untuk jadi santai dan tidak berusaha mendapatkan IPK setinggi-tingginya. Kesempatan mendapatkan beasiswa akan jauh lebih besar dengan IPK yang lebih dari rata-rata. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberi wawasan bagi rekan-rekan yang keburu sudah lulus S1 dengan IPK yang tidak terlalu tinggi tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=30&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Catatan: </strong><em>Tentu saja saya tidak bermaksud mendorong mahasiswa yang sedang kuliah S1 sekarang untuk jadi santai dan tidak berusaha mendapatkan IPK setinggi-tingginya. Kesempatan mendapatkan beasiswa akan jauh lebih besar dengan IPK yang lebih dari rata-rata. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberi wawasan bagi rekan-rekan yang keburu sudah lulus S1 dengan IPK yang tidak terlalu tinggi tapi mempunyai keinginan kuat untuk mendapatkan beasiswa di luar negeri.</em></p>
<p>Sebuah email dikirim ke saya dari seorang member di milis beasiswa. Isi emailnya cukup panjang, walaupun inti pertanyaannya sederhana: &#8220;IPK di bawah 3.0 beneran bisa dapat beasiswa???&#8221;.</p>
<p>Hm&#8230; tentang IPK ini memang sering mengundang kontroversi. Di milis beasiswa sudah berulang kali member menanyakannya. Bahkan, karena sudah pernah ditanyakan dan didiskusikan sebelumnya, banyak email dengan pertanyaan sejenis terpaksa ditolak masuk ke milis beasiswa (maaf ya). Tapi bukan berarti pertanyaan tersebut berhenti. Malah akhirnya, pertanyaannya dilayangkan langsung ke email moderator. Dan mungkin sudah saatnya memang pertanyaan ini dijawab.<span id="more-30"></span></p>
<p>Baiklah.. Kalau ditanyakan apakah saya sudah pernah secara persis mengenal seseorang yang mendapatkan beasiswa walaupun IPK nya kecil (di bawah 3.00), jawab saya: tidak pernah. Tapi, kalau ditanyakan, apakah IPK kecil bisa dapat beasiswa, jawabannya: ya, bisa.</p>
<p>Wah, yang bener aja??&#8230; Mungkin begitu pikiran yang muncul di benak pembaca.. <em>Come on </em>men&#8230; Mana mungkin ini terjadi?</p>
<p>Tapi begitulah kenyataannya. Berbagai email di milis beasiswa sudah  menunjukkan hal itu. Coba dengar apa kata Nurul Widyaningrum:</p>
<blockquote><p>&#8220;Pengalaman saya (dan juga kakak saya sendiri), IPK kami di bawah persyaratan adminsitrasi tapi kami masih bisa dapat beasiswa keluar&#8221;.</p></blockquote>
<p>Sekali lagi: &#8220;IPK <strong>Nurul dan kakaknya </strong>di bawah persyaratan tapi dapat beasiswa&#8221;&#8230; Bukan hanya Nurul, bahkan kakaknya, bisa dapat beasiswa dengan IPK rendah. Baca tulisan Nurul selengkapnya <a href="http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/message/18704" title="Pengalaman Nurul Widianingrum mendapat beasiswa dengan IPK rendah" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p>Yang juga menarik adalah cerita dari Susi:</p>
<blockquote><p>&#8220;Kegagalan demi kegagalan mewarnai kehidupan saya. Jangankan untuk sekolah ke luar negeri, untuk bisa diterima di universitas terbaik di pulau Jawa saja, saya kurang berhasil. Dulu untuk masuk perguruan tinggi negeri, kami diwajibkan mengikuti UMPTN. Orang tua saya bilang jika tidak diterima di negeri tidak ada biaya, dari 3 kesempatan mengikuti UMPTN, semuanya berakhir diterima di perguruan tinggi negeri di provinsi tempat saya tinggal.</p>
<p>Akhirnya saya mencoba menekuni bidang yang saya sendiri saat itu tidak jelas. Sangat berat mengikuti perkuliahan dengan sistem pendidikan di Indonesia yang saya rasa sebagian kurang kondusif. Dengan alasan ekonomi dan nilai IPK yang rendah (cuma 2 koma), saya hanya bisa menamatkan Diploma 3 di Fakultas Teknik. &#8220;</p></blockquote>
<p>Apa yang terjadi dengan Susi sekarang?</p>
<blockquote><p>Agustus 2004, saya berangkat sekolah di AS dan tahun lalu menyelesaikan master saya dengan GPA yang hampir 4.0. Bahkan awal tahun ini saya bisa melanjutkan S3 dengan tuition dibiayai oleh doctoral fund dan research di universitas yang sama di AS.</p></blockquote>
<p>Saya sungguh-sungguh terharu membaca kisah Susi. Susi punya segala alasan untuk menyerah dan mengatakan: &#8220;Yah, memang wajar saya nggak bisa dapat beasiswa&#8221;. Sekolah di universitas biasa, D3 lagi, bahkan jurusan Teknik (yang menurut sebagian orang susah dapat beasiswa) ditambah IPK yang pas &#8211; pasan. Tapi kenyataannya, Susi tidak mau menyerah atas realita yang dirasakannya saat itu. Baca selanjutnya <a href="http://beasiswaindonesia.blogspot.com/2007/06/susi-be-passion-patient-and-persistent.html">pengalaman Susi di sini</a>.</p>
<p>Buat saya, ini menunjukkan jalan menuju beasiswa untuk rekan-rekan yang mempunyai IPK rendah masih terbuka. Mungkin tidak selebar jalan bagi mereka yang memiliki IPK tinggi, tapi tetap saja jalan tersebut ada.</p>
<p>Jadi, OK, moga-moga  Anda sekarang sepakat dengan saya bahwa dengan IPK di bawah 3,00, Anda masih bisa dapat beasiswa. Kalau begitu, kalau kita sudah sepakat, sekarang tentunya perlu dipikirkan strateginya untuk memenangkan beasiswa buat Anda pemilik IPK rendah.</p>
<p>Begini menurut saya (kalau kamu ada tambahan, silahkan tambahkan di bagian komentar di bawah):</p>
<ol>
<li>Percayalah bahwa kalau sesuatu dapat dilakukan oleh orang lain, sebagai manusia yang juga sempurna dan tidak kekurangan sesuatu apapun, kamu juga dapat melakukan hal tersebut. Jadi, kalau ada orang lain yang bisa mendapatkan beasiswa dengan IPK kurang dari persyaratan, kamu pun bisa melakukannya.</li>
<li>Ingat selalu, kesempatan buat beasiswa<em> bukan hanya </em>datang dari lembaga-lembaga seperti AMINEF (Fulbright), ADS, NESO (Stuned), dll. Ada berbagai cara lain untuk mendapatkan beasiswa. Susi tidak mendapatkan beasiswa dari salah satu lembaga yang saya sebutkan sebelumnya. Jadi <em>keep your mind and heart open</em>.</li>
<li>Kalau IPK kamu rendah, kamu perlu menunjukkan kelebihan di bidang lain. Mendapatkan hasil tes TOEFL, GMAT, atau GRE yang jauh lebih tinggi dari rata-rata bisa menolong. Menunjukkan prestasi lain, seperti tulisan, hasil karya, etc., di tingkat nasional maupun internasional juga pasti membantu. Saya jadi ingat, seorang teman menulis begini di esainya:<br />
<blockquote><p>&#8220;Ya memang benar IPK S1 saya tidak terlalu bagus. Ini terjadi karena saat kuliah S1 saya tidak terlalu serius. Tapi setelah bekerja, saya memfokuskan diri saya untuk mempelajari tentang satu kontrak penting. Saya menjadi ahli terbaik di bidang tersebut, dan akhirnya karir saya berkembang.&#8221;</p></blockquote>
<p>Teman saya itu berhasil menyelesaikan S2 nya di salah satu universitas di Belanda dengan beasiswa!</li>
<li>Cari kenalan profesor di universitas yang dituju yang bisa membantu kamu. Saya akan menuliskan tentang cara berkenalan dengan profesor di universitas di luar negeri di lain kesempatan. Tapi cara yang paling mudah tentunya lewat Internet. Gunakan sebanyak mungkin Internet untuk mencari profesor yang mungkin bisa membantu kamu.</li>
<li>Di <em>motivation statement </em>berikan alasan yang kuat yang membuat kamu tidak berhasil mendapatkan IPK tinggi. Ini adalah saran yang diberikan Roby J. (salah seorang moderator milis beasiswa, kuliah di US). Nyatakan dengan baik alasan tersebut. Tentunya alasan-alasan <em>katro </em>seperti: dosen saya parah, kampus saya memang begitu, dan segudang alasan lemah lainnya tidak bisa diterima. Alasan yang kuat seperti: saya kehilangan salah satu orang tua saya atau saya harus membantu orang tua mencari nafkah, tentunya akan memberi nilai lebih.</li>
</ol>
<p>So, kesimpulannya, dengan berbagai strategi, seseorang dapat memenangkan beasiswa walaupun memiliki IPK yang rendah. Sekarang tergantung Anda, mau atau tidak?</p>
<p><em>Saya ingin mendengar pendapat kamu tentang ini, terutama jika kamu pernah memenangkan beasiswa walapun IPK S1 rendah. Tuliskan komentar kamu di bawah.</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=30&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/15/ipk-rendah-dapat-beasiswa-mitos-atau-fakta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lima Langkah Dasar Mencari Beasiswa</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/13/lima-langkah-dasar-mendaftar-beasiswa/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/13/lima-langkah-dasar-mendaftar-beasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 17:42:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/13/lima-langkah-dasar-mendaftar-beasiswa/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak dari awal berdirinya mailing list beasiswa di tahun 2000, ratusan bahkan mungkin ribuan informasi beasiswa telah dibagikan bagi membernya. Kebanyakan informasi tersebut berupa peluang beasiswa yang dapat diperebutkan di manca negara. Tapi tidak kurang pula tips-tips praktis untuk memenangkan beasiswa.
Anehnya, masih banyak pertanyaan yang dilayangkan ke milis beasiswa tentang langkah-langkah dasar untuk mendapatkan beasiswa. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=29&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sejak dari awal berdirinya <a href="http://www.yahoogroups.com/group/beasiswa"><em>mailing list </em>beasiswa</a> di tahun 2000, ratusan bahkan mungkin ribuan informasi beasiswa telah dibagikan bagi <em>member</em>nya. Kebanyakan informasi tersebut berupa peluang beasiswa yang dapat diperebutkan di manca negara. Tapi tidak kurang pula tips-tips praktis untuk memenangkan beasiswa.</p>
<p>Anehnya, masih banyak pertanyaan yang dilayangkan ke milis beasiswa tentang langkah-langkah dasar untuk mendapatkan beasiswa. Kelihatannya, masih banyak orang yang bingung tentang cara memulai proses mendapatkan satu beasiswa tertentu. Karena itu, saya coba tuliskan langkah-langkah dasar mendaftar beasiswa di <em>blog </em>ini.<span id="more-29"></span></p>
<p><strong>1. Membuat Kriteria </strong></p>
<p>Hampir sama seperti mencari pacar, perburuan beasiswa kamu perlu dimulai dengan menetapkan kriteria beasiswa yang ingin diikuti. Nah, menetapkan kriteria ini tentunya didasari oleh kebutuhan spesifik kamu. Kriteria ini perlu kamu jabarkan sendiri.  Jadi tanyakan pada diri kamu: &#8220;Beasiswa seperti apa yang ingin saya ikuti?&#8221;.  Jawabannya bisa bermacam-macam, dan tidak perlu sama dengan kriteria yang dibuat oleh orang lain.</p>
<p>Beberapa kriterianya sudah saya coba daftarkan di bawah. Kamu bisa menambahkan sendiri yang relevan buat kamu. Atau kalau mau, kamu bisa mengurangi. Contoh, kalau buat kamu negara tempat studi tidak penting, artinya kamu mau kuliah di mana saja, kriteria lokasi bisa kamu abaikan atau dihapus.</p>
<p>Berikut contoh kriteria yang bisa kamu buat:</p>
<ul>
<li>Level pendidikan: Master (S2)</li>
<li>Bidang studi: lingkungan (<em>environmental</em>), biologi, manajemen, atau ekonomi.</li>
<li>Lokasi studi: Target utama di Eropa, Amerika Serikat atau Jepang. Negara-negara lain, seperti Singapura, China, Canada, dan lain-lain akan saya pertimbangkan, tapi tidak menjadi sasaran utama.</li>
<li>Jumlah beasiswa yang diberikan: setidaknya cukup untuk membayar biaya kuliah (<em>tuition and fees</em>).</li>
<li>Ikatan dinas: tidak tertarik untuk mendapatkan beasiswa yang ada ikatan dinasnya.</li>
<li>Tambahkan kriteria lain yang kamu rasa perlu.</li>
</ul>
<p><strong>2. Menentukan Fokus</strong></p>
<p>Dengan adanya kriteria di atas, kamu telah mempersempit pilihan kamu. Tentu saja ini bisa berakibat kamu tidak mengetahui adanya beasiswa yang lain di luar kriteria yang sudah kamu buat. Tapi di sisi lain, ini menolong kamu untuk fokus atas beasiswa-beasiswa yang sesuai dengan keinginan kamu.</p>
<p>Untuk kriteria yang dibuat di atas, pilihannya tentu saja jelas. Kamu ingin kuliah di negara Eropa dengan bidang studi yang telah kamu pertimbangkan di atas. Fokusnya sekarang menjadi jelas. Kamu tidak perlu, untuk sementara ini, mencari informasi beasiswa dari negara Singapura, walaupun mungkin beasiswa untuk studi manajemen tersedia. Karena kamu telah menetapkan kamu tidak ingin kuliah di Singapura, kamu bisa fokus untuk mencari peluang beasiswa di negara-negara yang telah kamu tetapkan tersebut.</p>
<p><strong>3. Mencari Informasi Beasiswa yang Relevan</strong></p>
<p>Untuk mencari informasi beasiswa yang sesuai dengan fokus kamu di atas, ada dua cara:</p>
<ul>
<li><strong>Mengunjungi website kumpulan informasi beasiswa. </strong>Di dunia maya, sudah banyak sekali <em>website </em>yang dibuat untuk mengumpulkan informasi beasiswa, baik untuk dalam negeri, maupun internasional. Website milis beasiswa yang beralamat di <a href="http://www.milisbeasiswa.com">www.milisbeasiswa.com </a>adalah salah satunya. Mulai dari informasi beasiswa <em>non-degree </em>(seperti kompetisi esai, <em>travel grant</em>, dll) hingga informasi beasiswa S1, S2 dan S3 tersedia di sini tanpa dibatasi.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Berlangganan informasi beasiswa</strong> <strong>lewat email</strong>. Contohnya adalah <a href="http://www.yahoogroups.com/group/beasiswa">milis beasiswa </a>dan <a href="http://www.yahoogroups.com/group/beasiswaku" target="_blank"><em>newsletter </em>beasiswaku</a>. Perbedaan keduanya ada pada bentuk interaksinya. Milis beasiswa adalah forum diskusi dimana semua <em>member </em>dapat mengirimkan informasi dan / atau pertanyaan ke alamat milis tersebut. Moderator bertugas untuk menyaring email-email yang masuk sehingga hanya email-email yang relevan dan mempunyai nilai berita yang dibiarkan sampai ke <em>mailbox </em>para anggotanya. Newsletter beasiswa bersifat satu arah. Ini artinya seluruh informasi beasiswa yang ada di newsletter tersebut dikirimkan oleh moderator. Member tidak dapat mengirimkan pertanyaannya ke newsletter tersebut. Kedua format ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berbeda. Contoh: karena jumlah anggota milis beasiswa sudah sangat besar, jumlah email yang dikirim <em>via </em>milis beasiswa pun sudah cukup tinggi. Ada pelanggan yang tidak mau kebanjiran email di <em>mailbox </em>nya dan hanya menginginkan informasi yang relevan. Untuk pelanggan tipe ini, newsletter adalah format yang terbaik. Tetapi bagi pelanggan yang mau berdiskusi dengan orang-orang yang telah mendapatkan beasiswa sebelumnya, mungkin format milis adalah yang terbarik. Sesuasikan format yang kamu pilih dengan kebutuhan kamu.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Mencari lewat situs pencari (<em>search engine</em>)</strong>. Dibandingkan dengan dua cara yang disebutkan sebelumnya, cara inilah yang paling aktif. Artinya, kamu melakukan sedikit lebih banyak usaha, seperti menentukan kata-kata kunci (keywords) yang ingin kamu cari, memilah-milah hasil pencarian yang sesuai, dan membaca informasi tersebut. Situs pencarian favorit saya adalah Google. Untuk mencari beasiswa tentang lingkungan di Amerika Serikat misalnya, saya akan menuliskan keywords berikut: &#8220;environmental&#8221; &#8220;scholarship&#8221; &#8220;united states&#8221;.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Membaca informasi di media cetak. </strong>Informasi beasiswa yang muncul di media cetak sifatnya tidak tentu. Kamu tidak bisa memastikan kapan informasi beasiswa tersebut muncul dan di media mana dia akan muncul. Karena itu, sifat pencarian beasiswa lewat media cetak ini pasif. Tentu saja kamu perlu aktif mencari beasiswa yang kamu inginkan, karena itu jangan terlalu bergantung pada media cetak.</li>
</ul>
<p><strong>4. Pilih Beasiswa yang Paling Sesuai</strong></p>
<p>Semua informasi beasiswa yang kamu kumpulkan itu, tentu saja masing-masing mempunyai persyaratannya sendiri-sendiri. Ada beasiswa yang mewajibkan kamu kembali ke negara asal kamu misalnya, tetapi beasiswa lain mungkin tidak mewajibkan hal itu. Ada beasiswa yang hanya diberikan untuk bidang studi sosial, tapi beasiswa lain mungkin bisa digunakan untuk bidang studi yang lebih umum. Ada beasiswa yang mewajibkan kamu untuk mendapatkan surat penerimaan (<em>acceptance letter</em>) terlebih dahulu, tapi ada juga beasiswa lain yang tidak mensyaratkan hal tersebut. Pilihlah beasiswa yang sesuai dengan keinginan kamu.</p>
<p><strong>Penting:</strong> kamu perlu membaca persyaratan suatu beasiswa dengan benar dan pastikan kamu mengerti persyaratan yang dibutuhkan.</p>
<p><strong>5. Persiapkan Syarat-Syarat yang Dibutuhkan</strong></p>
<p>Berbagai persyaratan yang mungkin diminta adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Hasil test TOEFL / IELTS</li>
<li>Hasil test GMAT / GRE</li>
<li>Pengalaman kerja</li>
<li>Surat rekomendasi dari dosen di pendidikan kamu terdahulu atau atasan kamu di tempat kerja</li>
<li><em>Acceptance letter </em>dari universitas yang kamu tuju</li>
<li>Surat rekomendasi dari dosen di universitas yang akan menerima kamu</li>
<li>Esai (<em>statement of purpose,</em> <em>motivation statement</em>)</li>
<li>dan lain-lain&#8230;</li>
</ul>
<p>Pastikan semua persyaratan tersebut kamu penuhi tanpa ada yang tidak. Ingatlah bahwa persaingan untuk mendapatkan beasiswa cukup tinggi. Agar tingkat kemungkinan kamu diterima semakin tinggi, tentu saja kamu harus memastikan semua persyaratan dipenuhi dengan baik. &#8220;Dengan baik&#8221; di sini artinya dikerjakan dengan sempurna. Contohnya, untuk menulis esai <em>statement of purpose</em>, kamu harus mengikuti beberapa kaidah tertentu. Kaidah-kaidah dan langkah-langkah penulisan esai yang baik itu dapat dibaca di buku &#8220;Kiat Memenangkan Beasiswa&#8221; (<a href="http://www.milisbeasiswa.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=116&amp;Itemid=8">klik di sini</a>).</p>
<p>Kelima langkah dasar beasiswa <em>a la </em>Togap Siagian ini hanyalah langkah-langkah awal yang perlu kamu lakukan untuk memulai proses pencarian beasiswa kamu. Dengan langkah-langkah yang disebutkan di sini, proses pencarian beasiswa kamu akan dapat kamu lakukan dengan lebih baik.</p>
<p>Jika kamu punya pertanyaan atau komentar, silahkan tinggalkan di kolom komentar di bawah.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=29&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/13/lima-langkah-dasar-mendaftar-beasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Wawancara Beasiswa Chevening (Inggris)</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/10/pengalaman-wawancara-beasiswa-chevening-inggris/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/10/pengalaman-wawancara-beasiswa-chevening-inggris/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jun 2007 04:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/10/pengalaman-wawancara-beasiswa-chevening-inggris/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti janji saya sebelumnya, saya akan menampilkan pengalaman beberapa orang tentang wawancara beasiswa (lihat beberapa posting sebelumnya). Kali ini saya tampilkan pengalaman Erny Murniasih, seorang pemenang beasiswa Chevening, dalam menghadapi wawancara. Semoga menjadi masukan yang berguna buat yang sedang mengejar beasiswa ini.
 Kebetulan saat ini saya dapat beasiswa Chevening dan sekarang sedang studi di Birmingham. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=25&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seperti janji saya sebelumnya, saya akan menampilkan pengalaman beberapa orang tentang wawancara beasiswa (lihat beberapa posting sebelumnya). Kali ini saya tampilkan<a href="http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/message/17153"> pengalaman Erny Murniasih</a>, seorang pemenang beasiswa Chevening, dalam menghadapi wawancara. Semoga menjadi masukan yang berguna buat yang sedang mengejar beasiswa ini.</p>
<blockquote><p> Kebetulan saat ini saya dapat beasiswa Chevening dan sekarang sedang studi di Birmingham. Kebetulan sekali baru pertama kali apply chevening dan langsung lolos. Berdasarkan pengalaman saya waktu apply Chevening, pada waktu wawancara kita harus bisa &#8216;menjual&#8217; diri. Kita harus bisa meyakinkan para pemberi beasiswa kalo kita memang benar2 berkompeten dan mereka akan rugi kalo ngga memilih kita. Intinya, saya mah sangat <em>confident </em>dan benar2 meyakinkan mereka untuk memilih saya.</p>
<p>Tips yang mungkin bisa diterapkan:<span id="more-25"></span></p>
<ol>
<li> Visi dan misi kita untuk mendapatkan beasiswa harus jelas dan terstruktur sehingga waktu interview mereka akan melihat kalo kita <em>well-prepared</em>.</li>
<li><em>Searching </em>tentang bidang studi yang kita minati plus universitasnya. Bahkan kalo perlu cari sampai kita mendapatkan kurikulum dari bidang studi yang akan kita ambil. Waktu saya <em>interview </em>Chevening, saya sudah siap dengan University yang akan saya pilih sampai ke kurikulumnya.</li>
<li> Jangan lupa ceritakan tentang kontribusi dan <em>achievement</em> yang pernah diperoleh <em>based on</em> pengalaman kita (di pekerjaan, misalnya). Dari situ kita bisa memberikan persepsi ke mereka kalo kita memiliki kompetensi secara profesionalisme. Dan kalo mereka ngga milih kita, mereka akan rugi.</li>
<li><em>But most of all</em>.. doa dan restu dari orang tua juga faktor yang memberikan kemudahan bagi kita untuk mendapatkan apa yang kita cita2kan..</li>
</ol>
<p>Well, mungkin <em>simple</em> yach.. tapi saya sudah mencoba<em> step</em>2 itu.. Alhamdulillah saya bisa dapatkan beasiswa Chevening ini. Semoga teman-teman lain yang sedang berusaha <em>apply </em>beasiswa jadi tambah bersemangat yach..</p>
<p>Jangan pernah menyerah.. &#8216;<em>whenever there&#8217;s a will, there&#8217;s a way</em>&#8216;..</p>
<p>Cheers<br />
Neny</p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=25&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/10/pengalaman-wawancara-beasiswa-chevening-inggris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat &#8211; Kiat Mengejar Beasiswa</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/10/kiat-kiat-mengejar-beasiswa/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/10/kiat-kiat-mengejar-beasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jun 2007 03:41:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/10/kiat-kiat-mengejar-beasiswa/</guid>
		<description><![CDATA[Kiat mendapatkan beasiswa di bawah dituliskan oleh Anggiet Ariefianto  di milis beasiswa. Tips ini tentu saja didasarkan pada pengalaman pribadi penulisnya dalam mengejar beasiswa. Ternyata, mengejar beasiswa nggak sesulit yang dibayangkan kok!
 Dear all,
Saya ingin menyambung masukan dari Togap dan Susi soal mencari beasiswa. Kebetulan saya kenal Susi karena kita berdua terpilih untuk beasiswa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=24&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kiat mendapatkan beasiswa di bawah dituliskan oleh <a href="http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/message/22718">Anggiet Ariefianto  di milis beasiswa</a>. Tips ini tentu saja didasarkan pada pengalaman pribadi penulisnya dalam mengejar beasiswa. Ternyata, mengejar beasiswa nggak sesulit yang dibayangkan kok!</p>
<blockquote><p> Dear all,<br />
Saya ingin menyambung masukan dari Togap dan <a href="http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/message/22712" title="Be Passion, Patient, and Persistent">Susi soal mencari beasiswa</a>. Kebetulan saya kenal Susi karena kita berdua terpilih untuk beasiswa IATSS forum di Jepang tapi saya mengundurkan diri karena mendapat beasiswa NOHA ke Belanda dan Irlandia. Ada beberapa hal yang menurut saya harus diperhatikan dalam mencari beasiswa.<span id="more-24"></span></p>
<p><strong>1. Cari info sebanyak-banyaknya<br />
</strong> Karena rotasi beasiswa itu hanya setahun sekali, setiap beasiswa harus dipersiapkan dengan matang. Baca detail persyaratannya apakah kita memenuhi syarat, pikirkan cocok tidak dengan latar belakang pendidikan dan bidang yang kita tuju karena banyak beasiswa spesifik, harus ambil bidang tertentu.</p>
<p>Minta petunjuk orang yang pernah mendapat beasiswa itu. Saya banyak terbantu waktu mendaftar Ausaid, yang merupakan beasiswa internasional yang saya terima pertama kali, karena kebetulan kedua kakak saya pernah dapat, jadi banyak dapat &#8216;bocoran&#8217; mengenai cara mengisi form, menjalin hubungan dengan uni, IELTS, pertanyaan saat wawancara dst. selidiki kebiasaan dan budaya pemberi beasiswa.</p>
<p>Pengalaman saya sebagai mentor di milis ini, saya banyak mengoreksi letter of intent. Dalam budaya Indonesia kita terbiasa menulis surat yang muter2 kemana-mana baru terakhir bicara maunya apa, sedangkan dibarat biasanya mereka mau surat yang terstruktur, singkat dan padat.</p>
<p><strong>2. Lengkapi dokumen dan bermodal</strong><br />
Banyak beasiswa membutuhkan modal yang lumayan. NEC misalnya mengharuskan kita resmi mendapatkan acceptance letter dari uni yang dituju sebelum mendaftar. Kebanyakan meminta international TOEFL atau IELTS, banyak uni di Amerika tidak menerima IELTS dst yang total bisa menghabiskan jutaan.</p>
<p>Prinsip saya, dokumen2 itu seperti kail, kalau mau dapat ikan besar mesti<br />
pakai kail besar yang harganya mahal, jadi ya mesti siap rugi dulu. Untuk<br />
memperkecil &#8216;kerugian&#8217;, biasanya saya mendaftar beasiswa dalam jumlah<br />
banyak. Banyak beasiswa juga parsial atau terkadang berkendala. Ketika saya ambil beasiswa NOHA, beasiswa itu baru turun pada bulan ketiga saya di Eropa, jadi 3 bulan pertama saya sukses menguras tabungan plus bayar tiket</p>
<p><strong>3. Percaya diri dan tidak frustrasi</strong><br />
Saya berprinsip, kalau saya tidak pernah mencoba saya tidak akan pernah tau saya bisa atau tidak, jadi setiap ada kesempatan dan peluang, saya coba, terkadang hanya untuk menguji saya bisa atau tidak. Beberapa beasiswa yang saya terima (terutama dua yang terakhir dari Ford dan EU), saya sama sekali tidak mengira saya akan dapat. Kalau gagal juga jangan frustrasi, harus coba lagi tahun berikutnya dan pelajari kegagalan tahun kemarin.</p>
<p>Saya dulu juga pertama kali daftar Ausaid tidak berhasil. Strategi saya untuk mengurangi tingkat frustrasi ditolak beasiswa itu adalah dengan mendaftar beberapa beasiswa sekaligus, jadi kalau satu tidak dapat, masih berpegang pada yang lain. Rasa percaya diri ini akan sangat dinilai waktu wawancara, karena biasanya wawancara itu untuk melihat kesiapan calon mahasiswa. Sejauh mana dia tau apa yang akan dia pelajari dan hadapi di negeri orang, visi dan misi dia ke depan, bagaimana dia akan mengimplementasi hasil studinya dst.</p>
<p><strong>4. Aktif, kreatif dan inisiatif<br />
</strong> Mencari beasiswa mesti banyak meluangkan waktu untuk browsing di internet, cari info dst, mencari tau prosedur, deadline dst. Persiapkan yang matang dan terjadwal, kapan mesti minta surat rekomendasi dan minta kepada siapa, kapan harus memasukkan dokumen dst. Mesti siap-siap menghadapi kendala, misalnya kalau atasan tidak mengijinkan, bagaimana mengantisipasinya dst.</p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=24&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/10/kiat-kiat-mengejar-beasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Wawancara Beasiswa ADS (Australia)</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/09/sony-wawancara-beasiswa-ads-australia/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/09/sony-wawancara-beasiswa-ads-australia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jun 2007 04:47:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/09/sony-wawancara-beasiswa-ads-australia/</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman yang dituliskan di bawah diceritakan oleh Sony, salah seorang member milis beasiswa, dalam menghadapi wawancara beasiswa ADS.
Mengenai wawancara ADS, biasanya akan diwawancarai oleh 2 orang, 1 dari Australia dan 1 dari Indonesia. Wawancaranya nggak terlalu lama antara 10-20 menitan, tergantung kondisi saat wawancara. Isi wawancara yang pertama adalah verifikasi form yang sudah dikirim, kemudian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=21&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pengalaman yang dituliskan di bawah diceritakan oleh <a href="http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/message/21134" title="Pengalaman Wawancara Beasiswa ADS oleh Sony">Sony, salah seorang member milis beasiswa</a>, dalam menghadapi wawancara beasiswa ADS.</p>
<blockquote><p>Mengenai wawancara ADS, biasanya akan diwawancarai oleh 2 orang, 1 dari Australia dan 1 dari Indonesia. Wawancaranya nggak terlalu lama antara 10-20 menitan, tergantung kondisi saat wawancara. Isi wawancara yang pertama adalah verifikasi form yang sudah dikirim, kemudian yang paling penting akan ditanya mengenai motivasi dan kontribusi jika kamu dapat beasiswa dan lulus dari Uni di Ausi untuk Institusi dan Indonesia.</p>
<p>Lalu yang juga harus dipersiapkan adalah program studi yang kamu pilih. Saran saya mulai menetapkan pilihan dan browsing di internet untuk mengetahui isi dari program studi ini. Kalau bisa di <em>print </em>dan dibawa pada saat wawancara untuk meyakinkan pewawancara bahwa kamu serius. Karena juga yang akan dilihat oleh si pewawancara adalah keseriusan. Kamu harus meyakinkan pewawancara bahwa kamu siap dan akan bisa menyelesaikan program beasiswanya.</p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=21&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/09/sony-wawancara-beasiswa-ads-australia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Wawancara Beasiswa Stuned (Belanda)</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/09/pengalaman-wawancara-beasiswa-stuned-belanda/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/09/pengalaman-wawancara-beasiswa-stuned-belanda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jun 2007 04:36:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/09/pengalaman-wawancara-beasiswa-stuned-belanda/</guid>
		<description><![CDATA[Wawancara beasiswa Stuned dapat dilakukan via telepon ataupun langsung bertatap muka. Kedua pengalaman yang berbeda ini diceritakan di bawah oleh Maria T. Ping dan Lia. Keduanya pemenang beasiswa Stuned tahun 2006 dan kebetulan sama-sama studi Groningen.
Maria T. Ping:
Saya salah seorang StuNeder 2006, mungkin bisa sedikit berbagi pengalaman. Karena saya tinggal di kota yang sangat jauh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=22&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Wawancara beasiswa Stuned dapat dilakukan via telepon ataupun langsung bertatap muka. Kedua pengalaman yang berbeda ini diceritakan di bawah oleh Maria T. Ping dan Lia. Keduanya pemenang beasiswa Stuned tahun 2006 dan kebetulan sama-sama studi Groningen.<span id="more-22"></span></p>
<p><a href="http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/message/20960" title="Pengalaman Beasiswa Stuned oleh Maria T. Ping">Maria T. Ping</a>:</p>
<blockquote><p>Saya salah seorang StuNeder 2006, mungkin bisa sedikit berbagi pengalaman. Karena saya tinggal di kota yang sangat jauh dari Jakarta, saya di interview melalui telepon oleh pihak NEC. Interviewnya tentu saja dalam bahasa Inggris, dan menurut pihak NEC, hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan kandidat penerima beasiswa.</p>
<p>Menurut saya interviewnya tidak terlalu sulit selama kita memang sudah siap. Jadi siapkan saja mental anda dulu, supaya tidak gugup. Seperti yang sudah dikatakan oleh Mas Togap, pertanyaan-pertanyaan interview beasiswa akan berkaitan dengan rencana studi (tentang apa, relevansinya dengan pekerjaan dan keadaan negara/daerah kita termasuk pengetahuan tentang univ dan kota yang akan kita tuju) dan tentang pekerjaan kita sekarang. Kalau memang kita sudah siap, pasti akan berjalan lancar.</p>
<p>Maria T. Ping<br />
M.Sc. in Education<br />
Rijksuniversiteit Groningen</p></blockquote>
<p><a href="http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/message/20958" title="Pengalaman Beasiswa Stuned oleh Lia">Lia</a>:</p>
<blockquote><p> Berdasarkan pengalaman saya mengikuti interview StuNed 2006, saya punya beberapa tips (<em>more or less</em> sama seperti tips dari pak Togap) yaitu: berpakaian rapi dan resmi, berpenampilan baik dan segar, datang <em>on time</em>, ketika wawancara harus PeDe, tatap mata <em>interviewer</em>, santai, <em>gesture</em> perlu tapi jgn berlebihan dan <em>keep smiling</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Sebaiknya jawaban-jawaban yang telah disiapkan diungkapkan secara mengalir saja, bukan seperti orang menghafal, karena interviewer menilai keseriusan, keyakinan dan <em>leadership </em>melalui jawaban2 kita.</p>
<p>Beberapa pertanyaan yang ditanyakan ketika interview umumnya:</p>
<ul>
<li>Mengapa anda memilih Belanda sebagai negara tujuan study?</li>
<li>Apa hubungan antara pendidikan anda sebelumnya dengan pendidikan yang akan anda tempuh di Belanda, bagaimana hubungannya dengan pekerjaan Anda?</li>
<li>Apa kontribusi anda dalam pembangunan Indonesia dan apa yang akan<br />
Anda lakukan setelah selesai menempuh pendidikan di Belanda?</li>
<li>Bagaimana dengan keluarga?</li>
<li>Apa yang akan menjadi kendala selama anda menempuh pendidikan di<br />
Belanda dan bagaimana mengatasinya? (terkait dengan cuaca, <em>different<br />
culture</em> dan <em>homesick</em>)</li>
</ul>
<p>Saya pikir sudah banyak tips menghadapi wawancara di milis dan website<br />
beasiswa yang bisa di-<em>explore</em>. Dan satu lagi, banyak berdoa dan beribadah.</p>
<p>Veel success!</p>
<p>Regards,<br />
~ lia ~<br />
Groningen, NL</p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=22&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/09/pengalaman-wawancara-beasiswa-stuned-belanda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>