Catatan: Di bawah ini adalah respon dari Wilson Lalengke (Shony) di Utrecht atas tulisan saya berjudul “Pentingnya Mindset dalam Mengejar Beasiswa“. Tulisan ini saya kopi dari milis dikmenjur. Semoga memberikan inspirasi!
Saya merekomendasi teman semua untuk membaca dan mempedomani uraian Mas Togap tentang mindset. 99,9 persen saya setuju dengan penjelasan ini dan layak untuk dijadikan referensi bagi mencapai keberhasilan oleh semua di semua bidang.
Saya masih menyimpan surat balasan Megawati saat menjadi presiden RI ketika saya minta fasilitas biaya one-way-ticket ke Universitas Exeter, di Inggris, tahun 2002, setelah menerima undangan mereka untuk kuliah disana. Saat itu, universitas ini menawarkan beasiswa yang diberikan hanya untuk biaya pendidikan 1 tahun. Tidak termasuk biaya perjalanan, akomodasi, dan lain-lain. Saya sudah tekadkan untuk berangkat dan mencari penghidupan sambil kuliah di sana waktu itu. Sayangnya, biaya berjalanan dari Indonesia tidak tersedia sedikitpun. Untuk itu saya coba berkirim surat ke negara, mana-tahu bisa bantu. Sayangnya, negara sedang kesulitan keuangan, begitu bunyi suratnya. Tapi satu hal yang saya syukuri, dalam surat Presiden itu, beliau mengatakan, “Saya mendoakan agar kuliah saudara dapat berjalan dengan lancar dan sukses!”. Orangnya saja tidak bisa berangkat, gimana kuliahnya bisa sukses? Tapi do’a-nya itu yang luar biasa, nyatanya 2 tahun kemudian saya malah ketiban beasiswa berturut-turut.
Ini hanya setitik air saja dari perjalanan dan perjuangan panjang saya dalam memperoleh kesempatan kuliah melalui beasiswa. Masih bergudang pengalaman pahit, kadang menyakitkan yang saya alami. Peristiwa paling buruk adalah ketika saya pulang dari Medan di tahun yang sama, saat selesai mengikuti tes tertulis untuk beasiswa Chevening-nya British Council. Saya gagal, untuk kesekian kalinya. Itu adalah puncak kepahitan sebagai “orang susah” tiada beruang tapi mau kuliah, yang membuat saya frustasi. Jujur, saya menangis sepanjang jalan Medan – Pekanbaru kala itu (saat menuliskan kenangan inipun, saya menitikan air mata).
Tapi, satu pelajaran bagus dari peristiwa tersebut, saya jadi memahami bahwa ketika puncak perjuangan terpahit telah datang, kita seakan tidak berdaya sama sekali. Namun, sesungguhnya, hanya setengah langkah dari tirai terpahit itu, sukses sudah menanti Anda. Oleh karenanya, jangan berhenti untuk menapaki jalan berliku dan beronak. Semakin sulit, semakin banyak gagalnya, semakin dekat suksesnya.
Dukungan dan bantuan dari orang-orang sekitar tentulah satu hal yang amat penting. Khusus dalam pengalaman saya, keluarga, kekasih, teman sejawat, teman dekat teman jauh, bahkan sobat semua se-dikmenjur merupakan pihak-pihak yang tidak terlepas dari perjalanan sukses mendapatkan beasiswa. Bila saya bisa, mengapa Anda tidak?
Terima kasih untuk Mas Togap, salam kenal dari saya. Saling memotivasi antar sesama teman, sesama pembelajar Indonesia, adalah hal penting yang senantiasa perlu dilakukan secara simultan. Buat semua, sukses selalu dalam tugas dan kegiatannya.
Best wishes,
Shony in UtrechtLink 2 beasiswa yang saya dapatkan untuk membiayai kuliah saya:
June 22, 2007 at 4:52 am
Salam kenal kepada Bang Togap,
Karena keinginan dan kerja keras dan pantang menyerah lah yang bisa membuat kita lebih kuat.
oleh karena itu saya juga sangat salut untuk kemauan Bang togap.
Saya juga ingin sekali mendapatkan beasiswa S2 diluar negeri (MBA) kerana saya dari Economic Management.
Dahulu saya pernah juga training di jepang 3 tahun dan sekarang saya di Singapore belajar bahasa inggris sambil bekerja. untuk mendapatkan teofl.
saya mau advica dari teman-teman semuanya khususnya bang togap. apa yang harus saya perbuat. mungkin teman-teman bisa membagikan kepada saya pengalamanya. dan saya sangat menghargainya.
terima kasih
Jess
June 25, 2007 at 6:21 pm
Salut buat Shony,
Bener, perjalanan panjang berliku buat dapet beasiswa memang jadi romantika sendiri, terutama ketika kita sudah berhasil mendapatkannya…
Good work bro…
June 26, 2007 at 4:55 am
Wowww cerita tentang pengalaman yang sangat menyentuh dan membangkitkan semangat. Pantaslah Anda dapat beasiswa melihat perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan. Saya makin bersemangat untuk dapet beasiswa ke luar negeri.
June 27, 2007 at 3:24 am
kegagalan adalah guru yang terbaik buat kita.dari kegagalan kita dapat mempelajari kelemahan kita dan tentu untuk memperbaikinya.
jika ada teman-teman yang mempunyai informasi mengenai beasiswa untuk welding engineer harap dapat di kirimkan ke email saya: abdy.siregar@yahoo.co.id
June 28, 2007 at 8:52 pm
failure is the way to succes, keep’in struggle for everyone
July 14, 2007 at 4:28 am
Salut buat semangat kamu Shony. Saya yakin, beban-beban yang kamu jalani selama ini bukan sesuatu yang hanya akan membuatmu menderita, tapi beban itu akan memperkuat lengan, kaki, dan bahumu untuk menerima tanggung jawab yang besar. Saat kau melewati ini, percayalah sukacita akan menantimu, asal kau tidak menyerah. Just don’t give up.
August 23, 2007 at 9:17 am
Salut buat Shony. Saya sedang berjuang untuk mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi karena saya tahu, tidak ada yang lebih berharga selain pendidikan dan membagi pengetahuan. Ini adalah tahun ketiga saya mencari dukungan dana lewat beasiswa dan saya tidak akan menyerah. Kemauan dan kemampuan saya akan membuktikan hal itu.
May 5, 2008 at 10:54 am
saya salut akan perjalanan saudara togap di atas!saya mau kuliah sambil kerja tapi belum ada perusahaan yang memanggil saya menjadi seorang karyawan.Saya harap saudara yangbagi mungkin dapat menolong/membantu saya untuk mencari pekerjaan di medan.saya seorang mahasiswi komputern di salah satu perguruan swasta medan.Saya mampu mengoprasikan komputer mikrosoft office,photoshop,internet.hub 06176379960.
May 9, 2009 at 4:56 pm
Sebuah kisah yg membwt sy tuk smangat dan lebih rajin lagi, saat ini sy butuh info mengenai beasiswa. Mohon bantuannya makasih
May 20, 2009 at 4:37 pm
Wah…kisahmu membakar semangatku Bang..anak daerah lagi. Oya, aku juga saat ini masih kulaih dan mulai kumpul info mengenai beasiswa. 6 tahun berlalu, saatnya aku yang harus menyelesaikan extension ku. kedua adikku udah berhasil aku sekolahkan…tahun depan harus apply scholarship nech…walau harus meninggalkan anakku, demi dia juga….aku mau dia berinvestasi di pendidikan seperti maminya…