Tentang Kuliah Sabtu Minggu

Catatan: Berbagai informasi yang disebarkan lewat email tentang kuliah Sabtu Minggu banyak beredar beberapa waktu yang lalu. Baru-baru ini ada informasi kalau perkuliahan Sabtu Minggu itu dianggap tidak sah oleh pemerintah. Berikut email dari salah satu pesertanya yang dikirim ke milis yang saya kelola. Mungkin ada rekan-rekan yang bisa memberikan saran.

Umami Azhary (Zahra):

Saya bukan member milis Beasiswa tapi … hati dan pikiran saya tegelitik untuk menulis tentang biaya pendidikan dan sistim pendidikan di Indonesia makin TIDAK KARUAN DAN TIDAK MASUK AKAL.

Seperti yang kita ketahui bahwa biaya pendidikan di Indonesia sangatlah susah terjangkau oleh banyak kalangan, tidak terkecuali saya. Keinginan memperoleh pendidikan tinggi dan layak seperti mencari Berlian kecil di tengan padang pasir, begitu sulit dan seperti tidak mungkin tercapai oleh saya.

Akhirnya setelah lulus SMU saya memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu untuk mengumpulkan sejumlah uang buat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Saat ini banyak perguruan tinggi yang membuka kelas untuk karyawan atau lebih sering disebut program extention atau kelas executive atau kelas karyawan.

Tapi program itu lebih sering dilakukan malam hari, sedangkan saya sering lembur dan kalau pulang terlalu malam saya juga takut. Akhirnya saya mendapatkan sebuah EMAIL promosi dari sebuah perguruan tinggi swasta di daerah Jakarta Barat yang membuka program kuliah yang dilaksanakan di hari sabtu dan minggu. (Ini bukan Promosi sebuah program pendidikan di salah satu perguruan tinggi).

Sayapun dengan semangat 45 mendaftarkan diri dan akhirnya saya tercatat sebagai mahasiswa program tersebut, dan saat ini saya sudah semester 6.

Sistem Pendidikan yang di jalankan pada perguruan tinggi tersebut sangatlah ketat, ABSEN saja kalau lebih dari 3X sudah mendapatkan nilai E di tangan, tugas bejibun, UTS maupun UAS pun penilaiannya sangat objektif.

Tapi akhir-akhir ini program pendidikan tersebut menjadi pembicaraan banyak kalangan khususnya di bidang Pendidikan, Apalagi di jajaran DIKTI. Menurut informasi yang saya terima, PEMERINTAH melalui DIKTI tidak mengakui program kuliah yang di lakukan di hari sabtu dan minggu yang mereka sebut program kuliah weekend.

ang jadi pertanyaan saya kenapa yah sulit sekali untuk memperoleh pendidikan tinggi di Indonesia ini?? Apa siy yang jadi masalah jika ada perguruan Tinggi yang membuka kelas di hari sabtu dan minggu?? Padahal hari sabtu dan minggu tersebut sangatkah efektif untuk menempuh pendidikan bagi pekerja yang bekerja dari hari senin-jumat.

Terus terang kalau kuliah malam hari saya tidak bisa konsentrasi karena sudah capek bekerja, belum lagi kalau ada masalah di kantor, trus ngantuk. Tapi kalau sabtu dan minggu pastinya saya sudah cukup tidur dan berangkat pagi hari untuk kuliah bisa lebih fresh dan materi yang di sampaikan oleh dosen bisa terserap dengan baik.

Saat ini DIKTI mempertanyakan efektifitas dari program tersebut, dan saya sungguh tidak mengerti kenapa hal ini jadi permasalahan?? Bukankah saya dan teman-teman berhak memilih cara dan waktu untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik dan ada perguruan tinggi yang memfasilitasi saya.

Sungguh IRONI ….di satu sisi banyak di gembar gemborkan program pendidikan di berbagai bidang dan jenjang, eh disisi lain dilarang-larang untuk menempuh pendidikan.

Wahai Jajaran DIKTI dan PEMERINTAH yang sedang berkuasa… Cobalah melek mata, Fikiran, dan Hati Nurani, Jika ada anak bangsa yang ingin pintar, pandai dan ingin maju apakah harus di tutup pintu untuk menuju kesana????

Apakah PARA PETINGGI BANGSA dan WAKIL RAKYAT bisa lebih PEKA terhadap anak-anak negri ini yang menginginkan pendidikan lebih tinggi??

Ada yang bisa bantu untuk memecahkan persoalan ini???

Entahlah…

Wassalam
Z@hra

About these ads

50 Responses to “Tentang Kuliah Sabtu Minggu”

  1. Sari Ningsih Says:

    Kuliah sabtu minggu? Pada dasarnya aku setuju kalo program tersebut dihapus. Secara logika menurut aku gak mungkin siswa akan bisa menyerap ilmu yang disampaikan jika kuliah cuma full sabtu minggu, apalagi setelah 5 hari Senin – Jumat kita kerja (bahkan ampe lembur segala). Tapi mungkin logika aku tersebut tidak akan berlaku bagi orang-orang yang sangat cerdas (dan yang tidak memikirkan waktu untuk keluarga, istirahat, refreshing, dll). Sori kalo comment saya menyinggung. :)

  2. Sari Ningsih Says:

    Perlu diingat : kuliah untuk mencari ilmu, bukan mencari gelar…

  3. Angelia Says:

    Menurut saya pribadi, tidak ada yang salah dengan diadakannya program kuliah sabtu minggu.

    Kalau dibandingkan dengan kuliah malam hari yang kemungkinan besar kurang efektif karena sudah capai bekerja seharian, kuliah weekend mungkin jauh lebih efektif. Program tersebut juga membuka kesempatan bagi orang-orang yang sudah bekerja untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi. Apalagi dalam dunia global seperti ini, tidak ada salahnya kita berlomba-lomba untuk terus memajukan diri baik lewat pengalaman dan pendidikan formal.

    Kalau berbicara masalah menyerap ilmu, hal itu tergantung pada individu masing2. Tidak ada jaminan, kuliah setiap hari akan membuat seseorang sukses di universitas. Motivasi, kerja keras dan kemampuan otak memegang peranan sangat penting.

    Bagi orang-orang yang memutuskan untuk mengambil program kuliah sabtu minggu dan benar2 menjalaninya, saya rasa mereka cukup bermotivasi tinggi :).
    Masalah apakah mereka memikirkan waktu buat keluarga, refreshing, atau beristirahat, saya kira itu adalah urusan pribadi masing2 individual yang berhak menentukan prioritas hidupnya.

    Kuliah memang bukan untuk hanya mencari gelar, tetapi kuliah butuh lebih dari sekedar mencari ilmu.
    Seseorang yang benar-benar terdidik adalah orang yang dapat mengembangkan ilmu yang didapatnya. :)

  4. Dhaddy Hr Hatamarrasjid Says:

    Yah…mbak zahra…. kalau dibicarakan pendidikan kita itu bagus dan tidak bagus..? Karena sudah mulai berbinis semua baik negeri maupun swasta apalagi…? Saya sendiri merasa sedih melihat pendidikan di Indonesia ini.

    Jangan terlalu diharapkan deh… Beasiswa Dari DIKTI sangat sulit kalau kita tidak punya orang dalam walaupun kita sudah penuhi semua persyaratannya. Saya sendiri sampai saat ini belum dapat bantuan dari Pemerintah sedangkan kita sangat diharapkan oleh DIKNAS karena saya sendiri Staff Pengajar Di Universitas Negeri Di Jakarta. Peraturan mengharuskan untuk study itu ada.. tapi mana kita tidak dapat bantuan. Kalau adapun teman-teman saya sendiri banyak yang kirimannya terlambat…

    Saya mengajurkan seperti SPDN itu di Jadikan Universitas Projek untuk orang-orang yang tidak mampu namun memiliki kemauan tinggi untuk pendidikan karena aset bangsa yang benar-benar untuk membangun negeri ini. Berdasarkan Moral dan Intelektual yang tinggi dengan masa kontrak kerja pulang ke daerahnya masing-masing setelah itu tanpa harus membangun daerah lain (bekerja dilain daerah asal ) kecuali hal-hal tertentu dengan persetujuan pemerintah.

    tidak ada yang sulit sebenarnya.. jika kita ingin bersatu untuk bangsa ini…jalan untuk kebaikan itu saat ini memang sangat sulit… Tapi Allah SWT pasti akan membuka jalannya.

    Saya harap teman-teman yang memiliki pemikiran untuk bangsa ini hendaklah bersatu untuk memikirkan pendidikan masa depan ..amin

  5. tika Says:

    saya salah satu peserta program kelas week end. sejauh ini para lulusan dari univ. ini ga masalah.
    oya, ugm malah punya program s2 week end http://mti.ugm.ac.id/new/?type=main&submenu=admission&main_id=11 . klo ga diakui, kok ugm menyelenggarakan?

  6. wirya Says:

    menurut saya, terserah aja sich. cuman kalo saya disuruh kuliah weekend sich malas. apalagi kalo harus masuk terus. berat. kan yang mau kuliah aku, yang bayar aku, masak gak masuk kok nglarang-nglarang (he…he)
    kalo disuruh ngajar sabtu minggu ya rada ogah2an. mending buat liburan (he…he)

    pokoknya tetap semangat

  7. adhi Says:

    begitu mahalnya pendidikan di indonesia apalagi menjadi ajang bisnis.

    memang sindiran miring selalu berdengung di sekeliling saya , kuliah ya kuliah aja… bekerja ya bekerja.
    jangan bekerja sambil kuliah…, tapi dengan keadaan seperti saya tidak lagi memungkinkan untuk kuliah dengan waktu normal.

    Sangat terasa sekali bagi saya ketika merasakan kuliah,mahalnya minta ampun.

    sekarang ketika bekerja apalagi terkadang harus bekerja hingga larut malam/ lembur,mau tidak mau harus mencari waktu yang bisa di gunakan untuk kuliah, yang terfikir oleh saya… tak mengapa sedikit bersabar untuk pendidikan yang saya jalani.

    umb menurut saya memberikan alternatif jalan keluar untuk orang2 dengan kondisi seperti saya.

    bahkan saya berharap universitas 2 lain ikut membuka kesempatan bagi kami2 yang bekerja tapi ingin tetap melanjutkan kuliah…

    terimakasih
    adhi

  8. Sapto Says:

    Lho lho lho …
    kita jangan berfikir sempit donk …masak kita ini nggak mboleh bekerja sambil kuliah …kagak boleh gitu donk ..kita ini harus maju.
    Sebenarnya penting mana sih dalam kehidupan ini?. Bekerja atau Kuliah (belajar) ? …nah bingung khan ? .. jawabannya ada 2 :
    1. Bagi yang kaya, berduit, gaka masalah biaya kuliah ..pasti lebih penting kuliah aja dulu ..baru bekerja.
    2. Nah buat yang gak mampu kuliah ..tentu memilih bekerja dulu..cari biaya untuk kuliah …nah kalau udah kuliah …yah tetep harus kerja donk ..kalo nggak gimana membiayai kuliah ?.
    Lha…yang kayak begini ini biasanya nggak pernah kepikir oleh Dikti … soalnya para pejabatnya dulu pasti anak orang kaya-kaya …ya khan Pak?
    Sori lho … soalnya gua tahu … kakek gue orang kaya dulu, cuma sekarang gue banyak tahu tentang realita kehidupan … makanya gue juga gak sependapat dengan Dikti yang melarang Kelas Sabtu Minggu … sori ya be ?

  9. Retno Says:

    Aku salah satu lulusan kuliah sabtu minggu di salahsatu universitas di jakarta barat. Selama kuliah aku butuh usaha ekstra, di hari kerja aku mati2an lembur agar mendapat tambahan masukan membiayai kuliahku. Pada hari sabtu minggu harus memeras otak dan tenaga agar bisa ngikutin materi kuliah karena sistem pendidikan disitu emang super ketat (ngga ecek2an). Selama 5 tahun aku begitu sekarang bisa bersaing sama rekan2 kerja yang lain yang nota benenya lulusan PTN yang selama kuliahnya mungkin usahanya ngga sesusah aku.

    Dan sekarang aku menikmati hasilnya dapat promosi dari bos untuk menjadi salah satu manager. Kata bosku prestasi perubahan yang drastis semenjak mulai kuliah dan layak mendapat promosi itu.

    Aku sebel sekali kalo ada yang bilang kalau karyawan itu kuliah hanya cari gelar. Kalau hanya cari gelar bnayak tuh perguruan tinggi yang ngejual, karena aku pernah juga ditawarin tapi aku ngga mau.

  10. Maria esther Says:

    Saya bekerja sebagai Purchasing disalah satu PMA terkenal. Sekarang saya kuliah di reguler malam disalah satu PTS di depok.System pendidikan nya adalah senin s/d jumat untuk 1 mata kuliah 2 sks, dan sabtu dari jam 8 s/d 18.30 termasuk lab, plus minggu biasanya dapat 2 sesi sekitar 4 jam. So bisa dibayangkan bagaimana karyawan yang satu ini banting tulang mesti start pagi untuk bekerja dan pulang sore utk kuliah malam, serta mengorbankan weekend nya untuk lab yang wajib diikuti, peraturan di lab 2x tidak masuk akan gugur di mata kuliah itu.dengan segenap atribut2 peraturan yang lain. ada Ujian negara untuk mata kuliah tertentu yang jatuh pada hari biasa antara jam 9 pagi atau jam 12.00 siang, so kita mesti cuti or bolos. dikuliah kami sangat kesulitan meminta dispensasi untuk waktu, dilain pihak kerja tetep no.1. kerja ya kerja, kuliah ya kuliah. karena dosen disana bicara ini bukan kelas eksekutif tapi kelas reguler malam, jadi nilai dan peraturan adalah sama. Dan disana banyak juga karyawan2 yg msh punya motivasi tinggi untuk fight smpai tingkat atas. Jadi ga bener kalau pendapat bnyk orang, karyawan hanya cari gelar tapi skill nol. mungkin ada, tapi tidak pada kami.
    Mestinya Pemerintah itu buka mata, banyak anak bangsa yang punya motivasi tinggi jangan malah dihalangi dengan peraturan2, bagaimana masa depan bangsa nanti??

  11. arief Says:

    Barangkali kita mesti mencari tahu universitas mana saja yg dilarang memberikan perkuliahan sabtu-minggu. DIKTI mungkin punya daftarnya. Daftar ini bisa jadi di-generate dari daftar hitam DIKTI mengenai sekolah yg tidak memenuhi kualitas pengajaran/pendidikan DIKTI.

    Solusi lain: DIKTI bisa membantu inisiatif universitas kecil dengan membimbing mereka mendapatkan akreditasi baik, terdaftar dll. Universitas makin banyak, org makin banyak yg sekolah dan kualitas pendidikan jadi lebih baik.

    Jika tidak orang jadi berspekulasi dan bertanya-tanya mengapa DIKTI melarang ini, dan dianggap tidak transparan.

  12. Yani Says:

    Dear All,

    Mas Arif, sudah menjadi kebiasaan pemerintah itu kerjanya cari gampang saja dan banyak peraturan2 yang dibuat yang konyol-konyol. Dan mengenai pelarangan kelas sabtu minggu adalah peraturan yang sangat konyol dan bertentangan dengan UUD 1945 dan UU Sisdiknas yang menyatakan bahwa “setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak”.

    Aku juga pernah kuliah di salahsatu kelas sore PTS di Jakarta yang akhirnya aku tinggalkan saja karena sering telat dan dosennya pun ngajar juga asal2an karena mungkin juga udah capek ngajar dari pagi. Begitu juga teman2 yang lain pertengahan waktu kuliah udah ngantuk akhir sering mengadakan kesepakatan untuk mengakhiri perkuliahaan yang penting tandatangan absen, Perkuliahaan kayak gene malah dibolehkan ya, heran???

    Aku setuju banget sama kuliah sabtu minggu karena kita bisa fresh untuk ngikutin kuliah tanpa diganggu kerjaan dan kemacetan jalanan.

    Aku rencana tahun ini mau nerusin lagi kuliahku yang terbengakalai dan udah dapat izin dari bosku asalkan ngga ganggu kerjaan.

    Teman2 ada ngga yang bisa merekomendasikan dimana kelas weekend yang bagus, ya. Tolong kasih saran via Japri aja. Aku ngga peduli sama Edaran DIKTI tersebut karena bos udah beri izin.

  13. Henny H Says:

    Aku juga termasuk bingung dengan Edaran Dikti tersebut. Kok hari untuk belajar harus dipilih2 dan mengaanggap bahwa kalau karyawan pengen kuliah hanya mau mengejar ijazah. Salah besar itu menurut saya.
    Aku bekerja di bagian Keuangan disalahsatu PMA, dan sekarang aku sedang kuliah di kelas karyawan salah satu Universitas di jakarta barat.
    Sekarang sudah semester 5. Disini waktu kuliahnya memang tidak hanya Sabtu Minggu tapi mahasiswa diwajibkan juga memilih salah satu hari di Senin-Jumat tapi Sore. Capek juga kalau giliran kuliahnya dihari kerja, tapi bagaimana lagi.
    Sistem belajar tempatku kuliah dibantu dengan Elearning jadi aku bisa belajar kapan saja aku mau. Peraturannya ketat dan Dosen yang ngajar bagus2 Minimal S2 dan banyak juga yang S3 dari Dalam dan Luar negeri
    Aku masuk dulunya direferensi oleh Bosku yang udah duluan masuk S2 disitu dan sekarang dia udah lulus. Katanya mutunya ngga kalah kok sama PTN tempatnya ngambil s1 dulu.

  14. arief Says:

    Istilahnya DIKTI ini mau bunuh 10 nyamuk pake bom C4. Maunya DIKTI kan menghilangkan “nyamuk” alias univ yg ilegal, tapi hasilnya: universitas lain yg perkuliahan sabtu-minggunya udah berjalan, legal, tapi kualitas masih perbaikan sana-sini juga kena. DIKTI sebaiknya selektif, dan media juga turut membantu mengklarifikasi ini dari DIKTI. Jadi masyarakat tidak hanya dengar statement “kuliah sabtu-minggu dilarang DIKTI”, tapi lebih pada “univ-univ berikut dinyatakan ilegal”.

    Saya sendiri berpendapat bahwa kuliah sabtu-minggu ini tidak masalah. Alasannya: konteks Indonesia, apalagi Jakarta, macetnya minta ampun waktu hari biasa. Ini membuat mereka yg mau kuliah malam saat hari biasa itu kecapekan, dan konsentrasi menurun. Perkuliahan jadi tidak efektif; dan akibatnya dosen juga telat, atau malas ngajar. Kalau Sabtu-Minggu, kan bisa lebih fresh. Kalau part-time seperti ini yg perlu disiasati adalah pendistribusian kuliah-kuliahnya.

    Solusi untuk DIKTI: bantulah univ2 yg ilegal untuk melegalisasi univnya sehingga banyak org bisa kuliah, kemudian bantulah univ2 itu memperbaiki kualitasnya. tujuan dari PTN kan meningkatkan kualitas daya pikir, pengetahuan, cara berpikir kita dan independensi, yg pada gilirannya meningkatkan kualitas hidup juga. jadi aneh juga kalo kuliah dilarang-larang secara serampangan.

    Sekedar ide ya …

  15. Anak Jogja Says:

    Kalo aku pengin nyari kuliahnya yang tiap akhir bulan aja. Ada gak ya???????

  16. SUR [ A N T A ] Says:

    Back to individual aja dech …?????
    Setiap individu berhak tuk menilai sesuatu….

  17. Budiman Says:

    Menurutku :
    Regulernya anak SMA untuk sekolah = Senin s/d Jumat (pagi/siang/sore).
    Regulernya Maling untuk “kerja” (mencuri) = Senin s/d Minggu (malam hari).
    Regulernya Karyawan untuk kerja = Senin s/d Jumat.
    Regulernya Karyawan untuk KULIAH = Sabtu dan Minggu.

    KESIMPULANNYA :
    Karena mayoritas pejabat pemerintah kita dari dulu sampai sekarang itu emang biangnya korupsi alias maling.
    Jadi Karyawan memang “DIARAHKAN” untuk Kuliah di Regulernya maling … hehehe … biar para pejabat itu banyak temennya.

    Moga2 aja seluruh karyawan jadi sadar … kemana arah “Surat Edaran Dikti” tsb ….

  18. Lukman HDP Says:

    Saya pikir sekarang semuanya dikembalikan ke definisinya aja. Bukan masalah sabtu-minggu-nya atau tiap hari-nya, tetapi beban kuliah yang sudah diprogramkan untuk jenjangn itu apakah memang sudah ditempuh oleh mahasiswa ybs atau belum?
    Dari website http://unsa.ac.id/SKS/sks.html ada hal berikut:

    1 (satu) Satuan Kredit Semester (sks) bagi seorang mahasiswa adalah satuan upaya akademik yang setara dengan kegiatan dalam setiap minggu dengan perhitungan sebagai berikut :
    a. Untuk Mata Kuliah Teori

    o 50 menit tatap muka terjadwal
    o 60 menit kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi yang tidak terjadwal tapi direncanakan oleh tenaga pengajar.
    o 60 menit kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa secara mandiri untuk mendalami, mempersiapkan atau tujuan akademik lain.

    b. Untuk Mata Kuliah Praktikum

    o 100 menit praktikum terjadwal
    o 60 menit kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi yang tidak terjadwal tapi direncanakan oleh tenaga pengajar
    o 60 menit kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa secara mandiri untuk mendalami, mempersiapkan atau tujuan akademik lain.

    Nah, jikalau kuliah sabtu-minggu bisa memenuhi target itu, nggak masalah sih mo kuliah model begitu.
    Tapi saya rasa sulit sih :D

  19. Eunike Says:

    klo gw sieh ga masalah dgn perkuliahan sabtu minggu, krn krn sgt membantu bagi orang2 yang mau kul sambil bekerja krn klo ambil shift malem krg efektif krn kdg jam kerja sulit dikontrol seperti lembur, dsb apalagi klo lokasi kampus berjauhan dengan lokasi kantor. Lebih baik pas weekend dimana qta libur sehingga trfokus tuk belajar. Walaupun capeq tp tergantung niat dan motivasi masing2 org aja. Blm tentu kualitas lulusan kuliah reguler (senin-jumat) lebih baik drpd lulusan kul sabtu minggu. Mungkin yg harus diawasi oleh pemerintah adalah dgn memonitor bagaimana pelaksanaan kuliah tsb apakah msh sesuai dgn pertaturan. Malah klo bs lbh didukung lg pelaksanaan perkuliahan seperti itu krn sgt membantu. apalg bagi orang yg tidak mampu krn dapat bekerja smbil kuliah.

  20. Dodi Says:

    Gw juga bingung ma Pemerentah negara kita ini….
    Katanya ingin punya sdm yang bagus2, tapi pendidikan itu carut marutnya bukan main..
    Sekarang gw yang lagi semanget2nya bwt kuliah,pas udah dijalanin baru semester pertama udah dijailin..katanya ijazahnya ga diakui pemerintah (karena gw ambil program sabtu minggu). Padahal gw udah korbanin weekend gw buat kuliah..duit yang gw keluaRIN jg ga sedikit
    Tujuannya cuma satu..Gw pengen jadi insinyur dan punya ilmu lebih..bukan hanya ijazah doang.Tp ga bisa dipungkiri nantinya tu ijasah yang bakal buktiin klo gw itu sudah namatin pendidikan bwt jadi seorang insinyur..Klo ga diakui,siapa yang mau nerima ilmu gw.Pemerentah tuh mestinya mikir apa bener semua PNS tuh ijasahnya murni..,apa waktu kuliah tuh mereka bener…Padahal gw akuin di kampus gw sekarang kuliahnya bener,sksnya bener,dosennya masuk terus..jam kuliahnya juga padat..Mestinya diklarifikasi dong mana2 aja kampus yang bener dan yang ga bener..
    jangan sampai semuanya di sama ratakan..kasian kita2 ini..Emangnya kita kuliah tuh dibiayai negara..

  21. asri Says:

    menurut aq kuliah hanya dengan waktu sabtu dan minggu kurang effektif, karena dengan matakuliah yang begitu banyak waktu yang padat ditambah dengan anda yang 5 hari bekerja itu saya rasa sulit sekali malah terkesan mendzolimi diri karena tidak memberikan hak pada tubuhnya untuk beristirahat. dan kayanya ilmu yang didapat juga kurang maksimal karena harus berlomba dengan waktu dan pekerjaan anda
    klo menurut saya bekerja ya bekerja..
    belajar ya belajar
    biar semuanya maksimal
    jadi kata sundanya “tong ngarawu kusiku”:p
    emang klo dikaitkan dengan masalah diatas sangat dilematis sekali disalah satu sisi semangat ingin belajar disatu sisi lain masalah yang lainnya
    klo mau kerja partime aja ok!!

  22. backpacker Says:

    aje gileee…gue panas banget kalo ada yang mau maju tapi malah dihambat, di “down”in.

    Bisakah kalian menghargai orang-orang yang nasibnya tidak sekaya kalian tapi punya tekad yang kuat untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi dengan kerja sambil kuliah????

    Emang waktu kuliah reguler tidak pernah tidak bolos kuliah???

    Sumpeh deh…

  23. mahadipa Says:

    Kuliah Sabtu-Minggu tuh hak azasi, bukan soal miskin apa kaya, Backpacker…pls jangan dipelesetin dong urusannya…Program kuliah Sabtu-Minggu (S2) di Singapore buat eksekutif finance papan atas pun ada…coba bayangin, banyak bos-bos Indonesia rame-rame bayar SPP puluhan ribu dolar utk ikut kuliah ke sono, kan malah ngabisin devisa tuh…blm lg duit tiket+fiskal+hotel (seminggu sekali lho!) Maksudku tuh akhirnya sama aja, mau resepsionis apa direksi, kocek tipis atau tebal, kalo waktu yg pas “cuma” buat kuliah sabtu-minggu, ya, silakan pilih mana program yg cocok & tersedia (sblum dibasmi habis, hehehe).

    Kalo emang mentalnya rajin ya rajin, males ya males. Kalo fokusnya ilmu ya ilmu, gelar ya gelar. Mau mahal-mahal kuliah kedokteran Senin s.d Jumat pun jika dari awalnya gak pengen ngobatin orang, ya gak kena sasaran. Sebaliknya, tukang tanaman pun bisa aja kuliah hortikultura akhir pekan krn pengen yg terbaik buat diri & pelanggannya. Efektif nggak? Hmm…efektif mana sama alumni fakultas pertanian terkemuka yg kuliah Senin s.d Jumat tp ogah kerja di kebun???

  24. Riri Says:

    Udah bagus universitas2 yang buat program sabtu-minggu itu mau berjerih payah mikirin pendidikan buat SDM bangsa ini. Bukannya didukung kok malah bikin hopeless rakyat sih…..

    Di luar negeri aja banyak college yang diadain weekend…as mahadipa said.

    Tolonglah pemerintah jangan cuma getol ngelarang tapi yang terpenting itu cari solusi gimana caranya mencerdaskan rakyat Indonesia biar ga ketinggalan melulu contoh dong negara lain yang mengedepankan pendidikan.
    Kan rakyat itu juga aset bangsa loh.

    So konklusinya kuliah Sabtu-Minggu it’s ok2 aja, tapi saran saya lihat dulu kredibilitas dari PT nya jadi ga dicap cuma cari gelar, but lulusannya memang berkualitas.

    Ingat, pendidikan itu dah diatus dlm UUD loh bhw kita semua rakyat Indonesia punyak hak untuk mendapatkannya.

    Regards

  25. Harri Says:

    Sekedar menambahkan.

    FYI saya tidak bersekolah di program sabtu minggu spt dibicarakan ini. Tapi dl sempat ingin mendaftar, tp saya ragu. Kl tidak salah status perguruan tinggi ini adalah PTS. Setelah melanjutkan ke program ekstensi di salah satu PTN (skrg BHMN) di kawasan Depok, ada seorang teman yg menceritakan bahwa program kuliah yg sabtu minggu (di salah satu PTS itu) malah mentolelir masalah absensi, tidak spt yg diinformasikan z@hra.

    Kalau berat, yah pasti berat. Namanya juga kuliah, apalagi kuliah yg seharusnya diberikan dalam seminggu hanya diberikan dalam waktu dua hari, lebih berat lg saat ujian.

    Masalah tidak di akui Dikti, sepertinya bukan dari keefektifan program sabtu minggunya itu sendiri. Melainkan meragukan penyelenggara program. Buktinya bbrp PTN juga membuka program sabtu minggu spt dari ekstensi Unpad, dan MM UGM yg ada di Jakarta tidak pernah ada masalah mengenai hal tersebut.

    Harap diperhatikan mindsetnya yah !

  26. Ms. Kali Says:

    Skrg saya memang tercatat sebagai student dari program sabtu minggu. sy mrasa cukup puas krn memang sy mrasa mdptkan sesuatu dr program tsb. ini ga cuma masalah nilai or gelar tp memang da sesuatu yg didpt. Beda sekali dgn yg saya lakukan saat smu atopun kuliah diploma saya. kalo dulu itu kan lebih kepada M2TH (Menghapal Terus Tiap Hari) tanpa aplikasi real. kl sekarang, biasa kita bawa masalah ktr ke ruang kelas utk didiskusikan bsama. Inilah bagian fun-ny. kita puas krn kita merasa berinteraksi dan dekat dgn masalah tsb dan penyelesaiannya adalah suatu hal yg praktikal dan applicable. Dosen pun bukan sebagai GURU namun mediator (penyedia alternatif) hal ini dpt dilakukan krn pengajar klas eksekutif biasanya adalah praktisi.

    Intinya, balik lagi k masalah program apa yg cocok diambil oleh calon student. krn jujur sy, sempat ganti jurusan krn merasa ngambek kok begini yah, rasanya guru smu sy bisa berbuat lebih banyak. tp, balik lg, k diri sy, ternyata dulu itu, sy ambil jurusan orang sekampung, yg katany lebih prestisius dan mudah cari kerja. tp mungkin krn terlalu byk peminat jadi quality control-ny kurang…. ato munkin bkn masalah qc juga tp lebih k interest-ny si student. kl dari pertama udah under estimate ya, jelas, apa pun yg univ itu brusaha lakukan to please u, y, ga bakalan berhasil…

    tp paling ga kul sabtu minggu bolehlah mjd alternatif, toh pintar itu kan tidak sekedar dari gelar ato hafalan ilmu apa yang bisa ditempel k otak. tp da yg namanya social intelegence….

  27. wide Says:

    duhhh orang mau maju aja susah…. menurut ku setiap orang berhak ingin mendapat ilmu seperti apa pun caranya mau sabtu minggu kek mau regular kek, masalah dia ga bisa weekend lah , masalah dia mau cari gelar aja lah, masalah dia ga ngasih badannya istirahat lah, itu sich urusan masing-masing, setiap orang kan tau batas kemampuannya, aku setuju ma mahadipa, lebih baik mana ada sorang petani yang ambil kuliah sabtu minggu trus ilmu di aplikasikan ke bidangnya atau kuliah regular di institut pertanian terkenal , tapi cari kerja di bank..masalah persaigan di tempat kerja kurasa perusahaan hari gini udah ga ngeliat loe pade tamatan mana, tapi ngeliat loe pade bisa apa?
    nasib setiap orang kan beda-beda kalau anda-anda yang bisa tembus UMPTN atau PTS n bisa langsung kuliah tamat smu, ya udah syukuri aja, nikmati dan aplikasikan, bagi yang kurang beruntung, entah karena ga ada biaya, entah karena mau umptn kecelakaan, entah karena dll hingga ga bisa lanjut kuliah dan harus cari kerja, apa mau di larang juga cari ilmu, emang siapa yang bayar kuliah sich?
    lalu ketika mereka punya kesempatan kenapa harus di larang, seharussnya pemerintah cukup memantau aja apakah perkuliahan sabtu minggu tersebut memenuhi syarat atau tidak, toh udah rahasia umum dosen PTN di regular juga suka absen..
    kalau kerja cuma bisa nunggu tanggal 1 doang ya siap-siap aja mandek di tempat, terbukti temen gue sesama staf yang lulusan universitas golongan A di bandung baru 2 tahun di cancel contrak karena cara kerjanya ga seperti yang diharapkan, ( kelewet pinter atau karena ga nyambung ya?) ada juga yang tamatan smu trus nyambung kuliah PTS tapi kontrak kerja di lanjutkan n gaji bisa naik lebih banyak.. so.. masalah nyerap ilmu apa enggak itu sich tergantung masing-masing aja.. pada akhirnya seleksi alam akan menentukan siapa yang jadi pemenang, ( kalau di perusahaan swasta lhoo.. ga tau kalau yang kerja di pemerintahan..) Bravo buat yang lagi kuliah, mengejar cita-cita, demi kehidupan yang lebih baik, tapi tetap harus pilah pilih mana universitas yang niat mau mencerdaskan bangsa atau cuma cari objekan aja..

  28. koswara Says:

    Kawan-kawan yang sedang mengikuti kuliah sabtu minggu atau yang baru mau masuk gak usah hawatir, semuanya kembali ke niat, apakah ingin mencari Ilmu atau gelar semata?
    Ilmu adalah hak setiap orang, dan setiap individu diperintahkan untuk mencari Ilmu tanpa ada batasan tempat dan waktu. Jadi hemat saya “kurang pas” kalo ada istilah “kerja ya kerja” dan “belajar ya belajar”
    InysaAllah kalo niat kita ikhlas, ini merupakan ibadah.
    So, ga usah resah dan tetap Bersemangat!!!
    Tapi, kita juga harus tetep selektif memilih Perguruan Tinggi.

    Bagi kawan-kawan yang lulusan kelas reguler, atau yang sedang menjalani kuliah, gak usah iri, karena mungkin beberapa diantara kita ada yang mempunyai keterbatasan dana dan waktu tetapi mereka mempunyai semangat yang kuat untuk maju, dan dengan kuliah sabtu minggu-lah mereka dapat kesempatan.

    Ingat “lamanya waktu yang dihabiskan untuk belajar” tidak selalu menjamin tingkat pemahaman seseorang, tapi yang paling penting adalah “motivasi dan konsentrasi”
    Wassalam

  29. Anak Jalanan Says:

    Bagi kami anak jalanan, waktu Sabtu Minggulah yg paling mungkin buat kami, meski kami menyadari bahwa rezeki kami yg paling besar adalah dikedua hari tersebut karena banyaknya orang-orang berduit yang menghambur-hamburkan duit… Tapi sekali lagi bahwa kami juga punya hak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dari yang kami miliki, biar pun kami hanya gembel dan pengemis! tetapi kami punya hati dan nurani untuk memberikan sesuatu yang berarti kepada negeri ini… Andai suatu saat nanti diantara kami yang bisa berprestasi dan mengharumkan nama negeri ini apakah itu juga tidak diakui oleh Negeri ini? Andaikan kami bisa meraih Nobel Since, apakah juga akan ditolak oleh DIKTI?.
    Ingat bukan sistem pendidikannya yang mencerdaskan bangsa, tapi Moralitas dan Motivasi Manusianyalah yang bisa mencerdasakan bangsa, sistem pendidikan hanyalah sebuah jalan menuju kesana, apakah itu Reguler ataupun weekend!.

    =MERDEKA !!! =, VIVA KUL SABTU MINGGU!!!

  30. yang penting kuliah Says:

    Bagaimana ya? Yang penting kuliah.. masalah dapat gelar itu kan hasil dari kita kuliah.. ya masa kuliah lama2 ga ada yang diinget buiat di terapkan di masyarakat..
    Sejujurnya dahulu saya adalah mahasiswa reguler,tapi karena saya bekerja saya jadi pindah ke program eksekutif… Tidak ada yang jauh berbeda koq antara eksekutif dan reguler..
    Tidak jaminan yang masuk reguler bisa lebih pintar dari yang eksekutif sabtu minggu..
    Yang penting kan KUALITAS dibanding KUANTITAS !!!!

    Jadi ya saya harap tidak ada pembedaan porsi di masyarakat tentang lulusan eksekutif dan reguler…
    Indonesia harus maju dan berkembang,.
    Hidup pendidikan di indonesia..

    Hidup Kuliah Reguler..
    Hidup kuliah sabtu minggu..
    Pokoknya ilmu datang darimana saja,,ga harus kuliah ,jg gpp…

    Peace… (“,)v

  31. Abrehoh Says:

    Bagi mereka yang mendukung larangan DIKTI atas kuliah kelas sabtu-minggu itu sah-sah aja, dan saya setuju aja. Karena mungkin yang mendukung itu adalah mereka yang belum bekerja atau mungkin PENGANGGURAN SEJATI yang setiap watunya selalu kosong tanpa kegiatan dan beban kerja. Juga masih tergantung pada ortu yang membiayai seluruh kuliahnya.
    Para karyawan yang masih punya semangat belajar tinggi untuk belajar, mencari ilmu sambil bekerja itu adalah “ORANG-ORANG SUPER”, yang meskipun telah lelah bekerja masih berkeinginan ketras untuk belajar.
    Kualitas mahasiswa yang belajar sambil bekerja TENTUNYA “PASTI LEBIH UNGGUL” karena dapat langsung diprtaktikan di tempat bekerja. Berbeda jauh dengan para mahasiswa regular yang hanya dapat teori dan teori.
    Yang kuliah sambil bekerja patut diberi penghargaan sebagai “PAHLAWAN”, disaat negara kita tak bisa memberi subsidi pendidikan buat rakyatnya, mereka mempunyai inisiatif dengan menyisihkan “BIAYA PRIBADI” untuk mengecap pendidikan tinggi. Walaupun itu sangat berat karena kebutuhan juga semakin meningkat.
    Tujuan yang belajar pastilah bertujuan MENCARI ILMU, disamping selain itu untuk meningkatkan karir, itu sah2 aja bagi setiap orang untuk meningkatkan karir, termasuk anda sendiri.
    PERLU DIINGAT, Surat Edaran DIKTI bertentangan dengan :
    1. AGAMA: Belajar adalah WAJIB dari sejak lahir sampai mati. Jadi jika DIKTI melarang kuliah sabtu-minggu = menentang Agama.
    2. HAK AZASI MANUSIA, Pendidikan adalah hak azasi setiap manusia di dunia. Jadi jika DIKTI melarang kuliah sabtu-minggu=melanggar HAM
    3. UUD 1945, Anda pasti tahu jika pendidikan adalah hak setiap WNI. Jadi DIKTI telah melanggar UUD’45.
    4. UU Pendidkan Nasional, UU pendidikan menjelaskan bahwa pendidikan tinggi dilaksanakan dengan fleksibel. Jadi DIKTI melanggar UU DIKNAS.

    SARAN:
    Bagi DIKTI, tetliti semua penyelnggara pendidikan tinggi baik Negeri maupun Swasta. Setelah itu umumkan kepada publik, universitas mana saja yang memang melanggar dan dan tidak memenuhi syarat untuk menyeleggarakan kuliah. Supaya tak ada keraguan bagi masyarakat untuk memilih penyelnggra pendidikan.
    Sepertinya DIKTI pilih kasih, universitas negeri yang menyelenggarakan kelas executive, kelas jauh, kleas sabtu-minggu dibiarkan saja “jalan melenggang dengan tenang”. Tapi Universitas yang swasta “diobok-obok” dengan ketentuan ini.

    BAGI DIKTI MOGA2 DIBUKAKAN FIKIRANNYA, DILAPANGKAN HATINYA, DIAMPUNDI SEGALA DOSANNYA, DITERIMA IMAN ISLMANYA, DITRIMA DI SISI-NYA, DITERANGKAN ALAM KUBURNYA, TENANG DI ALAMNYA.
    “INNALILLAHI, WA INALILLAHI RAJIUN”.

  32. Tifa Says:

    Katanya guru harus berijasah S1, tapi begitu kita semua kuliah lagi tidak boleh. Gimana sih para pejabat di pemerintahan ini?

  33. alan daniel latuheru Says:

    Saya mau pekerjaan yg cocok buat saya.
    Mohon konfirmasinya ?

  34. irvan E.Prasetyo Says:

    gila yah pemerinta kita mw pinter aja dilarang2 gimana bangsa kita mw maju.orang mw kuliah aja di atur-atur. mbo wes ben toh pak or ibu pejabat kalian urusin aja negri ini biar g ada korupsi bukan urusin kami yang mw menuntut ilmu.mw kul aja susah gimana g tambah bnyak pengangguran di negri ini. tlng dnk mang anda2 wahai pejabat negri mau menanggung beban hidup kami klo dengan kuliah aja kami harus diatur2.
    TOLONG – Tolong Capek dh Mo PINTER AJA SUSAH
    HERMAN eh HERAN MA BANGSA INI
    MW JADI APA 5 – 10 THN LAGI KEDEPAN

  35. sky Says:

    weleh welweh welweh cuapeeeeeeeeee deeeeeeeeeee
    indonesia indonesia%$%$^%%^%%%^&%&%*&^&^*&*&*(&*(&(*&(&(&(*&(&(*&&(&&(*&&&………………………………………….
    aku cuapee jadi rakyat indonesia kalau para penguasanya (DIKTI) kayak gini…………….
    mau pinter disusahin

  36. sky Says:

    capeeeeeeeeeeeeeeeee dehhhhhhhhhhhhhhhh

  37. Dyra Says:

    kasih kesempatan ya buat anak-anak yang harus menerima pendidikan dengan keadaannya yang ga mampu…..manusia tak bisa hidup sendiri….memberi itu lebih baik daripada menerima.jika kamu memberi maka kamu akan di beri……

  38. Anak Jalanan Says:

    Hak Asasi Manusia (Pasal 28 UUD 1945), bahwa setiap orang:

    c. Berhak mengembangkan diri, mendapat pendidikan & memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan & teknologi
    e. Berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat
    f. Berhak untuk berkomunikasi & memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan berhak menyampaikan informasi dg menggunakan segala jenis saluran yg tersedia.
    g. Berhak atas perlindungan diri pribadi dan berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu
    yang merupakan hak asasi
    j. Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat

  39. indah Says:

    kalo menurut gw sih setuju setuju aja untuk ada nya kuliah sabtu minggu
    sekarang gini aja deh kebutuhan setiap orang kan berbeda dan kapasitas otak orang juga beda
    mungkin aja kalo emang untuk hari sabtu minggu tuh bisa lebih baik dalam menangkap materi kuliah apa salahnya toh?
    untuk kebutuhan para karyawan terutama swasta nih pastinya ya susah buat kuliah malem
    serius deh
    kecuali yang pegawai negeri tuh kan pulang nya aja pas jamnya teng!!! n jarang yang lembur2 kaya pgwai swasta
    mereka bisa kul malem
    kaya babe gw aja pns bisa kul malem tuh
    nah untuk yang swasta nih yang emang banyakan perlunya yang sabtu minggu
    sah sah aja dan gw setuju kalo ada trus kul sabtu minggu
    cayooooo!!! kul sambil kerja? hah syapa takut!!! SEMANGAT!!!

  40. phita Says:

    Kuliah Sabtu Minggu dilarang…. Hal konyol sebenarnya! Mgkn yg melarang hrs dftr dl ke univ yg ngadain Kul sabtu minggu, agar mereka tau…klo kuliah ini ga ecek2… kuliah ini jg bermutu.. nilai obyektif.. absensi jln… tugas numpuk…
    Larangan itu harusnya untuk univ2 tertentu… tp krn tdk adanya spesifikasi,, semua univ yg mengadakan sbtu minggu kena dampaknya.
    Saya sendiri ga ikut kul sbtu minggu, tp kerja jd admin program kul sabtu minggudi di slh satu PTS Bonafide….

    klo mu daftar kul sabtu minggu bs ke aq nie..he… :)

  41. Khazanah Says:

    Gw malah salut ama orang yang bisa kuliah sambil kerja…
    bisa dibilang lebih berat dibanding yg reguler menurut gw..
    mengingat keterbatasan yang bikin kt gak bisa kuliah reguler , padahal pengen banget dapat pendidikan yang sewajarnya .

    knp mesti dilarang ya…eling2 gak semua orang kaya di negri ini boss.

    gw salah satu org yg ambil kuliah weekend . meskipun selama 5 hari mesti lembur abis2an sampe tengah malam
    berat bro bnr2 sedikit bgt waktu bwt istirahat.

    kalo gw bisa milih ya milih gw bisa kuliah regular tanpa mikirin duit bwt kuliah ….gimana tuh ada yg mau biayain gak heheehh….gimana neeh DIkti suport dong kemajuan anak negri byukan malah bikin “Down”

    jadi bwt yg lagi menjalani kuliah weekend , CAYOOOOO
    maju terus pantang mundur…..

    Hi Phita btw di mana tuh buat reff boleh dong kasi infonya

  42. Santos Says:

    Kuliah Sabtu Minggu, Minggu – Sabtu, Senin – Selasa, Rabu-kamis, Kuliah Jumat – Sabtu…
    Ada yang berani janjiin LULUS 99%, kedok ekstensi…
    Waaaahhh Bisnis…Bisnis………….

  43. Rido alkholiq Says:

    Betapa Bodoh Nya NeGri Kita ini. Mengapa peMerinTah tidak PeRnah BerPikir ! BaHwa baNyak oraNG yaNK ceRdas di negri ini Tapi Tidak di manfaat kan. Lihat saja ! banyak anak-anak cerdas indonesia di ambil oleh negara lain . itu karena kebodohan kita. padahal anak-anak merupakan bibit untuk memajukan pendidikan di negri kita

    saya adalala seorang siswa kelas 3 sMa yang ingin Mencari ilmu , bukan mencari gelar ! apa arti gelar tanpa kemampuan yang kita punya?? gitu aja..deh

    tapi karena saya gak mampu yah beginilah jadi nya..!!!

    Kebetulan saYa Jurusan ipa dan saya Ingin Masuk Kedokteran… tapi MeLihat NoMinaL Masuk KedOkTeran Membuat saya Down..!! dapat uang dari mana buat Kuliah kedokteran ?? buat makan aja udah sukur alhamdulilah…
    malang nya nasib ku T.T

    maKaNya yang ada dalam otak saya saat ni adalah bagaimana cara supaya saya tetap bisa melanjutkan ke universitas ? nah saya setuju dg kuliah sabtu minggu..

    mau gmn lagi? keinganan yank besar ku tidak di dengar oleh orang lain. tp semoga allah mendengar nya…

    kasih tau ya ke imel ku tentang Kuliah malam : eddo_kenz@yahoo.com

  44. forex Says:

    gw sangat setuju dengan kuliah malam..!!

  45. verry christine Says:

    dengan adanya kuliah malam, dan kuliah weekend membuat semua orang bebas untuk memilih kapan waktu yang benar2 cocok buat dirinya menyerap ilmu ‘dengan serius’. percuma kuliah pagi-sore, senin-jumat, klo cuma for fun aja. klo yg suka bgadang, saya rasa pasti lebih suka kuliah tengah malam.. =) so, dng kesempatan begini smoga bangsa kita bs lebih maju dlm hal pndidikan. bukan utk menciptakan mahasiswa yang suka demo gak jelas.

  46. mamiyukero Says:

    mau kuliah sabtu minggu karna cuma bisa sabtu minggu doang :(
    sekarang dianggap ilegal, gimana ceritanya kalo mo kuliah gini, jadi binguuuuuuuuuuunnggg :((

  47. wiji Says:

    wah kisah mba zahra sama banget ma aq…aq kerja plgnya jam 8 malaemm. Pgn kuliah tapi bingung memikirkan tempat n waktu kul????

  48. Iroe S. Mahdi Anton Says:

    Sekadar berbagi pengalaman, Sy pernah kuliah S2 setiap hari di salah satu PTN, Tugas-tugas kuliah sangat banyak dan berat. Setiap tatap muka dlm satu mata kuliah, selalu ada tugas, Buku2nya berbahasa INGGRIS yang harus diterjemahkan per-bab (satu bab bisa mencapai 100 halaman). Setelah diterjemahkan dan diketik, harus dipresentasikan di depan dosen dan mahasiswa, tentu saja kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Klu ada 6 mata kuliah, dlm seminggu berarti minimal ada 6 tugas, karena tidak jarang satu mata kuliah memberi tugas lebih dari satu. Ujian tengah semester dan ujian akhir semester dlm bentuk task home exam dng jumlah soal 5 s.d. 10 butir namun jawabannya dlm bentuk makalah hingga lebih dari 50 halaman. Soal diberikan hari ini pkl 09.00 dan harus dikumpulkan besok pkl 12.00, lewat pkl 12.00 dianggap tidak ikut ujian. Kebayang deh bagaimana sulitnya mencari literatur yg kebanyakan berbahasa Inggris (jumlah buku bisa sampai 10 buah), belum menerjemahkannya, belum mencari jawaban yg relevan dg soal. Nah, klu kuliah Sabtu-Minggu, sy jamin hal semacam yg sy alami tidak bisa dilaksanakan. Yg kuliah setiap hari sj terseok-seok, apalagi yg kuliah Sabtu-Minggu. Solusi klu mau kuliah yg bermutu, minta izin belajar atau tugas belajar dari atasan sehingga tidak dibebani tugas, Aatasan yg bijak, pasti akan mengizinkannya.

  49. ATIKAH Says:

    Jika saya ingin melanjutkan kuliah ambil kelas sabtu minggu, dimana yah yang baik dan dengan biaya yang terjangkau ? Mohon infonya yah makasih

  50. ATIKAH Says:

    Jika saya ingin melanjutkan kuliah ambil kelas sabtu minggu, dimana ya yang baik dan biayanya cukup terjangkau ? Mohon infonya yah makasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 68 other followers

%d bloggers like this: