<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Scholarship and Career Tips &#187; dunia kerja</title>
	<atom:link href="http://milisbeasiswa.wordpress.com/category/dunia-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com</link>
	<description>About scholarship, career and work life..</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Dec 2009 16:05:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='milisbeasiswa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d59965f55ab676d2d6028c2a25b345be?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Scholarship and Career Tips &#187; dunia kerja</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://milisbeasiswa.wordpress.com/osd.xml" title="Scholarship and Career Tips" />
		<item>
		<title>Adakah Korelasi Tingkat Pendidikan dengan Keberhasilan Karir?</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/07/06/adakah-korelasi-tingkat-pendidikan-dengan-keberhasilan-karir/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/07/06/adakah-korelasi-tingkat-pendidikan-dengan-keberhasilan-karir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jul 2007 15:35:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia kerja]]></category>
		<category><![CDATA[dunia pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/07/06/adakah-korelasi-tingkat-pendidikan-dengan-keberhasilan-karir/</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai seorang education motivator dan pendiri milis beasiswa (jumlah member hanya 40 ribu orang lebih), saya selalu tertarik untuk membicarakan tentang pendidikan. Jadi waktu di salah satu milis ada pembicaraan tentang topik ini, saya jadi gatal rasanya untuk ikut menanggapi.
Kalau ditanyakan bagaimana proyeksi karir dengan pendidikan, jawaban saya: sekitar 20% saja. Lho kok sedikit sekali. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=42&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebagai seorang <em>education motivator</em> dan pendiri milis beasiswa (jumlah <em>member </em>hanya 40 ribu orang lebih), saya selalu tertarik untuk membicarakan tentang pendidikan. Jadi waktu di salah satu milis ada pembicaraan tentang topik ini, saya jadi gatal rasanya untuk ikut menanggapi.</p>
<p>Kalau ditanyakan bagaimana proyeksi karir dengan pendidikan, jawaban saya: sekitar 20% saja. Lho kok sedikit sekali. Ya, karena pada kenyataannya, tingkat karir sering kali tidak berkorelasi linier dengan tingkat pendidikan. Seorang dengan pendidikan S2 atau S3 tidak selalu akan mendapatkan karir yang baik. Anda mungkin tahu orang-orang dengan tingkat pendidikan tinggi yang ternyata karirnya biasa-biasa saja. Saya tahu seseorang yang lulus dengan gelar Master dari salah satu universitas terkenal di dunia ternyata tidak pernah mendapatkan promosi. Bahkan, perusahaan melihat kinerjanya rendah dan sedang memikirkan cara yang terbaik untuk me-utilisasinya.<span id="more-42"></span></p>
<p>Tapi anehnya, ada saja orang-orang yang tingkat pendidikannya tidak &#8220;standar&#8221;, ternyata bisa mencapai karir yang dahsyat. Saya pernah membaca tentang seorang wanita yang tingkat pendidikannya hanya D3 dari sebuah akademi sekretaris yang akhirnya menjadi Direktur Regional untuk Quality Management di salah satu produsen komputer terbesar di dunia. Tanggung jawabnya di posisi itu meliputi daerah Asia Pasifik! Ibu tersebut sekarang berkiprah di salah satu training provider. D3 dari akademi sekretaris! (Saya yang MBA dari New York aja malu). Fantastik!</p>
<p>Contoh lain ada juga. Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan seorang gadis muda. Usia masih 30 <em>something</em>. Pendidikan terakhir: D1 Sastra Inggris. Sekali lagi: Diploma 1 tahun jurusan Sastra Inggris. Penghasilannya sekarang? Besar sekali. Pekerjaan terakhirnya? <em>National Buyer Manager </em>untuk sebuah supermarket besar. (Dia tidak bekerja di situ lagi sekarang).</p>
<p>Oh ya, dua orang dalam kedua contoh terakhir ini kebetulan sama-sama perempuan.</p>
<p>Pendidikan rendah bakal punya karir rendah? <em>No way</em>. Pendidikan tinggi pasti karir baik? <em>Maybe </em>(masih <em>maybe </em>lho).</p>
<p>Jadi apa yang paling penting? Seperti disebutkan seorang pembicara terkenal di radio: <em>IQ gets you hired, but EQ gets you promoted</em>.</p>
<p>EQ, <em>emotional quotient</em>, saya pikir inilah yang terpenting. Saya senang sekali berbicara tentang hal ini karena saya yakin sekali akan kekuatan <em>emotional quotient</em> ini. Sampai saya pernah bela-belain bicara tentang ini <em>free-of-charge </em>di depan karyawan-karyawan baru salah satu perusahaan multinasional besar di Indonesia. <em>Next time</em>, saya akan menulis tentang EQ ini.</p>
<p>Tapi mungkin ada yang bakal bertanya: lha kok bisa ngaku2 jadi <em>education motivator</em> kalau ternyata malah nyuruh orang nggak sekolah. Well, saya bukannya menyuruh orang tidak sekolah. Dari pendidikan Master saya, saya merasakan banyak sekali manfaat yang saya dapatkan. Saya benar-benar terbantu dengan pendidikan Master saya. Tapi apakah <em>hard skill </em>dari pendidikan ini yang menolong saya? Ya lumayan memang.  Tapi saya merasa bahwa <em>soft skill </em>yang saya kembangkan saat saya studi S2 lah yang paling banyak membantu saya dalam karir saya. Pendidikan saya tentu saja memberikan <em>advantage</em>, tapi <em>soft skill </em>lah yang menolong saya dalam karir saya.</p>
<p>Saran saya, <em>if you really know what you want, then go to school</em>. <em>Do your best during your study and learn the things you want to learn passionately</em>. Nggak ada untungnya kalau seseorang sekolah S2 hanya buat dapetin gelar. Tiga bulan lalu saya mewawancarai seseorang yang baru pulang dari studi S2 di negara paling maju di Eropa yang rela mendapatkan kerja apa saja. Pendidikan S2 nya tidak menolongnya mengembangkan karakter, perilaku, dan keahlihan-keahlian yang dibutuhkan untuk berhasil dalam karirnya. Sayang sekali.</p>
<p>Tapi kalau kamu nggak tahu mau kemana dalam hidupmu, pikirkan lagi deh keinginan buat sekolah. <em>It might not help you anywhere anyway</em>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=42&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/07/06/adakah-korelasi-tingkat-pendidikan-dengan-keberhasilan-karir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Beramai Ramai Bekerja di Jerman!</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/25/mari-beramai-ramai-bekerja-di-jerman/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/25/mari-beramai-ramai-bekerja-di-jerman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 10:39:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/25/mari-beramai-ramai-bekerja-di-jerman/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau saya menulis judul yang provokatif seperti di atas, bukan maksud saya supaya kita semua meninggalkan negara tercinta Indonesia dan lalu beramai ramai pindah ke Jerman. Sayangnya, tidak semudah itu. Perlu saya informasikan dari awal bahwa peraturan imigrasi Jerman ternyata lebih susah dibandingkan dengan negara &#8211; negara Amerika Serikat, Kanada, atau bahkan Inggris!
Tapi ada kemungkinan peraturan imigrasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=33&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kalau saya menulis judul yang provokatif seperti di atas, bukan maksud saya supaya kita semua meninggalkan negara tercinta Indonesia dan lalu beramai ramai pindah ke Jerman. Sayangnya, tidak semudah itu. Perlu saya informasikan dari awal bahwa peraturan imigrasi Jerman ternyata lebih susah dibandingkan dengan negara &#8211; negara Amerika Serikat, Kanada, atau bahkan Inggris!</p>
<p>Tapi ada kemungkinan peraturan imigrasi di negara industri ini akan diperlunak. Ada apa gerangan? Ternyata saat ini Jerman sedang kesulitan untuk mendapatkan pekerja terampil (<em>skilled worker</em>) di bidang teknik. Sebenarnya di negara Amerika Serikat pun hal ini sudah terjadi. Bahkan telah cukup lama Amerika Serikat membuka gerbang negaranya lebar-lebar untuk mendapatkan tenaga-tenaga asing dengan keterampilan teknik. Karena itu, kita ketahui banyak pekerja terampil dari negara India, Cina, dan tak kurang juga dari Indonesia mencari nafkah di negara itu. Saya sendiri mengenal seorang teman warga negara Indonesia yang menjadi konsultan di salah satu perusahaan konsultan energi ternama di AS. Penghasilannya tentu saja <em>wow! </em>buat kaca mata Indonesia. <span id="more-33"></span></p>
<p>Hal ini tidak mustahil akan terjadi pula di Jerman. <a target="_blank" href="http://www.businessweek.com/globalbiz/content/jun2007/gb20070622_750996.htm?campaign_id=rss_daily" title="Baca artikel di BusinessWeek tentang kekurangan tenaga kerja terampil di Jerman. ">Business Week</a> mengisahkan bahwa di negara yang terkenal dengan industrinya ini, persaingan antar perusahaan untuk mendapatkan pekerja terampil di bidang teknik meningkat tajam. Kamar Dagang dan Industri Jerman menjelaskan bahwa sekitar 50% perusahaan industri kesulitan untuk mengisi posisi kosong di bidang teknik. Sedangkan menurut asosiasi-asosiasi profesi dan perdagangan, saat ini Jerman sedang kekurangan ribuan <em>engineer </em>dan spesialis komputer.</p>
<p>Sayangnya, saat ini, pintu imigrasi belumlah dibuka lebar-lebar. Tingginya jumlah warga negara Jerman yang menganggur tinggi mungkin salah satu penyebabnya. Tidak disangka, di Jerman terdapat sekitar 3,8 juta pengangguran. Dibandingkan dengan jumlah penduduk yang sekitar <a target="_blank" href="https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/print/gm.html">82,4 juta</a>, berarti sekurang-kurangnya ada sekitar 4,6 % dari populasi negara itu menganggur. Ini memang jauh lebih kecil dibandingkan dengan negara kita. Tapi buat sebuah negara ekonomi maju, jumlah ini cukup mengkhawatirkan. Karena itu, pemerintah Jerman masih berhati-hati untuk membuka keran pekerja asing.</p>
<p>Selain itu, kita sadar juga bahwa rasa nasionalisme negara yang kalah di Perang Dunia II ini sangat tinggi. Bangsa Jerman adalah bangsa yang bangga akan jati dirinya. Bahkan sebagian warga mungkin terlalu bangga sehingga menjadi berlebihan. Beberapa tahun lalu, seorang teman asal Indonesia yang sudah hidup di Jerman sejak balita dan lebih fasih berbahasa Jerman bercerita bahwa di daerah-daerah pinggiran, rasa curiga terhadap kaum pendatang masih cukup kental. (Saya tidak tahu kondisi saat ini, mungkin rekan-rekan yang pernah atau saat ini tinggal di Jerman bisa memberikan masukan).</p>
<p>Jadi bagaimana hubungannya dengan kita yang tinggal di Indonesia? Saya rasa, inilah saat yang tepat untuk mencari banyak kesempatan kuliah dan tinggal di Jerman. Untuk bekerja di Jerman, kebanyakan perusahaan mensyaratkan kemampuan bahasa Jerman yang cukup. Karena itu, dengan belajar di Jerman, Anda akan sangat terbantu dalam proses belajar bahasa tersebut. Setelahnya, dengan kemampuan bahasa dan pendidikan Jerman Anda (terutama di bidang teknik tentunya), kesempatan pun akan terbuka lebih lebar bagi Anda.</p>
<p>Saya undang rekan-rekan yang mempunyai pengalaman hidup, sekolah dan bekerja di Jerman untuk membagikan pengalamannya di bagian komentar di bawah.</p>
<p><a target="_blank" href="http://www.milisbeasiswa.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=38&amp;Itemid=8">Klik di sini</a> untuk men-<em>download</em> <em>e-book </em>gratis tentang sekolah di Jerman berjudul &#8220;Mungkinkah Sekolah ke Jerman&#8221; tulisan Abe Susanto.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=33&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/06/25/mari-beramai-ramai-bekerja-di-jerman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BzzAgent: A New Way of Marketing?</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/23/bzzagent-a-new-way-of-marketing/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/23/bzzagent-a-new-way-of-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 May 2007 11:09:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kerja]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/23/bzzagent-a-new-way-of-marketing/</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai cara pemasaran yang muncul di jaman ini membuktikan bidang pemasaran masih belum jenuh. Tetapi di sisi lain, ini mengingatkan bahwa cara lama mungkin sudah mulai ketinggalan jaman.
Lihat apa yang dibuat oleh Dave Walter, pendiri dan presiden dari BzzAgent (www.BzzAgent.com), sebuah perusahaan jasa konsultan pemasaran yang memfokuskan pada teknik pemasaran word-of-mouth. (Saya belum menemukan kata-kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=15&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berbagai cara pemasaran yang muncul di jaman ini membuktikan bidang pemasaran masih belum jenuh. Tetapi di sisi lain, ini mengingatkan bahwa cara lama mungkin sudah mulai ketinggalan jaman.</p>
<p>Lihat apa yang dibuat oleh Dave Walter, pendiri dan presiden dari BzzAgent (<a href="http://www.bzzagent.com/">www.BzzAgent.com</a>), sebuah perusahaan jasa konsultan pemasaran yang memfokuskan pada teknik pemasaran word-of-mouth. (Saya belum menemukan kata-kata yang cocok dalam bahasa Indonesia). Kegiatan word-of-mouth sendiri sudah lama dilakukan. Mungkin sejak manusia mulai bisa bergosip, manusia sudah mulai membicarakan berbagai produk mereka gunakan atau lihat.</p>
<p>Dave sendiri mengakui bahwa teknik word-of-mouth ini sudah menjadi suatu yang biasa dalam dunia pemasaran. Banyak pemasar yang berusaha untuk menciptakan suatu buzz, atau cerita yang menarik untuk dibicarakan oleh masyarakat dalam menjual produknya. <span id="more-15"></span>Saya ingat suatu waktu saat saya melewati Jalan Sudirman di Jakarta. Di taman di tengah-tengahnya telah dipancangkan satu spanduk besar. Anehnya, isinya cuma sebuah tanda tanya besar. Spanduk ini diikuti pula dengan iklan di koran-koran dan televisi yang isinya kira-kira sama. Cukup aneh dan menimbulkan rasa ingin tahu. Tapi saya tidak yakin ini akan menjadi sesuatu yang saya bicarakan dengan teman saat menghirup kopi di cafe.</p>
<p>Dave membawa hal ini satu langkah lebih maju. Sebelumnya para pemasar berusaha menimbulkan buzz tanpa tahu apakah buzz yang ditimbulkan berhasil. Mereka tidak tahu apakah pada akhirnya orang membicarakan produk yang mereka ingin tampilkan. Yang ada hanya harapan bahwa pada akhirnya orang akan membicarakan produk tersebut dan <em>awareness</em> terhadap produk tersebut meningkat. Dave kemudian mengorganisasikan ide ini. Dia memberinya bentuk dan organisasi. Dave bahkan memberikan prosedur untuk menciptakan buzz tersebut.</p>
<p>Dengan berbekal pengalaman bertahun-tahun dalam bidang pemasaran, Dave mendirikan BzzAgent. Dia mendapatkan inspirasinya setelah membaca buku &#8220;Tipping Point&#8221;. Dalam buku itu diceritakan bagaimana berbagai produk yang penjualannya biasa-biasa saja, bahkan hampir mati, mendapatkan nyawa baru setelah timbul buzz tentang produk tersebut. Dari hasil diskusinya dengan seorang teman, Dave kemudian berinisiatif membuat organisasi yang memberi bentuk jelas pada buzz ini.</p>
<p>Menariknya, bisnis Dave bergantung pada volunteer. Para lebah pekerjanya, atau agen, sama sekali tidak dibayar. Tidak ada insentif berbentuk uang yang diberikan Dave dengan menjadi agen. Jadi apa yang menarik minat para agen tersebut? Benefit pertama yang mereka dapatkan adalah kesempatan untuk mencoba item yang akan dijual. Sebagai contoh, untuk promosi sebuah buku, penerbit mengirimkan ribuan buku kepada para agen BzzAgent. Mereka mendapatkan kesempatan pertama untuk menjadi pembaca buku tersebut. Cukup menyenangkan tentunya mendapatkan sebuah buku gratis. Apalagi kalau buku tersebut cukup menarik untuk dibaca. Contoh lain, untuk menciptakan buzz tentang produk baru VW, beberapa ribu orang agen mendapatkan kesempatan untuk melakukan test-drive menggunakan mobil VW.</p>
<p>Tapi menurut Dave, hal utama yang menarik para agen bukanlah kesempatan menggunakan atau mendapatkan produk baru secara gratis. Lebih dari itu, para agen merasa bangga dan senang karena merasa menjadi bagian dari suatu proses. Mereka juga karena mereka menjadi orang pertama yang mengetahui sesuatu. Kesan positif timbul dari para agen karena mereka merasa mereka terlibat dengan merek yang mereka coba.</p>
<p>Secara singkat, setelah mendapatkan atau menggunakan suatu item, paraagen diharapkan untuk menceritakan pengalamannya dengan orang lain. Tidak ada narasi khusus yang diberikan BzzAgent pada para agennya. Artinya para agen diharapkan dapat menceritakan pengalaman pribadinya (yang baik) tentunya dalam suasana informal dengan teman-temannya. Mereka bahkan diminta untuk mengidentifikasikan diri mereka sebagai bagian dari campain marketing tersebut. Tidak ada yang ditutup-tutupi dalam arti para agen dapat secara terus terang mengatakan,&#8221;Hey, sudah tahu tentang produk X? Gue terlibat lho dalam aktivitas pemasaran mereka. Gue udah coba dan gue merasa xxxx&#8230;&#8221;.</p>
<p>Setelah aktivitas komunikasi dengan pihak lain ini dilakukan, mereka perlu membuat laporan. Laporan yang dikirimkan lewat program khusus BzzAgent akan dibaca oleh Communication Developer. Semua laporan yang masuk dipastikan akan dibaca. Para communication developer kemudian bertanggung jawab untuk memberikan feedback pada setiap laporan yang masuk. Selain itu mereka juga akan memberikan masukan untuk cara komunikasi yang mungkin lebih baik serta dorongan semangat bagi para agen dalam melakukan tugasnya.</p>
<p>Hingga saat ini BzzAgent mempunyai sekitar 120 ribu agen di seluruh Amerika Serikat. Sekitar 1000 hingga 2000 orang bergabung menjadi agen baru setiap minggunya. Setiap agen rata-rata mendapatkan tiga jenis produk.</p>
<p>Pertanyaan yang penting adalah apakah BzzAgent berhasil memberikan nilai tambah untuk sebuah produk? Di tengah-tengah begitu banyak iklan dan produk yang ditawarkan para pemasar, hal ini mungkin masih susah untuk dijawab.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=15&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/23/bzzagent-a-new-way-of-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blink : The Power of Thinking without Thinking</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/blink-the-power-of-thinking-without-thinking-2/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/blink-the-power-of-thinking-without-thinking-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2007 16:10:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/blink-the-power-of-thinking-without-thinking-2/</guid>
		<description><![CDATA[Melihat kandidat tersebut masuk ke ruangan, segera saya berpikir, “Hm, dia bukan kandidat yang cocok untuk pekerjaan ini”. Secara logika, saya bisa menjelaskan pikiran saya. Kandidat tersebut, seorang fresh graduate dari sebuah sekolah teknik ternama di Indonesia, berjalan masuk dengan kepala sedikit menunduk dan bahu sedikit membungkuk. Di momen itu saya langsung memberi penilaian kepadanya.
Interview [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=13&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Melihat kandidat tersebut masuk ke ruangan, segera saya berpikir, “Hm, dia bukan kandidat yang cocok untuk pekerjaan ini”. Secara logika, saya bisa menjelaskan pikiran saya. Kandidat tersebut, seorang fresh graduate dari sebuah sekolah teknik ternama di Indonesia, berjalan masuk dengan kepala sedikit menunduk dan bahu sedikit membungkuk. Di momen itu saya langsung memberi penilaian kepadanya.</p>
<p>Interview dilanjutkan. Saya didampingi seorang staff senior dari departemen saya dan dua orang staff dari human resources department. Hanya sebentar saja interview dilakukan. Setelah kandidat tersebut keluar dari ruangan interview, kami saling membandingkan catatan kami. Walau ada beberapa kelebihan kandidat tersebut, tetapi kami memutuskan untuk memilih kandidat lain.<span id="more-13"></span></p>
<p>Buat saya sendiri, interview itu bisa dikatakan hampir berakhir di saat kandidat tersebut masuk. Tidak mudah bagi saya untuk mengubah penilaian awal saya. Kesan yang saya dapatkan darinya membuat saya berpikir bahwa dia kurang percaya diri, satu karakter yang dibutuhkan untuk posisi yang sedang kosong itu.</p>
<p>Keputusan sekejap mata inilah yang dibahas dengan menarik oleh Malcolm Gladwell dalam buku terbarunya Blink &#8211; The Power of Thinking without Thinking. Malcolm adalah juga pengarang buku best seller “The Tipping Point”.</p>
<p>Dalam bukunya yang juga menjadi best seller ini, Malcolm memberikan banyak contoh tentang keputusan &#8211; keputusan yang diambil berdasarkan perasaan tertentu atau “hunch” seseorang. Hunch tersebut bisa jadi benar atau tidak. Tapi kenyataannya, sering kali keputusan kita diambil berdasarkan perasaan itu.</p>
<p>Salah satu contoh yang menarik adalah kisah tentang sebuah patung yang dibeli oleh museum Getty di Amerika. Patung yang dibeli dengan harga hampir 30 juta dollar Amerika tersebut disebut oleh penjualnya sebagai patung Yunani yang berumur ribuan tahun. Museum Getty memanggil seorang ahli geologi untuk meneliti patung tersebut berdasarkan bahan marmer yang digunakan. Melalui suatu penelitian yang saintifik, ahli geologi tersebut memutuskan bahwa patung tersebut telah berumur ribuan tahun. Museum Getty kemudian memamerkan patung tersebut pada seorang ahli yang kebetulan adalah anggota dewan museum tersebut.</p>
<p>Di sinilah saat “blink” tersebut terjadi. Saat melihat patung itu, ahli tersebut, Frederico Zeri, mendapati dirinya memperhatikan bentuk kuku jari patung itu. Tanpa tahu apa yang salah, Frederico merasakan adanya keanehan pada patung itu. Beberapa ahli lain yang kemudian mendapat kesempatan melihat patung tersebut juga mempunyai perasaan aneh yang mirip. Thomas Hoving, mantan direktur Metropolitan Museum or Art di New York, mengingat saat pertama kali melihat patung itu dia berkata,”It was ‘fresh’”. ‘Fresh’ tentunya bukan gambaran yang cocok untuk sebuah patung yang diduga berumur ribuan tahun.</p>
<p>Melalui investigasi diketahui ada berbagai keanehan yang berhubungan dengan kepemilikan patung tersebut sebelumnya. Sayangnya museum telah mengeluarkan jutaan dollar dan terlambat untuk mengubah keputusannya.</p>
<p>Para ahli yang merasakan keanehan saat melihat patung tersebut tidak dapat menjelaskan perasaan mereka. Mereka hanya tahu ada yang tidak sesuai dengan patung yang mereka lihat. Dan mereka mendapatkan perasaan ini hanya beberapa saat setelah mereka melihat patung itu.</p>
<p>Apakah ini berarti bahwa kita harus mempercayai intuisi kita dalam mengambil keputusan penting? Justru sebaliknya. Malcolm menyatakan bahwa kita harus berhati-hati dalam membuat keputusan yang berhubungan dengan hunch itu. Keputusan yang diambil berdasarkan ‘hunch’ ini bisa menyebabkan kesalahan yang sangat besar. Contohnya yang nyata terjadi dalam sistem demokrasi Amerika Serikat.</p>
<p>Di negara yang menyatakan dirinya sebagai negara demokrasi utama di dunia, pemilihan presiden menjadi puncak dari pesta demokrasi. Di awal abad kedua puluh, Amerika Serikat memilih Warring Harding sebagai presiden mereka. Harding kemudian hari menjadi salah satu presiden terburuk dalam sejarah negara tersebut.</p>
<p>Mengapa rakyat AS saat itu memilih Harding? Malcolm menunjukkan bahwa tidak ada prestasi khusus yang diperoleh Harding dalam karirnya sebagai seorang politisi. Bahkan, dalam dua perdebatan yang penting saat itu, Harding tidak hadir. Tetapi seperti dituliskan seorang wartawan di masa itu, Harding mempunyai bentuk fisik yang sangat bagus. Bahkan sering kali kata “menyerupai orang Romawi” digunakan untuk menggambarkan kelebihan fisiknya. Cara berbicaranya yang menggunakan tone yang rendah juga menambah ketampanannya. Hal-hal inilah menurut pengarang buku yang menghipnotis para pemilih saat itu.</p>
<p>Sekedar intermezzo. Membaca bagian ini saya teringat dengan SBY. Beberapa tahun sebelum dia mengikuti pemilihan presiden, saya menonton sebuah wawancara dengannya. Saat itu saya berpikir,”Inilah presiden Indonesia berikutnya”. Saya yakin, banyak orang yang berpikir sama jika melihat cara SBY berbicara dan mengungkapkan pikirannya. (Kita perlu menunggu untuk menilai keberhasilan SBY sebagai presiden).</p>
<p>Menurut Malcolm, agar dapat menggunakan intuisi ini sebaik-baiknya, kita harus melatih diri kita. Malcolm tidak menjelaskan secara detail latihan yang harus dilakukan untuk meningkatkan intuisi ini. Tetapi dalam bukunya diceritakan tentang beberapa orang yang telah melatih kemampuan mereka sedemikian rupa, sehingga mereka dapat menilai sesuatu secara tepat berdasarkan apa yang mereka rasakan.</p>
<p>Di sisi lain, Malcolm mengingatkan agar kita tidak terjebak dalam analisis yang terlalu luas. Sudah sering kita dengar adagium “paralysis by analysis”. Dalam Blink diceritakan bagaimana Van Riper, seorang jenderal marinir, berhasil mengalahkan prajurit AS dalam simulasi perang terbesar di dunia. Simulasi yang dilakukan di awal abad ke-21 tersebut memberi kesempatan buat tentara AS untuk mencoba berbagai teknik pengambilan keputusan canggih yang belum pernah digunakan sebelumnya. Tetapi karena terjebak dalam prosedur dan kegiatan menganalisis data, mereka “kalah” berperang melawan prajurit Van Riper yang diberi ruang untuk berimprovisasi di lapangan.</p>
<p>Aplikasi hal ini tentunya sangat nyata dalam dunia kerja. Sering kali dalam mengambil suatu keputusan yang kritikal, kita terjebak untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya. Dalam bukunya Blink, Malcolm menegaskan bahwa yang terpenting adalah menggunakan data-data yang diperlukan saja. Seperti para ahli seni yang memperhatikan bentuk kuku patung Yunani tersebut. Atau seperti ahli lain yang hanya memperhatikan ke-’segar’-an patung tersebut. Data yang terlalu banyak malah tidak akan menolong dalam mengambil keputusan. Dengan memperhatikan data-data yang penting saja, keputusan yang diambil akan lebih berarti.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=13&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/blink-the-power-of-thinking-without-thinking-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>How to Get Rich &#8211; Donald Trump</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/how-to-get-rich-donald-trump/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/how-to-get-rich-donald-trump/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2007 16:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/how-to-get-rich-donald-trump/</guid>
		<description><![CDATA[Donald Trump. Mendengar nama ini, umumnya orang teringat pada sosok dengan rambut yang aneh dan tampang yang serius. Selain itu, dia juga mengingatkan pada sosok pengusaha konstruksi yang sangat sukses. Ditambah lagi dengan keterlibatannya sebagai juri pada acara TV &#8220;The Apprentice&#8221; yang selalu memecat salah satu peserta di akhir setiap seri. Sukses. Menarik. Dan tentunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=12&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Donald Trump. Mendengar nama ini, umumnya orang teringat pada sosok dengan rambut yang aneh dan tampang yang serius. Selain itu, dia juga mengingatkan pada sosok pengusaha konstruksi yang sangat sukses. Ditambah lagi dengan keterlibatannya sebagai juri pada acara TV &#8220;The Apprentice&#8221; yang selalu memecat salah satu peserta di akhir setiap seri. Sukses. Menarik. Dan tentunya sangat kaya.</p>
<p>Tapi ternyata Donald Trump pernah merasa menjadi orang yang jauh lebih miskin dari seorang gembel di pinggiran jalan di Manhattan. Ini yang dirasakannya saat hutangnya yang sekitar $90 milyar telah jatuh tempo dan gagal dibayar. Donald melihat seorang pengemis dan berpikir,&#8221;Dia lebih kaya $90 milyar dibanding diriku&#8221;. Tapi kemudian, dengan kepiawaiannya bernegosiasi dan kehandalannya dalam membina hubungan interpersonal, Donald berhasil membayar hutang-hutangnya. Bukan hanya itu, Donald bahkan menjadi lebih kaya lagi dengan aset properti yang tersebar dari New York di ujung timur ke California di ujung barat.<span id="more-12"></span></p>
<p>Cerita &#8211; cerita sukses dan getir inilah yang mewarnai buku &#8220;How to Get Rich&#8221; karangan Donald Trump bersama dibantu Meredith McIver. Buku ini dipenuhi dengan ide-ide dari Donald Trump tentang apa yang telah dilakukannya untuk menjadi Donald Trump sekarang. Anda dapat mengetahui apa yang telah dilakukan Donald untuk mengembangkan bisnis yang diterimanya dari orang tuanya dahulu menjadi jauh elbih besar.</p>
<p>Salah satu hal yang menarik dari Donald Trump adalah keberhasilannya menciptakan merek diri, atau yang sering dikenal dengan <em>personal branding</em>. Branding yang dilakukannya atas dirinya sendiri sangat berhasil sehingga setiap properti yang memasang nama Trump menjadi properti yang bernilai sangat tinggi dan diperebutkan oleh para milyarder dunia. Contohnya, sebuah bangunan di pusat kota Manhattan yang dibelinya dari sebuah perusahaan perkeretaapian yang tidak mampu membayar hutang dikembangkannya menjadi bangunan kantor dan apartemen. Dengan intuisinya yang tajam dan nama besarnya, Trump berhasil membuat bangunan tersebut menjadi aset yang sangat mahal dengan keuntungan berlipat ganda dibanding harga pembeliannya.</p>
<p>Trump juga mengajarkan pentingnya memperhatikan kualitas dari karyawan kita. Menggemakan apa yang telah banyak dianjurkan oleh pakar-pakar manajemen dunia, Trump menasehatkan agar para manajer tidak memberikan toleransi dalam hal memilih karyawan. Baginya ini sangat penting. Trump menasihatkan agar setiap pemimpin benar-benar berusaha untuk mencari karyawan yang terbaik bagi setiap posisi, karena pada akhirnya pemimpinlah yang akan merasakan keuntungan (atau kerugian) dari kualitas karyawan yang telah dipilihnya. Karenanya, bagi Trump, salah satu tugas utamanya adalah memastikan bahwa proses seleksi dan rekruting berjalan dengan baik.</p>
<p>Selain dari butir-butir manajemen dan kepemimpinan, dalam &#8220;How to Get Rich&#8221; Trump juga menceritakan apa yang dilakukannya dalam satu minggu. Bagian ini menarik, karena kita bisa belajar dari apa yang Trump lakukan untuk mengendalikan kerajaan bisnisnya. Dengan jadwalnya yang sangat padat, Trump selalu dapat berinteraksi dengan karyawan dan teman-temannya, dengan keempat anaknya, dan dengan pasangannya. Trump juga selalu menyempatkan diri untuk melihat secara langsung kegiatan yang dilakukan di setiap aset perusahaannya. Hal-hal ini menunjukkan adanya keseimbangan dalam hidup Trump. Menarik melihat bagaimana kehidupan seorang billiuner untuk melakukan hal-hal tersebut.</p>
<p>Buku ini enak dibaca dan dituliskan secara padat dan ringkas. Keping-keping ide dari Trump dibagi dalam bagian-bagian yang mudah diikuti:<br />
- Introduction: Five Billion Reasons Why You Should Read This Book<br />
- Part I: The Donald J. Trump School of Business and Management<br />
- Part II: Your Personal Apprenticeship (Career Advice from The Donald)<br />
- Part III: Money, Money, Money, Money<br />
- Part IV: The Secrets of Negotiation<br />
- Part V: The Trump Lifestyle<br />
- Part VI: Inside The Apprentice</p>
<p>Anda yang ingin belajar dari Donald Trump dan mengetahui jalan yang telah dilewatinya untuk menjadi seorang yang berhasil perlu membacanya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=12&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/how-to-get-rich-donald-trump/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Leadership Mafia Style</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/leadership-mafia-style/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/leadership-mafia-style/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2007 15:55:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia kerja]]></category>
		<category><![CDATA[leadership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/leadership-mafia-style/</guid>
		<description><![CDATA[Tony Soprano, bos keluarga mafia Soprano dalam miniseri The Sopranos, sangat menyayangi sepupunya Tony Blundetto, alias Tony B. Saat remaja mereka bersama-sama mengalami berbagai ujian untuk mengasah kemampuan mereka dalam “bisnis keluarga” tersebut. Sayangnya, Tony B. suatu waktu tertangkap saat beroperasi. Soprano selamat karena tidak ikut serta dalam operasi tersebut. Ia merasa bersalah dan menyesal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=7&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tony Soprano, bos keluarga mafia Soprano dalam miniseri The Sopranos, sangat menyayangi sepupunya Tony Blundetto, alias Tony B. Saat remaja mereka bersama-sama mengalami berbagai ujian untuk mengasah kemampuan mereka dalam “bisnis keluarga” tersebut. Sayangnya, Tony B. suatu waktu tertangkap saat beroperasi. Soprano selamat karena tidak ikut serta dalam operasi tersebut. Ia merasa bersalah dan menyesal bahwa sepupu dan teman dekatnya itu harus mendekam di penjara selama 15 tahun. Perasaan &#8211; perasaan ini membuatnya mempunyai bias dan tidak bisa bertindak tegas terhadap Tony B.</p>
<p>Sekeluarnya dari penjara, Tony B. kembali menjalani hidupnya sebagai kriminal. Dalam sebuah aksinya, Tony B. membunuh seorang kerabat keluarga mafia lain. Timbullah perselisihan antara keluarga Soprano dan keluarga mafia pesaingnya tersebut.<span id="more-7"></span></p>
<p>Bukannya bertindak tegas, Soprano malah mengangkat Tony B. menjadi bos salah satu kasinonya. Padahal, sebagai salah satu kapten di bawah Soprano, Tony B. harus selalu berkonsultasi dengannya sebelum bertindak. Tindakan vigilante Tony B. menyebabkan Soprano kehilangan muka di hadapan lawan dan bawahan bawahannya.</p>
<p>Kasak kusuk mulai muncul di antara para kapten Soprano. Namun mengingat kedudukan Soprano, tiada yang berani berbicara. Hanya si penasehat, alias consiglieri, yang berani mengungkapkannya. Itu pun dengan rasa segan. Menanggapi itu, Soprano tidak bergeming.</p>
<p>Hingga akhirnya Tony B. kembali beraksi sendiri. Dia menghabisi adik dari Phil Leotardo, rekan dari keluarga mafia saingan Soprano tersebut. Phil membalas dengan menganiaya salah seorang kapten keluarga Soprano. Itu pun masih belum memuaskan Phil. Dia ingin Tony B. diserahkan padanya dan mengalami penderitaan yang panjang.</p>
<p>Kali ini, Soprano tidak bisa mengelak lagi. Soprano harus menghukum sepupunya atau organisasinya hancur. Di satu pagi hari, dengan tangannya sendiri Soprano mengantarkan Tony B. ke alam baka.</p>
<p>Tiga Jenis Karyawan</p>
<p>Dalam buku terbarunya berjudul Winning, Jack Welch mengingatkan para leader manager untuk bersikap tegas.</p>
<p>Menurut Welch, ada tiga jenis karyawan di sebuah perusahaan. Karyawan tipe pertama hidup sesuai dengan visi dan misi perusahaannya. Selain itu, mereka antusias dengan pekerjaannya dan mereka menjadi bintang dalam organisasi tersebut. Welch menuliskan bahwa di tiap organisasi ada sekitar 20% karyawan tipe pertama ini.</p>
<p>Yang terbanyak adalah tipe kedua. Mereka berjumlah sekitar 70% dari seluruh karyawan. Tipe kedua ini mempunyai kemampuan yang dibutuhkan perusahaan. Tetapi sayangnya, karena satu dan lain hal, karyawan yang termasuk tipe ini tidak termotivasi untuk bekerja dengan antusiasme dan hasil yang ditunjukkan oleh tipe pertama.</p>
<p>Tipe terakhir adalah para karyawan yang mbalelo. Bukannya mendukung perusahaan, mereka cenderung merugikan perusahaan dengan ketidakpedulian mereka atas tujuan perusahaan. Mereka berjumlah sekitar 10% dari populasi karyawan yang ada.</p>
<p>Tipe terakhir ini berpengaruh negatif pada dinamika organisasi. Mereka meruntuhkan moral para pekerja yang lain dengan kinerja mereka yang buruk. Pada akhirnya keseluruhan organisasi menderita karena beberapa orang yang tidak bekerja dengan baik.</p>
<p>Buat Jack Welch, hanya ada satu penyelesaian bagi 10% karyawan ini: berhentikan mereka. Tentu saja, ini penyelesaian yang paling logis dan paling baik. Hanya yang menjadi pertanyaan, bagaimana caranya?</p>
<p>Melepaskan seseorang bukanlah sesuatu yang mudah. Dalam miniseri The Sopranos, Tony Soprano digambarkan sebagai persona yang dingin. Psikiaternya bahkan menyebutnya extremely anti social. Tetapi sebagai seorang Italia sejati, Tony mempunyai perasaan yang sangat dekat dengan sepupunya Tony B. Sangat sulit baginya untuk menghukum Tony B.</p>
<p>Soprano mendapatkan pelajaran berharga dari sini. Dia hampir saja menghadapi perang antar keluarga mafia. Seorang kaptennya dirawat di rumah sakit setelah dianiaya oleh kelompok pesaingnya. Lebih parah lagi, Soprano harus merelakan kehilangan konsesi di salah satu bisnisnya untuk memenangkan hati keluarga mafia saingannya itu. Kerugian yang sangat besar.</p>
<p>Contoh dalam dunia bisnis tidak kalah banyak. Perusahaan komputer Hewlett Packard memecat Carly Fiorina karena kegagalannya memberikan hasil yang diinginkan. Sayangnya ini harus dibayar dengan harga saham HP yang jatuh sangat tajam setelah merger antara HP dan Compaq. Carly-lah yang menjadi sponsor utama merger tersebut. Kita tahu, merger itu tidak menghasilkan perusahaan yang lebih baik.</p>
<p>Dewan komisaris kemudian mengambil langkah tegas dengan memecat Carly. Penggantinya segera memisahkan bisnis komputer dan bisnis printer HP. Langkah ini, walau terlambat, mengembalikan kepercayaan para investor. Harga saham HP mulai menanjak. Tapi kerugian telah terjadi. Kepercayaan karyawan hilang, harga saham belum mencapai harga sebelum merger, dan pangsa pasar pun berkurang. Belum lagi kompensasi yang diberikan untuk memberhentikan Carly Fiorina. Menurut cnn.com, Carly mungkin mendapatkan kompensasi sebesar $42 juta!!! Jumlah yang luar biasa mengingat hanya kerugian yang dihasilkannya.</p>
<p>Menurut Welch, banyak manajer yang memilih untuk tidak memecat bawahannya yang tidak perform. Buat banyak orang, pekerjaan menjadi identitas mereka. Terkadang lingkungan pekerjaan bahkan menjadi keluarga kedua seseorang. Selain itu, pekerjaan juga memberikan jaminan akan adanya penghasilan tetap. Wajar saja perasaan kuatir dan bersalah muncul saat seorang manajer menghadapi karyawan yang akan dipecat.</p>
<p>Seorang manajer harus mempunyai sikap caring atas bawahannya. Hal ini juga harus ditunjukkan saat memberhentikan karyawan. Buatlah karyawan anda tidak merasa tersinggung saat proses tersebut dilakukan. Karyawan yang dipecat juga haruslah tahu bahwa ini adalah tindakan terakhir yang harus dilakukan. Pemecatan tersebut adalah pilihan terbaik dari berbagai opsi. Dengan mengerti hal ini, harga diri karyawan tersebut tetap terjaga.</p>
<p>Memberhentikan seorang karyawan bukanlah hal yang mudah. Tetapi ini menjadi salah satu tugas seorang pemimpin untuk memastikan organisasinya berjalan sesuai dengan misi dan visinya. Dalam prosesnya, manajer perlu memastikan karyawan mengerti dan menerima hal tersebut.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=7&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/leadership-mafia-style/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menulis Surat Lamaran di Email</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/menulis-surat-lamaran-di-email/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/menulis-surat-lamaran-di-email/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2007 15:21:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia kerja]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>
		<category><![CDATA[surat lamaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/menulis-surat-lamaran-di-email/</guid>
		<description><![CDATA[Makin banyak perusahaan yang membolehkan para calon karyawan untuk mengirimkan lamarannya lewat email. Hal ini tentunya menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pelamar. Bagi perusahaan, ini akan mengurangi jumlah surat lamaran dalam bentuk kertas yang harus mereka terima dan arsipkan. Selain itu, lebih mudah bagi perusahaan untuk mem-forward surat lamaran berbentuk email ke para usernya. Bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=4&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Makin banyak perusahaan yang membolehkan para calon karyawan untuk mengirimkan lamarannya lewat email. Hal ini tentunya menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pelamar. Bagi perusahaan, ini akan mengurangi jumlah surat lamaran dalam bentuk kertas yang harus mereka terima dan arsipkan. Selain itu, lebih mudah bagi perusahaan untuk mem-<em>forward</em> surat lamaran berbentuk email ke para <em>user</em>nya. Bagi calon karyawan, ini akan menolong mereka untuk mengirimkan lamaran secara cepat. Jika Anda mengirimkan lamaran ke banyak perusahaan, dengan mudah Anda dapat mengkopi email lamaran Anda sebelumnya dan menyesuaikannya.<span id="more-4"></span></p>
<p><strong>1. Judul Email</strong><br />
Judul email Anda haruslah menolong penerimanya untuk segera mengetahui maksud dari email Anda. Karena itu tuliskan judul yang jelas tetapi singkat. Sebagai contoh, Anda dapat menuliskannya sebagai berikut &#8220;Lamaran untuk Posisi Manajer Pemasaran&#8221;.</p>
<p><strong>Catatan</strong>: Baca dengan baik iklan lowongan kerja tersebut. Sering kali mereka meminta Anda menuliskan kode tertentu di judul atau <em>subject</em> email Anda.  Terutama jika pada saat yang bersamaan mereka mempunyai beberapa lowongan pekerjaan.</p>
<p><strong>2. Dimana Surat Lamaran Ditulis?</strong><br />
Sering kali kita bingung apakah perlu menuliskannya di badan email atau di <em>file</em> tersendiri. Menurut teman saya yang bekerja di bidang <em>recruiting</em> sebuah perusahaan <em>multinational</em>, Anda dapat menuliskan surat lamaran (<em>cover letter</em>) Anda di badan email. Artinya, perusahaan tetap akan menerima surat lamaran Anda dengan baik. Pengalaman saya, tidak pernah ada perusahaan yang menolak lamaran yang suratnya dituliskan di badan email.</p>
<p><strong>3. Bagaimana dengan Resume?</strong><br />
Jangan menulis resume Anda di badan email. Tuliskan dalam file tersendiri dan jadikan sebagai lampiran email Anda.</p>
<p><strong>4. Word, PDF, atau Text?</strong><br />
Biasanya perusahaan akan menuliskan pada iklan lowongan kerja jenis file yang bisa Anda kirim. Walaupun umumnya meminta file MS Word, terkadang mereka mengijinkan Anda untuk mengirimkan file berformat pdf. Jika tidak disebutkan, kirimkan resume Anda dalam file MS Word (.doc).</p>
<p>File text (ekstension .txt) lebih baik tidak digunakan karena pada saat dikirim dengan email, file tersebut terkadang muncul di badan email. Ini terutama jika Anda menggunakan email gratis di Web, seperti Yahoo!, Gmail, atau Hotmail.</p>
<p><strong>5. Ukuran Email	</strong><br />
Usahakan ukuran email Anda tidak melebihi 300 kb. Ukuran email ini terutama dipengaruhi oleh ukuran file yang di-<em>attach</em>. Karena itu periksa besar file yang Anda lampirkan. Jika Anda diminta menyertakan foto, jangan masukkan file foto yang terlalu besar. Perkecil ukuranya dengan menggunakan berbagai jenis program <em>photo editor</em>.</p>
<p><strong>6. Email Signature</strong><br />
<em>Email signature</em> adalah text yang dituliskan secara otomatis oleh <em>provider</em> email Anda. <em>Signature</em> ini bisa Anda program sendiri, atau bagian dari iklan untuk penyedia jasa email tersebut.  Adanya <em>signature</em> ini mengurangi kesan profesional pada lamaran Anda.</p>
<p>Email web gratis seperti Yahoo! dan Hotmail menambahkan <em>signature</em> ini secara otomatis pada semua email yang mereka kirim. Sedangkan Gmail tidak. Inilah alasan pertama saya memilih Gmail untuk mengirimkan lamaran-lamaran saya.</p>
<p><strong>7. Test Kirim</strong><br />
Untuk surat lamaran yang dikirim lewat email, selain melakukan <em>proof read</em>, Anda juga perlu melakukan test pengiriman. Lakukan ini dengan mengirimkan email lamaran Anda, lengkap dengan <em>attachment</em>-nya ke email lain. Tentunya jangan kirimkan email percobaan tersebut ke email perusahaan yang Anda tuju. Kirim ke alamat email lain yang Anda punya. Jika Anda hanya mempunyai satu alamat email, Anda bisa membuat alamat email baru di <a href="http://mail.yahoo.com/" target="_blank">Yahoo!</a>, <a href="http://www.gmail.com/" target="_blank">Gmail</a>, atau <a href="http://www.hotmail.com/" target="_blank">Hotmail</a>.</p>
<p>Apa pentingnya langkah ini? Sering kali format email yang Anda kirim berubah setelah sampai di alamat email lain. Saat mengirimkan email dari Yahoo! ke Gmail, saya perhatikan spasi email saya berubah dari satu menjadi dua. Tapi sebaliknya, email yang saya kirim dari Gmail ke Yahoo! tidak berubah formatnya. Ini alasan kedua saya menggunakan Gmail untuk mengirimkan lamaran saya. (<em>tmps</em>)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=4&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/menulis-surat-lamaran-di-email/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Membuat Surat Lamaran Pekerjaan</title>
		<link>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/kiat-membuat-surat-lamaran-pekerjaan/</link>
		<comments>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/kiat-membuat-surat-lamaran-pekerjaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2007 15:13:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Togap Siagian</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia kerja]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>
		<category><![CDATA[surat lamaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/kiat-membuat-surat-lamaran-pekerjaan/</guid>
		<description><![CDATA[OK, kamu baru lulus kuliah dan pengen segera kerja. Memang membosankan kalau harus menunggu berbulan-bulan di rumah tanpa kesibukan yang berarti.
Jadi, kamu mulai menyiapkan surat lamaran kamu. Tapi tunggu dulu.. Bagaimana ya caranya??? Wah bingung deh. Menulis surat lamaran kan nggak mudah. Banyak banget kayaknya yang harus dipersiapkan. Belum lagi formatnya yang harus diperhatikan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=3&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>OK, kamu baru lulus kuliah dan pengen segera kerja. Memang membosankan kalau harus menunggu berbulan-bulan di rumah tanpa kesibukan yang berarti.</p>
<p>Jadi, kamu mulai menyiapkan surat lamaran kamu. Tapi tunggu dulu.. Bagaimana ya caranya??? Wah bingung deh. Menulis surat lamaran kan nggak mudah. Banyak banget kayaknya yang harus dipersiapkan. Belum lagi formatnya yang harus diperhatikan dengan benar. Kalau formatnya nggak menarik, gimana bisa nanti menarik perhatian perusahaan yang dilamar? Wah gimana nih?</p>
<p>Buat saya, menulis surat lamaran termasuk satu hal yang cukup sering saya lakukan. Terus terang saja, hingga tahun lalu, mungkin sudah ratusan surat lamaran yang saya kirimkan. Panggilan wawancara pun entah sudah berapa puluh yang saya terima. Jadi mungkin saya bisa <em>share </em>beberapa kiat saya dalam menulis surat lamaran.</p>
<p>OK, <em>let&#8217;s start</em>. Jadi inilah kiat-kiat menulis surat lamaran pekerjaan ala Togap Siagian:<span id="more-3"></span></p>
<p><strong>1. Tiap Lowongan Pekerjaan Berbeda</strong></p>
<p>Yang perlu diingat pertama tama, tentunya <strong>setiap lowongan pekerjaan berbeda satu sama lain dan karena itu perlu surat lamaran yang berbeda</strong>. Jadi jangan hanya meng &#8211; <em>copy paste </em>surat lamaran yang ada. Pastikan isi surat lamaran kamu sesuai dengan pekerjaan yang ditawarkan. Caranya mudah kok. Lihat saja iklan lowongan pekerjaan tersebut. Lalu sesuaikan isi surat lamaran kamu dengan syarat-syarat yang tertulis di iklan tersebut. Tentunya tulis yang benar saja. Jangan sekali-sekali menulis yang tidak benar.</p>
<p><strong>2. Jangan Terlambat</strong></p>
<p>Perhatikan tanggal penutupan iklan tersebut. Saya belum pernah mendengar ada lamaran yang diterima setelah tanggal <em>deadline</em> terlewati. Jadi supaya aman, pastikan surat kamu <strong>sudah terkirim dan sampai</strong> sebelum tanggal <em>deadline</em>-nya.</p>
<p><strong>3. Format Penulisan</strong></p>
<p>Saya asumsikan semua surat lamaran diketik dengan komputer. Hari gini masa <em>sih </em>masih ada yang pakai mesin ketik buat mengirim surat lamaran? Nah, walaupun kemampuan kamu menggunakan <em>word processor</em> sudah canggih, nggak perlu terlalu fancy waktu menulis surat lamaran. Surat lamaran kamu nggak perlu dikasih warna &#8211; warni. <strong>Cukup gunakan warna hitam buat tulisannya dan kertas putih</strong>.</p>
<p><strong>4. Bagian <em>Introduction</em></strong></p>
<p>OK, masuk ke penulisan suratnya. <strong>Bagian pertama adalah <em>introduction</em>. </strong>Di sini kamu memperkenalkan nama dan mungkin juga umur (kalau salah satu persyaratan yang diminta adalah umur tertentu). Juga di bagian ini, kamu terangkan dimana kamu mengetahui tentang adanya lowongan pekerjaan tersebut. Oh ya, di sini kamu tuliskan dengan jelas pekerjaan yang kamu lamar di perusahaan tersebut.</p>
<p><strong>Contoh: </strong>&#8220;<em>I have always been interested in working in your company, and when I read on <a href="http://www.milisbeasiswa.com" title="Iklan nggak apa dong...">milisbeasiswa.com</a> about the opening for an internal auditor position, I was very excited. My name is Luna Maya and I am 24 years old.</em>&#8220;</p>
<p><strong>5. Pengalaman Kerja dan Pendidikan</strong></p>
<p>Bagian berikutnya berisi penjelasan singkat tentang latar belakang pendidikan <em>atau </em>pengalaman kerja kamu. Nah, di sini harus diperhatikan hal berikut ini. Ingat, kalau kamu sudah pernah bekerja sebelumnya, <em>dan</em> pengalaman kerja kamu relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar, di bagian ini kamu perlu menuliskan pengalaman kerja kamu. Jadi misalnya, kamu sudah pernah bekerja selama 2 tahun di bidang audit. Jadi ya di sini kamu tuliskan pengalaman kerja kamu. Latar belakang pendidikan kamu tuliskan di bagian berikutnya. Cukup singkat saja. Detailnya bisa dilihat di resume kamu.</p>
<p>Kalau kamu belum pernah bekerja sebelumnya, misalnya kamu <em>fresh graduate</em>, maka kamu perlu menuliskan latar belakang pendidikan kamu. Karena itu yang perlu kamu tunjukkan pada si rekruter.</p>
<p><strong>6. Tunjukkan Pencapaian</strong></p>
<p>Dalam menuliskan pengalaman kerja, tunjukan maksimum dua hal yang <em>berbeda</em> yang pernah kamu capai dalam pekerjaan kamu. Jadi kamu mungkin bisa menuliskannya seperti contoh di bawah. Bagian yang saya tebalkan menunjukkan pencapaian yang dibuat penulisnya.</p>
<p>&#8220;<em>Currently, I work for PT ABCD Tbk as a senior auditor. I joined this company in 2005 as a management trainee program <strong>where I passed as the best trainee </strong>and promoted to be a junior auditor. Last year, during a critical audit from the headquarter, <strong>I helped the company </strong>to collect all the necessary data which previously was not easily found</em>.&#8221;</p>
<p><strong>7. Bagian Penutup</strong></p>
<p>Bagian terakhir adalah bagian penutup. Di sini bukan hanya kamu memberikan penegasan bahwa kamulah calon yang paling cocok untuk pekerjaan yang ditawarkan, tapi juga di bagian ini kamu meminta kesediaan mereka untuk melakukan wawancara dengan kamu. Kira-kira kamu bisa menuliskan begini:</p>
<p>&#8220;<em>I fulfill most the requirements you have for this job. I do believe my experience and education background will be an important asset for your company. I can discuss in detail my qualification in an interview.</em>&#8220;</p>
<p>OK, segitu dulu kiat-kiat dari saya buat menulis surat lamaran pekerjaan. Semoga membantu.</p>
<p><em>Kamu punya pertanyaan, atau mau share pengalaman menulis surat lamaran pekerjaan? Tuliskan di bagian comment di bawah.</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/milisbeasiswa.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/milisbeasiswa.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/milisbeasiswa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/milisbeasiswa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/milisbeasiswa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/milisbeasiswa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/milisbeasiswa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/milisbeasiswa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/milisbeasiswa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/milisbeasiswa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/milisbeasiswa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/milisbeasiswa.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=milisbeasiswa.wordpress.com&blog=529897&post=3&subd=milisbeasiswa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://milisbeasiswa.wordpress.com/2007/05/22/kiat-membuat-surat-lamaran-pekerjaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc361cbfbb92a8c1aa227e7172fd1d55?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Togap Siagian</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>