Kelahiran anak pertama saya membuat dunia saya berubah. Lebih baik tentunya. Dan lebih berwarna warni. Cuma efeknya, blog ini akhirnya sempat terlupakan. Canggung rasanya untuk mulai menulis lagi. Tapi saya ingin sekali membagikan apa yang saya rasakan hari ini.
Pagi ini saya kedatangan tamu seorang teman yang baru kembali dari tugas penting di Amerika Serikat. Ini adalah perjalanannya pertama kali ke luar negeri. Sebagai orang-orang yang dianggap ahli dalam bidangnya, teman saya dan dua orang Indonesia lain mendapat amanat untuk memperbaiki sistem manajemen di salah satu unit perusahaan di negara bagian California.
Tugas tersebut berhasil mereka selesaikan dengan baik. Tim manajemen dari unit tempat mereka bertugas berterima kasih atas kehadiran mereka. Bukan hanya proses kerja unit tersebut menjadi lebih efisien, flying team dari Indonesia ini bahkan dianggap lebih baik daripada tim full bule yang ada di unit kerja tersebut. Hingga beberapa karyawan Amerika sengaja datang menemui teman saya dan timnya untuk berkonsultasi mencari cara yang lebih baik dalam mengerjakan pekerjaan mereka. Bangga sekali rasanya mendengar hal tersebut.
Salah satu bule begitu terkesannya dengan teman saya yang masih mudah itu, sampai mungkin karena penasaran, dia bertanya,”Kamu sekolahnya apa sih?”. Teman saya senyum senyum saja karena dia menyelesaikan pendidikan S2-nya hanya di Indonesia.
Satu hal yang saya ingat benar dari cerita teman saya ini adalah komentarnya. “Ternyata bule biasa-biasa aja. Kita bisa lebih baik daripada mereka”. Yup! Benar! Saya setuju sekali dengannya. Ternyata manusia berkulit putih, bertubuh tinggi jangkung, dan bermata biru itu tidak sehebat yang dibayangkan. Kita orang Indonesia bisa lebih dalam berbagai bidang dibandingkan mereka.
Perasaan teman itu saya rasakan saat mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan di AS bertahun tahun lalu. Awalnya, tentu saja saya bertanya tanya apakah saya akan mampu bersaing dengan warga negara AS dalam studi saya. Kekuatiran ini pelan-pelan terkikis dan akhirnya terhapus sama sekali setelah perkuliahan dimulai. Saya tidak perlu kuatir bersaing dengan mereka. Justru dengan sesama orang Asialah saya rasakan persaingan yang lebih berat . Para pelajar dari Cina daratan, dan terutama dari India, sangat ambisius dan mau bekerja keras untuk berhasil. Sebagai sesama orang dari benua Asia, yang sering dianggap lebih terbelakang dibanding dunia barat, saya termotivasi dengan kegigihan pelajar-pelajar Cina dan India ini.
Malam harinya, saya membaca berita di Yahoo! News tentang rendahnya tingkat kelulusan siswa SMU di beberapa negara bagian di Amerika Serikat. Angka drop out cukup tinggi yaitu sekitar 1,2 juta siswa setiap tahunnya. Tingkat kelulusan di beberapa sekolah juga sangat rendah, yaitu hanya sekitar 30% dari seluruh siswa yang mendaftar.
Ini tentu saja sangat parah. Bayangkan saja, Amerika Serikat adalah negara yang GDP nya paling tinggi di dunia. Industrinya berkembang dengan sangat hebat, walau di beberapa tahun belakangan terjadi perlambatan. Kemajuan teknologi mereka tidak perlu dipertanyakan lagi. Tapi kenyataannya, banyak yang tidak mampu menyelesaikan pendidikan SMU mereka.
Menurut saya, ada beberapa alasan penyebab tingginya ketidaklulusan ini. Salah satunya adalah karena banyak warga negara Amerika Serikat yang dimanjakan oleh sistem. Mereka tahu bahwa jika mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, pemerintah Amerika Serikat melalui program jaminan sosialnya akan memberikan sejumlah uang dan kupon makanan untuk mereka. Bahkan jadinya sebagian merasa tidak perlu bekerja agar mereka tetap dinilai sebagai orang yang miskin dan layak untuk mendapatkan tunjangan-tunjangan tersebut.
Buat intermezzo, saat saya menulis blog ini, di saluran Star World ditayangkan iklan acara kuis yang baru di Amerika Serikat. Seorang dewasa ditanyai nama benua yang juga sebuah negara. Dengan wajah bingung dia mulai menggumam sendiri,”Hm, benua-benua yang ada di dunia adalah Eropa, Asia, Australia, Amerika Utara, Amerika Selatan,…”. Wah, saya kaget dan tersenyum sendiri mendengarnya…
Tentu saja, masih sangat banyak orang berpendidikan dan ahli di negara Amerika Serikat. Tapi makin banyak ahli-ahli ini yang berasal dari negara lain, terutama India dan Cina karena semakin banyak warga negara AS yang tidak mau melanjutkan pendidikan mereka. Teman saya memperhatikan dalam penerbangannya dari Hong Kong ke San Francisco, sekitar 80% penumpang yang ada di pesawat tersebut berperawakan seperti orang India. Teman saya yakin sebagian besar dari mereka datang ke AS untuk berbisnis ataupun untuk bekerja.
Suatu waktu, jika kita mau, bangsa kitapun bisa menjadi seperti itu. Teman saya dan flying teamnya telah membuktikan hal tersebut. Keahlian mereka diakui oleh rekan kerja mereka di Amerika Serikat. Suatu waktu, saya bermimpi, kita akan mengalahkan Amerika Serikat. Bukan dalam perang, tapi dalam keahlian. Waktu yang indah itu, saya yakin, hanya bisa dicapai melalui pendidikan.
April 2, 2008 at 3:13 am
Salam kenal Pak Togap..
MEmang kita sebenarnya tidak kalah dari amerika..
April 2, 2008 at 4:44 pm
Salam kenal pak Togap,
saya merasa justru banyak imigran, terutama orang Cina dan India, memegang peranan penting di institusi, organisasi, perusahaan di Amerika.
Bahkan, saya pernah menjumpai website sebuah lab di universitas Amerika yang semua penghuninya orang Cina. Jelas ini salah satu bukti kita tidak kalah dengan orang-orang Amerika.
April 2, 2008 at 5:41 pm
Memang benar seperti yg bung Togap tulis.. saya kerja di U.S, perusahan besar milik Perancis and Italia, and yg ahli2 ya orang Cina and India.. Bule nya.. well, average lah.. hehe…
Ini jg saya rasakan ketika belajar di Singapore..
Kmrn ngobrol2 sama orang sini jg, kebetulan istrinya merupakan seorang guru, dia mengeluh kalau sekarang anak2 sangat amat susah untuk dibimbing.. and dimanjakan oleh system, contoh paling ringan adalah bahan pelajaran/perkuliahan.. semua online.. tinggal klik mouse.. walhasil, ga ada yg nyangkut di otak.. hehe.. beda dengan yang Asian, mesti ditulis smuanya ke buku tulis
Berita tingkat kelulusan rendah keluar tadi malam di TV yah bung Togap? terutama yg public school, persentasenya kecil sekali.. but well, orang2 ga membicarakan itu, karena tertutup dengan hingar bingar pemilihan kandidat presiden.. heheh
Sukses selalu bung Togap! anaknya jg.. hehehe..
April 2, 2008 at 6:24 pm
Halo Bung Togap…
tepat analisa bung, saya sendiri mengalaminya. saat ini saya sedang studi di belanda. Mungkin ada sedikit perbedaan antara Eropa dan Amerika, namun untuk kompetisi, teman2 saya dari asia (china, taiwan dan indonesia) sangat mampu bersaing dengan students dari eropa (kebetulan di kelas saya tidak ada yang dari US).
Satu kelebihan yang saya lihat dari mereka adalah kekompakkan dalam mengerjakan tugas2 kelompok dan kedisiplinan dalam waktu sehingga mereka dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan terarah.
Ok bung, segini dulu… sukses terus dengan milis beasiswanya… cheers
April 2, 2008 at 11:44 pm
orang amerika yg hebat kan cuma dua: noam chomsky dan david dreman hehe
salam kenal bang Togap !
April 3, 2008 at 1:04 am
Kita ga akan cuma mimpi tapi kenyataannya..
mudah2an setelah baca ini, anggapan ttg bule yang keren dgn segala kemampuannya bisa memudar dan kita bisa memupuk kepercayaan diri kita dan terutama bangsa kita.
April 3, 2008 at 1:21 am
Salam Kenal Om Togap,
Wuah..artikelnya bikin semangat. Makasih banyak atas info ini terutama buat saya yang mo pergi ke US buat belajar. Langkah saya jadi tambah mantap. Maju terus Indonesia, pantang mundur…!!
April 3, 2008 at 1:27 am
Masalah hebat ato ga hebat itu bukan tergantung warna kulit, ras, atau negara.
Asal mo bersungguh-sungguh semua orang juga bisa jadi hebat.
April 3, 2008 at 1:30 am
Wah, baca ini saya jadi merinding Bang
dan semangat untuk terus MAJU
Iya, sebenarnya bangsa kita belum maju-maju karena mentalnya masih mental inlander kali yah? Masih silau dengan yang berbau Barat. Tulisan Bang Togap ini meruntuhkan kesilauan itu. Buktinya, salah satu anak bangsa ini ternyata BISA MENGALAHKAN AMERIKA
Setelah baca tulisan Mas Togap ini, saya jadi yakin bahwa sebenarnya kita bisa maju. Dan hal ini dimulai dari mental (atau fikiran bawah sadar) bahwa kita bisa maju
Ayo Majulah Indonesia!
April 3, 2008 at 2:46 am
Salam kenal Bung Togap.
Saya turut merasa banggga membaca tulisan ini. Pendorong tuk terus belajar dan belajar… dan juga bangga akan bangsa sendiri.
Semakin kuat keyakinan saya bahwa melalui pendidikan yang baik kita PASTI akan menjadi BANGSA yang hebat. Terimakasih tuk sharing nya Bung Togap.
April 3, 2008 at 3:16 am
Wah….SETUJU buanget ama bang Togap!! Memang kita mesti tegap ngadepin bangsa-bangsa di dunia ini.
Selama ini kebanyakan dari kita (termasuk saya) suka ga PD kalo ngadepin bule. Kesan bahwa bule adalah kelas satu yang sebenarnya kesan ini muncul akibat penjajahan yang lama di negara kita, harus kita singkirkan jauh-jauh.
Memang dalam beberapa hal, kita masih tergantung dengan orang bule, terutama tekhnologi. Namun dengan menyimak fenomena seperti yang diutarakan bung Togap, saya yakin kitapun dapat berdiri tegap, sejajar dengan bangsa lain.
April 3, 2008 at 3:36 am
Kalo saya ini mampir cuman mau bilang: Selamat atas kelahiran anak pertamanya. Selamat memasuki satu babak baru dalam kehidupan. Selamat begadang2 juga ya
April 3, 2008 at 3:56 am
Pertama2, selamat buat bang togap atas kelahiran anak pertamanya. Benar kata Mbak Hesti, selamat begadang alias ronda malam
Mengenai tulisan diatas, emang benar sekali. Pengalaman selama bekerja di NGO, banyak juga tuh Expat/Delegate yang nota benenya “bule”, tapi kemampuannya juga imbang2 dengan orang kita, bahkan ada yang dibawah orang2 kita. Hanya saja sedikit sekali kesempatan yang diberikan kepada kita untuk Maju. Kesannya seolah2 “bule” lebih pinter, padahal? gak juga tuh hehe.
Go Go Go…
April 3, 2008 at 4:33 am
Hi Bung Togap,
Hhhmmm… memang mereka kelihatan dari luar pinter2 gitu yaa, soalnya ngomongnya pake bahasa inggris sih, makanya kelihatan pinter, secara kita aja tergagap2 kalo ngomong inggris lancar, hehehe…
Tapi salut deh buat anda udah memotivasi kalo kita juga bisa. Semangat!!
April 3, 2008 at 4:35 am
Menurut saya memang secara individu orang Indonesia tidak kalah dengan orang AS atau Eropa. Lihat saja berapa banyak pelajar kita yang mampu menjuarai Olimpiade Sains Tingkat Internasional. Juga orang2 Indonesia yang sampai mendapatkan green card karena dibutuhkan oleh negara2 lain.
Tapi kalo berbicara sebagai bangsa, sepertinya sulit sekali kita menyatukan individu2 hebat itu agar bisa bersinergi untuk memajukan bangsa ini. Ketika orang2 hebat itu berkumpul dalam suatu wadah yang bernama Indonesia, kok jadinya malah seperti sekarang ini?? Itulah menurut saya PR terbesar bangsa ini. Bagaimana caranya agar banyaknya individu2 berkualitas asal negara ini menjadi sumber daya yang konstruktif bukannya destruktif.
April 3, 2008 at 5:58 am
Hebatt..semoga yaa..semoga orang2 seperti temen bung togap semakin banyak..karena yang bikin nama INA semakin ‘turun’ juga sepertinya semakin banyak..
SEMANGATT!!!
April 3, 2008 at 7:18 am
Salam kenal bung Togap,
Saya yakin manusia indonesia tidak kalah dengan bule, tulisan bung togap perlu di lihat oleh orang banyak, agar kita kembali yakin akan kemampuan kita sendiri bisa atau bahkan lebih dari mereka.
April 3, 2008 at 7:25 am
Salam kenal, setuju saja, saya juga alami saat kuliah S2 di Inggris, orang inggris asli hanya 10% dari populasi kelas, eropa non Inggris tidak sampai 20% sama dengan dari Indonesia, 50% sisanya Asia, Afrika, Amerika Latin, didominasi oleh Cina dan India. Sistem benar2 memanjakan orang Eropa dan US, sampai2 ini juga tertular ke anak2 para imigran, yang kalau ditanya cita-citanya kalau sudah besar, jawabnya “Supir Taxi!” semata2 karena penghasilan seorang Supir Taxi di London bisa untuk keliling dunia
April 3, 2008 at 7:54 am
salam kenal…….
Emank suatu kebanggaan bila org INA mampu bersaing dan unggul dari org amerika tapi moga2 org INA yg sukses bekerja di luar negeri gak ketularan penyakit “KORUPSI” ajaa he…..he……he……
April 3, 2008 at 9:02 am
[...] only there are more positive story like “Indonesia mengalahkan Amerika” and “Professor termuda di US adalah orang [...]
April 3, 2008 at 3:35 pm
salam kenal bang togap.
dan semoga saya bisa tertular semangat positifnya.. semoga kita akan menjadi generasi yang membangun bangsa kita..
April 4, 2008 at 4:23 am
Salam Kenal bang Togap,
Dengan kenyakinan dan semangat, saya YAKIN kita akan menjadi seperti China dan India.
April 4, 2008 at 4:24 am
Salam kenal bung togap,
Kejadian yg mirip2 yg dialami oleh salah satu relasi Sy beberapa tahun lalu,yg bekerja untuk perusahaan belanda di indo dan beliau diundang untuk suatu seminar tentang teknologi nuklir di Rusia,
Kejadian yg kaget adalah disaat teman sy dan rekan2nya sudah akan mengikuti dan duduk diruang seminar yg sudah disediakan,dan acara akan dimulai, Disaat Pembicara akan memulai acara dan berjalan ke mimbar,dan merupakan Professor di Institusi Russia itu dgn rambutnya yg putih dan sudah agak berumur,tiba2 berhenti sejenak dan memandang ke arah teman2 sy yg kebetulan ada di baris paling depan,beliau tersenyum dan mendekati teman saya sambil mengulurkan tangan dan berucap dlm bahasa jawa ” Apakah anda orang Indonesia?” ,,,teman sy terhenyuk kaget kok orang rusia ini bisa bahasa jawa,,,dan setelah mengobrol baru diketahui bahwa beliau memang orang indonesia dan sudah lama menetap tinggal di russia,,,(^_^)
April 4, 2008 at 7:19 am
sepakat.
kita akan mengalahkan mereka!!
April 4, 2008 at 8:16 am
Menginspirasi…. Thanx Bang Togap.
April 4, 2008 at 9:42 am
salam kenal..
lha emang orang Indonesia tu cerdas-cerdas kok..Cuman pemerintahnya aja yang kurang cerdas-cerdas untuk memberdayakan yang cerdas-cerdas tersebut..
huehhehehe…
April 4, 2008 at 11:27 am
hello bang togap… salam kenal
acaranya yang di star world ” are u smarter than fifth grade” kan??
ohya bang togap milis beasiswanya
(http://www.milisbeasiswa.com/scholarship-guides/)
mohon di cek lagi dong coz setiap buka itu pasti gak bisa…
lagi hunting scholarship niy… thanks bgt…
btw congratz u/ kelahiran ank pertamanya. namanya sypa? n upload fotonya dwng…
trims,,,
April 5, 2008 at 10:39 am
terima kasih inspirasinya. kebetulan skarang lagi agak ngedrop utk belajar! ayo maju!!!
April 5, 2008 at 2:22 pm
salam kenal pak togap…
mudah2an suatu hari nanti bgs indonesia bisa benar2 mengalahkan bgs tetangga… ^^
April 6, 2008 at 12:22 pm
Halo Bang,
Lam Kenal….
Bang anak Indonesia itu ga pernah kalah dgn anak Amerika…
Buktinya ank indonesia skrg rata2 bisa bahasa Inggris..
Apa mrk rata2 bisa bahasa Indonesia?
Itu sdh mjadi salah satu bukti kalo kita bisa ngalahkan Amerika..
Jadi asalkan byk sarana pendidikan yg mendukung, pasti anak Indonesia akan melesat jauh dalam skill dan kepintaran dibandingkan Amerika..
Hidup indonesia..
April 10, 2008 at 2:36 pm
Salam Kenal,
Mantab sekali tulisannya…salut…
Semoga tulisan ini mengubahkan paradigma bangsa kita.
Siapa banyak menabur akan banyak menuai…terlepas dari latar belakang rasnya.
Ayo kita sama2 menabur kerja keras dan karakter yg gigih, keberhasilan akan mendatangi kita…
Salam kenal buat rekan2 semua…salam perjuangan.
We can fight
April 20, 2008 at 1:07 am
pagi bang togap
assalamu’alaikum
salam kenal, saya koyah
saya sangat terkesan dengan semua kejadian yang dialami bang togap. segala sesuatunya jika diusahakan akan membuahkan hasil. terima kasih untuk hal tersebut. tapi yang paling penting pada saat ini yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana cara membuat personal essay yang dapat meyakinkan juri. karena ketika saya dapat dari internet ada beberapa hal yang tidak dapat saya mengerti. tips dari bang togap akan sangat membantu, dan terima kasih untuk waktu dan penjelasannya. wassalam
April 22, 2008 at 10:14 pm
Berdasarkan pengamatan saya selama sy tinggal di US adalah org2 Amerika memang cenderung susah untuk sekolah. Banyak yang menempuh Bachelor Degree selama puluhan tahun dan memang banyak yang tidak lulus SMU dibandingkan di Indonesia. Tapi…
Org2 Amerika (apalagi pendatang) jauh lebih produktif daripada Orang Indonesia. Org2 yang kuliah S1 benar-benar kuliah, bukan hanya sekedar nongkrong d kampus spt sebagian besar mhssw Indonesia dan mereka pasti sambil bekerja part time. Setelah lulus, mereka sudah pengalaman bekerja dan bisa bekerja di tempat yang High Class.
Banyak orang Amerika yang produktif walaupun banyak yang tidak sekolah. Banyak orang Indonesia yang sekolah tapi masih jarang orang yang produktif. Mungkin ada beberapa Orang Indonesia yang bisa cemerlang (seperti yang Bapak Togap ceritakan) tapi masih lebih banyak orang2 yang di Indonesia yang tidak produktif di nusantara sana. Kalaupun produktif di negara sendiri tapi tidak dihargai (dilihat dari segi gaji atau penghargaan) buat apa kita berusaha menjadi sangat produktif?
Sangat dilema menjadi WNI…
April 23, 2008 at 1:20 pm
Bang Togap…
Saya minta tips gimana caranya memulai belajar bikin esai ato paper dalam bahasa Inggris dengan topik global? Apa harus dimulai dengan banyak membaca koran dulu? Ato buku2 isu2 populer dulu?
Coz banyak sekali kesempatan belajar ke luar meski hanya 2 minggu tapi mensyaratkan kita bikin esay ato paper berbahasa Inggris dengan topik global seperti, “The World in 20 years”
Oh ya, saya mahasiswi FK UNDIP Semester 8, yang kalau boleh menyalahkan sikon, kuliah di FK itu sangat menyita waktu saya karena beban kuliah yang berat dan jam kuliah yang padat. Jadi sangat sulit meluangkan waktu untuk membaca buku2 di luar buku tentang kedokteran, seperti koran ato buku2 populer lainnya, apalagi nonton TV.
Mohon tips-nya…terimakasih
May 6, 2008 at 10:44 am
Bang Togap,
Saya ingin sekali bisa mendapatkan beasiswa, saya pernah kuliah arsitektur, tapi tidak selesai karena terpaksa bekerja untuk sekedar mencukupi kebutuhan keluarga.
Alhamdulillah adik saya bisa lulus, dengan menyisihkan sebagian gaji saya. Tapi saya malah keasikan kerja akhirnya kuliah terlupakan. Usia saya sudah tidak muda lagi 33 tahun.
Mohon nasehat ,saran dan informasi dari Bang Togap, untuk lembaga beasiswa apa yang mungkin untuk saya coba
Terima kasih Bang Togab
May 9, 2008 at 4:57 am
salam sejahtera buat bang togap……. membaca pengalaman pribadi bang togap membuat semangat saya yang mulai luntur untuk melanjutkan studi bangkit lagi………
saya lulusan arsitektur dari salah satu pts di medan,ingin melanjutkan studi melaui program beasiswa.
mohon nasihat, saran dan inforamsi dari abang, lembaga beasiswa yang mungkin bisa saya coba.
terima kasih
May 30, 2008 at 10:26 am
Bang Togap,
Saya Aeron, lulusan S1 Teologi. saya ingin sekali melanjutkan S2, jurusan Filsafat atau Filsafat Agama. Namun, saya sangat susah untuk melanjutkannya, karena tidak ada dana. TErus terang, saya lagi pusing dan putus asa untuk mencari dana dan beasiswa? kira2 apa yang harus saya lakukan?
June 9, 2008 at 7:14 am
Bang Togap, salam kenal saya Inge, dari Bandung
Saya berniat banget buat melanjutkan ke S2 di Amerika (Management), sekarang saya masih belajar bahasa.
Kira-kira ada tips praktis gak ya biar aku bisa cepet lancar bahasa inggrisnya. TOEFL saya masih 466 (paper base test). So masih harus kerja keras niih..
langkah pertama yang harus saya lakukan apa ya,,
ada gak ya scholarship untuk belajar di US yang full scholarship (biaya kuliah, plus biaya hidup, dan akomodasi lainya beserta buu-bukunya / yang plus monthly allowance).
bagaimana caranya saya bisa apply.. ke mana?
thaks a lot..
Salam Indonesia !
June 9, 2008 at 7:16 am
suzantinge@yahoo.com
June 15, 2008 at 12:39 am
[...] Bila anda menentang invasi AS ke Iraq , dan anda belum bisa ikut terjun perang membela rakyat Iraq , atau anda belum punya cukup donasi untuk membantu rakyat iraq, cukup anda segera lepas simpanan US $ anda atau ditukar dng Euro untuk ikut dalam barisan yang telah digalang oleh Iran dan Venezuela dalam rangka meruntuhkan Amerika [...]
July 4, 2008 at 6:19 am
Setuju pak, saya pikir orang-orang yang pernah mampir di negeri luar sana juga beranggapan sama.
Tapi ada beberapa masalah di kita sendiri yang harus dibenahi pak….. di negara kita orang status mahasiswa itu beruntung sekali pak, buat bayar sekolah saja susah.
saya yakin mereka yang miskin2 itu mungkin secara IQ hebat, tapi kesempatan tidak pernah datang ke mereka. Tapi kerjaan mahasiswa sekarang demo mulu, g jelas lagi tujuannya…
bagaimana kalo bikin milis beasiswa utk mereka2 yang di sekolah rakyat ??? saya yakin orang donasi dari mereka-mereka yang terbang kemana2 bisa buat bikin sekolah…
yah ambil lah ngurangi ngopi di starbucknya seminggu sekali… dapet berapa tu kalo rupiah…. hehehehe… .
amien…
July 26, 2008 at 2:41 pm
‘lam knal bung..
seminggu yl saya baru tiba dari negara Benua yang abang sebut dari kuis itu.. di sana sy sempat berkeliling ke 4 kota dan berinteraksi dengan banyak orang selama masa liburan kmaren
Salah satu komentar yang paling saya ingat dari sepupu yang sudah 8thn sekolah di queensland adalah, jika di dalam suatu kelas ada orang Indonesia minimal satu aja, maka hampir bisa dipastikan dalam peringkat 1-5 di kelas tsb akan ada orang indonesianya.
Berarti kita memang bangsa yang ‘gifted’ juga dong..
semangat!!
July 29, 2008 at 3:30 pm
pak togap..
saya beremncana mau mengadakan seminar dan pameran beasiswa di jogja
rencana mau mengundang moderator milisbeasiswa…
o ya setau saya ada moderator milis yang berasal dari jogja ya??
kalo nggak salah dosen dari uny?
nah, saya tanya contact nya ya pak.
oh ya. kalo pak togap sendiri domisilinya di mana ya?
terima kasih.jika sempat, mohon reply ke email saya saja. ‘akhi.rayen@gmail.com’
August 10, 2008 at 4:11 am
Great Posting Mr.Togap
Thanks for Sharing
September 11, 2008 at 9:35 am
halo!
memang ga semua yang berbau Amerika tuh hebat!
orang indonesianya aja sepertinya yang terlalu mendewakan mereka para bule itu..dianggapnya mereka serba bisa..
semua hal pasti punya sisi positif dan negatif, asalkan kita bisa bijak menyikapinya (terkecuali dengan agresi militer AS ke Irak, itu mah ga bisa ditolerir!!)
October 6, 2008 at 4:29 pm
namun,kenapa anda tidak kuliah aja ke Cina?, kl menurut anda lebih hebat Asia. Indonesia hanya mengandalkan satu dua manusia super, tapi lupa jutan manusian nya yang pemalas. Boleh juga para ahli negara lain semakin banyak ketimbang Amerika, tapi ahli jepang yang kata nya paling OK di Asia juga harus di kirim ke NASA nya Amerika. Ternyata pinter aja belum tentu negara nya besar, dan Amerika harus diakui memiliki segala-gala nya.
November 9, 2008 at 11:18 am
asik akhirnya anak-anak indonesia termotivasi untuk belajar lebih keras jangan menyerah ya……… semangat kita berjuang lg dan lagi anak-anak indonesia
February 5, 2009 at 2:10 am
Yah semua negara ada plus minusnya lah. Klo masalah kalah2an mah semua negara juga pasti ada bibit unggulnya. Nah, pertanyaannya apakah anda mau menjadi bibit unggulnya tersebut ataukah hanya bangga jadi penonton? Saya rasa lebih baik benahi diri sendiri daripada membanding2kan dengan negara lain. Mau dengan negara apapun ya yang penting balik ke kitanya. Liat sisi yang positifnya aja. Gak perlu sentimen ke negara tertentu
February 8, 2009 at 4:08 pm
KITA PASTI BISA!!
Amerika itu biasa (bangetzz!)