Lakukan “Segala Cara” untuk Dapat Beasiswa

Ketika saya menulis “segala cara”, benar-benar saya maksudkan semua cara yang mungkin kamu lakukan untuk mendapatkan beasiswa. Yang halal tentunya. Saya tertarik menulis tentang hal ini karena pengalaman beberapa orang dan saya sendiri ketika sedang berjuang untuk mengejar beasiswa. Beasiswanya sebenarnya tidak lari kemana mana, hanya memang rada susah ngedapetinnya. Jadi dikejarlah dengan cara-cara yang tidak biasa.

Segala Cara #1: Pindah Kerja ke LSM

Ekstrim juga memang. Tapi kisah member milis beasiswa ini cukup menarik buat disimak. Nita, sebut saja begitu namanya, sudah keempat kalinya mencoba mendapatkan beasiswa. Rasanya tidak ada yang kurang. Esai sudah dikerjakan dengan baik. IPK lumayan OK. Karirnya pun nggak jelek sebagai akuntan di sebuah multinational company yang cukup terkenal. Ini semuakan something yang bisa menolong memuluskan aplikasi beasiswa? Kok nggak dapat-dapat ya?

Tanya sana tanya sini, akhirnya Nita sampai pada satu kesimpulan: tempat kerjanyalah yang menjadi masalah. Dari hitung-hitungan Nita, dia melihat bahwa peluang menjadi beasiswa-wati bisa lebih besar kalau Nita bekerja di LSM. (Saya sih nggak setuju).

Jadi pindahlah Nita meninggalkan pekerjaan bagusnya di MNC untuk bekerja di LSM. Dia tetap bekerja sebagai akuntan. Tapi intinya, Nita bekerja di LSM buat mendapatkan beasiswa yang dia inginkan.

Dan jadilah. Nita mendapatkan beasiswa tersebut tahun ini. Sukses buat “Nita” dan thanks buat sharing-nya lewat yahoo messenger ke saya. (Kalau pengen kenalan dan memberi sumbangan, nick YM saya: togap_siagian).

Segala Cara #2: Pindah ke Daerah yang Terkena Bencana

Seorang teman yang saya kenal sewaktu bekerja di perusahaan tambang “kecil” yang terkenal di dunia pindah kerja ke Aceh untuk mendapatkan beasiswa. Terus terang saya kurang tahu hasilnya karena setelah kepindahannya kami tidak pernah berhubungan lagi.

Catatan: Saya rasa peluang mendapatkan beasiswa menjadi lebih besar kalau Anda menjadi relawan di daerah itu. Tapi jangan salahkan saya kalau Anda tetap tidak dapat beasiswa setelah pindah ke daerah bencana. Mungkin Anda perlu membaca buku tulisan saya dan Ibu Pangesti Wiedarti berjudul “Kiat Memenangkan Beasiswa“. (Benar, ini memang promosi :) .. )

For you my friend, all the best!

Segala Cara #3: Tinggal di Indonesia Timur

Kalau ini adalah pengalaman saya pribadi. Saat mendapatkan beasiswa Fulbright di tahun 2000, status saya adalah karyawan di salah satu perusahaan di Indonesia Timur. Tentu saja saya memanfaatkan kondisi saya sebagai “tinggal di Indonesia Timur”. Secara de facto dan de jure, memang begitulah kondisi saya saat itu. De facto saya hanya tinggal di pulau Jawa selama sekitar 40 hari dari 365 hari dalam setahun. Secara de jure, KTP dan alamat yang saya gunakan adalah dari Indonesia bagian timur. Walau ada resiko terlambat, saya bahkan menggunakan alamat di Indonesia Timur untuk keperluan surat menyurat. Persaingan yang saya hadapi pun jadinya adalah di kategori Indonesia Timur. Salah atau tidak? I don’t know. Yang pasti, ada beberapa orang yang saya kenal sukses menggaet beasiswa dengan cara ini.

Buat Anda yang saat ini tinggal di Indonesia bagian timur, pergunakanlah kondisi ini dengan semaksimal mungkin. Tinggal di Indonesia bagian timur memang punya tantangan tersendiri. Tapi akan terasa indahnya saat beasiswa Anda raih.

Segala Cara #4: Berinovasi Saat Wawancara

Seorang teman yang sudah lulus S2 di Indonesia ingin mendapatkan beasiswa ADS. Tentu saja, beasiswa yang diincarnya adalah beasiswa untuk kuliah S2 lagi. Anda tidak salah baca: beasiswa S2 lagi. (Banyak yang bilang ini tidak mungkin, tapi kenyataannya terjadi. That’s why saya suka bilang: coba aja, siapa tahu berhasil).

Nah, yang menarik adalah saat teman saya ini, sebut saja Andi, diwawancara. Terus terang saja, saat wawancara biasanya saya tidak membawa bahan apa-apa. Saya muncul dengan diri saya sendiri tanpa “merasa” perlu membawa sesuatu yang bisa menguatkan argumentasi saya. Tapi Andi berbeda. Dia kreatif sekali.

Saat Andi ditanya alasannya memilih jurusan yang akan dijalaninya, untuk menguatkan maksudnya, dia menunjukkan foto yang sudah disiapkannya. Tentu saja, pertanyaan seperti itu sudah diantisipasi. Tapi biasanya, orang hanya menjawab tanpa menggunakan alat lain. Sedangkan teman saya ini telah menyiapkan foto tersebut buat jadi alat untuk membantunya. Fotonya sederhana saja. Cuma menunjukkan dia dan beberapa orang lain berpose bersama seorang menteri dalam seminar yang berhubungan dengan jurusan yang diincarnya.

Teman saya berhasil. Saya yakin itu bukan karena foto yang ditunjukkannya. Tapi tentu saja foto tersebut dan kesiapannya memberikan kesan yang baik bagi para pewawancara.

Saya jadi ingat ketika suatu waktu saya mewawancarai seorang kandidat untuk satu posisi di kantor saya. Kandidat ini datang membawa sebuah map plastik yang berisi berbagai dokumen. Pertanyaan-pertanyaan saya kelihatannya sudah diantisipasi dengan baik dan dia mendukung jawaban-jawabannya dengan berbagai dokumen yang disiapkannya. Wah, kagum juga saya dengan usaha dan persiapannya. Needless to say, that guy got the job.

Apakah bisa Anda aplikasikan? Seperti iklan di tivi: maybe yes, maybe no.

Segala Cara #5: Berbuat Baik pada Semua Orang

Di sini saya kutip satu cerita yang cukup berharga tentang bagaimana seseorang memperbesar kemungkinan dirinya mendapatkan beasiswa tanpa disengaja. Cerita ini berhubungan dengan beasiswa, jadi saya rasa cukup relevan buat saya tampilkan di sini. Sengaja saya kopi dalam bahasa aslinya.

The sweet lesson learned by a former student of mine, Canadian Rhodes Scholar Charles Galunic, is a case in point. Charlie is now a management professor at INSEAD business school in France and is one of the most thoughtful people I’ve ever met. Charlie told me a lovely story about something that happened at a cold and crowded train station in Kingston, Ontario, when he was traveling to Toronto for his Rhodes Scholarship interviews. He was sitting and waiting for the train when he noticed an older couple who were standing and waiting. Charlie being Charlie, he immediately offered the two his seat, which they were happy to take. The next day, Charlie met the couple at a reception in Toronto for the scholarship finalists, and it turned out that the husband was a member of the selection committee. Charlie isn’t sure if this small decency helped him win the prestigious scholarship- but I like to think that it did.

Dikutip dari link ini.

Buat saya, mendapatkan beasiswa adalah suatu perjuangan. Artinya ada pengorbanan yang harus dilakukan. Pengorbanan dalam hal waktu, uang, tenaga, harga diri, dan lain-lain. Tapi semuanya akan terasa indah buat dikenang saat apa yang kita perjuangkan berhasil. Keep the spirit alive!

Seperti biasa, saya mengundang rekan-rekan yang punya pengalaman menarik tentang mendapatkan beasiswa dengan cara yang tidak biasa untuk menuliskannya di bagian komentar di bawah. Pengalaman Anda pasti akan menjadi masukan berharga buat pembaca blog ini.

55 Responses to “Lakukan “Segala Cara” untuk Dapat Beasiswa”

  1. Nitz Says:

    wah so inspiring.. jadi makin semangat cari2 akal biar dapet beasiswa nih.. thanks for the tips..

  2. chamb Says:

    saya senang membaca cerita diatas. sebenarnya saat kuliah S1 dulu saya tidak punya niat untuk mencari beasiswa ke luar negeri, karena merasa tidak bisa bersaing dengan teman-teman kuliah.

    tapi setahun menjelang lulus, tiba-tiba saya betul-betul ingin melamar beasiswa, namun banyak hal yang harus dibenahi, antara lain IPK dan bahasa inggris yang tidak memadai.

    Untuk IPK saya sudah agak menyerah karena waktu kuliah tinggal setahun lagi, sulit untuk memperbaikinya, jadi saya coba improve bahasa inggris. Dari TOEFL yang dibawah 400 point, dengan usaha keras berhasil saya tingkatkan jadi 560 (pre-TOEFL) , dan kemudian menjadi 580 (International TOEFL).

    Nah, saat lulus saya langsung berburu beasiswa tanpa menunggu mendapatkan pekerjaan. Usaha ini masih gagal, tapi saya memang sudah menduga akan sulit mendapatkan beasiswa saat masih menganggur.

    Saat telah mendapatkan pekerjaan, perburuan beasiswa saya lanjutkan. Berbagai program saya apply, seperti AUSAID, Ford Foundation, NEC dan beberapa peluang langsung yang ditawarkan oleh universitas. Tapi apa daya, ternyata sulit bersaing dengan kandidat lain yang baik IPK, bahasa inggris, pekerjaan, senioritas dan persiapan lainnya memang jauh lebih unggul dibandingkan saya.

    Untuk menyiasati ini, saya melakukan salah satu taktik yang disebutkan oleh Pak Togap beserta contoh diatas, yaitu berpindah pekerjaan. Saya melamar menjadi PNS di sebuah kota kecil di Sumatera dan segera melanjutkan perburuan beasiswa tanpa menunggu menjadi PNS penuh.

    Dan ajaibnya selagi masih CPNS saya melamar dua program beasiswa, AUSAID dan Monbusho, dua-duanya diterima. Karena Monbusho lebih dulu pengumumannya, maka saya ambil beasiswa ke Jepang ini, yang sekarang betul2 saya syukuri karena setelah lulus S2 bisa langsung S3 di tempat yang sama tanpa perlu pulang dulu dan melamar beasiswa lain untuk S3.

  3. Trisasi Says:

    Satu lagi bang Togap.. (mungkin lebih untuk yang bekerja di institusi pendidikan), yaitu rajin antar tamu asing yang datang sebagai tamu fakultas, kunjungan penelitian, supervisi mahasiswa S3 sandwich, dll. Para senior-senior tentunya sudah terlalu sibuk untuk antar jemput kesana kemari.

    Notabene yang datang untuk kunjungan-kunjungan seperti ini adalah staf administrator universitas, professor, dan dosen. Dengan mengantarkan mereka makan, wisata seputar jogja, antar jemput ke hotel, otomatis jadi akrab, bisa bertukar pendapat, dan mereka juga mengetahui seberapa besar potensi saya untuk jadi mahasiswa S2.

    Hampir semua tamu yang pernah saya antarkan sempat membicarakan atau menginformasikan beasiswa S2 dan alhamdulillah saya mendapatkannya, berangkat agustus 2007-2009 ke Umea University. Beasiswa ini dari intern departement, karena mendapatkan hibah dari salah satu partai politik di negara itu, dan sebagian dari hibah itu dialokasikan untuk beasiswa bagi mahasiswa negara berkembang. Kelebihan dari beasiswa semacam ini mungkin persaingannya yang tidak terlalu ketat. Untuk kasus saya, persaingannya 1:8. Saya rasa saya beruntung bisa mendapatkan beasiswa ini karena hasil dari antar-antar tamu.

    Ya tentunya saya tidak hanya mengandalkan tawaran dari para tamu-tamu asing itu untuk mencari beasiswa. Sudah apply beasiswa kemana-mana hampir 10 kali, dan ditolak semua, dipanggil wawancara pun belum pernah. Tapi saya tetap optimis satu hari nanti insyaallah ada kesempatan sekolah lagi..entah kapan. Dan alhamdulillah, usaha yang dibarengi keyakinan pasti ada hasilnya.

  4. Lulu Says:

    Waduh thank you berat untuk semua sharingnya ya…, jadi semangat searching nih :)

  5. Tessa Says:

    Iya nih bikin semangat sekolah makin berkobar lagi….

    Mas, Mbak,
    ada yang bisa share pengalaman ambil beasiswa LN oleh ibu ber-anak kecil?

    Daku kepingin sekali cari2 beasiswa & ambil ke LN tapi masih tidak terbayang bagaimana pelaksanaannya.
    FYI aku ibu bekerja punya anak 1 orang baru berusia setahun.

  6. Aan Says:

    Bang Togap, wow…keren pengalamnnya.
    Beberapa tahun terahir ini saya pengeeeen banget belajar bahasa inggris ke Aussie, ya… mungkin cuma 6 bulan – 1 tahun. Udah pernah ngirim email kemana-mana, tapi nggak pernah ada panggilan wawancara. Ada ide nggak ????

  7. meutia Says:

    Bang Togap,
    saya ingin cerita tentang pentingnya persiapan. Seringkali saya lihat teman-teman, kolega saya sendiri yang ingin sekolah ke luar negeri, tapi tidak melakukan persiapan dengan baik. Kadang memang benar, “kalau rejeki ga kemana”, tapi tidak bersiap dan asal mencoba saja kadang tidak berhasil dengan baik.

    Untuk mendapatkan beasiswa S3 melalui ADS, saya melakukan persiapan hampir 3 tahun lamanya. Saya adalah dosen PTN di daerah. Tiga tahun sebelum mendaftar beasiswa, saya sudah mulai belajar melaksanakan penelitian kecil-kecilan dan menerbitkan hasilnya di jurnal lokal. Kemudian meningkat ke jurnal akreditasi nasional. Untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris, karena sibuk bekerja, saya hanya punya waktu mendengarkan relay BBC di radio lokal tiap pagi, menonton berbagai program di Metro TV tanpa teks, dan membaca koran serta majalah yang berbahasa Inggris. Saya juga ikut tes TOEFL yang cukup murah tiap tahun untuk memonitor kemampuan bahasa tersebut.

    Saat mendaftar ADS, saya mulai mengumpulkan banyak pengalaman serta tips dari milisbeasiswa. Semua saya ringkas dan catat serta tempel di sebuah buku. Tiap tips saya pelajari dan coba simulasikan dengan keadaan saya untuk menjawab pertanyaan dalam form serta membuat proposal penelitian. Saat dinyatakan shortlisted, saya berusaha lebih teliti lagi membaca trick untuk wawancara dari milis. Seorang mentor saya turut membantu memprediksi jenis pertanyaan dan memberi sumbang saran jawaban yang tepat dalam wawancara nanti. Setelah mendapat semua masukan, sayapun berlatih 1 jam sehari untuk wawancara tersebut dalam bahasa Inggris.

    Sebelum berangkat wawancara, syukurlah, seorang kenalan yang pernah lulus ADS memberikan saran agar saya mempersiapkan semacam dokumen berisi cuplikan kegiatan, hasil pekerjaan (laporan penelitian, laporan kegiatan, sampai SK!), jurnal2 yang berisi paper saya, serta potongan koran kampus yang memuat foto saya lengkap dengan wawancaranya. Dokumen itu saya siapkan sampai 2 folder besar. Lalu saya disarankan membuat semacam diagram ala mind map tentang: “mengapa saya mengambil topik riset ini”, “apa pengaruh riset tersebut bagi Indonesia”, “flow chart penelitian” serta “career plan” saya. Perlu teman-teman ketahui, flow chart penelitian itu sangat brief dan belum detail.

    Saya lulusan S2 dari Inggris, tapi overall nilai saya hanya upper second class (2.1). Saya sudah memprediksi hal itu akan menjadi ganjalan, walaupun di UK nilai tersebut sudah berarti IPK = 3.0 kalo di Indonesia. So, pertanyaan itu saya antisipasi dengan folder berisi kegiatan saya selama bekerja di kampus, sambil terus meyakinkan pewawancara mengapa saya layak mendapat beasiswa. Tentu saja saya harus menjelaskan dengan sangat singkat isi folder tersebut, hanya pada project2 penting yang mungkin memerlukan energi, kesabaran serta ketekunan dan dapat membuat pewawancara terkesan. Tak lupa saya perlihatkan career plan saya, yang memuat satu step PhD study pada tahun 2006-2010.

    Jadi, persiapan matang sangat diperlukan, karena pewawancara dapat melihat aspek tersebut. Jika dapat meyakinkan mereka bahwa anda adalah orang yang sangat “organized” dan “industrious”, maka insya Allah beasiswa sudah di tangan. Waktu menjawab tiap pertanyaan, saya selalu terlihat tenang dan yakin (mengurangi terlalu banyak senyum sehingga tidak terlihat nervous). Mungkin pengalaman saya berguna bagi teman-teman, khususnya yang ingin S3 dan bekerja sebagai dosen.

  8. Togap Says:

    Meutia,

    Saya suka banget kisah pengalaman kamu. You’ve shown that focus, a lot of training, mentors (online and offline), knowing your objectives, and be prepared are all the formula for success. Proficiat!

  9. Togap Siagian Tentang Pentingnya Persiapan « Says:

    [...] Posts Lakukan “Segala Cara” untuk Dapat BeasiswaMari Beramai Ramai Bekerja di Jerman!Lima Langkah Dasar Mencari BeasiswaMenangis Sepanjang Jalan [...]

  10. Lusy Says:

    Jadi bener2 semangat utk coba ambil beasiswa ADS. Ada perasaaan was2 karena nilai toefl yang di ambang batas trus takut juga menghadapi wawancaranya. tapi setelah baca cerita dan saran bang togap saya jadi yakin untuk melanjutkan rencana ambil beasiswa ADS. Moga2 sukses jd bisa bagi2 cerita deh di milis ini hehe…

  11. moentheng Says:

    ada cara lain bang Togap

    # pindah kerja menjadi dosen

    Saya dulu berkali-kali gagal mencari beasiswa, mungkin karena IPK pas-pasan, TOEFL juga pas-pasan akhirnya saya rubah strategi dari berburu beasiswa menjadi berburu pekerjaan sebagai dosen, setelah susah payah puluhan lamaran ke berbagai universitas, akhirnya ada satu yang nyantol, dan strategi saya ternyata ampuh, beberapa
    bulan setelah menjadi dosen, saya dapat beasiswa dari pemerintah Jepang.

  12. Mustofa Says:

    mas, ada gak beasiswa buat skripsi, soalnya aku butuh banget dana buat skripsi. ngomong-ngomong aku kuliah di pendidikan geografi semarang? makasih

  13. shakti Says:

    wuduw, maz2 n mbak2 niy hebat2 ya..
    tp kbanyakan pd cari schlr bwt S2 or S3 y?
    kalo mau wwncr schlr S1 ada perbdaan mncolok g dg wwncr schlr S2/ S3?
    thanx!!

  14. empan... Says:

    jujur, saya teramat sangat terinspirasi dengan tulisan bung togap….teman senagkatan S1 saya dah ada 3 orang yang dapat beasiswa ke overseas…padahal yang ada yang IPK nya waktu S1 dibawah saya…saya melakukan banyak hal untuk mendapatkan beasiswa ini…pesen bukunya bung togap, banyak baca, naikkan TOEF dsb…saya juga kontak dosen saya yang lagi S3 di jerman. saat ini saya seorang PNS di daerah jawa tengah…dan sedang mengambil S2 di dalam negeri….tapi saya sudah bertekad, saya harus dapat beasiswa S2 ke luar negeri….saya berpikir ilmu saya bukan hanya untuk diri saya sendiri, tapi untuk masyarakat di daerah saya…saat ini saya 26 tahun, dan ada keinginan menunda keiinginan menikah demi cita-cita besar ini…

  15. echa Says:

    thank bang togap atas sharingnya, tadi ga sengaja saya masuk kesini’n saya dapet info yang bener2 OK!
    BTW, sekarang saya masih kuliah di tahun pertama tapi dari duluuu…dari SMP saya sangat ingin sekali bisa kuliah di luar negeri. saya berasal dari daerah nun jauh disana, tapi saya sudah berjuang keras agar bisa masuk ke universitas terbaik di negeri ini sebagai batu loncatan kuliah di luar negeri.bidang yang saya minati adalah social work/social welfare study. denger-denger katanya banyak senior yang ambil beasiswa SW di aussie, tapi saya pengen nyari di Amrik. so buat bang togap,kakak2,mas2,mba2,bapak2,ibu2, semuanya..(jadi kaya lagu inul) yang mempunyai informasi/pengalaman beasiswa social work/social welfare di jepang,aussie,atau amrik…mohon informasinya. terimakasih, SMANGAT!

  16. Wied Says:

    Saya tertarik dengan :

    Segala Cara #4: Berinovasi Saat Wawancara

    Saya mendapatkan beasiswa ADS Tahun 2003.

    Waktu saya mendapat pemberitahuan bahwa saya lolos ke tahap berikutnya (shortlisted candidate) saya menyiapkan diri untuk belajar Test IELTS. Pinjem dan fotocopy latihan IELTS sebanyak 10 sesi dari temen, plus minjem kasetnya (untuk listening), semuanya bisa diperoleh di IALF Jakarta. Saya belum pernah SATU KALI pun ikut test IELTS, tapi dengan latihan 1-2 jam sehari sebelum test IELTS di IALF, alhamdulillah saya bisa dapet skor 6.5 (jadi, bisa langsung EAP 6 weeks, dan berangkat tahun itu juga). Tapi saya rasa, ini bukan trick ya. Ini persistence kita dalam belajar.

    Yang paling saya ingat adalah saat wawancara. Sebelumnya saya udah men-set diri saya pengennya ke Flinders Uni, Adelaide. Maka setiap hari sebelum wawancara saya browsing websitenya Flinders Uni, dan membayangkan bahwa saya akan benar-benar ke sana. Saya baca berulangkali info-info di Dept yang mau saya tuju (Information Tech). Saya print out semua info di web site tersebut dan saya kumpulkan di satu map yang rapi. Saat wawancara (satu bule dan satu indo), saya rasa punya luck lagi. Si Indo ini ternyata mantan Flinders Uni. Maka ketika ditanya dalam bahasa Inggris (tapi sebenernya bahasa Indo juga diterima kok), saya jelaskan mengapa saya mau ke Flinders Uni, dan SANGAT MENGAITKAN kurikulum yang ada di jurusan yang saya tuju dengan pekerjaan saya saat itu (saya staff IT) dan BERUSAHA MEYAKINKAN bahwa dengan belajar di jurusan tsb saya akan mampu meningkatkan skill dan kompetensi saya di pekerjaan saya … saya buka map saya dan jelaskan dengan detail … sampai mereka tertawa dan menyuruh berhenti (karena bosen kali). Di akhir wawancara, mereka malah nanya “Ada hal lain yang ingin kamu tanyakan atau sampaikan ?” … he he he kesempatan berinovasi lagi … saya pura-pura (tapi sbenernya emang pengen tau) nanya bahwa saya khawatir dengan masalah akomodasi di Flinders karena saya bawa keluarga … jadilah si Indo yang mantan Flinders ini jelasin panjang lebar tentang akomodasi di sana…. Well, singkat cerita mereka happy dengan saya…. (dan saya juga happy dengan mereka)

    Akhirnya Saya dapet beasiswa ADS, walaupun akhirnya saya malah memutuskan untuk pindah ke Uni lain !
    he he he :)

    Keep the good work, guys !

  17. mei Says:

    wah..senang skali baca pengalaman semua..saya jadi semakin temotivasi, saya sangat berharap bisa mendapatkan bea siswa tahun ini, bang saya mau tanya nih.. saya hanya guru honorer (mengajar matematika dan kimia) di kota kecil di NTT, tapi saya sangat berniat utk lanjut S2 dan mengambil jurusan yang bertolak belakang dari jurusan S1 saya, saya mau ambil jurusan sosial tentang management pendidikan, dan nilai ITP Toefl saya pun sangat pas2an, say sangat butuh saran inih bang..mauliate

  18. Arifin Trisanyoto Says:

    Waaaah betul-2 menarik penglaman diaatas untuk ditiru, saya serang guru (pns) di sma negeri 3 boyolali ngajar kimia dan TIK, pengein banget dapat beasiswa ke S-2, sekarang saya sudah diterima pada program S-2 di MST fak. Teknik UGM konsentrasi Tek. Pengel. Sampah/Limbah Perkotaan. Sebetulnya ada beasiswa sharing dari pusat dan pemda, saya sudah mengajukan ke Pemda Boyolali, namun ditolak mentah-2 gara katanya tidak prosedural, tetapi saya tidak putus asa yang penting saya harus regristrasi dulu ke UGM dan bulan september 2007 ini sudah mulai kuliah. Tolong saya diberi info untuk memperoleh beasiswa yang saya maksud sambil saya menjalani perkuliahan di UGM, info bisa lewat HP 081548516440 atau 081548558046

  19. leathepooh Says:

    ahhh senangnya bisa ketemu blog ini….jadi membukakan pikiranku..kalo ambil beasiswa itu bukan perkara gampang, gak kayak membalikkan telapak tangan. Butuh banyak perjuangan..yup bener persistensi penting banget…terimakasiy share ilmunya..

  20. bayu s.(basis) Says:

    bang togap saya ne pertama kali membuka situs beasiswa..saya skrng msh kelas 3 sma,saya kepengen banget dapetin beasiswa S1,tapi susah bngt…oleh karena itu saya berharap bang togap ato rekan2 memberikan saya tips atau informasi tentang beasiswa melalui emai saya =bay_sis@yahoo.co.id bantuan anda sngt saya harapkan ….thanks b4

  21. yusri Says:

    Thanks ya bang Togap bisa membagikan informasinya, bang saya mau nannyak ni , saya skarng lagi Kul di FKM. and kepengin lanjutin S2. bagaimana ya supaya dapat Beasiswaanya di bindang kesehatan seperti saya one again apa persiapan saya? Thanks atas informasinya

  22. SYAM IRAWAN Says:

    ASALAMUALAIKUM WR.WB
    MAS,MBA GIMANA SIH CARA CEPAT DAPAT BEASISWA SASTRA INGGRIS ATAU YANG LAINNYA SETELAH LULUS SMA ????? APALAGI SAYA PUNYA SERTIFIKAT ENGLISH DAN SUKA BANGET B. INGGRIS. BAGI ILMUNYA YA ….. THANKS

  23. amin Says:

    mas, saya lagi skripsi soal strategi adaptasi masyarakat desa hutan terhadap ekstraksi sumber daya alam di desa bintialo, musi banyuasin, palembang. dah jalan dari 2bulan lalu. tapi sayang, ada permasalahan dana..akhirnya saya balik lagi ke jakarta. gimana caranya biar saya bisa ngelanjutin penelitian saya di sana ya mas? saya dah mentok banget masalah dana. tapi saya juga gak pengen ganti tema coz penelitian ini jarang dilakuin.
    saya mahasiswa Dept. Antropologi UI

    thx

  24. Ni Putu Nena Pradipta Says:

    ternyata dapet beasiswa itu perjuangan,,hmmm,,,salut bwat perjuannya,,jadi makin semangat ni hunting beasiswa,,senang bisa bertemu komunitas ini,,salam kenal semuanya,,

  25. yogha Says:

    kelihatanya asik klu dapat beasiswa.tapi gimana caranya a?aqu seorang pelaja sma.yang pintar n rajin.tolong yang punya informasinya kiimin ke email aq di yoghae@yahoo.co.id.
    mohon bantuannya :-)

  26. fitri rahmadayanti Says:

    bang togap, saya sangat antusias sekali dengan beasiswa overseas… berbgai web sudah saya cari tapi selalu telat. saya mahasiswa semester 6 dan insyaallah 2 smester lg saya selesai. saya ingin meleanjtkan ke S2. saya sering minta bantuan sama teman, sayangnya mereka g respon. ada yang bilang saya terlalu memaksakan diluar kemampuan saya, karena kuliah diluar telalu sulit mereka bilang terima saja apa adanya sekarang. saya bukannya tidak bersyukur, tetapi saya hanya ingin mengembangkan diri saya, dan meyakinkan mereka kalu saya bisa!!. bang togap tolong informasi lainnya ya… jasamu tiada tara bang!!

  27. bulan Says:

    Bung Togap,
    Sekarang saya baru berfikir dan merasa menyesal karena telah menyia-nyiakan kesempatan. Saya merasa di atas angin karena bekerja di organisasi di leel nasional yang setiap tahun tawaran sekolah datang bertubi2 belum lagi dengan mudah saya bisa mendapatkan 2 sampai 3 surat referensi dari orang yang terkenal dalam dunia pendidikan dan isu humanitarian di Indonesia. Berkali-kali saya lolos sampai tahap wawancara kemudian gagal karena saya tidak pernah mempersiapkan wawancara dengan maksimal, semuanya saya hadapi dengan santai, sepertinya saat itu si pewawncara merasa saya seperti tidak punya motivasi dan tidak maksimal dalam memberikan jawaban, padahal sejujurnya saya sangat menginginkan beasiswa tersebut. Akhrnya spt yg sudah diduga saya tidak dapat beasiswa itu. Punya latar belakang kerja yang bagus dan orang2 hebat yang bersedia menulis referensi tidak jaminan kita akan dapat beasiswanya meski sudah masuk kandidat shortlisted. Yang paling penting memang kita harus berusaha untuk menyiapkan diri agar bisa melewati wawancara dengan baik.

  28. Sony.,.,SMK N 1Bangkinang Class 3 Tekhnik Komputer Jaringan Says:

    Bagimanakan cara mendapatkan beasiswa,.,.,.please kasih tahu caranya ke sony_wirayudha@yahoo.com

  29. Sony.,.,SMK N 1Bangkinang Class 3 Tekhnik Komputer Jaringan Says:

    Bagimanakan cara mendapatkan beasiswa,.,.,.please kasih tahu caranya ke sony_wirayudha@yahoo.com atau di no HP 081268059209

  30. juwel Says:

    bagaimana cara mendapat beasiswa…………?kasih tau donk kirim email:stev_juwel@yahoo.co.id thanks.?

  31. akbar Says:

    untuk bu meutia bagaimana saya bisa menghubungi anda….
    cerita anda sangat bagus saya sangat tertarik untuk mengikuti langkah anda……

    ini mail saya : akbar8719@yahoo.co.id

  32. fadhilatu dhakhirah Says:

    assalamualaikum
    saya siswa sma kls 2. saya butuh biaya untuk kulih nanti. untuk itu tolong bila ada. confirm saya di renren_abarai@yahoo.co.id.
    terimakasih.
    wassalamualikum

  33. anli Says:

    saya mau cerita pengalaman saya ttg pernah dapat beasiswa di PN
    waktu SMA saya ngirim nilai raport saya ke salah satu penyelenggara beasiswa, kemudian mereka ngasih kabar bahwa saya dapat beasiswanya, tapi saya gak bs kuliah di PN tsb karena memang saya gak ada biaya kuliah, meskipun sdh dapt beasiswa dari PN tsb tapi saya rasa klo cm dari beasiswa gak mungkin selesain kuliah.
    sampai@ aku gak kuliah2 mpe skg. krn gk ada biaya.
    ada gak cara lain yang bisa membuat saya dapt beasiswa ?
    saya juga sdh ikutan tes yang dari STAN, tp gak lulus.
    trus ikutan IPDN, gak lulus juga.
    ada gak penyelengara beasiswa buat saya.
    kirim kabar yah…
    ni nope saya
    085657039817

  34. ahmad fauzin Says:

    mas. saya kuliyah di iain wali songo semarang skrang smester 3. pengen dapet beasiswa dri mana aja. tapi maslahnya di bagian situ ada birokrasi yang memang berpihak pada kelompok tertentu. aku dah nyoba ikt daftar beasiswa djarum, dipa 2kali. karena harus melalui proses prosedur di dalam birokrasi tadi, sedangkan aku bukan di kelompoku itu . yah pastinya sulit di terima. bagaimana pak.? tolong. sekarang aku di masjid, tinggal di situ mengurusi kegiatan di sana.

  35. Aish Says:

    Wow,,, so inspiring…

    Thankz bwt yg bikin artikel ini yaaa… aq rencanax mau apply ADS tahun ini… Doakan yaaaa…

  36. :D Says:

    permisi penulis!
    segala cara yang penulis kasih cuman buat beasiswa yang kerja trus nyari beasiswa S2 ya??
    kalo buat anak SMA, boleh bagi cara biar dapat beasiswa ga? kalo penulis tau, bagi informasi ke aku ya. makasih :)

  37. shineena Says:

    wow..saya terkesan dengan postingan di blog ini..very inspiring…tapi saya maw tanya, bener gag sih kalo cr beasiswa tuh harus kerja dulu?sy seorang fresh graduated, lum punya pengalaman sama sekali, kalopun rekomendasi mungkin cm dr dosen, bagaimana ya??

  38. arifin trisanyoto Says:

    saya seorang siswa sma kelas xi ipa , ingin mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di oxoford university, bagai mana caranya ?

  39. bete Says:

    aQ maU kaYA’ giTu tP saya peSimiS?? g5na nih???

  40. ellyna Says:

    bagaimana cranya untuk memperoleh beasiswa di universitas sebelas maret?

  41. unik pitasari Says:

    saya seorang siswa sma kelas XI IA. saya ingin meneruskan ke UGM. Saya ingin tau cara memperoleh beasiswa ?

  42. zefilia primadani Says:

    assalamu’alaikum……
    saya siswa kelas xi ia, saya ingin mendapatkan beasaiswa kuliah di jurusan pertambangan,, saya ingin sekali bekerja di pertambangan minyak bumi atau batubara,, bagaimana caranya saya bisa mendapatkan beasiswa tersebut???? dan syarat-syarat apa yang harus saya penuhi???
    yang tau mohon bantu saya di email saya lialylaku@gmail.com
    terimakasihhh….

  43. apriyanti Says:

    assalamualaikum wr.wb
    saya adalah siswi sman 3 byl kls xi ia yg brtmpat tinggal di boyolali. lulusan smpn 2 byl . saya pengen bgt melanjutkan kuliah, namun kendala yg saya hadapi adlh biaya kuliah yg sepertinya gak mgkin bsa di cpai oleh keadaan eonomi kluarga saya yg amat minim. namun di sisi lain kluarga jg brharap slah satu anaknya ada yg bsa mnjadi org berada, brpendidikan, dan berkarier yg katakanlah layak,begitu..
    setiap tdur saya sering memimpikan kuliah. T_T
    maka saya mhon bsa di bantu utk beasiswa kuliah dari awal hingga lulus.tak perlu muluk2 tempatnya. asal bsa mndapatkan karier yg selayaknya.
    trimakasih,
    hub: apriyanti_09ia3@yahoo.co.id

  44. ermawati Says:

    saya seorang siswa sma n 3 boyolali klas xi, saya mengajukan biasiswa untuk kuliah karena saya terkendala biaya. berapapun jumlahnya tak masalah. sebenarnya saya ingin kuliah di jurusan kesehatan. jk ada informasi tolong dikonfrim di email saya ya,,, ima.din2@yahoo.com

  45. carpet Says:

    semangat saya mau mencobanya :D

  46. jovanka laura kaya Says:

    BAGUS SEKALI, TAPI APAKAH BENAR DENGAN INI SAYA DAPAT BEASISWA, BUKANYA BELAJAR DENGAN BAIK SAJA YACH ?

  47. oom Says:

    gimn cr.a dpt bs…

  48. hendri Says:

    saya guru sma apakah mungkin dapat beasiswa LN?

  49. laili Says:

    dahsyaaat..kereeen…jadi semangat nih untuk dapatkan beasiswa LN…
    terima kasih smuanya…^^
    minta share seputar beasiswa LN donk ke email saya: lailimulyati@ymail.com

  50. mira febtriana sari Says:

    yes…teringat pengorbanan yang ahrus saya lakukan ketika ingin dan benar2 mendapatkan beasiswa bidik misi. ketika kita YAKIN dan sungguh2 untuk mendapatkan yg terbaik untuk kehidupan kita awal jalan untuk memudahkan yakni minta restu orang tua dan kmudian bergeraklah!! cerita2 diatas sangat menginspirasi saya terlebih keinginan saya untuk bs mlanjutkan S2 saya kleak diberikan kemudahan..dengan bgu dapat mengangkat derajat dan martabat keluarga saya. Walau orang tidak punya tapi saya punya pendidikan yang menjadi modal awal saya untuk melakukan dan menyumbangkan sesuatu untuk negeri.

  51. lisa Says:

    saya seorang janda usia 28 thun….apakah saya bisa mendapat beasiswa meski saya sudh memiliki anak?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 74 other followers

%d bloggers like this: