[Q&A] Surat Rekomendasi Dari Dosen dan Atasan

Di posting saya tentang menuliskan surat rekomendasi, Yenni memberikan pertanyaan berikut:

Dear Bang Togap,
Kalo waktu kuliah dulu, dosen2 ga begitu dekat dengan saya gimana? Jadi bagaimana saya bisa mendapatkan surat rekomendasinya? Apakah setiap atasan bisa memberikan surat rekomendasi yg baik (dlm hal bentuk dan struktur kata)?

Yenni punya dua pertanyaan. Saya akan jawab satu per satu:

1. Tidak ada dosen yang dekat. Agak pelik juga permasalahan ini. :) . Pertama tama, coba cek benar-benar. Apakah memang benar tidak ada dosen yang dekat? OK, kalau jawabannya ya, coba pikirkan lagi. Apakah dosen wali atau dosen pembimbing TA kamu mungkin untuk dimintai surat rekomendasi? Read the rest of this entry »

Recommendation Letter

Catatan: Berikut adalah sharing seorang anggota milis beasiswa tentang recommendation letter. Pengalaman saya sendiri menuliskan recommendation letter untuk seorang teman kerja juga pernah saya posting di blog ini. Klik di sini untuk membacanya.

afifif@ indosat.net.id:

Recommendation letter atau juga disebut referrence adalah surat yang menerangkan mengenai kondisi anda. Surat tersebut adalah bukti formal mengenai kemampuan anda baik dibidang akademik dan kompetensi anda untuk bidang tertentu. Dalam kasus anda yang akan melanjutkan pendidikan, surat tersebut adalah bukti formal atau bukti tertulis mengenai kondisi kemampuan akademik dan intelegensi anda untuk melanjutkan pendidikan di tempat lain. Read the rest of this entry »

Tentang Kuliah Sabtu Minggu

Catatan: Berbagai informasi yang disebarkan lewat email tentang kuliah Sabtu Minggu banyak beredar beberapa waktu yang lalu. Baru-baru ini ada informasi kalau perkuliahan Sabtu Minggu itu dianggap tidak sah oleh pemerintah. Berikut email dari salah satu pesertanya yang dikirim ke milis yang saya kelola. Mungkin ada rekan-rekan yang bisa memberikan saran.

Umami Azhary (Zahra):

Saya bukan member milis Beasiswa tapi … hati dan pikiran saya tegelitik untuk menulis tentang biaya pendidikan dan sistim pendidikan di Indonesia makin TIDAK KARUAN DAN TIDAK MASUK AKAL.

Seperti yang kita ketahui bahwa biaya pendidikan di Indonesia sangatlah susah terjangkau oleh banyak kalangan, tidak terkecuali saya. Keinginan memperoleh pendidikan tinggi dan layak seperti mencari Berlian kecil di tengan padang pasir, begitu sulit dan seperti tidak mungkin tercapai oleh saya.

Read the rest of this entry »

Tentang Pentingnya Persiapan

Pengalaman nyata para pemenang beasiswa yang ditulis di bagian komentar blog ini adalah informasi yang sangat-sangat berharga. Salah satunya yang sangat memberi inspirasi adalah komentar yang ditulis Meutia pada posting saya “Lakukan Segala Cara…“. Walaupun IPK pas-pasan, tapi dengan semangat, fokus dan berbagai persiapan yang dilakukannya, Meutia berhasil mendapatkan beasiswa ADS untuk studi S3 di Australia.  Baca tulisan Meutia di sini.

Meutia, Anda benar-benar layak mendapatkan beasiswa tersebut!

Lakukan “Segala Cara” untuk Dapat Beasiswa

Ketika saya menulis “segala cara”, benar-benar saya maksudkan semua cara yang mungkin kamu lakukan untuk mendapatkan beasiswa. Yang halal tentunya. Saya tertarik menulis tentang hal ini karena pengalaman beberapa orang dan saya sendiri ketika sedang berjuang untuk mengejar beasiswa. Beasiswanya sebenarnya tidak lari kemana mana, hanya memang rada susah ngedapetinnya. Jadi dikejarlah dengan cara-cara yang tidak biasa. Read the rest of this entry »

Mari Beramai Ramai Bekerja di Jerman!

Kalau saya menulis judul yang provokatif seperti di atas, bukan maksud saya supaya kita semua meninggalkan negara tercinta Indonesia dan lalu beramai ramai pindah ke Jerman. Sayangnya, tidak semudah itu. Perlu saya informasikan dari awal bahwa peraturan imigrasi Jerman ternyata lebih susah dibandingkan dengan negara – negara Amerika Serikat, Kanada, atau bahkan Inggris!

Tapi ada kemungkinan peraturan imigrasi di negara industri ini akan diperlunak. Ada apa gerangan? Ternyata saat ini Jerman sedang kesulitan untuk mendapatkan pekerja terampil (skilled worker) di bidang teknik. Sebenarnya di negara Amerika Serikat pun hal ini sudah terjadi. Bahkan telah cukup lama Amerika Serikat membuka gerbang negaranya lebar-lebar untuk mendapatkan tenaga-tenaga asing dengan keterampilan teknik. Karena itu, kita ketahui banyak pekerja terampil dari negara India, Cina, dan tak kurang juga dari Indonesia mencari nafkah di negara itu. Saya sendiri mengenal seorang teman warga negara Indonesia yang menjadi konsultan di salah satu perusahaan konsultan energi ternama di AS. Penghasilannya tentu saja wow! buat kaca mata Indonesia. Read the rest of this entry »

Menangis Sepanjang Jalan Medan – Pekan Baru

Catatan: Di bawah ini adalah respon dari Wilson Lalengke (Shony) di Utrecht atas tulisan saya berjudul “Pentingnya Mindset dalam Mengejar Beasiswa“. Tulisan ini saya kopi dari milis dikmenjur. Semoga memberikan inspirasi!

Saya merekomendasi teman semua untuk membaca dan mempedomani uraian Mas Togap tentang mindset. 99,9 persen saya setuju dengan penjelasan ini dan layak untuk dijadikan referensi bagi mencapai keberhasilan oleh semua di semua bidang.

Saya masih menyimpan surat balasan Megawati saat menjadi presiden RI ketika saya minta fasilitas biaya one-way-ticket ke Universitas Exeter, di Inggris, tahun 2002, setelah menerima undangan mereka untuk kuliah disana. Read the rest of this entry »

Mengubah Kegagalan Menjadi Keberhasilan

Catatan: Tulisan ini adalah tanggapan atas komentar dan pertanyaan yang ditinggalkan Rastri dalam posting saya sebelumnya “IPK Rendah dapat Beasiswa – Mitos atau Fakta“.

Dear Rastri,

Ada yang pernah mengatakan: “if you keep on doing what you’ve always done, then you”ll keep on getting what you’ve always got“. Jadi kira-kira artinya, kalau kamu selalu melakukan hal yang sama, maka kamu akan selalu mendapatkan hal yang sama. Saya pikir ini suatu “hukum” yang cukup benar. Artinya, untuk mendapatkan sesuatu yang berbeda, kamu harus melakukan hal tersebut dengan cara yang lain.

Untuk kasus kamu, dari 10 kali kamu mengirim aplikasi, kamu harus sudah belajar dari hal tersebut. Kebanyakan orang yang sukses, bukanlah orang yang tidak pernah gagal. Melainkan orang yang pernah gagal, dan kemudian belajar dari kegagalan tersebut. Bagi mereka, seperti pernah saya tuliskan, kegagalan adalah umpan balik. There is no failure, only feedback. Read the rest of this entry »

IPK Rendah Dapat Beasiswa – Mitos atau Fakta?

Catatan: Tentu saja saya tidak bermaksud mendorong mahasiswa yang sedang kuliah S1 sekarang untuk jadi santai dan tidak berusaha mendapatkan IPK setinggi-tingginya. Kesempatan mendapatkan beasiswa akan jauh lebih besar dengan IPK yang lebih dari rata-rata. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberi wawasan bagi rekan-rekan yang keburu sudah lulus S1 dengan IPK yang tidak terlalu tinggi tapi mempunyai keinginan kuat untuk mendapatkan beasiswa di luar negeri.

Sebuah email dikirim ke saya dari seorang member di milis beasiswa. Isi emailnya cukup panjang, walaupun inti pertanyaannya sederhana: “IPK di bawah 3.0 beneran bisa dapat beasiswa???”.

Hm… tentang IPK ini memang sering mengundang kontroversi. Di milis beasiswa sudah berulang kali member menanyakannya. Bahkan, karena sudah pernah ditanyakan dan didiskusikan sebelumnya, banyak email dengan pertanyaan sejenis terpaksa ditolak masuk ke milis beasiswa (maaf ya). Tapi bukan berarti pertanyaan tersebut berhenti. Malah akhirnya, pertanyaannya dilayangkan langsung ke email moderator. Dan mungkin sudah saatnya memang pertanyaan ini dijawab. Read the rest of this entry »

Bill Gates pun Ingin Jadi Sarjana!

Dengan jumlah kekayaan sekitar $56 milyar, Bill Gates adalah orang terkaya di dunia sekaligus mahasiswa drop-out paling berhasil saat ini. Meskipun demikian,  Gates ternyata menyimpan keinginan untuk memperoleh gelar sarjana. Lebih dari tiga puluh tahun setelah meninggalkan Harvard untuk mengembangkan Microsoft, Bill Gates akhirnya memperoleh gelar sarjana.

Dalam commencement speech yang diberikannya di Harvard pada tanggal 7 Juni lalu, Gates berkata:

“I’ve been waiting for more than 30 years to say this: “Dad, I’d always told you I’d come back and get my degree.“”

Wah, seorang Bill Gates pun ternyata masih pengen jadi sarjana!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers