[Q&A] Surat Rekomendasi Dari Dosen dan Atasan

Di posting saya tentang menuliskan surat rekomendasi, Yenni memberikan pertanyaan berikut:

Dear Bang Togap,
Kalo waktu kuliah dulu, dosen2 ga begitu dekat dengan saya gimana? Jadi bagaimana saya bisa mendapatkan surat rekomendasinya? Apakah setiap atasan bisa memberikan surat rekomendasi yg baik (dlm hal bentuk dan struktur kata)?

Yenni punya dua pertanyaan. Saya akan jawab satu per satu:

1. Tidak ada dosen yang dekat. Agak pelik juga permasalahan ini. :) . Pertama tama, coba cek benar-benar. Apakah memang benar tidak ada dosen yang dekat? OK, kalau jawabannya ya, coba pikirkan lagi. Apakah dosen wali atau dosen pembimbing TA kamu mungkin untuk dimintai surat rekomendasi? Read the rest of this entry »

Tentang Pentingnya Persiapan

Pengalaman nyata para pemenang beasiswa yang ditulis di bagian komentar blog ini adalah informasi yang sangat-sangat berharga. Salah satunya yang sangat memberi inspirasi adalah komentar yang ditulis Meutia pada posting saya “Lakukan Segala Cara…“. Walaupun IPK pas-pasan, tapi dengan semangat, fokus dan berbagai persiapan yang dilakukannya, Meutia berhasil mendapatkan beasiswa ADS untuk studi S3 di Australia.  Baca tulisan Meutia di sini.

Meutia, Anda benar-benar layak mendapatkan beasiswa tersebut!

Lakukan “Segala Cara” untuk Dapat Beasiswa

Ketika saya menulis “segala cara”, benar-benar saya maksudkan semua cara yang mungkin kamu lakukan untuk mendapatkan beasiswa. Yang halal tentunya. Saya tertarik menulis tentang hal ini karena pengalaman beberapa orang dan saya sendiri ketika sedang berjuang untuk mengejar beasiswa. Beasiswanya sebenarnya tidak lari kemana mana, hanya memang rada susah ngedapetinnya. Jadi dikejarlah dengan cara-cara yang tidak biasa. Read the rest of this entry »

IPK Rendah Dapat Beasiswa – Mitos atau Fakta?

Catatan: Tentu saja saya tidak bermaksud mendorong mahasiswa yang sedang kuliah S1 sekarang untuk jadi santai dan tidak berusaha mendapatkan IPK setinggi-tingginya. Kesempatan mendapatkan beasiswa akan jauh lebih besar dengan IPK yang lebih dari rata-rata. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberi wawasan bagi rekan-rekan yang keburu sudah lulus S1 dengan IPK yang tidak terlalu tinggi tapi mempunyai keinginan kuat untuk mendapatkan beasiswa di luar negeri.

Sebuah email dikirim ke saya dari seorang member di milis beasiswa. Isi emailnya cukup panjang, walaupun inti pertanyaannya sederhana: “IPK di bawah 3.0 beneran bisa dapat beasiswa???”.

Hm… tentang IPK ini memang sering mengundang kontroversi. Di milis beasiswa sudah berulang kali member menanyakannya. Bahkan, karena sudah pernah ditanyakan dan didiskusikan sebelumnya, banyak email dengan pertanyaan sejenis terpaksa ditolak masuk ke milis beasiswa (maaf ya). Tapi bukan berarti pertanyaan tersebut berhenti. Malah akhirnya, pertanyaannya dilayangkan langsung ke email moderator. Dan mungkin sudah saatnya memang pertanyaan ini dijawab. Read the rest of this entry »

Lima Langkah Dasar Mencari Beasiswa

Sejak dari awal berdirinya mailing list beasiswa di tahun 2000, ratusan bahkan mungkin ribuan informasi beasiswa telah dibagikan bagi membernya. Kebanyakan informasi tersebut berupa peluang beasiswa yang dapat diperebutkan di manca negara. Tapi tidak kurang pula tips-tips praktis untuk memenangkan beasiswa.

Anehnya, masih banyak pertanyaan yang dilayangkan ke milis beasiswa tentang langkah-langkah dasar untuk mendapatkan beasiswa. Kelihatannya, masih banyak orang yang bingung tentang cara memulai proses mendapatkan satu beasiswa tertentu. Karena itu, saya coba tuliskan langkah-langkah dasar mendaftar beasiswa di blog ini. Read the rest of this entry »

Pengalaman Wawancara Beasiswa Chevening (Inggris)

Seperti janji saya sebelumnya, saya akan menampilkan pengalaman beberapa orang tentang wawancara beasiswa (lihat beberapa posting sebelumnya). Kali ini saya tampilkan pengalaman Erny Murniasih, seorang pemenang beasiswa Chevening, dalam menghadapi wawancara. Semoga menjadi masukan yang berguna buat yang sedang mengejar beasiswa ini.

Kebetulan saat ini saya dapat beasiswa Chevening dan sekarang sedang studi di Birmingham. Kebetulan sekali baru pertama kali apply chevening dan langsung lolos. Berdasarkan pengalaman saya waktu apply Chevening, pada waktu wawancara kita harus bisa ‘menjual’ diri. Kita harus bisa meyakinkan para pemberi beasiswa kalo kita memang benar2 berkompeten dan mereka akan rugi kalo ngga memilih kita. Intinya, saya mah sangat confident dan benar2 meyakinkan mereka untuk memilih saya.

Tips yang mungkin bisa diterapkan: Read the rest of this entry »

Kiat – Kiat Mengejar Beasiswa

Kiat mendapatkan beasiswa di bawah dituliskan oleh Anggiet Ariefianto di milis beasiswa. Tips ini tentu saja didasarkan pada pengalaman pribadi penulisnya dalam mengejar beasiswa. Ternyata, mengejar beasiswa nggak sesulit yang dibayangkan kok!

Dear all,
Saya ingin menyambung masukan dari Togap dan Susi soal mencari beasiswa. Kebetulan saya kenal Susi karena kita berdua terpilih untuk beasiswa IATSS forum di Jepang tapi saya mengundurkan diri karena mendapat beasiswa NOHA ke Belanda dan Irlandia. Ada beberapa hal yang menurut saya harus diperhatikan dalam mencari beasiswa. Read the rest of this entry »

Pengalaman Wawancara Beasiswa ADS (Australia)

Pengalaman yang dituliskan di bawah diceritakan oleh Sony, salah seorang member milis beasiswa, dalam menghadapi wawancara beasiswa ADS.

Mengenai wawancara ADS, biasanya akan diwawancarai oleh 2 orang, 1 dari Australia dan 1 dari Indonesia. Wawancaranya nggak terlalu lama antara 10-20 menitan, tergantung kondisi saat wawancara. Isi wawancara yang pertama adalah verifikasi form yang sudah dikirim, kemudian yang paling penting akan ditanya mengenai motivasi dan kontribusi jika kamu dapat beasiswa dan lulus dari Uni di Ausi untuk Institusi dan Indonesia.

Lalu yang juga harus dipersiapkan adalah program studi yang kamu pilih. Saran saya mulai menetapkan pilihan dan browsing di internet untuk mengetahui isi dari program studi ini. Kalau bisa di print dan dibawa pada saat wawancara untuk meyakinkan pewawancara bahwa kamu serius. Karena juga yang akan dilihat oleh si pewawancara adalah keseriusan. Kamu harus meyakinkan pewawancara bahwa kamu siap dan akan bisa menyelesaikan program beasiswanya.

Pengalaman Wawancara Beasiswa Stuned (Belanda)

Wawancara beasiswa Stuned dapat dilakukan via telepon ataupun langsung bertatap muka. Kedua pengalaman yang berbeda ini diceritakan di bawah oleh Maria T. Ping dan Lia. Keduanya pemenang beasiswa Stuned tahun 2006 dan kebetulan sama-sama studi Groningen. Read the rest of this entry »

Pengalaman Wawancara Beasiswa Research Student Monbukagakusho (Jepang)

Wawancara sering kali menjadi salah satu persyaratan untuk mendapatkan beasiswa. Tapi, karena pengalaman wawancara kita minim, hal tersebut bisa menjadi suatu hal yang cukup membuat deg-degan. Pantas saja banyak sekali pertanyaan diajukan oleh member milis beasiswa tentang wawancara.

Mulai dari posting ini hingga beberapa posting ke depan, saya akan mengutip berbagai pengalaman rekan-rekan di milis beasiswa dalam menghadapi wawancara. Dari berbagai pengalaman tersebut, moga-moga proses wawancara Anda menjadi lebih menyenangkan. Happy wawancara! Read the rest of this entry »