IPK Rendah Dapat Beasiswa – Mitos atau Fakta?

Catatan: Tentu saja saya tidak bermaksud mendorong mahasiswa yang sedang kuliah S1 sekarang untuk jadi santai dan tidak berusaha mendapatkan IPK setinggi-tingginya. Kesempatan mendapatkan beasiswa akan jauh lebih besar dengan IPK yang lebih dari rata-rata. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberi wawasan bagi rekan-rekan yang keburu sudah lulus S1 dengan IPK yang tidak terlalu tinggi tapi mempunyai keinginan kuat untuk mendapatkan beasiswa di luar negeri.

Sebuah email dikirim ke saya dari seorang member di milis beasiswa. Isi emailnya cukup panjang, walaupun inti pertanyaannya sederhana: “IPK di bawah 3.0 beneran bisa dapat beasiswa???”.

Hm… tentang IPK ini memang sering mengundang kontroversi. Di milis beasiswa sudah berulang kali member menanyakannya. Bahkan, karena sudah pernah ditanyakan dan didiskusikan sebelumnya, banyak email dengan pertanyaan sejenis terpaksa ditolak masuk ke milis beasiswa (maaf ya). Tapi bukan berarti pertanyaan tersebut berhenti. Malah akhirnya, pertanyaannya dilayangkan langsung ke email moderator. Dan mungkin sudah saatnya memang pertanyaan ini dijawab.

Baiklah.. Kalau ditanyakan apakah saya sudah pernah secara persis mengenal seseorang yang mendapatkan beasiswa walaupun IPK nya kecil (di bawah 3.00), jawab saya: tidak pernah. Tapi, kalau ditanyakan, apakah IPK kecil bisa dapat beasiswa, jawabannya: ya, bisa.

Wah, yang bener aja??… Mungkin begitu pikiran yang muncul di benak pembaca.. Come on men… Mana mungkin ini terjadi?

Tapi begitulah kenyataannya. Berbagai email di milis beasiswa sudah menunjukkan hal itu. Coba dengar apa kata Nurul Widyaningrum:

“Pengalaman saya (dan juga kakak saya sendiri), IPK kami di bawah persyaratan adminsitrasi tapi kami masih bisa dapat beasiswa keluar”.

Sekali lagi: “IPK Nurul dan kakaknya di bawah persyaratan tapi dapat beasiswa”… Bukan hanya Nurul, bahkan kakaknya, bisa dapat beasiswa dengan IPK rendah. Baca tulisan Nurul selengkapnya di sini.

Yang juga menarik adalah cerita dari Susi:

“Kegagalan demi kegagalan mewarnai kehidupan saya. Jangankan untuk sekolah ke luar negeri, untuk bisa diterima di universitas terbaik di pulau Jawa saja, saya kurang berhasil. Dulu untuk masuk perguruan tinggi negeri, kami diwajibkan mengikuti UMPTN. Orang tua saya bilang jika tidak diterima di negeri tidak ada biaya, dari 3 kesempatan mengikuti UMPTN, semuanya berakhir diterima di perguruan tinggi negeri di provinsi tempat saya tinggal.

Akhirnya saya mencoba menekuni bidang yang saya sendiri saat itu tidak jelas. Sangat berat mengikuti perkuliahan dengan sistem pendidikan di Indonesia yang saya rasa sebagian kurang kondusif. Dengan alasan ekonomi dan nilai IPK yang rendah (cuma 2 koma), saya hanya bisa menamatkan Diploma 3 di Fakultas Teknik. “

Apa yang terjadi dengan Susi sekarang?

Agustus 2004, saya berangkat sekolah di AS dan tahun lalu menyelesaikan master saya dengan GPA yang hampir 4.0. Bahkan awal tahun ini saya bisa melanjutkan S3 dengan tuition dibiayai oleh doctoral fund dan research di universitas yang sama di AS.

Saya sungguh-sungguh terharu membaca kisah Susi. Susi punya segala alasan untuk menyerah dan mengatakan: “Yah, memang wajar saya nggak bisa dapat beasiswa”. Sekolah di universitas biasa, D3 lagi, bahkan jurusan Teknik (yang menurut sebagian orang susah dapat beasiswa) ditambah IPK yang pas – pasan. Tapi kenyataannya, Susi tidak mau menyerah atas realita yang dirasakannya saat itu. Baca selanjutnya pengalaman Susi di sini.

Buat saya, ini menunjukkan jalan menuju beasiswa untuk rekan-rekan yang mempunyai IPK rendah masih terbuka. Mungkin tidak selebar jalan bagi mereka yang memiliki IPK tinggi, tapi tetap saja jalan tersebut ada.

Jadi, OK, moga-moga Anda sekarang sepakat dengan saya bahwa dengan IPK di bawah 3,00, Anda masih bisa dapat beasiswa. Kalau begitu, kalau kita sudah sepakat, sekarang tentunya perlu dipikirkan strateginya untuk memenangkan beasiswa buat Anda pemilik IPK rendah.

Begini menurut saya (kalau kamu ada tambahan, silahkan tambahkan di bagian komentar di bawah):

  1. Percayalah bahwa kalau sesuatu dapat dilakukan oleh orang lain, sebagai manusia yang juga sempurna dan tidak kekurangan sesuatu apapun, kamu juga dapat melakukan hal tersebut. Jadi, kalau ada orang lain yang bisa mendapatkan beasiswa dengan IPK kurang dari persyaratan, kamu pun bisa melakukannya.
  2. Ingat selalu, kesempatan buat beasiswa bukan hanya datang dari lembaga-lembaga seperti AMINEF (Fulbright), ADS, NESO (Stuned), dll. Ada berbagai cara lain untuk mendapatkan beasiswa. Susi tidak mendapatkan beasiswa dari salah satu lembaga yang saya sebutkan sebelumnya. Jadi keep your mind and heart open.
  3. Kalau IPK kamu rendah, kamu perlu menunjukkan kelebihan di bidang lain. Mendapatkan hasil tes TOEFL, GMAT, atau GRE yang jauh lebih tinggi dari rata-rata bisa menolong. Menunjukkan prestasi lain, seperti tulisan, hasil karya, etc., di tingkat nasional maupun internasional juga pasti membantu. Saya jadi ingat, seorang teman menulis begini di esainya:

    “Ya memang benar IPK S1 saya tidak terlalu bagus. Ini terjadi karena saat kuliah S1 saya tidak terlalu serius. Tapi setelah bekerja, saya memfokuskan diri saya untuk mempelajari tentang satu kontrak penting. Saya menjadi ahli terbaik di bidang tersebut, dan akhirnya karir saya berkembang.”

    Teman saya itu berhasil menyelesaikan S2 nya di salah satu universitas di Belanda dengan beasiswa!

  4. Cari kenalan profesor di universitas yang dituju yang bisa membantu kamu. Saya akan menuliskan tentang cara berkenalan dengan profesor di universitas di luar negeri di lain kesempatan. Tapi cara yang paling mudah tentunya lewat Internet. Gunakan sebanyak mungkin Internet untuk mencari profesor yang mungkin bisa membantu kamu.
  5. Di motivation statement berikan alasan yang kuat yang membuat kamu tidak berhasil mendapatkan IPK tinggi. Ini adalah saran yang diberikan Roby J. (salah seorang moderator milis beasiswa, kuliah di US). Nyatakan dengan baik alasan tersebut. Tentunya alasan-alasan katro seperti: dosen saya parah, kampus saya memang begitu, dan segudang alasan lemah lainnya tidak bisa diterima. Alasan yang kuat seperti: saya kehilangan salah satu orang tua saya atau saya harus membantu orang tua mencari nafkah, tentunya akan memberi nilai lebih.

So, kesimpulannya, dengan berbagai strategi, seseorang dapat memenangkan beasiswa walaupun memiliki IPK yang rendah. Sekarang tergantung Anda, mau atau tidak?

Saya ingin mendengar pendapat kamu tentang ini, terutama jika kamu pernah memenangkan beasiswa walapun IPK S1 rendah. Tuliskan komentar kamu di bawah.

About these ads

76 Responses to “IPK Rendah Dapat Beasiswa – Mitos atau Fakta?”

  1. Susi Marlina Says:

    Hi All,
    Tahun lalu saya juga mendapatkan kesempatan fellowship 2 bulan di Jepang, satu hal yang sangat berkesan ketika direktur program bilang “Everything is possible”. Inovasi atau keberhasilan tidak muncul dari mereka yang berpikiran tidak bisa dan tidak mungkin misalnya karena IPK rendah, akan tetapi datang dari mereka yang optimis dan berpikir saya bisa dan semuanya mungkin.

    Salah satu yang saya tulis di report saya, “The Power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda motto)

    Regards,
    Susi

    • rinda Says:

      terimakasih untuk sharenya sangat memberi saya inspirasi..saya ingin sekali berkenalan dengan teman-teman di milis beasiswa bagaimana caranya??saya ingin sekali suatu saat bisa melanjutkan kuliah di luar negeri dengan beasiswa karena ekonomi keluarga yang tidak mampu terimaksih :)

    • chom Says:

      hai susi, saya tertarik dengan beasiswa ke jepang,, kalau boleh tau kamu mengikuti program beasiswa dari mana ya??
      Tq buat jawabannya^^

      • lia Says:

        Hai mba susi perkenalkan saya Lia, saya adalah salah seorang guru disalah satu sekolah negeri dan saya baru saja menyelesaikan S1 saya, kemaren sempat cuti selama 2thn alasannya saya cuti karena saya hamil setahun sekali. IPK saya tidak tinggi, kurang lebih 2,85. saya jurusan bahasa inggris. saya ingin sekali melanjutkan kuliah saya ke S2 dengan jurusan publik relation tapi mungkinkah akan saya dapatkan? kira2 berapa lama ya mba…saya berniat ambil ini karena selain dikantor saya orang-orang disekitar saya memandang saya sebelah mata, tidak tau kenapa, tapi yang pasti ketidakadilan selalu saya terima dengan berkali-kali berganti atasan (kepala sekolah). Niat saya semakin kuat dengan mereka memandang sebelah mata saya berfikir saya bisa lebih maju walau selama 6tahun lebih saya dizolimi dari segala hal. Mba tolong bantu saya untuk bisa menunjukkan pada mereka bahwa sesungguhnya saya bisa maju walau saya tidak memiliki cukup banya uang. terima kasih atas perhatiannya dan mengizinkan saya untuk bergabung di link ini untuk curhat apa yang sedang saya alami.

  2. Radjawali Says:

    Mas Togap yang baik,

    Kita memang tidak pernah bertemu secara fisik mungkin. Tapi saya selalu mengikuti seranai surat beasiswa dan beberapa kali kita berkontak lewat surat elektronik ;). Saya hanya pernah bertemu dengan Mbak Merlyna Lim secara fisik beberapa kali, karena sama-sama urang Bandung (saya sih Bandung palsu) dan kebetulan temen-temennya nyambung ;). Topik ini sebenarnya sangat menarik, contoh IP jelek (dulu temen saya suka meledek saya, IP saya dipakai fotocopy saja gak cukup he3x..) adalah saya ;). Saya ber IP 2,35 hehehe, dan saya tidak pernah malu mengatakan ini ;), dan saya kuliah S1 hampir 8 tahun (dengan segala aktifitas sampingan yang saya lakukan). Tapi kemudian saya mendapatkan beasiswa S2 dan sekarang saya bekerja sebagai peneliti S3. Jadi saya sepakat tuh, … tidak ada yang tidak mungkin, tetapi kita memang harus memiliki determinasi dan dedikasi yang tinggi terhadap hidup kita sendiri. Saya pikir ini kuncinya… bisa lewat kerja keras, bisa lewat jaringan akademis (kenal profesor dsb), bisa lewat apapun. Saya sebenernya ingin sekali menuliskan pengalaman ini, tapi belum sempat untuk saat ini, saya akan coba curi waktu untuk tuliskan pengalaman ini. Ohya, satu lagi …. saat ini target saya adalah ‘membuka’ kesempatan bagi saudara-saudara kita orang Indonesia untuk bersaing di ‘lapangan kerja akademis’. Tentunya tidak bisa sendiri, dan tentunya seranai surat beasiswa ini adalah media yang tepat. Apa itu ‘lapangan kerja akademis’ ? seperti beberapa dari kita mungkin sudah sama-sama tahu, bahwa di beberapa negara, untuk menjadi peneliti S3 / Ph.D, kita bekerja untuk universitas sambil melakukan riset. Kadang juga mengajar… nah , peluang ini yang belum begitu banyak diambil oleh orang-orang Indonesia. Orang-orang China dan India, juga beberapa negara Eropa Timur sudah ekspansi ke beberapa negara Eropa lainnya dan Amerika Serikat… tapi orang-orang Indonesia belum. Saya pikir kalau kita bisa terus bertukar informasi dan di samping itu juga menunjukkan kinerja yang baik (secara umum), saya pikir ‘nilai tawar’ calon mahasiswa dari Indonesia akan meningkat , dan kita akan memetik hasilnya dalam 5 , 10 atau 15 tahun mendatang ! Semoga !

    Baiklah, selamat bekerja, belajar, berjuang dan berkarya !

    Radja

    • Rachmat Kusmanto Says:

      to : Radjawali

      Ipk saya juga kecil, sering banget jadi kendala kalo mau masuk ke bumn atau perusahaan besar, apa yg harus saya lakuan kalo mau beasiswa seperti anda? Saya bingung harus gimana lagi…

      Thanks

    • may Says:

      saya benar-benar termotivasi…

    • yunita Says:

      saya termotivasi, dan butuh informasi lebih lanjut bagaimana caranya ya? terimakasih sebelum dan sesudahnya

    • Irole Says:

      Hai mas Radja
      saya lulusan kehutanan UGM…ipk saya 2,12 (masih lebih tinggi ipk mas Radja)…sejak lulus saya sudah bercita-cita untuk lanjut sekolah lagi sampai s-3…masalah klasik membentur yaitu faktor ekonomi. Namun saya yakin pasti ada cara untuk bisa lanjut sekolah lagi namun belum menemukan saja, saya saat ini bekerja di salah satu perusahaan sub kontrak Telkomsel, tetap cita-cita saya untuk sekolah lagi yang bergelora bukan mengejar karir. saya mohon sarannya…!

  3. Munawar Says:

    Dear All,

    Saya senang sekali dengan mailing list ini, karena bukan hanya tentang beasiswa tetapi juga tentang “pelajaran kehidupan’ untuk terus maju, pantang menyerah dll.

    Dari pengalaman teman saya, seperti yang diungkapkan moderator, karena IP -nya rendah dia “menjual diri” dengan menonjolkan score TOEFL yang tinggi (teman saya mendapatkan beasiswa fulbright untuk S2 dan S3nya, pengalaman saya sendiri karena IP saya rendah, saya “menjual diri” dengan menonjolkan pengalaman kerja saya, alhamdulillah saya mendapat beasiswa kerjasama pemerintah Aceh dan kerajaan Malaysia. Sebagai tambahan, tidak ada salahnya juga kalau kita lebih mengenal lembaga pemberi beasiswa, seperti pengalaman saya dulu dalam mencari kerja, lebih baik mengetahui perusahaan dan posisi lebih memudahkan kita dalam wawancara.
    Tidak ada salahnya juga kita melamar beberapa beasiswa, paling kehilangan ongkos fotocopy dan ongkos kirim, tetapi pengalaman dibalik itu tak dapat tergantikan.

    Do the best, God will do the rest.

    Munawar

  4. Rastri Says:

    Di sini saya tidak berkomentar, tetapi malah bertanya. Kalau saya justru semuanya serba rendah. IPK rendah, lulus S1 dan S2 selalu dengan waktu maksimal sehingga umur pun sekarang sudah 37 (sekolah S2 karena menganggur serta dibiayai ortu yang juga dibelain dengan berhutang), tidak ada pengalaman organisasi, tidak punya keahlian khusus, dan tidak pernah membuat karya tulis apapun. Setelah lulus S2 saya baru mendapatkan pekerjaan dan institusi tempat saya bekerja tidak mempunyai hubungan kerjasama dengan LN.
    Walaupun nilai TOEFL di atas 500 (tetapi sangat sulit mencapai 550-600), saya kurang fasih berbicara dalam Bahasa Inggris. Dengan kondisi seperti itu, apakah mungkin saya menerima beasiswa untuk S3 ke LN?
    Saya hanya memiliki satu hal saja, yaitu kemauan yang kuat. Biaya sudah banyak yang saya keluarkan untuk keperluan apply beasiswa S3 ke LN (kalau boleh jujur,saya sampai berhutang untuk keperluan ini), tetapi sudah lebih dari 10 kali tertolak secara administratif. Mohon pencerahannya donk.

    Togap: Jawaban untuk pertanyaan kamu saya posting di sini.

  5. Wirya Says:

    Saya juga mau sumbang komentar dan pengalaman,
    menarik sekali beberapa kisah di atas. Kalau bagi saya sich yang penting bisa sekolah, mau dapat beasiswa atau tidak, IP rendah atau tinggi itu tidak masalah. Buat yang IPnya tinggi pertahankan, untuk yang IPnya rendah jangan berkecil hati, pokoknya terus berusaha kemudian upayakan IPnya ditingkatkan.
    Kebetulan saya juga menerima beasiswa dari Citibank, tapi pada waktu itu pikiran saya cuman bagaimana bisa melanjutkan S2. Sehingga saya cari utangan ke sana sini untuk bisa daptar semester 1. Alhamdulillah setelah itu saya dapat beasiswa sehingga biaya semester 1 dikembalikan, prosesnya juga cukup mudah, bahkan terlalu mudah sehingga saya berpikir ini adalah rejeki dari Allah SWT. (waktu itu cukup dengan kirim transkrip S1 dan Rencana penelitian saja 2 halaman, tidak ada proses wawancara, dll). Jadi kesimpulan saya dimana ada kemauan di situ ada jalan. Dan bantuan selalu datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Ayo semangat !!!!!!!

  6. shiro Says:

    menurut anda peluang terjadinya hal seperti yang dialami oleh si pencerita itun apa tidak terlalu kecil, soalnya sampai saat ini persyaratan beasiswa selalu meminta ipk yang tinggi.

    Togap: Shiro, peluangnya memang kecil tapi lebih besar daripada tidak mencoba.

  7. Tom Says:

    Mas Togap yang akrab di email saya, saya tertarik juga untuk urung cerita. Sebetulnya saya termasuk orang-orang yang disebut di atas. IPK hanya lolos 0.02 dari syarat Stuned, tapi diperlukan niat yang kuat buat mengalahkan rasa minder atau perasaan takut gagal ketika apply. Walhasil, setelah gagal pada aplikasi pertama, aplikasi kedua saya bisa lolos, dan bisa berangkat ke Belanda. Dan syukur pula, sekarang sudah tamat dan kembali ke tanah air.
    Apapun kondisi kita, semua bisa kita usahakan dengan cara lain…Saran ini juga yang disampaikan sahabat saya, si Pak Atar di Kyoto, jepun sana, dua jam yang lalu, yang membuat saya kembali membuka mata setelah beberapa saat menjadi begitu rapuh semangatnya. Thanks berat Bung Atar. Thanks for the fire…Dan buat rekan-rekan yang lain, maju terus pantang mundur. Kesempatan itu selalu ada, hanya bergantung bagaimana kita mampu mengolahnya hingga menjadi nyata….

  8. Wijayanto Says:

    Assalamualaikum…
    IPK Rendah dapat beasiswa…????? Mengapa Tidak..!!
    Alhamdulillah saya sudah membuktikan bahwa hal itu bisa dan tidak hanya 1 kali.
    Tahun 2000 saya dapat kesempatan untuk training tentang Sustainable Development di Thailand dan disponsori oleh United Nation University (UNU/IAS) Jepang.
    Tahun 2001 dapat lagi beasiswa training untuk pelatihan Sustainable Coastal Aquaculture Management juga di Thailand.
    Dan Alhamdulillah, dengan perjuangan dan keyakinan bahwa If we think we can….then we can”…Akhirnya saya memperoleh beasiswa untuk melanjutkan Master di AIT Thailand. Padahal,..IPK saya tidak sampai 3.00 lho…
    Sedikit gambaran bahwa saya termasuk orang yang tidak 100 % percaya bahwa kampus akan dapat memberikan segala ilmu kepada saya. Saya adalah mahasiswa urutan ke 19 dari 26 mahasiswa. Namun akhirnya sayalah yang pertama sekali memperoleh beasiswa ke luar negeri dari 26 org mahasiswa se-angkatan di Program Studi saya.
    Alhamdulillah……………..Insya Allah semua bisa. Asal tetap berusaha dan berdoa. Semua cara sudah tersedia..termasuk di BLOG -nya Mas Togap yang sangat penting dan wajib dikunjung bagi pencari beasiswa ini.
    Wassalamualaikum…

  9. Togap Siagian Mengubah Kegagalan Menjadi Keberhasilan « Says:

    [...] Posts Lima Langkah Dasar Mencari BeasiswaIPK Rendah Dapat Beasiswa – Mitos atau Fakta?Pengalaman Wawancara Beasiswa Chevening (Inggris)Pengalaman Wawancara Beasiswa ADS (Australia)Kiat [...]

    • emi Says:

      terima kasih buat kisah-kisahnya yang sngat menyentuh hati saya…saya lulusan dari UN di di NTT dan ingin lamjut S2 tapi IPK saya hanya 2,57…mohon bntuan infonya apakah memungkinkan saya untuk kuliah di luar negeri???dan bagaimana saya mendapat beasiswa dimana???universitas yang menerima S2 dengan ipk 2,5 dimana saja…thanks salam kenal

  10. Lily Says:

    Assalamu’alaikum, wr.wb

    Ini pengalaman pribadi. Saya mendapat beasiswa S2 ke LN, setelah berusaha selama krg lbh 8 thn. Kendala saya bkn hanya di IPK yg krg dr 2.5, tp jg ketidak PD an akan kemampuan bhs Inggris. Saya tdk menyangka bs meneruskan ke LN. Krn di DN saja sdh ckp asal ada yg membiayai.
    Saya seorg PNS, kuliah S1 saya selesaikan sambil bekerja. Walaupun kuliah di PTN, tp krn kuliah sore, mk biayanya mengikuti PTS. Tahu donk gaji PNS lulusan D3. U/ byr kuliah, saya selalu terima tgs ke luar kota walaupun wkt-nya mepet dg jdwl ujian. Hsl-nya, IPK tdk bgs.
    Keinginan u/ sekolah tdk padam walau semua beasiswa mensyaratkan IPK tertentu. Saya tetap rajin cari info dan berusaha menaikan skor TOEFL saya. Via tmn, saya berkenalan dg milis bang Togap. Byk input yg smkn memacu saya u/ trs berusaha. Dan alhamdulillah, 2 thn lalu saya terpilih u/ mewakili Indonesia di salah satu kursus yg diadakan di LN oleh salah satu lembaga dibawah PBB. Sejak itu rasa percaya diri akan kemampuan bhs Ingg saya meningkat.
    Melalui milis ini jg saya dpt info BS u/ PNS dr neg asing (maaf bang Togap, saya tdk menulis di testimoni. Tp saya selalu berdoa u/ semua admin milis ini krn tlh membantu byk org meraih mimpinya. Cuma Allah yg bs membalas-nya) Spt biasa, IPK jd persyaratan. Tp saya tetap memasukan lamaran. Atasan saya jg merekomendasikan bhw prestasi kerja saya bagus. Akhirnya, saya diterima dan smp saat ini msh menjalankan studi. Semua tips u/ maju sdh anda dpt-kan di milis ini, tinggal bgm anda me-manage-nya shg bs menjadi bhn u/ memotivasi dan memperbaiki kekurangan anda. Berusaha dan berdoa adalah kata kunci untuk saya. Krn saya msh menyimpan impian u/ melanjutkan studi ke S3 spt rekan2 lain di milis ini.

    Wassalamu’alaikum wr.wb
    Lily

  11. Top Posts « WordPress.com Says:

    [...] IPK Rendah Dapat Beasiswa – Mitos atau Fakta? Sebuah email dikirim ke saya dari seorang member di milis beasiswa. Isi emailnya cukup panjang, walaupun inti […] [...]

  12. ikan! Says:

    betul ga ada yang ga mungkin, tapi jaman sekarang mah IPK nya tinggi² tuh..

  13. arfan8bdg Says:

    IPK rendah dapet beasiswa itu FAKTA dan bukan MITOS. Saya kul di ITB. Waktu sem 3 IPK saya cuma 2,3 akan tetapi saya dapet 2 beasiswa: beasiswa SPP dan beasiswa bantuan belajar.

    Untuk masalah beasiswa biasanya setiap perguruan tinggi
    punya kebijakan masing2. Yang penting bersikap jujur pada pihak perguruan tinggi klo kita memang butuh beasiswa dan sudah tentu disertai fakta2 klo kita memang butuh beasiswa.

  14. Djoko Says:

    Mas Togap saya sangat diberkati dengan tulisan mas Togap, saya percaya bahwa orang yang berusaha pasti dibukakan jalan oleh Tuhan, saya cukup optimis menghadapi banyak hal (daripada minder…hehe)
    IPK saya tidak sampai 3 (nyaris 3,00. cuman kurang 0,0x)
    Saya pengen nyoba apply beasiswa yang persyaratannya ipk minimal 3,00. Pertanyaanya apakah jika ipk seperti saya (yg nyaris 3,00) masih ada harapan untuk mendapatkan beasiswa tsb, atau jika ipk dibawah 3,00 langsung diautoreject…?
    Thanks n GBU

  15. Togap Siagian Says:

    Mas Djoko, saya nggak tahu auto reject atau tidak. Menurut saya sih tidak. Dengan membaca tulisan saya dan komentar2 di posting ini seharusnya ini nggak perlu ditanyakan lagi.

  16. Fajar Anugerah Says:

    Dear Bung Togap,

    Saya adalah salah seorang dari (saya yakin) banyak specimen pemenang (ya pemenang…karena menurut saya, mendapatkan beasiswa merupakan perjuangan) beasiswa yang prestasi akademis S1-nya di bawah 3,00.
    Saya justru melihat kesempatan S2 dengan beasiswa ini sebagai strategi untuk “menghapuskan” catatan tersebut. Harapan saya, prestasi akademik utk studi S2 ini akan menutupi prestasi akademis S1 saya yang kurang memuaskan.

  17. milisbeasiswa Says:

    Thanks bung Fajar buat sharing-nya. Actually, saya juga melakukan seperti yang Anda lakukan. Saat studi S2, saya berusaha (dan berhasil) mendapatkan IPK yang jauh lebih baik dari S1 saya. Saat itu, saya sempat ber-refleksi dan menanyakan pada diri sendiri: “sudah sampai di US buat sekolah dengan beasiswa, kenapa tidak memberikan yang terbaik buat diri sendiri?”. Ini mengubah persepsi saya dan mendorong saya buat mendapatkan hasil yang baik.

  18. qonita Says:

    bung togap, ikut nambahin tips di sini yak.

    buat yg ipk-nya rendah, emang ada kok pemberi beasiswa yg pasang batas ipk dengan cut-off otomatis. ada pengalaman seorang rekan yg sudah sampai wawancara dan disukai calon pembimbing, tapi institusi tidak mengijinkan hanya karena ipk saja.

    kalau sudah begini, memang kita gak boleh berharap terus ke situ kan. misalkan ada kampus atau negara yg tidak kita sukai tapi mau kasih beasiswa utk ipk kita, maka kita gak boleh “gengsi” lagi kan. coba dulu di tempat yg ada. istilahnya “batu loncatan”. begitu bukan? :)

    jadi musti baik2 perhatikan kesempatan beasiswa, jangan membidik “beasiswa terkenal” saja. krn di tempat yg terkenal pasti saingannya banyak.

    rajin cari di internet, untuk dapatkan beasiswa2 “tidak terkenal” tapi pasti berguna sekali untuk batu loncatan. selain nambah pengalaman, tentunya ini juga kesempatan utk memperbaiki ipk :)

  19. Jess Says:

    Selamat siang semuanya

    Saya sangat terharu dengan keberhasilan teman-teman semuanya. sebenarnya saya juga ingin mendapatkan Beasiswa MBA,
    saya dari Economic management dan dahulu juga pernah dijepang training dan sekarang di Singapore belajar/kursus bahasa inggris sambil bekerja. karena saya ingin mendapatkan teofl dulu.

    tolong kasih advice ke saya, apa yang harus saya lakukan

    terima kasih

  20. Mufidah Hanim Says:

    Dear all,

    Saya senang membaca artikel ini. Saya adalah mahasiswa jurusan astronomi. Semester depan saya naik ke tingkat tiga. Dua semester yang lalu nilai IP saya rendah (kurang dari 2.5), namun saya sangat ingin sekali agar kelak dapat melanjutkan study saya di bidang yang sama di luar negeri dengan beasiswa. Karena kedua orang tua saya sudah lansia, dan kami hanyalah keluarga biasa. Namun sepeti yang kita ketahui bahwa jurusan saya bukanlah jurusan yang umum baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

    Saya ingin meminta saran dan pendapat bagaimana agar saya kelak bisa mewujudkan impian saya.

    Terima kasih saya ucapkan sebelumnya.

    regards,

    Mufidah H.

  21. sekar Says:

    Saya sudah berumur 31 th dan msh single,dan baru kuliah semester 2 di UNTAG.Keterlambatan itu dikarenakan kendala biaya.Orientasi saya adalah mencari uang,sehingga sekolah menjadi prioritas yang kesekian.Kebutuhan keluarga yang paling penting.
    Akhirnya saya memutuskan saya harus kuliah jika saya ingin maju meskipun dengan menyisihkan penghasilan saya yang tidak seberapa.
    Untuk awalnya IP saya kurang memuaskan,yaitu 3.05.
    Beberapa hari ini saya berpikiran untuk browsing ttg program beasiswa ke luar negeri, saya jadi sangat tertarik.Tapi saya belum begitu paham soal beasiswa tsb.Kemana saya harus mengirim form dan dimana saya harus mendapatkannya.Apakah saya juga masih punya kesempatan untuk mendapatkan beasiswa tsb.Saya sangat tertarik untuk beasiswa di Jepang ,Inggris atau Amerika.
    Saya sangat mengharapkan jawaban serta bimbingannya.
    Atas perhatiannya saya sampaikan terima kasih

  22. Arifin Trisanyoto Says:

    pada awalnya saya sangat grogi apakah ada kesempatang bagi saya yang hanya memiliki IPK 2,19 (karena memang waktu dulu tahun 1980-an untuk cari IP 2,00 saja setengah mati , tapi sekarang wouw IP kok diobral) untuk mengikuti program s-2 dan itu sudah belangsung 17 belas tahun yang lalu. Tetapi ternyata pada tahun ini saya bisa diterima di S-2 dengan beasiswa sharing antara pusat dan pemda (walaupun pemda belum sanggup) ya terpaksa tombok dulu, namun saya berharap untuk bisa cari beasiswa yang lain kalau memang pemda tidak mau mengeluarkan beasiswa yang nota bene jumlahnya hanya sedikit bagi hitungan APBD. Bagi teman-teman yang ingin maju saya kira IPK bukan satu-satunya faktor yang menentukan untuk mendapatkan beasiswa, Tuhan kan maha kaya dan pemurah untuk semua mumatnya tanpa kecuali, termasuk umat yang IPK nya rendah rendah, ayoo semangat….!

  23. Baehaki Says:

    Saya sangat suka menggambar baik dalam kertas maupun komputer, saya yakin saya sangat berbakat besar dalam seni rupa. Saya ingin melanjutkan sekolah ke Design Grafis, tapi saya tidak mempunyai biaya. Bagi teman2 yang mengetahui cara mendapatkan dan pengajuan beasiswa hubungi saya. terimakasih

  24. Sendy Says:

    Sekedar menambahkan info untuk Mbak Rastri (sudah lumayan lama sih. Rastri Says:…
    June 16th, 2007 at 3:37 am ) . Tentu saja, nilai2 yg lain spt TOEFL (ato IELTS), IPK, GRE (ato GMAT), pengalaman kerja juga mempunyai peranan masing2.

    Untuk beasiswa S3, akan lebih baik kalo applicants tahu apa yang akan dikerjakan selama di univ yang dituju. Hal itu bisa dibuktikan dengan cara:
    – menunjukkan invitation letter dari proffesor yg dituju,
    – menyusun research proposal (yang mungkin nantinya bisa saja berubah).

    Untuk mendapatkan invitation letter dari prof yang dituju, memang perlu adanya kontak awal + diskusi ttg topic yg ingin dikerjakan. Sejauh yg pernah saya alami, kontak awal mungkin bisa selalu berhasil, tetapi untuk diskusi topic tidak selalu berhasil. Yang selalu menjadi ganjalan adalah kurangnya penguasaan ide tentang apa yang ingin saya kerjakan dan juga tidak semua proffesor mempunyai ide yang sejalan.
    Jadi usul konkrit untuk Mbak Rastri, bisa disusun dulu research proposal ttg apa yg akan dikerjakan. Kemudian buka web univ/prof yg diinginkan (kesesuaian dalam topic research) dan start untuk ‘komunikasi’. Kalau gak dibales email, bisa dicoba terus setelah beberapa kali lagi, jika tetep gak dapet tanggepan… pindah yg lain lah. Kalo ditolak / dibilang research proposal udah kadaluarsa / kurang bermutu, bisa ditanya balik ide yg lebih baik yg bagaimana / kira2 siapa prof yg lain yg bekerja dibidang yg bersangkutan. Saya yakin kalau orientasi kita adalah untuk ilmu/knowledge, tidak ada kata jelek.

    hope this help abit.

    regards.

  25. dennie Says:

    Upss..ini bener2 mujizat..
    Sudah lama saya pengen terusin sekolah di LN
    hmm…tks..blog ini bener2 memotivasi saya…

    Sya mau cari besiswa ke PARIS / GErmany
    hehehe..masih pilih2 yah…

    Ok..tks

  26. Ariel Says:

    Jadi inget temen saya… IPK cuma 2.00, lulus 14 semester dibawah ancaman DO, tapi dia punya skill yang sangat spesifik… Dia apply sekolah di Jerman, diterima… Abis itu baru dia bilang kalo dia gak punya duit… Eeeeh,malah universitasnya yang nyariin beasiswa buat dia…

    Pengalaman saya sendiri, IPK saya 3.05, lulus 10 semester (tepat waktu lah), dari institut yang (katanya) terbaik di negeri ini di Bandung, prestasi segudang, pengalaman sejibun, IELTS 7.0, tapi sampe sekarang belum dapet juga beasiswa S2

    Kesimpulan… ya nasib juga kali yeeee… kekekekkkkkk

  27. andi hakim Says:

    Salaam
    KORAN KHUSUS INFO LOWONGAN BEASISWA

    Ini pesan untuk depdiknas coba cari sponsor untuk koran khusus info beasiswa seluruh dunia. termasuk di Indonesia sendiri.
    Mestinya kita malu, dengan orang-orang yang ber-IPK- cukup tapi semangat ingin terus belajar.
    Kalau depdiknas tidak mau bikin koran, ya bang tigor saza lah.
    insya allah kita dukung info bang!!! Inga zuga bang jangan mahal-mahal, pangaribuan sazalah.

    andi setwapres

  28. patria Says:

    terima kasih buat lae togap, post ini benar-benar membuat saya lebih termotivasi.

    saya tertarik atas komentar abang mengenai ‘walaupun ipk rendah tunjukkan kelebihan yang lain”. saya merupakan seorang fresh graduate sarjana ekonomi akuntansi dari universitas swasta yang self proclaime “universitas swasta terbaik Indonesia” di daerah grogol dengan IPK 2.66 tetapi untungnya mempunyai score TOEFL (563), tolong dong diberitahu bagaimana caranya “menjual” “kelebihan” saya tersebut agar dapat sukses diterima di dunia kerja atau untuk menerima beasiswa…

    saya kecewa banget ngeliat bahwa persyaratan penerimaan di “kantor impian’ saya, yaitu salah satu dari the big four KAP, hanya menerima lulusan universitas dengan IPK diatas 3.00, begitu juga pada kebanyakan perusahaan lain. saya takut hanya dengan IPK yang segitu saya hanya akan diterima di perusahaan ecek-ecek yang tidak memiliki prospek atau di perusahaan yang lumayan berada tetapi dengan jenjang karir yang stagnan atau lebih parah lagi menjadi pengangguran, menurut pendapat abang apa harus S2 dulu ya biar “menutup” IPK saya sekarang?

    Tolong diberi pendapatnya bang, Thanks before

  29. adRi Says:

    saya sekarang dalam proses pikir2 buat ngelanjutin S2 ke luar negeri, tadinya gak ada niatan buat ngelanjutin ke jenjang yg lebih tinggi, yg kepikiran ya cari kerja.
    dosen pembimbing saya membuat saya jadi “mikir-mikir”. dia menyarankan saya untuk melanjutkan S2. sempet down ketika liat persyaratan beasiswa ke luar negeri yg rata-rata 2.75. padahal IPK saya cuman 2.6 . tapi setelah baca tulisan bung togap dan temen-temen semua, saya jadi optimis lagi. saya akan BERUSAHA…!!!

    doakan saya!

  30. moCha Says:

    Saya jadi termotivasi setelah membaca post ini. Thanks mas togap. Btw, kalau IPK kecil ga bermasalah, adakah masalah untuk mahasiswa freshgraduate yang ingin lanjut s2 ke LN tanpa pengalaman kerja? Tolong dijelaskan. Terima kasih sebelumnya.
    salam,

  31. rita Says:

    Saya termasuk orang yang percaya dengan modal semangat dan tawakal apa yang dicita-citakan bisa berhasil. Termasuk IPK rendah bisa dapat beasiswa. Is it imposibble??? Yes, if We always try…..zaman memang selalu berubah dan yang the best konon menjadi yang terpilih, tetapi ada sisi dan sudut hidup yang kita tidak tahu darimana jalannya. IPK rendah bukan hal yang mematikan kesempatan. Saya juga termasuk yang sedang berjuang untuk mendapatkan beasiswa….
    see uuu

  32. christine Says:

    hi,
    aku beberapa waktu yang lalu yang jadi pikiran hanya kerja, cari duit buat sekolah lagi. tapi, sepertinya sampai aku bangkotan juga ga akan bisa buat ambil S2, tapi setelah rajin liat2 di website, sekarang aku ragu lagi. mungkin ga yach yang ipk ku ga sampai 3. biasanya aku bisa liat websitenya di mana yach ???

  33. Entpreneur Says:

    emmmm. kalo IPK gue seh 4,1. gimane tuh. bisa dapet beasiswa kaga???

  34. malika Says:

    bagi abang2 n mpok2 yang sudah berhasil, mau tanya niy tapi agak keluar jalur dikit: gue punya cowo yang minder banget punya ipk rendah, sampe2 ga pernah mau ngelamar kerja di perusahaan2 gede. gue dah bingung banget ngasih semangat. harus pake cara apa lagi. tapi dia sekarang dah kerja. cuma kerjanya gue rasa ga sesuai dengan apa yang dia lakuin ma bayaran yang dia terima. padahal kinerjanya bagus. dan gue amat sangat yakin kalo dia kerja di perusahaan besar, pasti punya kinerja bagus. tolong dong bagi kalian2 yang ber-ipk rendah tapi sudah berhasil. kasih tau gimana caranya dengan ipk rendah bisa sukses di dunia kerja.

  35. deni Says:

    Dear milis,
    Saya senang baca artikel ini
    benar2x memotivasi saya

    Mohon bantuannya untuk informasi lembaga2x/yayasan/donatur yang menyediakan beasiswa yang memberi peluang peserta dengan IPK <3
    Bisa website, email
    atau mungkin moderator bisa membantu saya

    Terima kasih

  36. uchie Says:

    dear bang togap,,,

    saya terkesan dengan tulisan ini,,
    saya adalah mahasiswa yang besok mau mencoba meng-apply sebuah beasiswa tapi sekarang ragu2,,,tapi setelah membaca seluruh tulisan yang ada di blog ini, saya hanya berpikir tidak ada yang tidak mungkin!

    tapi ada yang saya pertanyakan, apakah kalau kita mau melamar beasiswa memang harus sudah punya pasport???ditunggu sekali jawabannya,,,

  37. adam Says:

    saya cukup heran dengan nasib baik saya, sekaligus deg deg an dengan masa depan saya.

    IPK saya hanya 2,25 dari jurusan teknik elektro di salah satu universitas swasta di jogja.

    Semua ini karena saya kurang begitu serius kuliah. Saya banyak cari kerja sambilan daripada kuliah. Pahitnya setengah mati, jiwa saya guncang dan cukup putus asa untuk lulus S1 saja. Saya kerja macam2 dari jaga stan pulsa isi ulang, syuting manten , desain kartu undangan manten, penyiar radio dan tivi lokal saya jalani. Pada saat jadi penyiar tivi saya diganti sama orang lain. Mungkin saya grogi di depan kamera hi hi hi. tapi entah kenapa bisa lulus S1 juga. Kadang saya heran?

    Tapi ibu saya mendoakan saya terus. Beliau selalu berdoa rosario tiap malam. Begitu lulus , sempat 1 tahun saya nganggur, bener bener gak enak.

    Saat nganggur saya sempet putus asa, saya biasa bekerja , begitu nganggur rasanya seperti kiamat.

    Beberapa bulan kemudian ada lowongan jadi dosen. Saya nekat ngelamar. Saya heran….?
    Saya diterima.
    Ini mukjijat

    Tapi kengerian berikutnya terjadi. Peraturan pemerintah mulai 2010 menginginkan semua dosen harus S2.
    Saya merinding ketakutan lagi, tapi entah kenapa saya yakin, jika saya berdoa pasti dikabulkan.

    Saya sekarang cukup ketakutan , 2010 tinggal 3 tahun lagi.
    doakan saya teman teman.
    semoga saya mendapat beasiswa.

  38. riry BidadariAzzam Says:

    dear all, cita-cita tiap orang memang beda2… dan semoga kita tidak lupa bahwa hidup di dunia adalah mencari bekal untuk keabadian di akhirat…:-)
    “hiduP” kita adalah sekolah, proses menjalani hari-hari adalah “sekolah alami” yang selalu kita lewati, semoga tidak tersia…

    Untuk kalian yg selalu mencari-cari beasiswa, harap perhatikan “keberkahan” dari beasiswa2 (baca: dana2 tsb…), saya sangat sedih liat teman2 muslim yg “bangga2″ dapetin beasiswa dari “company rokok2 ternama dunia”, padahal mereka “memerangi” smoking :-P. ada juga beasiswa2 “p-en-es”, yg dari “duit rakyat”, tapi teteeep aja “ngerampok rakyat”, bahkan perusahaan2 “antek2 Zionis” juga “merayu” para pemuda muslim untuk “join bersaing” memperebutkan beasiswa dari kantong mereka dan selanjutnya “harus mengabdi” kepada mereka. sadarkah hal itu…? :-) jangan lupa, gali ilmu sebanyaknya dimanapun, kapan pun, dan ingat dengan keberkahan hidup dariNya, Good Luck!

  39. joy Says:

    Horas…
    Pak kalau seandainya latar belakang kuliah di kampus yang tidak “masuk” dalam “top university” Indonesia apakah masih ada peluang untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri??
    Terima kasih pak…

  40. firman ady nugroho Says:

    pak, saya kuliah di PTN di depok, sekarang saya di semester 6 dan Ipk saya rendah,saya akui itu karena kesalahan saya sendiri, karena dulu waktu SMA alhamdulillah nilai saya tinggi itu karena saya bekerja keras…namun saya punya keinginan kuat untuk berubah(kembali seperti dulu)…dan saya punya cita-cita sekolah S2 di jepang dengan beasiswa…mohon sarannya untuk beasiswanya…trimakasih

  41. azza arena Says:

    saya ingin kuliah s2 bidang studi mk tapi ipk saya 2 dan bahasa inggris rendah saya sudah berulang kali mengikuti pendaftaran s2 tetapi selalu gagal dalam persyaratan administrasi juga tes

  42. imel Says:

    gimana yaa cara nya dapetin beasiswa ??
    interview nya dimana ?
    cara dapetin formulirnya ?

    tlongg di blss y :))

  43. john Says:

    yang bisa untuk IPK 2,8 apa aja, bos??
    dan kalau bisa batas deadlinenya kira kira 3/4 bulanan lagi…

  44. cindy Says:

    saya saat ini mahasiswa semester 4 fakultas ekonomi, saya berencana akan mencari beasiswa untuk s2 di luar negeri…saya tampaknya lebih berminat dengan bahasa mandarin, karena kemampuan bahasa inggris saya sangat rendah…saya minta donk saran-saran nya..kira-kira negara mana yang lebih baik untuk saya tuju(termasuk kelebihan dan kekurangannya masing-masing), dan kira-kira program studi apa yang mesti saya ambil di s2 luar negri??
    Atas masukannya g ucapkan terima kasih…

  45. pengembara Says:

    ya…terus semangat….cari cari dan cari…
    usaha usaha usaha…….
    pasti bisa kuliah lagi………

  46. isan Says:

    Saya PNS di Instansi PEMDA yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten. sebelumnya saya sangat berharap dapat bantuan pendidikan dari PEMDA untuk melanjut ke S2 sampai dengan saat sekarang. Karena bila mengharapkan pendapatan sendiri saya berpikir kira-kira kapan mampunya mengingat saya hanya PNS Biasa. untuk itu saya sangat berharap dapat informasi tentang beasiswa pendidikan S2 Kesehatan masyarakat, sekalipun keluar negeri dan kalau boleh memilih dan kalaupun ada ke negara Jepang. Tolong ya Infonya, Kalau bersedia Kirim saja Ke isn_knli@ymail.com. Trims sebelumnya atas bantuannya…

  47. abdul wafi Says:

    saya mahasiswa S1 yg sdang menyelesaikan tugas akhir tahun ini…IPK saya juga kurang bagus tetapi saya punya kemauan yang kuat untuk bisa kuliah di luar negeri…keluarga saya dari kalangan kurang mampu…saya bingun gman caranya supaya bisa kuliah S2…saya hanya ingin membahagian orang tua saya..kbetulan saya anak tunggal, jadi saya hanya harapan satu2nya untuk bisa bahagiakan orang tua saya…

  48. Hanum Says:

    wah bang togap makasih atas tips-tipsnya,,, saya jadi semangat lagi untuk mendapatkan beasiswa. dari dulu ini merupakan salah satu impian saya dan sempat dowm karena IPK saya cuma 2,87. saat ini saya tengah kursus untuk menaikkan skor toefl saya… oh, ya kira2 ada refrensi gak ya untuk profesor-profesor luar negeri dalam bidang green chemistry education atau teaching chemistry karena saya seorang guru dan ingin mengajarkan kimia dengan lebih baik dan menyenangkan bagi murid-murid saya.

  49. Rey Says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Wow termotivasi bgt nih…, gara2 iseng cari beasiswa… huff kykny jd serius nih….
    Terima kasih byk y, sy jd brtmbh smgt. oke sy akan mencoba….

  50. Rey Says:

    o iy prkenalan diri brother:
    sy S1 Teknik Mesin detik-detik terakhir 15 Hari menjelang sidang.
    judul T.A Pembuatan PLTGL (Ciptaan bertiga, 2 sidang, 1 nyusul thn dpn)
    Toefl br mw test, hsl akhir thn lalu 400, agak was was.
    bujangan…. (siap krja lapangan)
    tapi… msh bingung S2 nya jurusan apa ya bagusnya brother…..??

  51. Alya Says:

    saya mahasiswi kedokteran di sebuah univ. swasta, sayang sangat ingin melanjutkan kedokteran spesialis di luar negeri seperti korea atau jepang. (sekarang saya semester 5)
    tp IPK saya di bawah 2,75, sedang kan semua syarat yg saya baca IPK minimal 3.. Bahasa Inggris saya pun kurang bagus untuk speakingnya.
    Masih ada kemungkinankah untuk melanjutkan di luar negeri? Kira” apa saja yg harus di usahakan dr sekarang?

  52. unik pitasari Says:

    menjadi mahasiswa dengan mendapat beasiswa memang salah satu keinginan besar saya. meski saat ini saya masih duduk di bangku sma kelas XI IA. tetapi saya ingin meneruskan sekolah di universitas. tetapi biaya yang membuat saya sulit untuk melanjutkan kuliah.tapi saya yakin bisa meneruskan kuliah sebab tuhan maha kaya & selalu memberi rezeki ke semua umatnya.jadi saya minta info tentang beasiswa di perguruan tinggi?

  53. Rere Says:

    saya seorang pelajar SMA kelas xi ipa. Meskipun ipa, tapi hampir semua ulangan saya menjadi langganan remidi. Tapi saya pengen kuliah di luar negeri. Mohon saran untuk saya agar bisa mendapatkan beasiswa. Kalo tidak memungkinkan untuk kuliah diluar negeri, dalam negeri pun Alhamdilillah kok! Mohon info..

  54. hasan sadikin Says:

    saya pengen dapet beasiswa ke jepang dngan profesi ku perawat gimana yanch tolong dong

  55. Poppy Yamapi Says:

    saya ingin dapat beasiswa s2 jrsn ku pend. b. inggris tp ipk ku g sampe 3 dan dr universitas swasta. mohon tips-tips nya dr kakak..yg udah bnyk pengetahuan ny.. aku igin bgt bs ngebahagiain ortu dan jd panutan 2 adik ku yg msh kecil.. mhn bantuan nya.. thx

  56. yasdhin Says:

    Sebelum saya tamat smp saya ingin melanjut di sekolah menengah
    tercapai juga tu, tetapi setelah saya tamat dari sekolah menengah saya ingin melanjutkan ngambil S1 nggak tercapai. saya tidak ingin menyusahkan orangtua saya nutuk melanjutkan study saya mungkin tuhan yang merncanakan ini semua
    karena semua saudara saya masih sekolah kakak pertama mau baru selesai S1 dan adik yang lain smk-SD

  57. Adhitya Says:

    Maaf…
    Boleh gabung ke milisnya???
    yogaadhitya32@gmail.com

  58. davita Says:

    aku pengen sekaali bisa dpat beasiswa S-2 tpi ipk q sangat jelek padahal aku selalu belajar…. tpi mngkin belajarq kurang maksimal.. :( lgipula kata dosen disini harus bsa dpt ipk >3 bru bsa lanjut study S2 sdngkan aku ipkx hnya 2, :(

  59. aris munandar Says:

    merinding bacanya. saya jadi semangat lagi mencari beasiswa walaupun IPK saya hanya 2.99 . terimakasih :)

  60. Zero Says:

    IPK sya 3.45 tapi hampir semua persyaratannya wajib melanpirkan surat kemiskinan dari desa. sedangkan orang tua saya tidak mau anaknya minta-minta di kepala desa. adakah lowongan beasiswa yg persyaratannya mudah.

  61. gita Says:

    ka.. mau tanya donk. katanya setiap wawancara beasiswa LN biasanya pake bahasa inggris ya?(bego bahasa inggris _kedengeran blukbukblukbuk doank_ terus biar penguji kita tertarik merekrut kita gimana ya ka? apa saja yang harus dipersiapkan?… izin nanya saja. hehe.. kali aja kepilih.

  62. Molly Says:

    Semester 1 ipk saya 3,4 tp semester selanjutnya terjun bebas dan sekarang hanya 2,5. Setahun saya frustrasi dan tdk ingin lg lanjutkan kuliah. Tp juli ini saya pengen lanjut cz sks tinggal 6 biji dan langsung skripsi. Apa bisa saya dpt beasiswa nantinya? Saya sekolah di ute jur. Akuntansi. Mksh ;(

  63. nur Says:

    Hi Mba susi Dan tmn2 disini.. sy ingin sekali dpt beasiswa kuliah diluar negeri krn itulah slh satu cita2 saya tp kekurangan info. Sy ingin sekali bergbg dgn tmn2 dimilis beasiswa bgmn car Anya???
    Ipk saya kecil.. D3 Akuntansi saya 3.55 Dan skr sy studi S1 Matematika semeser 3 dgn IP 3.66. Kelak ingin lanjut Magister diluar sana. Mgkn dgn Bergbg dimilis sy dpt Belajar dr penglmn tmn2. Thx.. mohon bantunnya :)

  64. d Says:

    saya pengen ke belanda. itu yang saya tanamkan dari dulu tapi tetap saja ipk saya kecil. menurut saya ini karena kegiatan yang banyak. tak lama saya sadar kesempatan akan hadir kalau kita mau berusaha, walaupun ipk rendah klita tidak boleh berhenti berusaha, ipk memang salah satu sarat tapi masih ada yang lain yaitu kemampuan lapangan dan relasi yang baik

  65. riyani kejora Says:

    assalamualaikum , sebelumnya maaf disini saya tidak memberikan komentar atau pengalaman,namun ingin bertanya kepada abang abang atau kakak kakak di atas,saya saat ini kuliah s1 smester 4 pendidikan matematika,namun sekarang ipk saya hanya 2,38,dan setelah lulus ini saya berharap bisa mendapatkan beasiswa diluar negeri,nah yang mau saya tanyakan apakah dalam waktu 4 semester kedepan saya bisa mencapai ipk di atas 3.dan adakah cara yang bisa saya coba :) trima kasih.

  66. fatma-atsila Says:

    terimakasih kakak dan abang2 suah berbagi kisah cerita yg memotivasi, sy harus semngat biar bisa tembus s2 keluar negeri walaupun ipk skg kurang dr 3, berarti sy harus berjuang untuk mendapatkan skor toefl yg memuaskan, doa’akan ya kakak. semoga allah memberikan rezekiku s2 diluar negeri. amin :)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 74 other followers

%d bloggers like this: